WEREWOLF LOVE STORY [4/?]

WEREWOLF LOVE STORY PRESENT

STORY BY NAM

WARNING! RATING BISA NAIK!!

Note: oke, sepertinya karena ‘libur panjang’ selesai
chapter berikutnya bakal lama di post
mungkin pas akhir pekan doang
jadi maaf ya 🙂
kalian ngerti kan? 😉 kita kan satu perjuangan (?)
makasih karena sudah menjadi pembaca setia dan setia komen ^^

Prev.

“Sialan! Apa yang telah ia lakukan??” geram Luhan.

Jongin dan Baekhyun pun sama geramnya ketika melihat jika Sehun sedang bercumbu dengan seorang gadis. Tidak! Gadis itu bukan Joohyun. Brengsek!!

End of Prev.

.

Joohyun bangun dari tidurnya dengan keringat yang bercucuran di dahinya. Serasa baru saja dikejar-kejar. Ia bermimpi buruk. Entahlah, Joohyun lupa akan cerita dalam mimpinya itu. Tapi, satu hal yang ia ingat. Luhan. Lelaki itu ada dalam mimpinya. Sial! Kenapa Luhan? Kenapa bukan Sehun saja?

Joohyun melihat jam di dinding kamarnya yang menunjukkan pukul 7 pagi. Gawat! Dia akan terlambat masuk kampus.

Joohyun segera berlari kecil memasuki kamar mandi dan segera mandi. Selesai mandi, ia segera turun ke lantai bawah untuk sarapan. Lalu dengan tergesa-gesa ia menaiki taksi.

**********

Keadaan kampus sangat ramai. Orang-orang saling bergosip ria. Mulai dari mahasiswa, mahasiswi sampai dosen. Joohyun baru saja sampai. Keningnya berkerut ketika tiga orang mahasiswi menghampirinya.

“Joohyun, aku ikut berduka.”

“Iya, kau yang sabar ya~”

“Mungkin dia memang brengsek! Tapi, dia mantanmu.”

Tunggu! Apa yang mereka bicarakan??

Joohyun diam. Ketiga mahasiswi itu mulai mendekat LAGI.

“Sehun. Kekasihmu itu. Meninggal kemarin malam.”

DEG DEG

Kali ini Joohyun membuka mulutnya untuk berbicara.

“Tunggu! Apa maksud kalian? Kalian serius?” tanya Joohyun.

“Ya, kami serius. Dan berita lebih buruknya adalah…”

“Apa?” desak Joohyun. Entah, air matanya belum menitik.

“Dia meninggal dengan seorang gadis. Ya, pakaian mereka sedikit… er.. kau tahu apa maksudku.”

“Apa maksud kalian?” desak Joohyun kembali. Ia mulai terisak. Ia mengerti apa yang dimaksud ketiga mahasiswi ini. Tapi, ia butuh penjelasan.

“Dia sepertinya selingkuh. Aku turut berduka dan tabahkan dirimu.”

“Dia sudah menyakitimu. Aku melihatnya tadi malam. Sungguh mengerikan.”

“Ya, Ahra tetangga Sehun.”

Joohyun bergumam tak karuan. Tidak mungkin.

“Tidak mungkin!” teriak Joohyun.

“Kau harus percaya, Joohyun-ah.” ucap salah satu mahasiswi dengan berusaha mengontrol Joohyun.

“Tidak! Tidak mungkin!! Aku tidak percaya.. hiks.. hiks..”

Joohyun berteriak tak karuan. Napasnya tersengal. Pikirannya kalang kabut. Sehun? Kekasih yang selama ini ia cintai dan sayangi tega berbuat seperti itu? Lalu.. mengapa bisa Sehun meninggal? Apa Tuhan berpihak pada Joohyun?

**********

Suasana pemakaman Sehun dan seorang gadis bernama Shin Ah -selingkuhan Sehun- berlangsung sangat menyedihkan. Ya, Sehun dan gadis bernama Shin Ah itu meninggal dengan cara tak jelas. Mereka ditemukan berdarah-darah. Banyak cakaran di sekujur tubuh mereka.

Joohyun hanya dapat melihat proses pemakaman Sehun dari kejauhan. Ada rasa marah pada diri Joohyun terhadap Sehun. Tapi, ia juga masih mencintai lelaki kurang ajar itu. Sial! Mengapa jadi Joohyun yang dibebani?

Keesokan harinya, kegiatan Joohyun berjalan dengan tidak mulus. Setiap ke kampus, orang-orang selalu berkata ‘Sabar ya Joohyun-ah’ atau ‘Dia memang brengsek! Tabahkan dirimu~’ dan kata-kata lainnya.

Satu minggu. Sehun telah meninggalkan dunia ini sekaligus meninggalkan sebuah lubang hitam di hati Joohyun. Dan sekaligus meninggalkan beban yang berat bagi Joohyun karena Joohyun masih mencintai lelaki bejat itu. Entah apa yang membuat Joohyun masih mencintai lelaki yang menyakitinya. Apa ini merupakan sifat dari werewolf? Bisa jadi.

**********

“Woohoo~ akhirnya… si brengsek itu mati juga, Lu.” ucap Baekhyun.

Luhan yang berada di balkon istana hanya tersenyum mendengar kata-kata dari Baekhyun.

“Ya.. kau tahu, aku sangat senang!! Sudah lama aku tak membunuh!” ucap Jongin.

Baekhyun mendecih.

“Apa? Mengapa responmu seperti itu, Baek?” kesal Jongin.

“Sudah lama? Memangnya kau pernah membunuh manusia sebelumnya?” tanya Baekhyun dengan nada sinis.

“Eungh.. tidak juga. Hehe..”

“Bodoh!” desis Baekhyun.

Dan pertengkaran kecil pun dimulai. Jongin memukul Baekhyun menggunakan bantal kesayangan Luhan. Dan begitu pula Baekhyun. Suara gaduh di belakang Luhan tak membuat Luhan menggubrisnya. Luhan… ia memikirkan keadaan Joohyun. Tak terbayangkan olehnya jika Joohyun mengetahui bahwa ia dan kedua kawannya lah yang membunuh lelaki brengsek itu.

Merasa hening, Jongin dan Baekhyun memberhentikan pertengkaran kecil mereka dan saling memandang satu sama lain lalu menoleh melihat pada Luhan.

“Temui dia.” ucap Baekhyun secara tiba-tiba, membuat Luhan menoleh pada sang empu yang berbicara.

“Siapa?” tanya Luhan polos.

“Tentu saja Joohyun. Bodoh!” ucap Jongin.

“Tidak.. aku takut.” ucap Luhan yang telah memalingkan wajahnya kembali menatap keluar jendel di kamarnya.

“Kau takut? Takut apa?” tanya Baekhyun.

“Aku takut… dia menjauhiku juga membenciku jika dia tahu kalau aku yang membunuh lelaki brengsek bernama Sehun itu.” ucap Luhan menatap lurus ke luar jendela kamarnya dengan pandangan kosong.

“Ya, kau jangan takut dan.. jangan bengong seperti itu. Nanti kau kesambet setan werewolf. Mau?” canda Jongin.

PLETAK

Oke, kedua kawannya sudah membuat hati Luhan sedikit tenang. Baguslah, ia memiliki kawan seperti Jongin dan Baekhyun. Yang begitu.. bodoh plus cerdas plus konyol.

Jongin mengusap kepalanya yang baru saja dipukul oleh Baekhyun.

“Bodoh! Bercanda di saat-saat seperti ini.” desis Baekhyun.

Luhan menoleh pada kedua kawannya.

“Dampingi aku menemuinya. Kalian mau kan?” ajak Luhan.

Baekhyun dan Jongin mengangguk.

“Kalian memang kawan terbaikku. Aku cinta dan sayang pada kalian.” ucap Luhan sembari mengerlingkan sebelah matanya pada kedua kawannya itu dan sontak membuat Baekhyun dan Jongin bergidik LAGI dan LAGI.

**********

Joohyun masih belum bisa melupakan Sehun walau ini sudah terhitung hari kesepuluh meninggalnya lelaki itu.

“Ah! Aku tak bisa menjadi seperti ini! Dengar Joohyun, kau itu seorang werewolf dan kau adalah werewolf perempuan yang hebat! Jangan terganggu hanya karena lelaki macam Sehun! Tidak! Aku harus melupakan lelaki sialan itu! Ya……. lelaki sialan~”

BRAK

Buku Joohyun yang berada di atas meja belajarnya berjatuhan. Joohyun ingin sekali menjerit tapi.. tiga sosok lelaki itu lah membuat gaduh. Tiga sosok lelaki yang kurang dikenalnya. Ah tidak! Dia mengenali lelaki yang berada di tengah.

“Ehehe.. maaf Joohyun-ah, aku tak sengaja.” ucap Jongin sembari membuat senyuman bodohnya.

“Tidak apa-apa. Kalian berdua siapa?” tanya Joohyun.

Baekhyun mengulurkan tangannya. Jongin juga.

“Aku Byun Baekhyun. Seorang werewolf laki-laki yang pernah menyukaimu.” ucap Baekhyun sembari tersenyum manis.

Mendengar kata-kata ‘yang pernah menyukaimu’, Luhan mendecih sebal. Sialan! Baekhyun minta dihajar?

“Aku Kim Jongin. Seorang werewolf laki-laki paling cerdas di antara mereka bertiga.” ucap Jongin. Dan.. tangan Baekhyun hampir saja melayang untuk menonjok Jongin.

“Sudahlah.. kita kesini bukan karena ingin bertingkah bodoh.” ucap Luhan.

Ia maju satu langkah mendekati Joohyun.

“Apa kabarmu?” tanya Luhan.

“Hm.. kabarku baik! Ya, sepuluh hari sebelumnya tidak.” ucap Joohyun sembari memaksakan senyum.

Sial! Umpat Luhan dalam hatinya. Joohyun pasti menangis seharian itu. Itu semua karena kematian Sehun dan karena Luhan yang membunuh lelaki itu. Otomatis, Luhan yang telah membuat Joohyun menangis.

“Hm.. aku ingin jujur padamu, Joohyun-ah.” ucap Luhan pelan.

“Lu, kau serius?” tanya Baekhyun hati-hati.

Joohyun mengangkat sebelah alisnya seolah meminta penjelasan.

“Aku dan… Jongin juga Baekhyun yang telah…. membunuh Sehun.”

DEG DEG

1..

2..

3..

“APA YANG KAU LAKUKAN???” teriak Joohyun.

Beruntung, rumahnya sepi. Tak ada dua manusia yang disebut sebagai orang tua.

“A-aku.. dia… dia sudah menyakitimu.” ucap Luhan. Tubuhnya bergetar, jantungnya berdegup kencang, hatinya menciut. Siap untuk dibenci?

“KAU…… PERGI DARI RUMAHKU!! AKU TAK INGIN MELIHATMU LAGI!” teriak Joohyun.

“Hei Joohyun-ah, kita bisa menjelas–”

Mata Joohyun menatap tajam ketiga lelaki di depannya. Apalagi, Luhan.

“PERGI!!”

Luhan dan kedua kawannya pun segera pergi dari hadapan Joohyun.

“Hiks.. aku sudah mempercayaimu Luhan.. tapi, kenapa?? Kenapa? Wae??” kesal Joohyun dengan berteriak tak karuan.

“Aku… aku tak tahu.” gumam Joohyun.

TBC

selamat menunggu chapter selanjutnya ^^
maaf untuk Sehun aku buat jadi laki-laki bejat
/Hunnie~ mau maafin aku kan *puppy eyes*/
oke, minta komen dari kalian.. makasih 😉 BYE~

Thank's to : Dhanusekar, jihan, aniespur, Devi Qirani, tha tha (tunggu aja grand openingnya haha >.<,
Halmahe, Nia, sox, 신앟라, dan mfaz

Oke, berikut sedikit view untuk chapter berikutnya:

“Tidak Lu. Kau harus bersemangat! Kau bisa menjelaskannya pada Joohyun! Kita membantumu!”

“Aku tak pernah percaya pada siapapun. Tapi kau… merubuhkan kepercayaanku pada orang yang baru saja ku percayai.”

“Aku mencintaimu.. sungguh.”

Advertisements

14 thoughts on “WEREWOLF LOVE STORY [4/?]

  1. astaga lulu oppa napa hrus jujur secepat ituuu,,,,,,
    pi gk apa2 jujur ithuuu mulia,,,,
    hahaahahha#pletak
    bgus chingu,,,,,,
    daebak,,,,,
    hwaiting

Silahkan berkomentar~ ^^ #AceBabySeoHanjjang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s