Innocent Girl And Bad Boy [Chapter 11 / Final]

image

Title : Innocent Girl And Bad Boy

Author : Hyeri Choi

Cast : Seo Joohyun (GG Seohyun), Lu Han (EXO Luhan)

Support Cast : Find by yourself

Genre : Romance, School-Life, Alternate Universe (AU)

Rated : T

Length : 11 of 11 [Final]

Poster Art : milkybaby05 @ HAG (thanks chingu^^)

Disclaimer : FF dan storyline punya saya. Para cast punya Tuhan, orang tua dan manajemen mereka.

2014 © Hyeri Choi

Prev.

“Aku tahu kau juga menyukainya Lu, bahkan kurasa kau mencintainya.” ucap Kris menepuk pundak Luhan dan berlalu pergi dari tempat itu.

“Sial…” gumam Luhan mengacak rambutnya, kesal? Mungkin itulah yang ada dalam benak Luhan saat ini, bahkan dirinya sendiri tak menyangka jika Seohyun juga menyukainya.

“Apa yang harus aku lakukan agar Seohyun mendengarkan penjelasanku?”

☆☆☆

Angin musim semi yang berhembus cukup kencang menerpa Seohyun yang terduduk di salah satu kursi yang berada Taman belakang Sekolah, namun gadis itu tidak berniat sedikit pun untuk merapikan rambutnya yang panjang sedikit kusut karena angin yang meniup helaian rambutnya. Gadis itu hanya menutup wajahnya dengan telapak tangannya, sesekali isakan lolos dari mulutnya.

Tap…

Tap…

Tap…

Suara langkah mendekat dan berhenti tepat di depan kursi yang di duduki Seohyun. Sesosok namja yang tak lain Luhan ternyata yang menghampirinya dengan raut wajah khawatir terlihat jelas di wajahnya.

“Seohyun-ah, kumohon dengarkan penjelasan dariku. Aku bisa menjelaskan semua ini…”

“Tidak ada yang perlu dijelaskan,” ucap Seohyun mengangkat kepalanya dengan suara yang serak. Tanpa perlu dijelaskan lagi dan semuanya jelas jika gadis berpipi tembam itu menghabiskan waktu cukup lama untuk menangis.

“Aku tak tahu apa yang dijanjikan Sehun kepadamu, tapi aku ucapkan selamat kepadamu karena kau sudah menang atas permainan konyolmu itu.” lanjut Seohyun meneruskan ucapannya dan bangkit melangkahkan kakinya meninggalkan Luhan yang masih terdiam di tempat itu. Kaki jenjang gadis itu terus melangkahkan kakinya tanpa sedikit pun berkeinginan untuk berhenti dan berbalik menatap namja yang beberapa meter di belakangnya.

“Argh… Apa yang harus aku lakukan sekarang? Bahkan sedikit pun ia tak berniat menatap wajahku,” gumam Luhan meruntuki dirinya sendiri, dia sadar jika dirinya lah sendiri yang menggoreskan luka di hati Seohyun yang bahkan melihat reaksi dari gadis itu jika kesalahannya akan sulit untuk dimaafkan bahkan untuk dilupakan.

“Aku harus menemui Sehun, akar permasalahan ini adalah dia…” gumam Luhan mengepalkan tangannya dan berbalik memasuki gedung sekolah, dan ia tahu dimana ia bisa menemui sahabatnya yang memiliki kulit putih pucat.

☆☆☆

Luhan mendorong pintu ruang latihan dimana ia bersama Sehun, Kai dan Lay biasa berlatih dance. Dan perkiraannya tepat saat pintu dibuka, Sehun berada di ruangan itu dan sedang berlatih dengan kaus tipis yang basah karena keringat dan celana training berwarna hitam.

Sehun yang melihat kedatangan Luhan hanya mengerutkan dahinya dan menatap Luhan dengan tatapan bingung, namja itu kemudian berjalan untuk mematikan tape.

“Ada apa? Tak biasanya kau kemari tanpa memberitahuku.” Sehun mengambil handuk kecil yang dia sampirkan di kursi dan menyeka keringatnya.

“Sebenarnya apa alasanmu menyuruhku mendekati Seohyun, Sehun-ah? Ada maksud tertentu dibalik permainan ini.” ucap Luhan tanpa berbasa-basi lagi memasuki ruangan yang dilapisi cat berwarna putih dan menutup pintu dari dalam.

“Well, kau cukup cerdik untuk kali ini, Lu. Aku punya maksud tertentu menyuruhmu mendekati Seohyun,” kata Sehun sengaja menggantungkan ucapannya, sebuah senyum yang tipis terpancar dari wajahnya yang tampan.

“Apa alasanmu menyuruhku mendekati Seohyun?” tanya Luhan menatap serius sahabatnya yang satu tingkat berada di bawahnya.

Sehun kemudian menghela nafasnya pelan, “Aku ingin kau menghilangkan kebiasaan lamamu, Lu. Kau tahu, sudah banyak para yeoja di luar sana yang sudah kau sakiti.”

“Dan kau melakukan semua itu dengan cara mendekatkan aku dengan Seohyun?” Luhan menaikkan salah satu alisnya.

Sehun segera menganggukan kepalanya, “Perkiraanmu tepat, Lu. Aku hanya ingin kau berubah, dan kurasa hanya Seohyun yang mampu mengubahmu.”

“Dan kau tidak tahu, jika saat ini Seohyun mulai membenciku karena dia mengetahui permainan konyol ini,” ucap Luhan mengacak rambutnya frustasi.

“Bahkan aku sendiri tak tahu lagi apa yang harus aku lakukan untuk membuatnya mendengarkan penjelasanku.” ucap Luhan melanjutkan ucapannya.

Sehun kemudian menepuk pundak Luhan.

“Bagaimana jika kali ini aku yang membantumu?”

☆☆☆

“Haissh… Kenapa ini sama sekali tak bisa hilang sih?” gumam Seohyun membasuh wajahnya dengan air yang mengalir dengan keran wastafel sekolah, ia kemudian menatap pantulan wajahnya di cermin.

“Kau yang bodoh, Seohyun. Sejak awal dia berusaha mendekatimu seharusnya kau menyadari jika bukan tanpa alasan dia berbuat seperti itu.” gumam Seohyun menghela nafas.

Perasaan Seohyun terasa sakit, luka yang digoreskan Luhan cukup dalam untuknya. Setelah namja itu berusaha mencairkan hati Seohyun yang bahkan juga sanggup mencuri hatinya, bagaikan ditusuk oleh belati saat mengetahui semua itu hanya permainan. Ya, sakit yang dirasakan kepada cinta pertama mungkin itulah yang ada dalam benak Seohyun saat ini.

“Haissh… Sudahlah, anggap saja mata yang sembab ini tak ada. Aku tak mau kelihatan konyol di hadapan semua orang.” gumam Seohyun memutar keran wastafel hingga air yang mengalir berhenti dan menyisakan beberapa tetesan liquid bening yang menetes.

Seohyun kemudian berbalik dan membuka pintu toilet, gadis itu kemudian menghela nafasnya pelan dan melangkahkan kakinya mencoba bertingkah seolah tidak terjadi apa-apa. Tujuan ia saat ini adalah menuju ke kelasnya yanh berada di lantai dua.

Namun sepertinya Seohyun harus mengurungkan niatnya, langkahnya terhenti ketika melihat sesosok namja yang tak lain Luhan terlihat bersender di tembok di dekat pintu kelasnya sambil sesekali menoleh seakan mencari sesuatu dan pandangan tajam yang dimiliki namja itu terhenti kala melihat Seohyun berada di ujung lorong dan membuat mereka beradu pandangan.

Seohyun segera berbalik dan berjalan pergi, namun tangan seseorang menahan lengannya untuk beranjak. Sebuah tangan kekar yang tak lain milik Luhan.

“Seohyun-ah, untuk kali ini kumohon kau mendengarkan ucapanku.” ucap Luhan menatap iris mata kecoklatan yang dimiliki Seohyun.

“Tak ada lagi yang perlu dijelaskan, Luhan-ssi,” kata Seohyun dengan nada bicara yang dingin. “Sekarang, lepaskan tanganku.”

“Aku berjanji, setelah ini aku tidak akan menganggu hidupmu sama sekali kecuali jika kau yang membolehkan aku untuk sekali lagi memasuki kehidupanmu,” ujar Luhan dengan cepat.

Seohyun kemudian menghela nafasnya pelan, “Sekarang katakan apa yang kau inginkan.”

“Aku tahu kau pasti akan marah bahkan benci kepadaku jika kau mengetahui semua ini,” ucap Luhan sengaja mengantungkan ucapannya sambil menghela nafasnya pelan.

“Tapi kumohon untuk kali ini saja jika kau memaafkanku, aku berharap kau melihat penampilanku saat festival seni nanti. Aku berjanji tidak akan mengecewakanmu lagi.” lanjut Luhan melepaskan genggamannya dari lengan Seohyun dan berlalu pergi.

‘Eotteoke? Apa yang harus aku lakukan saat ini? Haruskah aku mempercayainya?’ batin Seohyun bergejolak mendengar ucapan Luhan, pandangannya hanya menatap punggung Luhan yang dibalut jas sekolah berwarna biru dan semakin menghilang dari pandangan.

☆☆☆

Hujan mulai menguyur membasahi kota Seoul, Seohyun hanya memandangi tetesan air hujan yang mulai turun dan mengenai permukaan kaca jendela kamarnya. Seohyun menghela nafasnya pelan, besok adalah penampilannya di festival seni di sekolah. Disamping ia takut penampilannya akan mengecewakan, ia lebih bimbang tentang Luhan. Sungguh, baru kali ini Seohyun bimbang akan sesuatu.

“Apa yang kau risaukan, Seohyun-ah?” tanya Yoona yang masuk ke kamar adiknya dan menghampiri Seohyun yang sedang terduduk di depan meja belajarnya. Tangan gadis bermata rusa itu kemudian mengusap lembut rambut panjang adiknya.

“Tidak Eonni, tidak ada satu pun yang membuatku risau. Aku hanya takut penampilanku besok akan mengecewakan.” ucap Seohyun berbohong, Yoona hanya tersenyum lembut mendengarnya.

“Kau tahu, kau tak pandai berbohong Seohyun-ah,” ucap Yoona mencubit pipi tembam Seohyun. “Dan aku tahu ini adalah masalahmu dengan Luhan.”

“Eonni mengetahuinya?” Seohyun mengerutkan dahinya.

Yoona segera menganggukan kepalanya, “Ya, Kris yang memberitahu semuanya kepadaku. Kau tahu, hampir saja aku ingin mematahkan tubuh Luhan menjadi lima bagian karena kau menangis karena dia tapi aku mengurungkannya.”

“Kenapa?” tanya Seohyun menatap polos kakaknya.

“Karena aku tahu kali ini Luhan tidak akan seperti sebelumnya. Dia tidak main-main dengan perasaannya kepadamu, dia benar-benar mencintaimu.”

“Dari mana Eonni tahu jika ia benar-benar menyukaiku?”

Yoona tertawa kecil mendengar pertanyaan Seohyun yang terdengar polos, “Kau percaya jika mata tak pernah berbohong? Dan aku membuktikannya Seohyun-ah. Cara dia menatapmu sangat berbeda dengan cara dia menatap gadis lain.”

“Apakah dengan itu kita bisa mengetahuinya?” tanya Seohyun menaruh jari telunjuknya di depan bibirnya, sungguh terlihat lucu Seohyun seperti itu.

“Kau masih terlalu polos, Seohyun-ah,” ucap Yoona tersenyum. “Lihat baik-baik dengan hatimu, maka kau akan mengetahuinya.”

Selepas Yoona keluar dari kamarnya, Seohyun memikirkan semua ucapan kakaknya. Apa benar jika kali ini Luhan serius dengan ucapannya dan bukan untuk permainan semata yang biasanya dilakukannya?

‘Eotteoke? Apa aku harus mempercayainya kali ini?’ batin Seohyun kembali memandangi jendela, namun pandangannya hanya tertuju kepada wristband milik Luhan yang diberikan kepadanya yang tergeletak di sudut jendela kamarnya.

☆☆☆

Sedikit pun Luhan tak menaruh minat kepada apapun yang berada dihadapannya. Ia sama sekali tak memperdulikan para gadis berpakaian minim yang mencoba menggodanya. Ya, namja berdarah China itu kembali kepada kebiasaan lamanya, melupakan semua masalahnya dengan pergi ke Club.

“Tidak biasanya kau seperti ini, Lu.” ucap Kai yang sedari tadi mengamati Luhan dan menyadari jika kali ini Luhan tidak seperti biasanya.

“Diamlah kau, Kkamjong! Aku hanya kurang bersemangat kali ini.” sahut Luhan meraih gelas berisi liquid berwarna hijau bening dan meminumnya hingga habis.

Kai hanya menggendikkan bahunya dan kembali bermesraan dengan kekasihnya, Krystal. Ya, namja itu akhirnya berhasil merebut hati gadis cantik itu setelah pertemuan di ruang latihan dan berlatih dance bersama yang membuat mereka menjadi dekat.

Luhan kembali menyalakan ponselnya, dan membuka fitur pesan. Nihil, tak ada satupun e-mail dari Seohyun. Ingin rasanya ia mengirimkan e-mail kepada Seohyun namun ia terpaksa mengurungkannya, karena ia tahu Seohyun masih marah kepadanya dan percuma saja ia mengirimkan e-mail karena gadis itu pasti akan sama sekali tidak akan membalasnya.

‘Ping pong, you’ve got a message’

Luhan mengerutkan keningnya saat melihat e-mail masuk, siapa yang mengirimkan e-mail kepadanya? Seingatnya, hanya teman terdekatnya dan keluarganya saja yang mengetahui alamat e-mailnya, karena penasaran ia kemudian membukanya.

From : Innocent Seohyun

Aku akan melihat penampilanmu besok di festival seni, aku berharap kau tidak mengecewakanku. Selamat malam.

Luhan segera menggembangkan senyumnya setelah membaca e-mail dari Seohyun. Menurutnya, walaupun isi dari e-mail itu sederhana dan terkesan formal namun itu sudah mengeluarkan sebuah sinyal yang baik untuk Luhan.

‘Kurasa dia sudah mulai memaafkanku…’ batin Luhan memasukkan ponselnya ke dalam saku jaketnya. Ia kemudian bangkit berdiri dan berlalu pergi keluar dari Club.

“Hey, kurasa dia sudah gila,” gumam Kai mengerutkan keningnya setelah Luhan berlalu pergi dengan senyum yang menggembang di wajah sahabatnya itu.

“Yeah, dia memang gila. Gila karena cinta…” sahut Sehun tersenyum tipis yang cukup misterius, yang bahkan membuat Kai semakin mengerutkan dahinya.

☆☆☆

Dengan dibalut gaun selutut berwarna putih bersih seperti kapas, make up yang terkesan natural rambut yang dikepang longgar dan disampirkan di bahu kirinya, Seohyun melangkahkan kakinya menuju tengah panggung. High heelsnya yang cukup tinggi memang membuatnya sulit berjalan, namun sedikitpun Seohyun menampakan kegugupannya.

Seohyun kemudian membungkukkan badannya hormat di iringi tepukan tangan semua orang yang hadir di tempat itu. Seohyun mengangkat kepalanya, dan melihat kedua orang tuanya bersama Yoona memberikan dukungan kepadanya dengan mengepalkan tangannya.

‘Fighting!’, kata itu yang dapat Seohyun baca dari mulut ayahnya, Siwon yang tidak mampu terdengar karena suara penonton yang cukup riuh.

“Selamat siang semuanya,” ucap Seohyun melalui mic yang berada di hadapannya. “Mungkin disini aku hanya murid kelas 10 yang sama sekali membuat orang-orang terkejut bagaimana bisa seseorang yang notabene-nya adalah murid baru tahun ini bisa tampil di festival seni seperti ini,”

“Dan kali ini aku akan menampilkan sebuah lagu. Lagu untuk seseorang yang spesial jauh dari sudut hati yang terdalam dan mampu membuatku menjadi seperti sekarang ini.” lanjut Seohyun menutup pidato singkatnya dan kembali membungkukkan badannya.

Gadis itu kemudian berjalan menuju piano klasik yang berada tak jauh dari tempatnya berada. Ia duduk di kursi, sempat ia melihat Luhan juga melihat penampilannya dan tersenyum. Penampilannya tidak boleh mengecewakan, begitulah yang ada di pikirannya.

You tell me you’re in love with me

That you can’t take your pretty eyes away from me

It’s not that I don’t want to stay

But every time you come too close I move away

I wanna believe in everything that you say

Cause it sounds so good

But if you really want me, move slow

There’s things about me you just have to know.

Sometimes I run

Sometimes I hide

Sometimes I’m scared of you

But all I really want is to hold you tight

Treat you right,

Be with you day and night

Baby all I need is time

(Britney Spears – Sometimes)

Semua orang berdiri dan bertepuk tangan dengan pandangan takjub setelah Seohyun menekan tuts piano terakhir mengakhiri penampilannya. Seohyun tersenyum tipis memandangi seluruh sudut ruangan aula itu, pandangannya juga sempat melihat Luhan juga bertepuk tangan dengan senyum lembut yang terlukis di wajahnya. Seohyun membungkukkan badannya dan menghilang di balik tirai panggung.

“Penampilanmu mengagumkan, Seohyun-ssi. Kuharap tahun depan kau bisa kembali berpartisipasi di festival seni kebanggaan sekolah kita.” ucap Song seongsaengnim menepuk pundak Seohyun.

“Kamsahamnida, seongsaem. Di perbolehkan untuk tampil di festival seni merupakan suatu kehormatan bagiku yang tidak lepas dari bimbingan anda.” ucap Seohyun tersenyum tipis. Song seongsaengnim menganggukan kepalanya dan berlalu pergi untuk mengurus peserta lainnya yang ikut tampil hari ini.

Seohyun kemudian berjalan menuju ruang ganti untuk mengambil tasnya yang tertinggal disana, namun sebelum sempat Seohyun memutar kenop pintu sebuah bunga putih disodorkan oleh sebuah tangan. Seohyun mengangkat kepalanya dan menatap pemilik tangan itu, ternyata Luhan.

“Kau memaafkanku kali ini?” Luhan sedikit mengerutkan dahinya menatap gadis itu.

“Entah, tapi kurasa kau tak berbohong.” sahut Seohyun mengendikkan bahunya, Luhan tersenyum tipis mendengarnya.

“Apa kau akan melihat penampilanku sebentar lagi?”

“Entah, aku tak tahu.” jawab Seohyun singkat.

“Hey, tapi kau sudah berjanji kepadaku, Seohyun-ah. Kenapa sekarang kau seperti ini?” protes Luhan mengacak rambutnya asal. Seohyun hanya menatapnya bingung.

“Kapan aku berjanji kepadamu? Aku tak pernah memiliki janji apapun denganmu.” ucap Seohyun mengibaskan tangannya. “Sudahlah, aku lelah dan ingin beristirahat sejenak.”

Tak jauh dari tempat pintu ruang ganti, dua orang yang sedari tadi memperhatikan gerak-gerik Luhan berebut untuk mengamatinya. Mereka berdua kemudian berhigh-five karena rencana mereka berhasil.

“Kurasa rencanamu tak buruk Yoong menggunakan alamat e-mail Seohyun dan menipu Luhan yang sekaligus membuat mood Luhan membaik.” ucap namja yang tak lain Sehun tersenyum tipis.

“Yeah, berterima kasihlah kepadaku yang mengetahui password e-mail milik Seohyun.” sahut Yoona sambil tertawa kecil.

“Baiklah, lebih baik sekarang kita pergi dari tempat ini dan beralih ke rencana berikutnya.” Yoona segera menganggukan kepalanya menyetujui ucapan Sehun.

☆☆☆

Setelah dibujuk dan dirayu, akhirnya Seohyun menyetujui ajakan Yoona untuk melihat festival seni hari ini hingga selesai. Berterimakasihlah kepada Yoona yang mengiming-iminginya dengan boneka Keroro.

“Ingat Eonni, aku hanya ingin menemanimu bukan karena aku ingin melihatnya disini.” ucap Seohyun sambil menggembungkan pipinya.

“Baiklah, baiklah, terserah dengan ucapanmu dan berhenti menggerutu.” ucap Yoona sambil menutup telinganya karena jengah mendengar gerutuan Seohyun.

Seohyun hanya melipat kedua tangannya di dadanya sambil menggembungkan pipinya yang tembam. Ya, sepertinya mau tak mau Seohyun harus melihat acara ini hingga selesai bahkan harus melihat penampilan Luhan dan teman-temannya.

Tirai panggung kemudian dibuka, namun Seohyun menyipitkan matanya melihat hanya ada seseorang yang berada di panggung dan membawa gitar. Seohyun mengenal orang itu, dia adalah Sehun.

“I know I always had a heavy heart… I would always put up my guard… And I never thought of you… Should have stuck to you like glue…”

Seohyun mengenal suara seseorang yang menyandungkan salah satu grup bernama Lunafly yang berjudul Super Hero, ini adalah suara Luhan. Tapi dimana dia?

Every time you went through that pain… I left you going all insane… Girl I should have thought of you… I should have seen your point of view

Sesosok namja muncul dari balik panggung membuat seluruh yang hadir di tempat itu bertepuk tangan, namun sosok yang tak lain Luhan sama sekali tidak berjalan ke tengah panggung. Namja keturunan negeri tirai bambu itu malah turun dari panggung dan berjalan menuju kursi penonton yang ditempati Seohyun.

Terkejut, tentu saja Seohyun cukup terkejut melihat Luhan berada dihadapannya saat ini. Namja itu kemudian mengulurkan tangannya di depan Seohyun.

Oh I could try to explain… It wouldn’t mean a thing… I could take all the blame… It wouldn’t mean a thing… Ain’t it better later than never baby… You know I’ve been next to you lately… Now I want it how it was before

Yoona segera meraih tangan Seohyun dan memberikannya kepada Luhan. Ingin rasanya Seohyun mengomel kepada kakaknya, namun apa daya karena Luhan telah menariknya pergi. Mau tak mau Seohyun harus mengikutinya.

“I know it may be late now… And I know that I‘ve taken a vow… But I‘m here I‘m a superhero… And I can save you…” 

Seohyun terus bertanya-tanya di dalam batinnya, sebenarnya apa yang direncanakan Luhan kali ini? Namun sesaat sebelum Seohyun mencoba melepaskan tangan Luhan yang bertautan dengan tangannya, Luhan tersenyum lembut seolah mengerti apa yang dipikirkan Seohyun saat ini. Luhan terus melangkahkan kakinya hingga menuju ke tengah panggung.

“Baby I know you can forget the things I’ve done… I know I’ve been away… But I can save you now… But I can save you now…”

Tepat saat alunan gitar yang dimainkan Sehun berhenti, seluruh penonton yang berada disana bertepuk tangan riuh mengagumi penampilan Luhan yang cukup memukau. Tentu saja beberapa orang yang berada disana tidak menyangka jika Luhan punya bakat menyanyi, selama ini mereka berpikir jika sang penakluk hati para gadis —begitulah julukan yang diberikan oleh semua orang yang mengenalnya— hanya mampu menari saja.

“Seohyun-ah…” panggil Luhan menggunakan mic yang masih digenggamnya, namja itu kemudian menghela nafasnya pelan.

“Aku tahu aku adalah lelaki bodoh yang hanya membuatmu menangis. Tapi aku berjanji jika kau memaafkanku, aku tidak akan membiarkan setetes air mata milikmu jatuh. Apa kau memaafkanku?”

“Dan aku juga ingin kau tahu jika aku sungguh-sungguh dengan ucapanku, aku benar-benar mencintaimu tulus dari dalam hatiku yang terdalam. Would you be mine?”

Tepat setelah Luhan menyelesaikan ucapannya, semua orang segera bersorak seolah mendukung pernyataan perasaan Luhan kepada Seohyun. Gadis itu kemudian menatap namja yang ada dihadapannya, terlihat jelas jika Luhan mengharapkan jawaban yang akan terucap dari mulut Seohyun. Gadis itu kemudian menganggukan kepalanya dan tersenyum.

Secara refleks, Luhan segera memeluk Seohyun dengan erat diiringi tepuk tangan yang melihatnya. Tangan Seohyun kemudian terulur membalas pelukan dari namja yang dicintainya.

“Aku mencintaimu, innocent girl.” bisik Luhan tepat di telinga Seohyun.

“Aku juga, nappeun namja.” gumam Seohyun, Luhan hanya tersenyum tipis dan mengecup kening Seohyun lembut.

And the story about love will be happening…

☆☆☆

“Haissh… Kenapa mereka tidak berciuman saja di depan semua orang?” protes Kai melihat Luhan dan Seohyun di atas panggung.

‘Pletakk’

“Ya! Kau berpikiran kotor, Kkamjong! Adikku bahkan masih 16 tahun, bodoh!” gumam Yoona tak terima setelah menjitak kepala namja berkulit gelap itu.

“Haissh, aku heran kenapa Seohyun yang lemah lembut seperti itu mempunyai kakak yang kasar sekali sepertimu?” gerutu Kai sambil mengusap-usap kepalanya yang terasa sakit.

“Huwaaaaaaaaaaaaa… Kenapa Luhan Oppa tidak menyatakan cinta untukku saja?”

“Kenapa Luhan Oppa memilih gadis itu?”

“Omo! Walaupun ini terasa menyakitkan, tapi mereka memang serasi.”

Yoona, Kai dan Sehun yang masih berada di sekitar panggung menoleh, dan benar saja para fangirl Luhan tengah menangis melihat semuanya yang terjadi di atas panggung. Tentu saja, karena itulah mereka menangis bahkan sampai mengeluarkan ingus.

“Hey Ladies, kalian tak perlu patah hati. Masih ada aku disini.” ucap Kai yang tiba-tiba terlintas sebuah ide jahil di pikirannya.

“Ya! Kkamjong pabo, kau lupa jika kau mempunyai kekasih saat ini?”

Suara itu mengintrupsi Kai untuk diam, benar saja saat Kai menoleh melihat kemungkinan terburuk yang ada. Tampak Krystal tengah menatapnya dengan pandangan yang seolah ingin mengulitinya hidup-hidup.

“Aku membencimu, Kkamjong!” desis Krystal berbalik dan berjalan pergi.

“Ya! Krystal, maafkan aku!” teriak Kai mengerang frustasi dan berlari mengejar pergi Krystal.

Baik Sehun maupun Yoona tertawa melihatnya, sambil berharap di dalam benaknya jika Luhan tidak akan seperti Kai.

End

A/n : annyeong! Fiuh akhirnya selesai juga FF ini dan……… rencananya FF ini akan ada special partnya setelah ini, jadi tungguin aja ya ^^ RCL seikhlasnya hohoho

Advertisements

30 thoughts on “Innocent Girl And Bad Boy [Chapter 11 / Final]

  1. Hwaa~ endingnya sweet sih tapi kya gimana ya aku merasa dikit ga jelas, knpa seo bisa lgsg nerima luhan trus knpa sehun nolonginnya dgn cra gitu, aku kira bakalan ngejelasin si sehun ternyata punya rencna ama yoona. Yaah… *bilang aja elu pengen nmbh chapter lagi -_- biar critanya lanjut -_- *
    Ah maaf hyeri baru komen di chapter 10 n 11 .. 🙂

Silahkan berkomentar~ ^^ #AceBabySeoHanjjang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s