WEREWOLF LOVE STORY [5/?]

WEREWOLF LOVE STORY PRESENT

STORY BY NAM

WARNING! RATING BISA NAIK!!

Note: oke, aku tetap berterimakasih untuk
readers yang komen atau siders *it’s okay, even if it hurts* /cielah -.-/

Prev.

“Aku dan… Jongin juga Baekhyun yang telah…. membunuh Sehun.”

“KAU…… PERGI DARI RUMAHKU!! AKU TAK INGIN MELIHATMU LAGI!” teriak Joohyun.

End Of Prev.

.

Selepas kejadian kemarin hari, Joohyun lebih memilih mengurung diri di kamarnya. Ia masih tak menyangka jika Luhan tega melakukan hal keji pada orang yang sangat dicintainya. Sehun.

Tapi, Joohyun memang kesal dengan Sehun karena Sehun berselingkuh di belakangnya. Tetapi, bukan berarti jika Luhan dapat berbuat sesuka hatinya. Ya, Luhan memang teman Joohyun. Tapi mereka baru saja berteman sekitar 2 minggu. Luhan tak memiliki kewenangan untuk membunuh Sehun. Joohyun bahkan sudah memaafkan lelaki bernama Sehun itu. Toh mungkin Sehun lebih nyaman berada di sisi gadis lain itu.

**********

Sementara itu, di Istana Werewolf terutama di kamar Luhan. Luhan pun mengurung diri. Hanya ditemani oleh 2 kawannya. Luhan tak mau makan, tak mau bermain maupun hal lainnya yang berhubungan dengan kesenangan.

“Berhenti! Untuk apa kau terus mengurung dirimu seperti ini, Lu. Kau bukanlah Luhan yang cool. Kau bukan lagi Luhan yang dulu pernah ku kenal.” ucap Jongin.

Luhan menatap kosong ke arah jendela kamarnya.

“Cukup Lu! Kau sudah menyiksa dirimu sendiri. Apa kau tidak bosan?” tanya Baekhyun dengan nada kesalnya.

Luhan menoleh pada Baekhyun dan Jongin yang berada di belakangnya.

“Aku tak ingin berbuat apapun. Aku tak bersemangat. Kecuali jika Joohyun memaafkanku.”

Baekhyun dan Jongin hanya memutar bola mata mereka malas. Selalu saja kalimat-kalimat itu yang keluar dari mulut Luhan.

“Tidak Lu. Kau harus bersemangat! Kau bisa menjelaskannya pada Joohyun! Kita membantumu!” ucap Baekhyun dengan semangat 45-nya.

“Ya, benar. Kita kan kawanmu. Dimana pun, kapan pun dan apa pun yang menimpa salah satu dari kita, akan selalu kita selesaikan dan hadapi resiko bersama-sama.” tambah Jongin.

Baekhyun menoleh pada Kai lalu tersenyum.

“Tidak biasanya kau berucap cerdas seperti itu, Kai.” ucap Baekhyun.

“Yak! Apa maksudmu? Aku memang selalu berucap cerdas. Aku kan motivator di Istana ini.” ucap Jongin dengan nada bangganya yang sukses membuat Baekhyun mendecih.

“Sudahlah. Aku rasa ide untuk memberikan penjelasan pada Joohyun akan membuat hal ini semakin rumit. Aku tidak mau menambah beban pikiran Joohyun. Tak apa. Aku menyerah untuk mendapatkannya.” ucap Luhan lirih sembari memalingkan wajahnya kembali dari 2 kawannya itu.

Jongin dan Baekhyun menatap Luhan tak percaya.

“Itu berarti, kau tak mencintainya?” tanya Baekhyun.

Luhan terdiam.

“Kau tak mencintainya? Berarti, kau sama saja brengsek-nya dengan lelaki bernama Sehun itu.” ucap Jongin.

Luhan masih terdiam. Tapi tangannya sedikit terkepal, seperti kesal akan perkataan Jongin atau.. kesal terhadap dirinya sendiri?

“Jika kau tak mencintainya, apa aku boleh mengambilnya?” tanya Baekhyun dengan nada yang dibuat seolah-olah sinis pada Luhan.

Tangan Luhan semakin terkepal. Tatapannya yang semula kosong berganti menjadi tatapan tajam. Jika satu kalimat menyakitkan lagi saja yang keluar dari mulut kedua kawannya, ia berjanji akan menghabisi mereka berdua dengan kedua tangannya.

“Hm.. kau diam. Aku anggap sebagai jawaban ‘ya’.”

BUG

Baekhyun tersungkur (?) lemah ketika sebuah hantaman dari kepalan tangan Luhan berhasil mendarat di perutnya. Baekhyun meringis. Jongin hanya dapat menatap Luhan tajam.

“Kau! Jangan coba-coba untuk mengambil Joohyun dariku!!” teriak Luhan.

Baekhyun mendecih.

“Kau… bukannya aku tak mencintainya. Aku mencintainya! Aku ingin dia bahagia. Itu saja. Aku tak ingin membuat dirinya semakin dibebani! Itu semua… karena aku sangat mencintainya!” tambah Luhan.

Baekhyun tersenyum miring.

“Hm? Jadi… kau mencintainya? Jika begitu, buktikan kepadaku dan kepada Jongin.” ucap Baekhyun sembari berdiri dan sedikit merapikan bajunya yang cukup berantakan.

“Apa maksudmu?” tanya Luhan.

“Kau harus membuat aku dan Jongin percaya bahwa kau sangat mencintai Joohyun.” jawab Baekhyun.

Luhan terdiam sejenak lalu menganggukkan kepalanya.

“Baiklah kalau begitu. Selamat bekerja~” ucap Jongin.

Baekhyun dan Jongin pun meninggalkan Luhan yang diam mematung memikirkan cara untuk membuktikan rasa cintanya pada Joohyun.

********

Joohyun masih mengurung dirinya di dalam kamar. Tuan Seo dan Nyonya Seo sudah mencoba berkali-kali untuk membujuk putri tunggalnya itu untuk keluar dari kamar, mungkin untuk sekedar makan ataupun hal lainnya. Tak membuat Joohyun mengurung dirinya tanpa alasan yang tak diketahui oleh orang tuanya.

TUK TUK

Ini kali ke lima-nya Nyonya Seo mengetuk pintu kamar Joohyun hanya sekedar membujuk putrinya untuk makan. Sejak kemarin hari, putrinya itu sudah tak mau makan. Jika ditanya, Joohyun hanya menjawab ‘aku tidak lapar‘ atau ‘aku sedang malas makan‘ atau ‘aku malas turun ke bawah‘ atau ‘aku sedang sibuk mengerjakan skripsiku‘ dan alasan lainnya.

“Joohyun sayang, makan dulu. Nanti kau bisa sakit.” ucap sang ibu.

Tak ada jawaban.

“Sayang..”

TUK TUK

Masih tak ada jawaban. Nyonya Seo mulai khawatir. Jangan-jangan Joohyun demam tinggi. Ah~ sepertinya tidak. Mungkin Joohyun…… pingsan?

“Ayah! Ayah!” teriak Nyonya Seo.

Tuan Seo yang sedang asyik bercocok tanam ria di kebun segera berlari menuju arah suara.

“Ibu? Ada apa? Apa yang terjadi?” tanya Tuan Seo.

“Joohyun.. sepertinya ia pingsan. Aduh~ Ibu takut.” panik Nyonya Seo.

Tuan Seo mengusap punggung Nyonya Seo perlahan.

“Tenanglah~ mungkin Joohyun sedang tidur siang.”

“Tapi yah–”

“Sudahlah.. lebih baik bantu aku bercocok tanam. Mungkin Joohyun sedang memiliki masalah. Dan mungkin ia belum siap untuk bercerita pada kita.”

“Baiklah.”

Tuan Seo pun menuntun Nyonya Seo untuk menjauhi pintu kamar Joohyun.

TUK TUK

Kali ini suara ketuka bukan berasal dari pintu kamar Joohyun. Melainkan pintu rumah kediaman keluarga Seo. Tuan Seo dan Nyonya Seo pun berjalan menuju pintu depan. Lalu membukanya. Dan terlihatlah seorang lelaki berperawakan gagah dan tinggi. Berwajah sedikit baby.

“Permisi. Saya Luhan. Saya ingin mengajak putri Anda untuk jalan-jalan sebentar.”

Luhan? Tuan Seo dan Nyonya Seo pun saling bertatapan, seolah mengetahui siapa gerangan lelaki di depan mereka itu.

“Kau… bukankah kau Pangeran Kerajaan Werewolf?” tanya Tuan Seo.

“Ya. Benar, Paman.” jawab Luhan.

“Oh kalau begitu, maksud kedatangan Pangeran kesini adalah menemui putri kami. Joohyun?” tanya Nyonya Seo.

“Iya benar. Oh ya, jangan panggil saya Pangeran. Saya merasa tak enak. Panggil saya Luhan saja.” ucap Luhan sembari memberi senyuman manisnya.

“Baiklah. Silahkan masuk~”

Luhan pun masuk ke dalam kediaman keluarga Seo. Ada rasa senang dalam dirinya dan ada rasa bersalah padanya. Baru kali ini ia memasuki rumah ini dengan resmi. Ya, sebelumnya secara diam-diam.

“Kau ke kamarnya saja. Kamar Joohyun ada di atas. Ketuk saja pintunya.” ucap Nyonya Seo.

“Baik. Terimakasih, Bi.” ucap Luhan.

Luhan pun berjalan menuju lantai atas dimana kamar Joohyun berada.

**********

“Semoga Luhan berhasil dengan rencananya.” ucap Baekhyun.

“Ya benar. Jika tidak, akan kau apakan, Baek?” tanya Jongin.

“Akan ku rebut Joohyun.” jawab Baekhyun sembari nyengir.

PLETAK

Akhirnya Jongin berani juga untuk memukul kepala Baekhyun.

“Yeay! Aku berhasil memukulmu! Yeyeyeeyeyey!!” girang Jongin.

“Terserah kau saja.” ucap Baekhyun sembari menahan nyeri di kepalanya. Ternyata pukulan Jongin sedikit keras.

**********

TUK TUK

“Joohyun-ah, boleh aku masuk?”

Joohyun yang baru saja terbangun dari tidur siangnya langsung menangkap suara itu. Itu suara Luhan.

“Joohyun-ah, kau sedang tidur ya? Maaf, aku ak–”

“Masuk saja!” teriak Joohyun dari dalam kamarnya.

KREK

Pintu pun terbuka menampilkan sosok lelaki yang membuatnya mengurung dirinya 2 hari ini.

“Ada apa kau datang kemari, Luhan-ah?” tanya Joohyun.

Beruntung. Luhan sungguh beruntung. Joohyun masih memanggilnya dengan embel-embel ‘-ah‘. Sebuah senyum pun terukir di bibir Luhan.

“Ke taman?” tawar Luhan

Joohyun mengangguk.

Beberapa menit kemudian, Joohyun sudah siap untuk pergi ke taman bersama Luhan. Bukan taman di kalangan pribumi, melainkan taman Istana Werewolf. Mereka pun memutuskan untuk duduk di salah satu bangku di taman itu. Jarak mereka berdekatan. Mungkin, Joohyun sudah tak membenci Luhan lagi.

“Ak–”

“Aku tidak membencimu.” ucap Joohyun memotong ucapan Luhan.

“Kau tak membenciku?”

“Aku hanya marah dan kesal padamu.”

Awalnya Luhan tersenyum karena Joohyun tak membencinya tapi senyuman itu segera pudar ketika Joohyun berucap bahwa ia marah dan kesal terhadap Luhan. Bodoh Luhan-ah!

“Maafkan aku Joohyun-ah. Aku hanya ingin kau… bahagia. Aku tak ingin kau tersakiti lebih lama. Lelaki itu telah menyakitimu secara tidak langsung. Aku tak ingin kau bersedih.” ucap Luhan menatap Joohyun.

Joohyun tersenyum.

“Tidak apa.”

“Hm? Kau masih mempercayaiku kan?” tanya Luhan.

DEG

Hati Joohyun tertusuk. Apa ia masih mempercayai lelaki ini? Atau tidak?

“Entahlah~”

“Aku tak pernah percaya pada siapapun. Tapi kau… merubuhkan kepercayaanku pada orang yang baru saja ku percayai.” tambah Joohyun.

Luhan serasa terjun ke dunia hampa. Luhan merasa menjadi manusia plus lelaki terbodoh yang pernah ada di dunia ini.

“Maafkan aku. Kau tidak mempercayaiku lagi?” tanya Luhan.

“Tidak. Sekarang aku sudah melupakan kejadian itu. Aku sudah janji pada diriku sendiri. Kau dan teman-temanmu tak bersalah. Tak ada yang salah antara kau ataupun Sehun. Maaf telah membuatmu merasa bersalah tak karuan.” ucap Joohyun. Ia memberikan senyuman manisnya pada Luhan.

“Terima kasih. Dan… ada satu hal yang ingin ku bicarakan.” ucap Luhan.

“Aku sudah tahu. Masalah cinta?”

DEG DEG

Kenapa… kenapa Joohyun mengetahui pikiran Luhan?

“Kau pasti bertanya mengapa aku mengetahui hal itu? Itu semua sudah tersirat dalam sorot matamu.” ucap Joohyun.

“Aku menyukaimu. Benar-benar menyukaimu sejak pertama kita bertemu.” jelas Luhan.

“Heum.. lalu?”

“Aku mencintaimu.. sungguh.” ucap Luhan sembari membuat bentuk peace pada tangannya.

“Bagaimana ya? Aku juga sebenarnya sudah cukup menyukaimu sejak awal pertemuan kita.” jujur Joohyun.

“Baiklah. Apa kau ingin menikah denganku?”

Joohyun membelalakkan matanya.

“E-e-eh? Kau serius dengan perkataanmu?” heran Joohyun.

“Tentu. Aku mencintaimu. Dan.. aku ingin kau lah gadis terakhir yang akan mendampingiku.” ucap Luhan sembari memegang tangan Joohyun.

Would you be mine forever and ever?”

Joohyun mengangguk. Dan dalam hitungan detik, bibir Luhan dan bibir Joohyun sudah bersatu. Saling melumat satu sama lain. Saling bertukar saliva. Saling menjilat bibir satu sama lain.

Dari kejauhan, Baekhyun dan Jongin melihat kejadian itu.

“Idih (?)~ Luhan sangat ganas ternyata jika sedang berciuman. Ahaha~”

“Ah~ Jongin-ah, apa kau mau merasakan ciuman Luhan? Sini!! Kecup kecup kecup~” ucap Baekhyun menjahili Jongin dengan mendekat pada Jongin serasa ingin menerkam Jongin.

“Yak Byun Baekhyun!! Cukup! Sialan kau! Aku bukan yaoi!!” teriak Jongin.

“Sini Jongin-ie~ kecup kecup..” jahil Baekhyun.

“KYAAAA!! LUHAN TOLONG AKUUU!!!” teriak Jongin histeris.

Dan pada akhirnya, masalah Joohyun dan Luhan telah berakhir. Sepertinya cerita ini akan berakhir bahagia.

TBC

maaf kalau selalu pendek
alasannya karena konflik di chapter ini udah mentok
oke, monggo komen ^^

Special Thank's To: jihan, Devi Qirani, LuSeo_Love [park Lyan] (kemana aja kamu? aku kangen komenanmu /alah/), seohan,
aniespur, Halmahe, Dhanusekar, 신앟라, Nia, fathurizkighea, Arifia Netha, dan Fira Farah

Oke, ga ada view untuk chapter selanjutnya. Mungkin besok akan update! ^^

Advertisements

13 thoughts on “WEREWOLF LOVE STORY [5/?]

  1. waah di kiss juga
    lanjut chingu (gapapa kan ku panggil chingu?)
    di tunggu kelanjutannya :3
    btw yg nc udah bisa dibuka? #plak otak yadong kumat

Silahkan berkomentar~ ^^ #AceBabySeoHanjjang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s