Innocent Girl And Bad Boy [Chapter 6]

image

Title : Innocent Girl And Bad Boy

Author : Hyeri Choi

Cast : Seo Joohyun (GG Seohyun), Lu Han (EXO Luhan)

Support Cast : Find by yourself

Genre : Romance, School-Life, Alternate Universe (AU)

Rated : T

Length : 6 of ?

Poster Art : cicil @ HSG (thanks chingu ^^)

Disclaimer : FF dan storyline punya saya. Para cast punya Tuhan, orang tua dan manajemen mereka.

2013 © Hyeri Choi

Geez ! I hate you and never want to change it…

Prev.

‘I got you , Seohyun-ssi…’ batin Luhan sambil tersenyum penuh kemenangan.

Sementara itu, Seohyun beberapa kali menggelengkan kepalanya. Entah kenapa kejadian baru saja masih dapat teingat dengan jelas.

“Haissh… Apa yang ku pikirkan? Kenapa jantungku berdebar kencang saat melihat wajahnya?” gumam Seohyun mengetuk kepalanya beberapa kali.

☆☆☆

Seohyun segera menggelengkan kepalanya berusaha melupakan ingatannya yang baru saja terjadi, ia menghembuskan nafasnya panjang untuk menenangkan pikirannya.

“Hujannya sudah reda…” gumam Seohyun menoleh ke arah jendela, hanya tersisa titik titik air yang menempel di jendela menandakan hujan telah reda. “Sebaiknya aku pulang.”

“Aku tidak mengijinkanmu pulang sekarang, Seohyun-ssi…”

Suara berat khas namja itu mengintrupsi gadis berambut panjang sepunggung itu. Luhan muncul dari balik pintu kamarnya dan berjalan menghampiri Seohyun.

“Eh? Tapi aku harus pulang sekarang, Yoong Eonni pasti akan mencariku di sekolah saat ini.” ucap Seohyun menatap polos.

Luhan yang mendengarnya hanya tersenyum tipis.

“Tenang saja, aku sudah meminta tolong kepada Sehun untuk mengijinkanmu sehari di sekolah,” ucap Luhan sambil menunjukkan ponselnya. “Jadi, bukankah lebih baik kau menemaniku seharian ini?”

Mwo? Shireo! Aku tak mau, aku harus pulang sekarang juga.” ucap Seohyun memasukkan seragamnya kedalam tas sekolahnya.

“Kau tidak bisa menolak kali ini, Seohyun-ssi,” ucap Luhan mengenggam pergelangan tangan Seohyun. “Kali ini kau harus menurut.”

“Ya!” Seohyun menepis tangan Luhan dan menatapnya tajam. “Kau tidak bisa memerintahku seperti itu, kau bukan siapa-siapa untukku. Kau hanya mantan kekasih kakakku, tidakkah itu cukup jelas?”

“Kalau begitu, bagaimana jika aku yang menjadi kekasihmu? Bukankah itu cukup mudah untukmu untuk mengatakan ya sebagai jawabannya?” tanya Luhan menunjukkan senyuman andalannya.

“Tidak akan pernah terjadi, Luhan-ssi! Aku tak akan sudi menjadi kekasihmu sekalipun kau memohon-mohon kepadaku,” ucap Seohyun meraih tasnya. “Aku berjanji akan mengembalikan pakaian Noona-mu besok, aku pergi.”

Luhan membiarkan Seohyun pergi meninggalkan apartemennya, sampai matanya menemukan sesuatu yang tergeletak meja. Ia kemudian tersenyum tipis dan meraih benda kecil berukuran persegi itu. Ponsel milik Seohyun.

“Baiklah nona manis yang angkuh, kita lihat sejauh mana kau menolakku.” gumam Luhan memandang ponsel milik Seohyun yang ada di genggamannya.

☆☆☆

Yoona menyusuri lorong sekolah, entah kenapa hari ini sedikit berbeda dari biasanya. Seohyun yang notabene-nya tidak pernah membolos hari ini tidak terlihat di sekolah.

“Haissh… Kemana Seohyun sebenarnya?” gumam Yoona bingung. Ia kemudian berinisiatif menuju kelas Seohyun yang berada di lantai dua.

“Yoong!” panggil seseorang Yoona hendak menaiki anak tangga membuat gadis bermata rusa menoleh. Ternyata Kris yang memanggilnya, namja berpostur tubuh tinggi itu kemudian menghampirinya.

“Eoh, Kris? Ada apa?” tanya Yoona bingung.

“Aku mencari Seohyun, apa kau melihatnya? Hari ini ia tidak terlihat di Perpustakaan.”

Yoona segera menggelengkan kepalanya.

“Aku juga tidak menemukannya, Kris. Tidak biasanya ia seperti ini, jika ia tidak masuk sekolah pasti ia akan memberitahuku.” ucap Yoona khawatir.

“Yeah, tapi kurasa kau juga harus mengkhawatirkan Luhan.” ucap Kris dengan nada bicara serius.

“Eoh? Ada apa dengan Luhan, Kris?” tanya Yoona bingung.

“Kau harus berhati-hati dengan Luhan, Yoong. Kurasa ia sedang merencanakan sesuatu dan hal ini berhubungan dengan Seohyun.” ucapan Kris membuat Yoona terkejut tidak percaya.

Mwo? Tapi, bagaimana bisa? Maksudku, bukankah yang aku tahu jika Krystal adalah orang yang paling mendekati tipe ideal Luhan?” tanya Yoona tidak percaya.

“Entahlah, Yoong. Kurasa kau harus tahu beberapa hari yang lalu ia mengatakan jika ia tertarik kepada Seohyun, bahkan secara langsung juga ia sudah berani untuk mendekati Seohyun.” jawab Kris.

Raut wajah Yoona menegang saat mendengarnya, terlihat jelas di wajahnya jika ia terkejut dengan apa yang baru saja dikatakan Kris. Ia ingat, semalam Seohyun mengatakan jika Luhan menganggu hidupnya dengan muncul dimana saja? Oh God, sepertinya yeoja bermata rusa itu sudah memberikan adiknya sendiri sebagai umpan kepada iblis yang memiliki paras seperti malaikat.

“Aku… Baru menyadari satu hal Kris, hari ini Luhan juga tidak datang ke sekolah, kan?” ucap Yoona menelan ludahnya.

“Benar, kurasa tidak datangnya Seohyun ke sekolah ada hubungannya dengan Luhan…” kata Kris pelan.

☆☆☆

“Ya! Haissh… Ponselku dimana?”

Seohyun dilanda kepanikan saat ini, ia baru menyadari ketika sampai di rumah jika ponselnya tidak ada bahkan benda persegi mungil itu tetap tidak ada meskipun Seohyun sudah membongkar isi tas sekolahnya.

“Seharusnya aku menyimpannya di tas, tapi kenapa tidak ada?” gumam Seohyun berjalan mondar-mandir mengingat dimana terakhir ia menyimpan ponselnya.

Ting tong

Suara bel rumah membuat Seohyun menggerang frustasi. Ia ingat, ibunya sedang menemani ayahnya untuk urusan pekerjaan di Jepang selama beberapa bulan kedepan sehingga ia hanya tinggal berdua dengan Yoona.

Ting tong!

“Haissh… Tunggu sebentar…” teriak Seohyun berjalan menuju pintu depan.

Seohyun memutar kenop pintu dan menariknya, namun ia cukup terkejut melihat siapa yang berada di hadapannya saat ini.

“Luhan-ssi?” gumam Seohyun tak percaya.

Luhan hanya menyunggingkan senyuman andalannya. Dugaannya memang tak pernah salah, pikirnya. Ia sudah tahu ekspresi apa yang ditunjukkan Seohyun jika ia datang ke rumah gadis itu.

“Yeah, ini aku,” ucap Luhan tetap tersenyum penuh percaya diri. “Apa kau merindukanku, nona manis?”

“Cih! Dalam mimpimu Luhan-ssi, sekarang jelaskan kepadaku ada keperluan apa kau kemari? Jika kau mencari Yoong Eonni, kau bisa datang ke sekolah dan berhenti mengangguku.” ucap Seohyun menyilangkan tangan didepan dadanya.

“Hey hey, jangan bersikap kesal seperti itu,” ucap Luhan tertawa, dia kemudian mengeluarkan sesuatu dari sakunya. “Aku kemari untuk mengembalikan ini.”

“Ya! Itu ponselku!” pekik Seohyun melihat benda persegi yang dicarinya tadi.

Tangannya kemudian berusaha mengapai ponsel itu, namun namja itu malah mengangkat tangannya tinggi tidak membiarkan Seohyun untuk meraihnya.

“Ya! Luhan-ssi, kembalikan ponselku…” kata Seohyun berusaha mengapai ponselnya.

“Aku akan mengembalikan ponselmu jika kau mau kencan denganku hari ini.”

Seohyun mengerutkan dahinya mendengar ucapan namja itu, bahkan ditambah dengan Luhan yang mengeluarkan senyum andalannya. Ugh, rasanya kali ini Seohyun harus membenturkan kepala namja dihadapannya ini.

Mwo? Aku tak mau kencan denganmu.” teriak Seohyun.

“Ya! Haissh… Kau mau membuat telingaku tuli, eoh?” gerutu Luhan sambil menutup telinganya.

“Kau tak akan tuli hanya karena itu, pabo!”

“Tapi aku bisa tuli jika mendengar teriakanmu yang keras itu.”

“Aku tak perduli denganmu. Sekarang kembalikan ponselku dan aku tak mau kencan denganmu.”

“Haissh… Kau ini keras kepala sekali,” ucap Luhan mengacak rambutnya asal. “Apa begitu sulit kau tinggal mengatakan ya dan aku akan mengembalikan ponselmu?”

“Aku tak akan sudi jika aku harus kencan denganmu, pabo namja!” ucap Seohyun kesal.

“Ya! Aku tidak pabo!

“Kau memang pabo, Luhan-ssi. Sekarang kembalikan ponselku…” ucap Seohyun mengulurkan tangannya meminta ponsel yang ada di tangan Luhan.

“Hey, bukankah ini berarti kau menyetujui untuk kencan denganku?” tanya Luhan menaikkan satu alisnya.

“Eh?”

“Sudahlah, ayo kita berkencan hari ini nona manis.” tanpa banyak berkata apa-apa Luhan segera menarik tangan Seohyun keluar dari rumahnya.

“Ya! Luhan-ssi, pintu rumahku belum dikunci.” teriak Seohyun melepaskan tangan Luhan yang mengenggam pergelangan tangannya.

“Sudahlah, nanti aku akan mengirim orang untuk mengunci pintu rumahmu.” ucap Luhan mendorong masuk Seohyun ke dalam mobilnya, namja itu kemudian ikut masuk kedalam mobil melalui pintu sisi yang lain.

“Kau menyebalkan, Luhan-ssi.” gerutu Seohyun kesal.

“Aku tahu…”

Mesin mobil itu kemudian menyala dan melaju meninggalkan rumah Seohyun.

☆☆☆

Seohyun semakin menekuk wajahnya masam saat Luhan membawanya ke Taman Bermain, kekesalannya juga semakin bertambah saat Luhan memaksanya mencoba permainan yang ekstrim.

“Kau menyebalkan, Luhan-ssi.” gerutu Seohyun kesal sambil melirik Luhan yang duduk disebelahnya.

“Ya! Bahkan kau sudah mengatakan itu berulang kali, Seohyun-ssi.” ucap Luhan menoleh dan menatap wajah Seohyun yang masih memasang wajah masam.

“Dan sampai kapan kau akan menculikku seperti ini? Oh God, bahkan sekarang kau tak ada bedanya dengan maniak.” ucap Seohyun mengembungkan pipinya.

Luhan hanya tertawa melihat ekspresi wajah Seohyun saat ini, ia kemudian mencubit hidung Seohyun hingga gadis itu sedikit meringgis.

“Hey hey, pertama aku bukan maniak dan yang kedua aku bukan menculikmu, aku hanya mengajakmu kencan. Apa itu salah, nona manis?”

“Ya! Berhenti memanggilku nona manis! Kau tahu bahkan kau tak ada bedanya dengan ahjussi hidung belang.” ucap Seohyun bergidik horor.

“Baiklah baiklah, aku berhenti memanggilmu nona manis,” ucap Luhan. “Tapi aku akan memanggilmu chagi untuk selanjutnya.”

Mwo? Aku bukan kekasihmu, nappeun namja.” pekik Seohyun terkejut mendengar apa yang baru saja Luhan katakan.

“Mulai saat ini kau kekasihku, kurasa itu kedengarannya tidak buruk chagi.” ucap Luhan tersenyum miring.

“Aku mau pulang, kurasa aku bisa gila jika aku tetap berada di dekatmu.” ucap Seohyun menghentakkan kakinya kesal.

“Tunggu sebentar, Seohyun-ah,” ucap Luhan menahan tangan Seohyun agar tidak pergi. “Kau tunggu disini, aku akan segera kembali.”

“Haissh… Apa lagi, Luhan-ssi?”

“Sudahlah, tunggu saja disini.” ucap Luhan bangkit dan berjalan pergi.

“Huft… Dasar namja pabo, menyebalkan, gila…” gumam Seohyun mengumpat tentang Luhan.

Angin musim semi yang berhembus kencang membuatnya beberapa kali harus merapikan rambutnya karena angin menerbangkan helaian rambutnya yang panjang. Seohyun kemudian menoleh ke sekitar, banyak pasangan yang sedang berkencan dan keluarga yang sedang mengajak buah hatinya rekreasi. Raut wajah mereka yang terlihat jelas bahagia membuat Seohyun menghela nafasnya.

“Yoong Eonni benar, kapan aku seperti gadis yang seumuran denganku?” gumam Seohyun menendang kakinya di udara.

“Haissh… Kemana pabo namja itu, lama sekali.” Seohyun menoleh kesekitarnya mencari keberadaan Luhan yang sekitar lima belas yang lalu meninggalkannya.

“Ya! Aku tidak pabo, chagi.” kata Luhan yang tiba-tiba muncul dari belakang Seohyun dan membuat gadis itu tersentak kaget.

“Ya! Kau mengagetkanku saja.” gerutu Seohyun kesal. Luhan tertawa mendengarnya dan duduk di sebelah gadis itu dengan membawa sesuatu.

“Hey, jangan marah denganku chagi.” ucap Luhan mengacak rambut Seohyun.

“Ya! Berhenti mengacak rambutku.
,” pekik Seohyun sambil mencoba menjauhkan tangan Luhan dari kepalanya. “Dan berhenti memanggilku chagi!

“Haissh… Kau kasar sekali kepadaku, chagi,” ucap Luhan berpura-pura sedih. “Aku hanya ingin bersikap baik kepada yeojachingu-ku.”

“Aku bukan yeojachingu-mu, pabo!” ucap Seohyun menekankan kata ‘yeojachingu‘ dalam ucapannya, mungkin ia sudah cukup jengah dengan tingkah Luhan yang sepertinya hampir setiap hari menganggunya disegala waktu.

“Ya! Haissh, sepertinya kau harus menjaga jarakmu dengan kakakmu. Kau sangat kasar sekali kepadaku.”

“Yoong Eonni tidak galak, pabo!” sahut Seohyun.

“Baiklah baiklah, Yoona memang tidak galak,” ucap Luhan memberikan sesuatu yang dibawanya. “Ini untukmu.”

“Apa ini?” tanya Seohyun bingung.

“Sudahlah buka saja.” ucap Luhan tersenyum simpul.

Seohyun kemudian membuka bungkusan itu dan cukup terkejut melihat isi bungkusannya. Sebuah boneka Keroro yang cukup besar, Seohyun kemudian menoleh kepada Luhan. Tatapannya seakan meminta penjelasan kepada namja itu.

“Kau… Darimana kau tahu jika aku menyukai Keroro?” tanya Seohyun mengerutkan dahinya bingung.

“Hey, tidak sulit bagiku untuk mencari tahu tentangmu. Kau menyukai Keroro, ubi, buku dan bermain piano bukan?” tanya Luhan memastikan tanpa senyum yang masih mengembang di wajahnya.

“Ck, kurasa pasti Sehun yang mengatakannya kepadamu.” gumam Seohyun memalingkan wajahnya dan memilih memainkan boneka Keroro yang dipegangnya.

“Ya! Ayolah, bersikap manis kepadaku Seohyun-ah. Aku tahu jika wajahmu tersenyum pasti akan jauh lebih cantik.”

“Berhenti bersikap akrab denganku, Luhan-ssi! Aku tak akan mudah akrab dengan orang lain.” kata Seohyun datar.

Luhan mengacak rambutnya asal. Ia kira Seohyun akan luluh jika ia membelikan boneka kesukaan gadis itu.

‘Tenang Luhan-ah, masih ada seribu cara untukmu mendapatkan hati gadis polos ini…’ batin Luhan menyemangati dirinya sendiri.

Pip pip You have a message…

“Ya! Luhan-ssi, kembalikan ponselku. Itu bunyi ponselku.” ucap Seohyun yang tiba-tiba mengingat ponselnya yang masih berada di namja itu karena nada dering ponselnya.

“Haissh… Kukira kau akan lupa dengan ponselmu.” gumam Luhan terpaksa mengeluarkan ponsel milik Seohyun dari saku dan memberikannya kepada gadis itu.

Seohyun memilih untuk tidak menanggapi ucapan Luhan, menurutnya percuma menanggapi ucapan namja yang bahkan ia berani sangsi jika Luhan sudah sinting. Seohyun lalu membuka pesan singkat yang baru saja masuk. Sebuah pesan dari Yoona.

From : Yoong Eonni

Seohyun-ah, kau dimana?

Seohyun panik bukan main setelah membaca pesan itu, Yoona sang kakak pasti mencarinya di sekolah dan bingung ketika gadis bermata rusa itu tidak dapat menemukan adiknya dimanapun. Apa yang harus ia katakan kepada kakaknya?

“Ada apa?” tanya Luhan sambil merebut ponsel milik Seohyun.

“Ya! Kembalikan, Luhan-ssi! Itu pesan dari Yoong Eonni.”

“Haissh… Hanya karena ini saja kau sudah panik,” gumam Luhan menaikkan satu alisnya. “Sudahlah, biar aku saja yang membalasnya.”

“Ya! Cepat kembalikan.” pekik Seohyun berusaha mengapai ponsel yang berada di tangan Luhan, namun gagal.

Luhan mengetikkan sesuatu di ponsel Seohyun dan menekan ‘Send’, ia kemudian memberikan ponsel itu kepada Seohyun.

“Apa yang kau katakan untuk balasan Yoong Eonni?” tanya Seohyun menatap tajam Luhan.

“Aku bilang jika kau sedang bersamaku dan kencan di Taman Bermain.” jawab Luhan enteng.

Mwo? Kau gila?” tanya Seohyun panik. Ia kemudian memeriksa fitur sent ponselnya.

To : Yoong Eonni

Mianhae Eonni, kurasa hari ini aku sedang tidak enak badan dan tidak dapat masuk sekolah hari ini. Maaf jika aku baru mengabarimu sekarang

Seohyun menghela nafasnya lega saat membaca pesan balasan yang diketik oleh Luhan, entah apa jadinya jika Yoona melihat balasan seperti apa yang diucapkan Luhan baru saja.

“Aku tak mungkin membiarkan kau jadi santapan kakakmu hidup-hidup, chagi,” ucap Luhan tersenyum jahil. “Dan aku sudah mencopy semua foto-foto kau yang ada dalam ponselmu ke laptopku, chagi.”

“Ya! Kau gila? Mau mati kau, eoh?” gerutu Seohyun kesal sambil menghentakkan kakinya beberapa kali sedangkan Luhan hanya tertawa keras berhasil menggoda gadis itu.

☆☆☆

Shutter kamera berbunyi saat seseorang membidik seorang gadis yang terlihat kesal dan seorang namja yang tertawa lepas karena sepertinya berhasil menggoda gadis itu.

Orang itu melukiskan senyum licik saat melihat hasil foto di kameranya, foto Seohyun dan Luhan yang diambil secara diam-diam dari kejauhan.

“Sepertinya besok akan ada berita besar disekolah…” gumam orang itu menaikkan tudungnya dan beranjak pergi dari tempat itu.

Tbc…

A/n : annyeong ~ !!! Long time no update this fanfic ^^ hohoho mian deh kalo kelamaan (_ _) no comment kali ini, mian buat segala kekurangannya. RCL jangan lupa ya hohoho

2013 © Hyeri Choi

Advertisements

25 thoughts on “Innocent Girl And Bad Boy [Chapter 6]

  1. seo seneng banget ngomong ‘pabo’.
    itu syapa yg nganbil foto mereka? kalo ketahuan, yoong nanti marah gak ya sma seo.. hmmm lanjutin bacanya lagi aja deh

  2. Nahlo siapa yg motret seo sama luhan?
    Yang aku curigai itu adalah sehun, secara dia yg bikin taruhan
    Aduh makin panes ini thor, aku lanjut ya!

Silahkan berkomentar~ ^^ #AceBabySeoHanjjang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s