I Love You, Not Her (Chapter 2/Final)

image

I Love You, Not Her

Storyline by Hyeri Choi

Starring

Seo Joo-Hyun (Girls’ Generation Seohyun) || Lu Han (EXO Luhan)

Romance, Friendship, School-Life, Marriage-Life, Alternate Universe (AU)

Rated for Teens

Twoshoot (2/2)

Poster Art by Nam @ HSG

Disclaimer

FF and storyline is mine. Cast(s) is belong to God, their parents and management. Free to copy-paste this FF, but don’t copy-paste or reblogging without permission and take with full credit.

“I know you’re really similiar with her, but my feeling is for you no one else…” — Luhan.

Prev.

“Na gwaenchana, Seohyun-ah. Tidak masalah,” ucap Sehun tersenyum miris. “Seharusnya aku menyadari posisiku saat ini, sedikit pun aku tak memiliki hak untuk merebutmu darinya. Aku mengerti, Seohyun-ah.”

“Aku akan menghubungimu nanti jika aku sudah membicarakan hal ini dengan Luhan, annyeong…” Seohyun sedikit membungkukkan badannya berpamitan kepada Sehun dan berjalan pergi menyusuri lorong Gedung Sekolah meninggalkan Sehun yang masih memandangi punggung Seohyun yang semakin menjauh dan menghilang dari pandangan.

Terlintas sebuah pertanyaan saat ini di pikiran Seohyun yang cukup menganggu pikirannya, ‘Apa Luhan mencintaiku? Apakah aku bisa percaya jika aku bisa bahagia bersamanya?’

© Storyline by Hyeri Choi ©

Seohyun menghela nafasnya pelan sembari mengetuk-ketukkan jari tangannya di permukaan meja, “Huft… Seharusnya tadi aku menuruti ucapan Chorong saja untuk menemaninya pergi ke Toko Buku…” gumamnya.

“Aku bosan, mungkin bisa jadi aku bisa mati berdiri jika terus seperti ini.” Seohyun lalu menolehkan kepalanya, matanya menyusuri sekeliling ruang tamu tempatnya berdiam diri saat ini. Ia lalu menghela nafasnya pelan.

Harus ia akui, rumahnya saat ini cukup luas dibandingkan dengan rumah orang tuanya. Luhan seorang pengusaha yang cukup mapan dalam kariernya, bisa dibilang rumah tempat mereka berdua berdiam adalah sebagian kecil dari hasil jerih payahnya.

Namun ada satu hal yang membuat sedikitpun Seohyun tak merasa bahagia dengan keadaannya saat ini. Sepi dan sunyi. Hanya itu yang mengganjal di hati Seohyun, dan ia baru menyadari hal itu saat libur awal musim panas seperti saat ini.

“Huft, na eotteoke?” gumamnya menjatuhkan kepalanya di atas permukaan meja. “Aku ingin sekali saja tidak merasa bosan seperti ini.”

“Eoh? Kau pulang cepat hari ini, Seohyun-ssi?”

Suara itu sontak membuat Seohyun segera mengangkat kepalanya, terkejut karena mendengar suara Luhan yang berasal dari ambang pintu ruang tamu.

“Aigo, appo…” keluh Seohyun sembari memegang keningnya yang terasa sakit akibat berbenturan dengan dagu Luhan yang ternyata namja itu sudah berada di dekatnya. “Mianhae Luhan-ssi, aku benar-benar tak sengaja.” ucapnya penuh sesal melihat Luhan sepertinya merasakan hal yang sama dengan apa yang dirasakan Seohyun.

“Aniya, seharusnya aku yang meminta maaf karena sudah mengejutkanmu,” ucap Luhan mengusap-usap dagunya dengan harapan rasa sakitnya bisa sedikit berkurang. “Lalu, kau kenapa pulang cepat? Tak biasanya kau pulang sekolah jam segini.” tanya Luhan sembari menenggok ke arah jam dinding. Pukul 18.00 KST.

“Mulai besok adalah libur awal musim panas,” jawab Seohyun singkat sembari mengangkat bahunya, ia lalu bangkit berdiri dan meraih jas kerja milik Luhan yang tersampir di sofa. “Dan kau, tak biasanya juga kau pulang lebih awal.”

“Yah, kebetulan pekerjaanku sudah selesai jadi tak ada alasan bagiku untuk tetap berada di kantor.” ucap Luhan asal, kalau boleh jujur bukan hanya alasan itu saja ia pulang lebih cepat dari biasanya. Ucapan Kris tempo hari benar-benar mengubah pikirannya, dan perasaannya mengatakan jika ia tak ingin kehilangan Seohyun. Tidak sama sekali.

Ck, alasan yang cukup sakratis.’ batin Seohyun melirik sosok Luhan dari ekor matanya, ia pun mengendikkan bahunya dan membawa jas Luhan menuju keranjang pakaian kotor yang terletak dekat dengan pintu Dapur.

“Kudengar kau bilang tadi ingin liburan dengan teman-temanmu, benarkah begitu?” tanya Luhan mengendurkan dasi yang melilit di kerah kemejanya seharian beraktivitas.

“Tidak, aku tak mengatakan seperti itu. Mungkin kau salah mendengar.” ucap Seohyun kembali dari Dapur dengan membawa secangkir teh hangat untuk Luhan.

“Kau memang tak mengatakannya, tapi itu tergambar jelas dari sorot matamu.” sahut Luhan sambil tersenyum jahil, membuat Seohyun yang menaruh cangkir itu di hadapan suaminya seketika membelalakan matanya.

“Mwo?”

“Hey, kupikir kau memang butuh liburan dengan teman-temanmu. Jadi besok pergilah.” ucap Luhan menyesap cangkir berisi liquid berwarna coklat bening itu sedikit lalu melangkahkan kakinya menuju Toilet, meninggalkan Seohyun yang terdiam dan tak percaya dengan apa yang baru saja diucapkan Luhan.

“Apa yang terjadi? Kenapa sekarang sikapnya berubah 360 derajat dari biasanya?” gumam Seohyun.

© Storyline by Hyeri Choi ©

Seohyun benar-benar tak habis pikir dengan Luhan, apa yang terjadi dengannya? Sikapnya kepada Seohyun benar-benar berubah, tidak seperti biasanya yang dingin dan hanya sedikit berbicara.

“Aigo, apa yang kupikirkan?” gumam Seohyun menepuk-nepukkan pipinya dengan telapak tangannya. “Kenapa perasaanku tak menentu seperti ini, rasanya seperti saat Sehun dan aku—”

Seohyun sedikit terkejut dan ucapannya terpotong saat terlintas satu hal dipikirannya saat ini.

“Omo, yang benar saja? Aku mulai menyukai Luhan?” gumam Seohyun tak percaya.

“Tapi yang benar saja, bagaimana bisa aku menyukainya sedangkan ia baru bersikap baik denganku hari ini?”

“Tapi harus kuakui jika dia memang terlihat manis jika tersenyum, bahkan ia terlihat lebih muda dari umur sebenarnya.”

Seohyun terus bermonolog ria di kamarnya sebelum akhirnya ia menggelengkan kepalanya, berusaha menyingkirkan segala macam imajinasi yang menurutnya bodoh.

“Huft… Sebaiknya aku tidur.” gumam Seohyun perlahan menutup matanya mengistirahatkan diri.

© Storyline by Hyeri Choi ©

Luhan hanya tertawa kecil saat menyadari tingkahnya yang berbanding terbalik dengan biasanya, bahkan Seohyun juga memandangnya aneh seolah mengatakan ada-apa-denganmu.

“Yeah, kurasa memang benar aku harus mengubah sikapku agar tak dingin dengannya.” ucap Luhan menaiki anak tangga menuju lantai dua.

Tepat saat Luhan melewati pintu kamar Seohyun, namja berdarah China itu menghentikan langkahnya dan menatap pintu kamar yang di cat dengan warna favorit Seohyun, pink rose.

Ia sedikit ragu, namun tangannya menyentuh kenop pintu kamar Seohyun. Ia hanya ingin mengatakan selamat malam kepada istrinya, namun ia takut kemungkinan jika Seohyun mungkin sudah tidur.

‘Haissh… Apa yang ku pikirkan? Bahkan aku berani meminta Baba untuk menjodohkanku dengannya, tapi kenapa aku tak mampu mengucapkan sebuah ucapan selamat malam saja kepadanya,’ batin Luhan memantapkan tekadnya, ia sudah bertekad untuk membuka dirinya kepada Seohyun. Tak mungkin ia harus ragu seperti ini.

Ia memutar kenop pintu kamar istrinya, namun ia hanya menghela nafasnya kecewa saat melihat Seohyun sepertinya sudah tertidur menjelajahi alam mimpinya.

Luhan lalu melangkahkan kakinya mendekati dan duduk di tepi kasur sembari memandangi wajah Seohyun yang terlihat polos dan damai ketika tertidur saat ini.

“Bahkan, kau terlihat seperti Yoona saat tertidur saat ini.” ucap Luhan tersenyum kecil, sepasang iris mata obsidiannya menjelajahi wajah sang istri yang sepertinya tak terusik sedikitpun. “Kalian benar-benar mirip, bahkan aku tak mempercayai hal ini sampai sekarang.”

“Saranghae…” gumam Luhan mengecup lembut kening Seohyun dan sedikit merapikan selimut setidaknya agar Seohyun tak merasa kedinginan sedikit pun sebelum akhirnya Luhan berjalan keluar dari kamar Seohyun.

Tepat saat Luhan menutup pintu kamar Seohyun, gadis itu membuka matanya. Ya, ia tak sepenuhnya tertidur dan dalam ditangkap dengan jelas ucapan Luhan di indra pendengarannya termasuk saat namja itu menyebutkan nama seseorang yang cukup asing di telinganya. Yoona.

‘Siapa Yoona? Dan kenapa Luhan menyebutku mirip dengannya?’ batin Seohyun terus bertanya-tanya dalam keheningan malam yang semakin larut.

© Storyline by Hyeri Choi ©

“Woohoo ~ Pantai, sudah lama aku tak kemari.” teriak Chanyeol bahagia ketika mobil yang ditumpanginya tiba di tempat tujuan, sebuah Pantai yang berada di pinggir kota Seoul.

Semua orang yang berada di dalam mobil terkecuali Seohyun hanya memutar bola matanya malas. Chanyeol, salah satu temannya memang seperti itu.

“Oh c’mon Chanyeol-ah, jangan mulai lagi kau bilang kau itu bisa berenang.” ucap kekasihnya, Krystal sembari menghela nafasnya.

“Hey hey, Kryssie tapi aku memang bisa berenang berbanding terbalik dengan kau.” ucap Chanyeol menjulurkan lidahnya setengah mengejek sambil membanggakan dirinya, yang tentu saja membuat Krystal berpikir bagaimana caranya memusnahkan sikap kekasihnya yang sedikit idiot —begitu menurut pandangannya— untuk selamanya.

“Kau yakin ikut dengan kami? Aku bisa mengantarmu pulang jika kau memang tak ingin pergi sekarang juga.” ucap Sehun menepuk pundak Seohyun yang sedang menyandarkan dirinya di pintu penumpang belakang mobil. Ia sadar betul dari awal mereka berangkat, Seohyun hanya terlihat murung berbanding terbalik dengan Krystal, Baekhyun dan Taeyeon yang melemparkan lelucon yang tentu saja menggelitik perut untuk tertawa.

Seohyun segera menggelengkan kepalanya dan sedikit mengulas senyum tipis, “Tenang saja, aku tidak apa-apa. Bukankah semalam aku sudah menyetujui ajakanmu untuk ikut kemari? Jadi tak ada alasan bagiku untuk pulang saat ini.” ucapnya, berusaha menyembunyikan sesuatu yang menganjal.

“Aku tahu ada sesuatu yang menganggu pikiranmu, Seohyun-ah,” ucap Sehun menatap tajam gadis di sampingnya. Ia kenal Seohyun sudah cukup lama, jadi mustahil baginya tidak mengetahui gerak-gerik Seohyun yang cukup aneh menurutnya saat ini. “Sebenarnya, ada apa denganmu Seohyun-ah?”

Seohyun lalu menghela nafasnya pelan, “Aku memang tak mampu berbohong di hadapanmu Sehun-ah, tapi kumohon untuk saat ini aku belum bisa menceritakan apapun kepadamu.”

“Apakah hal ini… berkaitan dengan Luhan?” tanya Sehun bertanya sekali lagi.

“Tidak, aku tak ada masalah apapun dengannya,” ucap Seohyun sambil mengigit bibir bawahnya. Ia kembali berbohong. “Sudahlah, berhenti membahasnya.” Seohyun lalu melangkahkan kakinya berjalan menuju teman-temannya yang sudah bermain-main di bibir pantai, berusaha meninggalkan Sehun yang mungkin akan terus mencari tahu apa yang terjadi dengannya.

© Storyline by Hyeri Choi ©

Seohyun memejamkan matanya ketika semilir angin pantai menerpa tubuhnya dan menerbangkan beberapa helaian rambutnya yang panjang sepunggung.

“Sampai kapan kau menyembunyikan masalahmu sendirian, Seohyun-ah?”

Seohyun lalu membuka matanya menyadari seseorang berada di dekatnya, ia lalu menoleh dan menemukan sosok Sehun berdiri di sampingnya dengan tatapan menatap lurus ke hamparan laut.

“Kenapa kau bisa berpikir jika aku mempunyai sebuah masalah, Sehun-ah? Keadaanku baik-baik saja.”

Sehun lalu menoleh dan menatap kedua iris mata Seohyun, “Tatapanmu. Tatapanmu mengatakan sesuatu yang menganjal dalam benakmu.” ucapnya tenang.

Seohyun lalu mengalihkan pandangannya dan menendang ombak laut yang menyentuh kakinya yang polos tanpa alas kaki.

“Aku hanya bimbang dengan perasaanku saat ini,” ucapnya menghela nafasnya panjang. “Sejujurnya, aku mulai nyaman dengan peranku sebagai istri seorang Luhan. Mungkin lebih tepatnya aku mulai menyukainya, ah aniya, kurasa aku mencintainya. Tapi sampai saat ini ku akui sedikitpun aku belum mengetahui sisi lain Luhan, dia seakan tak terjamah oleh semua orang bahkan diriku sendiri seakan dia mempunyai dunianya sendiri.”

Sehun sedikit terdiam mendengar ucapan Seohyun yang menggambarkan dirinya saat ini, tapi namja itu kemudian tersenyum.

“Kau sudah berubah, Seohyun-ah,” ucap Sehun yang membuat Seohyun menoleh kepada namja itu. “Bahkan saat kita masih bersama pun kau sama sekali tak bisa menatap mataku sedikitpun.”

“Kupikir Luhan memang namja yang terbaik untukmu, Seohyun-ah,” ucap Sehun menepuk pundak Seohyun. “Aku baru menyadari satu hal, kau memang benar-benar mencintainya. Awalnya, aku berpikir jika cukup ragu bagiku melihatmu akan bahagia dengannya. Namun ternyata aku salah. Kau memang mencintainya dengan tulus, dan kurasa begitupun sebaliknya.”

“Bagaimana bisa kau mengetahuinya?”

“Hey, terkadang kau harus mempercayai jalan pikiran namja yang sama,” ucap Sehun tertawa yang membuat Seohyun tersenyum kecil saat mendengarnya.

“Yeah, kurasa untuk berikutnya aku harus bertanya denganmu lebih jauh tentang jalan pikiran namja.” canda Seohyun.

“Tak perlu kau bertanya seperti itu, Seohyun-ah. Jika dia memang cinta sejatimu pasti kau akan memahaminya suatu saat nanti.” sahut Sehun mengusap lembut rambut Seohyun.

“Oh ya, tadi aku bertemu dengan Luhan, ah maksudnya Luhan Hyung jika ia menunggumu di Villa dekat pantai di sekitar sana.” ucap Sehun menunjuk satu titik yang sepertinya tak jauh dengan tempat mereka berdiri saat ini.

“Eh?”

“Sudahlah pergilah, cepat temui suamimu yang merangkap sebagai namjachingu-mu saat ini.” ucap Sehun mengedipkan sebelah matanya sambil mengibas-kibaskan tangannya menyuruh Seohyun untuk pergi.

Seohyun lalu menganggukan kepalanya, dan berjalan pergi menuju titik yang ditunjuk oleh Sehun.

“Hey, apa kita akan pulang sekarang? Bermain seharian membuatku lelah, dan Seohyun eodiga?” tanya Baekhyun menghampiri Sehun.

Sehun hanya melukiskan senyum penuh arti, “Ya, kita pulang sekarang, dan kau tak usah khawatir tentang Seohyun. Sudah ada guardian angel yang siap menjaganya.” ucapnya berlalu menuju mobil yang terparkir, meninggalkan Baekhyun yang diam melonggo untuk beberapa saat sebelum akhirnya sadar dan berlari menyusul Sehun.

© Storyline by Hyeri Choi ©

Seohyun hanya terlihat sedikit ragu dengan apa yang dilihatnya saat ini. Beberapa saat yang lalu ada seseorang memanggil namanya untuk memasuki sebuah ruangan dalam villa itu dan tak beberapa lama muncul seseorang yeoja berusia sekitar dua puluh tahunan yang mengantarkan sebuah short dress berwarna putih. Dan saat ini, ia diajak untuk pergi ke balkon. Sebenarnya apa maksudnya?

Tiba di balkon villa, ia cukup terkejut saat Luhan menunggunya dengan raut wajah yang tenang dengan senyum lembut di wajahnya, bukan raut wajah dingin yang biasa ia perlihatkan.

“Er… Luhan-ssi, kau yang menyiapkan semua ini?” tanya Seohyun canggung. Bukan, namun ia tak bisa mengendalikan perasaannya saat Luhan tersenyum seperti itu. Er… Luhan terlihat tampan menurutnya.

“Yeah, kau pikir siapa lagi?” ucap Luhan sedikit berlutut dan memegang tangan kanan Seohyun bagai bangsawan dari abad pertengahan Eropa. “Jadi, kau siap menghabiskan malam ini bersamaku, Tuan Putri?”

“E-eh?” pipi Seohyun seketika merona merah saat Luhan mengatakannya, bahkan jantungnya berdetak dua kali lipat lebih cepat dari biasanya berpacu dengan adrenalin.

Luhan hanya tertawa kecil dan berdiri melihat istrinya seperti itu, “Sudahlah ikut aku.” ucapnya menyelipkan jarinya di celah jari Seohyun dan menggenggam erat.

‘Aigo, ini bukan mimpi? Oh Tuhan, jika ini mimpi tolong bangunkan aku sekarang juga. Aku belum siap mati berdiri melihatnya tersenyum seperti itu.’ batin Seohyun.

“Hey, kau memang sedang tak bermimpi nyonya Lu,” ucap Luhan seolah mengerti dengan apa yang dipikirkan Seohyun saat ini. “Ini nyata dan benar-benar terjadi.”

“Kalau ini nyata dan bukan mimpi, boleh aku bertanya satu hal kepadamu?” tanya Seohyun menatap wajah Luhan. Namja itu menganggukan kepalanya sebagai sebuah jawaban.

Seohyun lalu menghela nafasnya pelan, lalu ia mulai membuka mulutnya, “Sebenarnya, apa alasanmu menikahiku? Dan siapa itu—” Seohyun mengigit bibir bawahnya menimbang-nimbang apakah ia harus menyelesaikan kalimatnya atau tidak.

“Yoona? Maksudmu, kau bertanya siapa Yoona bagiku?” tanyanya seakan mengerti arah pertanyaan Seohyun, gadis itu lalu menganggukan kepalanya.

Luhan lalu menatap ke arah hamparan pantai jadi langsung menjadi view langsung dari balkon tempatnya berada saat ini. “Yoona adalah saudara kembarku, kami terlahir hanya beda beberapa menit saja. Dan kami bukan kembar identik.”

Seohyun tersentak saat Luhan menyebutkan saudara kembar, kenapa ia tak pernah tahu sebelumnya?

“Tapi ia meninggal karena sakit beberapa tahun yang lalu,” Luhan menutup matanya mencoba menahan kesedihannya. “Dan ia sangat mirip denganmu, kalian bahkan lebih terlihat seperti anak kembar dibandingkan aku dengannya.”

“Jadi, apakah kau menikahiku karena aku mirip dengannya?” tanya Seohyun, namun Luhan segera menggelengkan kepalanya.

“Tidak, awalnya aku melihatmu sedang bersama teman sekolahmu saat aku melewati Myeondong. Ku pikir, aku seperti melihat sosok Yoona hidup kembali tapi setelah aku mengetahuimu dan keluargamu dari ayahku aku tahu jika kau bukan Yoona. Kau adalah Seo Joohyun, yang juga cinta pertamaku.” ucapnya menoleh kepada Seohyun.

“Aku?” gumam Seohyun tak percaya.

“Yeah,” ucapnya menganggukan kepalanya. “Kau benar-benar berbeda dari semua gadis yang pernah dikenalkan ayahku.”

Luhan lalu berlutut dan memegang tangan Seohyun, “Aku tahu kau sangat mirip dengan Yoona, tapi kau harus tahu jika aku mencintaimu sebagai Seohyun dan tak ada yang lain karena perasaanku hanya untukmu. Maukah kau menjalani sisa hidupmu denganku?”
Seohyun benar-benar tak percaya jika Luhan bisa mengucapkan hal ini, untaian kata yang bahkan lebih indah dibanding pujangga yang biasa dibacanya di Perpustakaan Kota.

“Ne, I do Luhan-ssi.” ucap Seohyun menganggukan kepalanya sambil tersenyum bahagia. Luhan lalu mengecup singkat kening Seohyun lembut.

“Kurasa mulai saat ini kau harus memanggilku Oppa.” ucap Luhan sambil tersenyum jahil.

“Shireo! Aku tak mau, lebih baik aku memanggilmu Ahjussi. Luhan ahjussi.”

“Haissh Seohyun-ah, aku belum terlalu tua dan panggilan Ahjussi tak cocok denganku.”

“Tapi lebih baik aku memanggilmu Ahjussi. Bahkan aku tak pernah memanggil Sehun dengan sebutan Oppa, jadi kenapa aku harus memanggilmu Oppa?”

“Haissh… Bilang Oppa kepadaku mulai sekarang atau…”

“Atau apa?” Seohyun mengangkat satu alisnya menatap wajah suaminya.

“Atau aku akan membuat little Lu sekarang juga.”

“Shireo! Haissh Ahjussi, aku masih bersekolah dan aku tak mau memanggilmu Oppa.” ucap Seohyun menyilangkan tangannya membentuk tanda penolakan.

“Hm, jadi begitu,” ucap Luhan masih dengan senyuman jahil di wajahnya, ia lalu mengangkat tubuh Seohyun dan menggendongnya ala bridal style. “Kalau begitu, jangan salahkan aku jika hari ini kita akan membuat little Lu.”

“Kyaaaaaaaaaaaaaa!!!! Luhan Ahjussi, turunkan aku!!!!!!”

© Storyline by Hyeri Choi ©

“Hey lihatlah, mereka berdua terlihat sangat serasi.”

“Omo, aku benar-benar iri dengan pasangan seperti mereka berdua. Mereka terlihat sempurna.”

“Aku ingin namjachingu-ku juga seromantis namjachingu dia omona.”

Berbagai orang dari berbagai kalangan memuji betapa serasinya Seohyun dan Luhan saat mereka sedang berkencan —yah anggap saja begitu karena mereka baru menyadari perasaan masing-masing saat mereka sudah menikah— di salah satu pusat perbelanjaan Myeondong.

Yeah, siapapun tak akan ada yang tak iri saat melihat Luhan begitu romantis memperlakukan Seohyun membawakan kantung plastik besar berisi kebutuhan sehari-hari.

Luhan yang mendengar para gadis yang meributkan mereka berdua lalu segera menoleh yang tentu saja membuat mereka berteriak histeris.

“Hey ladies, maaf tapi dia bukan yeojachingu-ku. Dia adalah nae anae.” ucapnya mengedipkan sebelah matanya.

END

A/n : annyeong ~ !! Maaf aku baru muncul setelah sekian lama ^^)v btw maafin kalau FF ini sedikit ngaco dari judul (_ _) dari awal aku pengen gambarin Yoona sebagai tunangannya Luhan tapi kenapa berubah jadi saudara kembar u,u mungkin feel aku rada ga rela kali ya Luhan dipasangin sama yeoja lain selain Seohyun #pletakk hahaha RCL seikhlasnya ~

Advertisements

17 thoughts on “I Love You, Not Her (Chapter 2/Final)

  1. ah kaget wwaktu tau ternyata yoona kembarannya:| haha udah salah sangkaaaa kirain mantannya lulu haha cuteee<3 sequel dong

Silahkan berkomentar~ ^^ #AceBabySeoHanjjang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s