[ABEVENT-HOROR] MISTERI RUMAH YEONGDEOK

Judul : Misteri Rumah Yeongdeok
Author : Eka Oktavia
Cast : SNSD (Seohyun, Taeyeon, Sunny, Yuri)
EXO (Luhan, Baekhyun, Chen, Tao)
Support Cast : find it by yourself
Genre : Horor, romance (little bit)
Pairing : SeoHan, BaekYeon
Lenght : oneshoot
Author’s note : Pertama kalinya bikin FF horor. Jadi maaf ya kalo gagal. Kalo kesannya horor gak dapat ya maaf. Soalnya gak pernah bikin yang genre-nya horor. Kalo gaje + aneh maaf ya. Keep read, OK? Oh ya, soal lokasi tempatnya ini aku cari lewat google. Tempatnya emang serem. Tapi ini aku ubah sedikit. Kalo aslinya, tempatnya itu udah kosong. Tapi kalo di cerita ini aku buat masih berfungsi buat penginapan/villa. Ok deh, segitu aja. Happy reading~ ^_^

DON’T FORGET for RCL
AND
DON’T BE PLAGIAT

Yeongdeok, Gyeongsang Utara, Korea Selatan, 2012
Sepasang kekasih berjalan memasuki sebuah penginapan yang tepat menghadap laut di daerah Yeongdeok. Usia sang namja masih 21 tahun, sedangkan sang yeoja 19 tahun. Mereka pun duduk di salah satu sofa yang ada di ruang tamu.
“Oppa, kenapa kita tidak langsung pulang saja?” tanya sang yeoja.
“Ani, chagi. Besok saja. Lagipula sekarang sudah larut malam” jawab namja disebelahnya.
“Tapi umma dan appa pasti mengkhawatirkanku karena tidak segera pulang”
“Kau tenang saja. Mereka kan tahu bahwa kau pergi bersamku”
“Tapi oppa, kenapa kita harus menginap di sini?” tanya sang yeoja sambil melihat sekeliling rumah ini.
“Memang kenapa?”
“Aku dengar… rumah ini… berhantu” ujar yeoja itu dengan suara pelan.
“Hahaha, itu hanya mitos chagi. Kau tenang saja, aku akan selalu menjagamu” ujar sang namja sambil memeluk yeojachingunya.
“Yaksok?”
“Ne, yaksok. Sekarang lebih baik kita segera tidur dan besok pagi-pagi kita segera kembali ke Seoul”
“Ne, oppa. Tapi oppa tidur denganku saja. Aku takut tidur sendiri”
“Ne, chagi. Kajja”
Sepasang kekasih itu beranjak berdiri. Kemudian mereka berjalan menuju sebuah kamar dan masuk ke dalam. Saat masuk ke dalam kamar, tanpa mereka ketahui, sesosok wanita berbaju putih menampakkan diri. Sosok tersebut sangat menyeramkan dan tatapannya terlihat penuh dengan rasa dendam.
Saat tengah malam, sang namja terbangun. Namja itu bangkit dari tempat tidur dan berjalan keluar dari kamar menuju dapur untuk mengambil air minum. Tanpa namja itu sadari, dibelakangnya sesosok yeoja mengikutinya kemudian menghilang. Begitu sampai dapur, namja itu segera mengambil gelas dan berjalan menuju lemari es. Pintu lemari es dibukanya dan mengambil sebuah botol minum. Air dari botol dituangkannya ke dalam gelas. Botol itu kembali diletakkan ke dalam lemari es dan namja itu menutup pintunya. Saat berbalik…
PRAAANNGG!!!
Sang yeoja yang mendengar suara tersebut terbangun dari tidur nyenyaknya. Saat tebangun, yeoja itu tidak menemukan namjachingunya di sampingnya. Dia pun segera berdiri dan berjalan keluar kamar.
“Oppa” panggil sang yeoja.
Tetapi tidak ada sahutan dari namjachingunhya. Yeoja itu pun mencari keberadaanya. Saat memasuki dapur, yeoja terkejut melihat namjachingunya yang tergeletak di lantai dengan beberapa bagian tubuhnya telah berlumuran darah. Yeoja itu segera menghampirinya.
“Oppa” panggil sang yeoja dan terduduk di samping tubuh namja itu dan kemudian memeluk tubuhnya.
“Cha.. chagi, ce.. cepat kau per… per.. pergi dari si.. sini”
“Oppa, apa yang terjadi? Ke… kenapa kau seperti ini?” tanya sang yeoja sambil manangis.
“Aku ti… tidak bisa men… menceritakan…. semuanya. Cepat… kau per.. gi dari… sini” pinta sang namja.
“Tapi op-“
“Tidak… ada tapi. Cepat… pergi…. dari… si.. sini” ujar namja itu kemudian kedua matanya tertutup.
“OPPA! OPPA BANGUN!”
Yeoja itu terus menggoyang-goyang tubuh sang namja. Tetapi namja itu tidak juga membuka mata. Dia telah pergi. Sang yeoja masih saja menangis. Kemudian, yeoja itu beranjak berdiri. Segera keluar dari rumah ini sesuai dengan pesan namjachingunya.
“Oppa, mianhae. Mianhae aku harus meninggalkanmu disini” ujar sang yeoja kemudian berjalan meninggalkan namjachingunya yang sudah tidak bernyawa.
Yeoja itu bergegas menuju pintu depan. Tetapi tinggal beberap langkah menuju pintu, muncul sesosok hantu wanita yang mengerikan.
“AAAAHHHHH”
Yeoja itu kemudian berbalik dan menjauh dari sosok tersebut. Tetapi baru beberapa langkah, sosok tersebut sudah berada di hadapannya lagi. Yeoja itu pun masuk ke dalam dan bersembunyi disana. Dia duduk meringkuk di atas tempat tidur. Ketakutan. Tiba-tiba lampu kamar tersebut menjadi berkedip-kedip. Setelah beberapa kali berkedip-kedip, lampu itu mati.
“AAAAHHHHH!!!!”
Yeoja itu berteriak ketakutan. Tidak lama kemudian lampu tersebut kembali menyala. Yeoja tersebut menghela nafas lega. Tetapi, dia merasakan seperti ada yang duduk disebelah kanannya. Dia pun dengan perlahan menoleh ke sebelah kanannya. Kedua matanya langsung terbelalak lebar. Sosok tersebut berada di sebelahnya.
“AAAAHHHHHHH!!”
Yeoja itu hendak keluar dari kamar. Sebelum dia turun dari tempat tidur, sosok tersebut telah meraihnya dan mencekik lehernya. Dia terus meronta, berusaha melepaskan diri. Tidak berapa lama kemudian tubuh yeoja itu melemas. Matanya perlahan tertutup. Dan akhirnya tidak bergerak sama sekali.

-Misteri Rumah Yeongdeok-

2 tahun kemudian….
Seoul Universaty, Seoul, Korea Selatan, 2014
Pagi itu suasana di salah satu universitas terbaik di Korea Selatan sangat ramai. Banyak mahasiswa dan mahasiswi yang berlalu-lalang kesana-kemari. Tidak terkecuali dengan salah satu mahasiswi terbaik di kampus tersebut. Seohyun. Yeoja berparas cantik dan juga innocent. Memiliki kulit seputih susu dan juga tinngi. Pipi chubby-nya membuat orang-orang gemas ingin mencubitnya. Dia termasuk tipe ideal para namja di kampus ini. Ah, mungkin tidak hanya di kampus ini. Tapi di seluruh Seoul. Sayangnya para namja yang menyukainya harus gigit jari. Karena yeoja itu telah memiliki seorang namjachingu. Dan namjachingunya tersebut bisa dibilang namja paling tampan disini dan termasuk idaman semua yeoja.
Seohyun berjalan bersama ketiga sahabatnya, Taeyeon, Sunny, dan Yuri. Diantara mereka, Seohyun adalah yang paling muda. Usianya hanya terpaut 1 tahun dengan ketiga sahabatnya. Meskipun begitu, yeoja itu berada diangkatan yang sama dengan ketiganya. Dan mereka sudah bersahabat sejak kecil. Karena dari dulu mereka selalu satu sekolah dan rumah mereka berdekatan, itu membuat keempatnya menjadi dekat. Saat itu mereka berempat berjalan di sekitar lapangan parkir mobil dan menghampiri 4 orang namja yang sedang duduk di bawah pohon yang ada di tempat tersebut.
“Annyeong, oppa” sapa Seohyun pada namja-namja tersebut.
4 namja tersebut, Luhan, Baekhyun, Chen, dan Tao juga satu angkatan dengan Seohyun. Tetapi sama dengan ketiga sahabatnya, mereka lebih tua satu tahun darinya. Luhan, namja berparas tampan dan keturunan China itu adalah namjachingu Seohyun. Keduanya telah menjalin hubungan selama satu setengah tahun. Mereka bertemu saat keduanya sama-sama baru masuk di kampus ini. Baekhyun, namja tersebut adalah namjachingu Taeyeon. Keduanya menjalin sejak di bangku SMA. Dan Baekhyun lah yang mengenalkan Luhan pada Seohyun. Chen, dia merupakan sahabat sekaligus saudara sepupu Baekhyun. Baekhyun dan Chen merupakan mood maker diantara mereka berdelapan. Dan yang terakhir adalah Tao. Sama halnya dengan Luhan, Tao merupakan namja berdarah China. Tetapi dia bersama dengan Luhan sudah tinggal di Seoul selama 6 tahun.
“Annyeong, chagi” sapa Luhan sementara yang lain hanya tersenyum pada Seohyun.
Seohyun pun duduk di samping Luhan. Sementara Taeyeon duduk di samping Baekhyun. Sunny dan Yuri duduk diantara Chen dan Tao.
“Jadi, bagaimana? Apa jumat depan kita jadi berlibur bersama?” tanya Sunny.
“Tentu saja” jawab Chen.
“Kalian benar-benar ingin berlibur kesana? Ke daerah Yeongdeok?” tanya Seohyun.
“Tentu saja. Kita sudah merencanakan liburan kesana sejak beberapa minggu yang lalu. Hanya saja kita baru mempunyai waktu liburan minggu depan” jawab Chen.
“Kalian yakin?”
“Memang kenapa chagi?” tanya Luhan.
“Ani. Hanya saja-“
“Tentang rumah berhantu itu?” tanya Taeyeon memotong perkataan Seohyun.
“Hhmmm… ne” jawab Seohyun.
“Seohyun-ah, kita tidak menginap di rumah berhantu itu. Kau tenang saja” ujar Baekhyun.
“Memang. Tapi, aku tetap merasa tidak yakin saja”
“Lalu, apa yang kau inginkan? Kau tidak ikut?” tanya Yuri.
“Ayolah, kau harus ikut. Tidak ada yang perlu kau takutkan” ujar Tao.
“Bukan begitu, aku tidak takut. Hanya kurang sedikit nyaman saja jika harus berlibur kesana”
“Chagi, kau tenang saja. Aku akan selalu bersamamu” ujar Luhan kemudian memeluk yeojachingu-nya.
“Jadi?” tanya Sunny.
“Baiklah, aku ikut”
“Yeay!!” teriak yang lain.

-Misteri Rumah Yeongdeok-

Hari demi hari pun berlalu. Sampai tibalah dimana saatnya Seohyun bersama namjachingu dan sahabat-sahabatnya berlibur ke Yeongdeok. Semuanya menyambut dengan senang, hanya Seohyun yang terlihat sedikit murung. Bukannya yeoja itu tidak senang jika berlibur bersama kekasih dan juga sahabat-sahabatnya, tetapi dia tidak setuju jika harus berlibur ke Yeongdeok. Seohyun tidak takut dengan rumah berhantu yang sering dibicarakan orang-orang. Dia takut hantu, karena dia sudah sering melihat hantu. Ya, Seohyun memang sering melihat hantu karena dia mempunyai kemampuan untuk melihat makhluk seperti itu. Tidak hanya melihat, tapi juga bisa berkomunikasi dengan ‘mereka’. Orang tua Seohyun, Luhan, dan sahabat-sahabatnya itu juga tahu tentang kelebihan yang dimiliki Seohyun.
Seohyun sendiri sebenarnya sudah sering pergi ke tempat-tempat yang selalu dikatakan menyeramkan oleh orang-orang. Dan baginya itu tidak masalah. Tetapi untuk kali ini, dia benar-benar tidak yakin jika harus berlibur ke Yeongdeok. Dia khawatir dengan namjachingu dan para sahabatnya. Apalagi 2 hari yang lalu Seohyun bermimpi, dia bermimpi berada di rumah berhantu tersebut. Dan disana dia melihat sesosok hantu yeoja yang menyeramkan dan sepertinya penuh dengan rasa dendam. Seohyun jarang sekali bermimpi seperti itu. Mimpi itu sebenarnya sebuah isyarat untuk dirinya dan yang lain untuk tidak kesana. Tapi yeoja itu memilih untuk tidak menceritakan mimpi itu pada yang lain. Seohyun tidak ingin membuat Luhan dan para sahabatnya bersedih. Lagipula Seohyun juga mulai penasaran dengan rumah itu. Apalagi sejak dia bermimpi 2 hari yang lalu. Dia penasaran dengan hantu yeoja yang terlihat penuh dengan rasa dendam tersebut.
Pagi itu Luhan, Baekhyun, Chen, Tao, Sunny, Taeyeon, dan Yuri berkumpul di rumah Seohyun. Mereka membawa mobil Luhan.
“Hah! Semua sudah siap. Kita berangkat” ujar Chen bersemangat.
“Sebentar, aku panggilkan umma dulu” ujar Seohyun.
Seohyun pun berjalan masuk ke dalam rumah. Tidak berapa lama kemudian yeoja itu keluar bersama dengan seorang yeoja yang usianya sekitar empat puluhan yang tak lain adalah umma Seohyun.
“Ahjumma, kami berangkat dulu” pamit Luhan.
“Ne, kalian hati-hati disana ne” pesan umma Seohyun.
“Ne, ahjumma” ujar mereka.
“Umma, aku pergi dulu” pamit Seohyun sambil memeluk umma-nya.
“Ne, kau hati-hati disana. Jika ada apa-apa, cepat telpon umma atau appa”
“Ne, umma. Mudah-mudahan saja tidak ada apa-apa”
“Eoh, satu lagi. Ini. Pakailah gelang ini. Ini pemberian harabeoji. Tadi malam saat umma pergi ke rumah harabeoji, dia memberikan ini pada umma. Dan menyuruh umma untuk memberikannya padamu” ujar umma sambil mengeluarkan sebuah gelang yang cantik dan memakaikannya di pergelangan tangan kanan Seohyun.
“Gomawo, umma. Sampaikan ucapan terima kasihku pada harabeoji”
“Ne. Nah, sekarang cepat masuk ke dalam mobil. Mereka sudah menunggumu”
“Ne, umma. Annyeong”
Seohyun pun segera berjalan menuju mobil Luhan dan di kursi penumpang depan, di samping Luhan yang menyetir. Di bangku tengah, ada Taeyeon, Baekhyun, dan Tao. Sementara di bangku belakang ada Sunny, Yuri, dan Chen. Begitu Seohyun masuk ke dalam. Luhan segera melajukan mobilnya. Meninggalkan rumah Seohyun.
Selama perjalanan, mereka benar-benar tidak bisa diam. Terutama Chen dan Baekhyun yang menjadi mood maker diantar mereka. Mereka tidak pernah kehabisan akal untuk membuat suasana menjadi ramai. Seohyun dan Luhan hanya bisa tersenyum melihat tingkah sahabat-sahabatnya. Tetapi senyum Seohyun tidak berlangsung lama. Dia kembali teringat dengan mimpinya. Dia mulai khawatir kembali dengan keselamatan teman-temannya. Luhan yang menyadari perubahan sikap yeojachingu-nya, melirik padanya.
“Chagi, wae?” tanya Luhan sambil mengusap kepala Seohyun, membuat yeoja itu sedikit terkejut.
“Ah, gwenchana” jawab Seohyun kemudian tersenyum.
“Aish, kau ini. Kau tahu, kau itu tidak pandai berbohong. Pasti ada yang sedang kau pikirkan. Ada apa?”
Tidak ada respon dari Seohyun.
“Kalau diam itu tandanya benar. Jadi, apa yang kau pikirkan?” tanya Luhan sekali lagi sambil menggenggam tangan kiri Seohyun.
“Mianhae, oppa. Aku tidak bisa mengatakannya padamu”
“Baiklah kalau kau tidak mau mengatakannya. Tapi apa pun masalahmu, tolong jangan terlalu dipikirkan”
“Ne, oppa”
Seohyun pun berusaha untuk tidak memikirkan mimpinya tersebut. Dia mencoba untuk menikmati liburannya. ‘Mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa’ batin Seohyun.
Setelah berjam-jam perjalanan, akhirnya mereka sampai juga di Yeongdeok. Mobil Luhan berhenti tepat di depan sebuah penginapan yang cukup besar. Letaknya berjarak 2 penginapan dari penginapan yang berhantu tersebut. Kedelapan orang tersebut pun langsung turun dari mobil dan disambut oleh ahjussi berusia sekitar 60 tahun..
“Annyeonghaseyo” sapa ahjussi tersebut.
“Annyeonghaseyo” balas mereka.
“Perkenalkan, saya Lee Soo Man #plaak. Saya yang mengurus penginapan ini. Kalian bisa memanggil saya Lee ahjussi”
“Ne, Lee ahjussi. Saya Chen dan ini teman-teman saya. Luhan, Seohyun, Taeyeon, Yuri, Sunny, Baekhyun, dan Tao” ujar Chen memperkenalkan diri dan juga teman-temannya.
“Ne, salam kenal. Di penginapan terdapat 4 kamar. Masing-masing kamar memiliki 2 tempat tidur. Kalian bisa melihatnya ke dalam” jelas Lee ahjussi.
“Ne, gamsahamnida ahjussi” ujar Seohyun.
“Kami ingin bermain di pantai. Nanti kami akan melihat ke dalam” ujar Taeyeon.
“Baiklah, kalau begitu saya permisi dulu. Jika ada sesuatu, silahkan cari saya di belakang. Saya dan istrinya berada di kamar belakang, dekat dengan dapur. Saya ke dalam dulu” ujar Lee ahjussi kemudian berjalan masuk ke dalam penginapan.
“Yeay! Pantai!” ujar Sunny bersemangat kemudian berlari menuju pantai bersama Yuri.
Seohyun, Taeyeon, Baekhyun, Luhan, Tao, dan Chen hanya tingkah 2 sahabatnya. Mereka pun menyusul keduanya. Segera saja mereka bermain air. Sementara Seohyun hanya di pinggir pantai, di dekat pohon kepala. Yeoja itu melihat sekeliling pantai. Kedua mata indahnya menelusuri pemandangan sekitar pantai. Sampai akhirnya pandangan matanya berhenti tepat di sebuah penginapan. Penginapan yang dikenal sangat menyeramkan.
Seohyun terus menatap rumah itu. Dia melihat ada seorang wanita yang berdiri di depan penginapan tersebut. ‘Sedang apa yeoja itu disana? Apa dia menginap disana?’ batin Seohyun. Tiba-tiba Seohyun sedikit tersentak. Pandangan mata yeoja itu yang sebelumnya menatap pantai, tiba-tiba menatapnya. Yang membuat Seohyun bukan karena tatapannya yang tiba-tiba. Tetapi karena tatapan mata itu seperti penuh dengan rasa dendam.
“Kau sedang melihat apa?” tanya sebuah suara yang sukses membuat Seohyun tersentak untuk kedua kalinya.
“Luhan oppa! Kau membuatku terkejut” ujar Seohyun begitu melihat siapa pemilik suara tersebut.
“Kkekeke~ mianhae chagi. Aku tidak bermaksud membuatmu terkejut. Kau saja yang terlalu serius” ujar Luhan sambil memeluk Seohyun.
“Kau sedang apa?” tanya Luhan lagi.
“Aku hanya sedang melihat-lihat pemandangan saja dan tadi aku melihat ada seorang yeoja berada di sana” ujar Seohyun kemudian menatap ke arah penginapan yang dilihatnya tadi.
Luhan ikut menatap ke arah pandangan mata Seohyun. Pandangan tertuju pada sebuah penginapan yang dikenal sangat menyeramkan. Tetapi disana tidak ada siapa-siapa. Tidak ada yeoja yang dikatakan Seohyun.
“Chagi, kau bilang disana ada seorang yeoja. Tapi tidak ada siapa-siapa” ujar Luhan.
“Tapi… tadi aku… melihat ada seorang yeoja yang…. berdiri di depan penginapan menyeramkan itu”
“Mungkin dia sudah masuk ke dalam”
“Tidak mungkin. Tidak mungkin dia masuk ke dalam. Selama 2 tahun ini tidak ada yang menginap disana”
“Mungkin saja hari ini ada yang menempati. Sudahlah, jangan bahas tentang rumah itu. Sekarang lebih baik kita bergabung dengan mereka. Taeyeon sudah memanggil kita” ujar Luhan kemudian menunjuk Taeyeon yang melambaikan tangan ke arah mereka, meminta untuk bergabung.
“Baiklah, kajja” ujar Seohyun kemudian berdiri dan segera menarik tangan Luhan kearah teman-temannya.
“Ya! Kalian ini sibuk pacaran saja” ejek Sunny pada SeoHan.
“Bilang saja kau iri pada kami” ujar Seohyun.
Detik berikutnya Seohyun merasakan cipratan air ke arahnya. Ternyata Yuri. Seohyun pun membalas Yuri. Kedelapan orang itu pun sibuk saling melempar air pada teman-temannya. Tanpa mereka sadari, sepasang mata mengawasi mereka. Mengawasi dari rumah angker tersebut. Tidak ada yang menyadari. Kecuali Seohyun. Yeoja itu merasa seperti ada yang mengawasi. Tetapi dia berusaha untuk mengabaikannya dan menikmati liburannya.

-Misteri Rumah Yeongdeok-

Malam harinya, kedelapan orang itu berkumpul di ruang tengah. Menunggu makan malam mereka yang sedang disiapkan oleh Lee ahjumma, istri dari Lee ahjussi. Selagi menunggu, mereka membicarakan kegiatan mereka untuk besok.
“Jadi, apa yang akan kita lakukan besok?” tanya Seohyun.
“Aku dan Yuri ingin berkeliling di sekitar sini dan berjemur di pantai” ujar Sunny.
“Aku dan Taeyeon juga. Kami ingin berkeliling di sekitar sini” ujar Baekhyun.
“Kami ingin tidur saja” ujar Chen dan Tao bersamaan.
“Aish, kalian ini. Selalu saja tidur. Benar-benar tidak asik. Kita ini liburan, jalan-jalan. Bukan untuk tidur saja” omel Yuri.
“Kalau kalian sendiri? Kalian mau kemana?” tanya Taeyeon pada SeoHan.
“Besok aku dan Luhan oppa disini saja. Tidak kemana-mana” jawab Seohyun.
“Hhmmm.. begitu” gumam Taeyeon.
“Permisi, makan malamnya sudah siap” ujar Lee ahjussi.
“Ne, gamsahamnida ahjussi” ujar mereka kemudian segera menuju meja makan.
Seohyun yang berjalan paling belakang, menghentikan langkahnya tepat di hadapan Lee ahjussi.
“Lee ahjussi, aku ingin bertanya sesuatu”
“Ne, Seohyun-ssi. Ada apa?”
“Apakah ada yang menempati penginapan yang terkenal… menyeramkan itu?” tanya Seohyun hati-hati.
“Penginapan yang berjarak 2 rumah dari penginapan ini?” Lee ahjussi balik bertanya.
“Ne”
“Setahu saya tidak ada. Sejak kasus 2 tahun lalu yang ditemukannya mayat sepasang kekasih di dalam sana, tidak ada yang menginap disana” jelas Lee ahjussi.
“Tapi, sepertinya tempat itu masih terawat”
“Memang. Meskipun tidak ada yang menginap disana, tempat itu masih dirawat dengan baik. Pemilik penginapan itu meminta pengurus penginapan tersebut untuk terus merawat dan membersihkannya”
“Apa… apakah pemiliknya tahu… bahwa tempat itu berhantu?”
“Tentu saja. Bahkan orang yang mengurus penginapan tersebut mengatakan bahwa hantu yeoja yang ada disana itu dulunya adalah kekasih dari pemilik penginapan tersebut. Hanya saja, kematian yeoja itu tidak pernah ada yang tahu. Bahkan jasadnya belum ditemukan sampai sekarang”
“Begitu. Gamsahamnida ahjussi. Saya permisi dulu” pamit Seohyun.
‘Jadi, siapa yeoja itu? Apa dia hantu yang dimaksud Lee ahjussi?’ tanya Seohyun dalam hati.

-Misteri Rumah Yeongdeok-

Keesokan harinya, mereka melaksanakan kegiatan yang telah mereka rencanakan kemarin malam. Tetapi mereka baru melaksanakan kegiatan masing-masing di sore hari, karena mereka masih merasa lelah. Saat semuanya telah pergi, Seohyun dan Luhan memilih untuk duduk di ruang tengah. Luhan menatap Seohyun yang duduk disampingnya. Yeojachingunya itu terlihat sangat lelah. Terdapat lingkaran hitam di bawah matanya.
“Chagi, kau kelihatannya sedang tidak baik-baik saja. Ada apa?” tanya Luhan khawatir.
“Aku hanya kurang tidur. Semalam aku tidak bisa tidur” jawab Seohyun kemudian menyandarkan kepalanya di bahu Luhan dan nemjachingunya melingkarkan tangannya di bahu Seohyun.
“Wae?”
“Semalam ada yang mengusikku. Aku mendengar suara tangisan dan rintihan meminta tolong. Tapi saat aku keluar kamar tidak ada siapa pun. Termasuk makhluk-makhluk yang sering aku lihat. Penginapan ini baik-baik saja. Dan saat aku akan tidur kembali, aku kembali mendengarnya. Aku tidak bisa tidur” jelas Seohyun.
“Aigoo, kasian sekali yeojachinguku ini” ujar Luhan sambil memeluk Seohyun.
“Aish, kenapa kalian romantis sekali? Kalian membuatku dan Taeyeon iri saja” ujar Baekhyun tiba-tiba.
“Ya! Kenapa kalian kembali lagi? Mengganggu saja” omel Luhan.
“Aku hanya ingin mengambil dompet dan ponselku yang tertinggal di kamar” ujar Taeyeon.
“Ah, begitu. Kalau begitu cepat ambil dan segera pergi” ujar Luhan.
“Ya! Kau mengusir kami? Taeng-ah, cepat ambil dompet dan ponselmu/\. Sepertinya kehadiran kita tidak diharapkan” ujar Baekhyun sambil mendorong Taeyeon pelan.
Beberapa menit kemudian Taeyeon muncul kembali dan telah membawa ponsel dan dompetnya.
“Kajja, kita pergi” ajak Taeyeon.
“Ne, kajja chagi. Luhan, Seohyun, kami pergi dulu” pamit Baekhyun.
“Ne, hati-hati oppa, unnie” ujar Seohyun.
Tidak lama kemudian Chen dan Tao muncul. Sepertinya mereka juga akan keluar.
“Oppa, kalian mau kemana?” tanya Seohyun.
“Kami ingin jalan-jalan” jawab Tao.
“Kalian bilang kalian hanya ingin tidur. Kenapa sekarang ingin keluar?” tanya Luhan.
“Bosan. Jadi kami memutuskan untuk keluar saja. Sekaligus cuci mata. Siapa tahu ada yeoja-yeoja cantik” ujar Tao.
“Kalian ini. Ya sudah, cepat pergi” ujar Luhan pura mengusir.
“Baiklah, baiklah, kami akan segera pergi. Kita tahu kok kalau ada yang ingin berduaan. Kami pergi dulu” ujar Chen.
“Ne, hati-hati oppa”
Begitu Chen dan Tao menghilang, Seohyun langsung memukul dada Luhan. Membuat namjachingunya sedikit kesakitan.
“Chagi, appo”
“Salah oppa sendiri. Kenapa oppa bersikap seperti itu? Mengusir sahabat sendiri” omel Seohyun.
“Aku ingin berdua denganmu saja. Jadi aku usir mereka” goda Luhan.
“Ya! Luhan oppa!”
“Hahaha, mianhae chagi. Aku hanya bercanda”
Seohyun dan Luhan pun sibuk sendiri. Sementara yang lain juga melakukan kegiatannya sendiri-sendiri. Sunny dan Yuri yang berada di pantai, Baekhyun dan Taeyeon yang sedang berjalan menulusuri pinggir pantai, Chen dan Tao yang melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan BaekYeon.
“Tao-ya, bagaimana kalau kita ke rumah berhantu itu?” ajak Chen.
“Mwo? Kau gila? Rumah itu kan menyeramkan” ujar Tao
“Memang kenapa? Kau takut?” goda Chen.
“Ani, aku tidak takut. Hanya saja, sebelum kemari Seohyun sudah berpesan pada kita untuk tidak ke rumah itu” ujar Tao.
“Tenang saja, Seohyun tidak akan tahu. Bagaimana? Kau mau?”
“Aish, baiklah. Lalu, apa hanya kita berdua?”
“Tidak. Aku mengajak Baekhyun dan Teyeon, Mereka setuju dan seben-. Ah, itu mereka”
Terlihat Baekhyun dan Taeyeon berjalan ke arah Chen dan Tao.
“Chen! Kau benar-benar ingin ke penginapan itu?” tanya Baekhyun saat dirinya dan Taeyeon sampai di hadapan Chen dan Tao.
“Tentu saja. Tao setuju. Kalian ikut kan?”
“Ne” ujar BaekYeon.
“Baiklah, kalau begitu kita kesana sekarang. Kajja” ujar Chen.
“Chamkaman!” ujar Taeyeon.
“Wae, chagi?” tanya Baekhyun.
“Tapi hari sudah mulai gelap. Kalian tetap ingin kesana?”
“Kita hanya sebentar” ujar Tao.
“Baiklah”
Keempat orang itu pun berjalan menuju penginapan menyeramkan itu. Tidak sampai 5 menit, keempatnya telah berdiri di depan penginapan tersebut. Mereka ragu sejenak. Sampai akhirnya Chen mengisyaratkan mereka untuk masuk ke dalam.
“Penginapan ini terlihat baik-baik saja. Bahkan tempat ini masih terawat dengan baik” ujar Taeyeon.
“Benar. Lalu, apa yang membuat rumah ini menyeramkan?” tanya Tao.
“Molla” jawab Baekhyun.
Taeyeon, Baekhyun, Chen, dan Tao terus masuk ke dalam penginapan tersebut. Dan tanpa mereka sadari, pintu masuk penginapan tersebut tertutup sendiri dan….. terkunci.
Sementara itu di luar, langit mulai berubah gelap. Sunny dan Yuri kembali menuju penginapan. Mereka masuk ke dalam dan menemukan Seohyun dan Luhan di ruang tengah dengan televisi yang menyala. Sedangkan dua orang yang berada disana, justru sibuk… berciuman.
“Sebenarnya yang menjadi tontonan itu siapa? Kalian atau televisinya?” ujar Yuri membuat Seohyun segera menjauh dari Luhan dengan wajah bersemu merah.
“Eoh, unnie. Kalian sudah kembali” ujar Seohyun.
“Ne, kami sudah kembali. Memang kenapa? Kau berharap kalau kami masih belum kembali?” tanya Yuri menggoda Seohyun.
“Aniyo”
“Aish, kalian ini sama saja dengan Baekhyun, Taeyeon, Tao, dan Chen. Mengganggu saja” ujar Luhan.
“Mwo? Kau bilang kami mengganggu kalian? Kau ini! Lagipula, kenapa kalian tidak melakukannya di kamar saja?” goda Sunny.
“Unnie!”
“Aigoo, Seohyunnie, lihatlah wajahmu. Kau lucu sekali” ujar Yuri membuat ketiganya tertawa.
“Aish, kalian ini. Ah, ngomong tentang Baekhyun oppa, Tao oppa, Chen oppa, dan Teyeon unnie, sampai sekarang mereka belum kembali. Kemana mereka?” tanya Seohyun.
“Mwo? Mereka belum kembali? Aku kira mereka sudah berada disini” ujar Sunny.
“Apa lebih baik kita mencari mereka?” tanya Yuri.
“Sepertinya begitu. Kita harus mencari mereka” ujar Luhan.
Mereka pun segera bergegas keluar dari penginapan dan mencari keempat temannya yang lain. Sementara itu, 4 orang yang mereka cari sedang panik. Mereka tidak bisa keluar dari penginapan berhantu tersebut. Pintunya terkunci.
“Baekhyun-ah, bagaimana ini? Kita tidak bisa keluar dari sini” ujar Taeyeon.
“Kau tenang saja. Kita pasti bisa keluar dari sini” ujar Baekhyun mencoba menenangkan Taeyeon.
“Sebaiknya kita lewat pintu belakang saja. Siapa tahu pintunya tidak terkunci” usul Tao.
“Ide bagus. Kita coba ke belakang” ujar Chen.
Taeyeon, Baekhyun, Chen, dan Tao pun berjalan menuju pintu belakang. Saat memreka melewati dapur, tiba-tiba langkah mereka terhenti. Di hadapan mereka terdapat sosok yeoja yang sangat menyeramkan. Sosok yang sering menampakkan diri.
“AAAAAAAHHHHHHHHH!!!!!!!”
Mereka segera berbalik dan berlari menuju pintu depan. Tetapi sosok itu telah berada disana. Tepat di depan pintu.
“AAAAHHHHHHHHHHH!!!”
Mereka kembali berbalik dan berlari menjauh dari pintu. Taeyeon yang mulai lelah, terjatuh saat akan berlari menjauh. Sosok itu pun mendekati Taeyeon. Yeoja itu berusah untuk berdiri.
“Baekhyun! Toloooonnnngggg!!”
“TAEYEON!”
Tetapi sebelum Baekhyun sempat menolong Taeyeon, yeoja itu telah diseret sosok menyeramkan tersebut masuk ke dalam sebuah kamar.
“AAAAHHHH!! BAEKHYUN TOLOOOOOOOONNNNGGGGG!”
Baekhyun mencoba menyusul Taeyeon. Tapi sebelum dia mencapai pintu kamar, pintu tersebut telah tertutup. Terkunci rapat.
“Taeyeon!! Taeyeon, buka pintunya” ujar Baekhyun sambil berusaha membuka pintu.
Sementara di luar, Seohyun, Luhan, Yuri, dan Sunny yang saat itu melewati penginapan tersebut mendengar teriakan-teriakan tersebut. Membuat mereka mendekati pintu penginapan tersebut.
“Kalian dengar teriakan itu?” tanya Luhan.
“Ne. Dan sepertinya itu berasal dari dalam penginapan ini” ujar Sunny.
“Tapi ini kan penginapan yang dikenal menyeramkan itu” ujar Yuri.
“Apa jangan-jangan mereka berada dalam?” tanya Sunny.
“Untuk apa mereka di dalam? Aku sudah mengatakan pada mereka untuk tidak memasuki penginapan ini. Sebaiknya kita segera masuk ke dalam” ujar Seohyun.
Seohyun pun meraih handle pintu dan membukanya. Tetapi pintu itu tidak terbuka.
“Pintunya terkunci” ujar Seohyun.
“Mwo?” tanya Sunny, Yuri, dan Luhan tidak percaya.
“Oppa, cepat dobrak pintunya dan kita segera membawa mereka keluar dari sini” pinta Seohyun pada Luhan.
Luhan menganggukan kepala. Namja itu mundur beberapa langkah. Kemudian dia mendobrak pintu itu. Gagal. Dicobanya lagi. Tapi tetap saja tidak terbuka. Sampai pada usahanya yang ketiga, pintu itu pun terbuka.
“Cepat kita masuk dan segera bawa mereka keluar. Tempat ini tidak aman” ujar Seohyun.
Keempatnya pun segera berjalan masuk. Baru beberapa langkah, pintu itu tertutup sendiri dengan sangat keras. Membuat mereka terkejut. Luhan berjalan menuju pintu dan mencoba membukanya. Tapi tidak bisa.
“Pintunya tidak bisa dibuka. Terkunci” ujar Luhan.
“Oppa, sebaiknya kita mencari yang lain. Setelah itu baru kita pikirkan cara untuk membuka pintunya” ujar Seohyun.
Mereka pun segera masuk ke dalam, mencari Tao, Chen, Baekhyun, dan Taeyeon. Saat mereka berada di ruang tengah, mereka melihat ketiga sahabatnya berdiri di depan sebuah kamar. Berusaha membuka pintu kamar tersebut. Mereka pun menghampirinya.
“Baekhyun! Chen! Tao!” panggil Luhan membuat ketiganya menoleh kearahnya.
“Oppa, kenapa kalian berada disini?” tanya Seohyun.
“Mana Taeyeon?” tanya Sunny.
“Seohyun-ah, mianhae. Kami tidak mendengarkan ucapanmu. Mianhae karena kami sudah memasuki tempat ini” ujar Chen.
“Dan Taeyeon… dia berada di kamar ini. Dia diseret oleh… hantu penunggu rumah ini” sambung Baekhyun.
“Kita harus mengeluarkannya” ujar Tao.
“Dobrak saja pintunya” ujar Sunny.
Luhan dan Tao berusaha mendobrak pintu tersebut. Tetapi tetap saja tidak terbuka. Setelah beberapa kali mencoba, pintu itu akhirnya terbuka. Terlihat Taeyeon yang barada di pojok ruangan. Di hadapannya terdapat sosok yeoja penunggu penginapan ini. Soosok tersebut mencekik leher Taeyeon. Membuat yeoja itu sulit bernafas.
“Unnie!” panggil Seohyun.
Seohyun bergegas menghampiri Taeyeon dan sosok tersebut. Sementara yang lain menunggu di dekat pintu.
“Lepaskan Taeyeon unnie!” ujar Seohyun dingin.
Sosok tersebut pun melepaskan Taeyeon dan perlahan berbalik meanghadap Seohyun. Taeyeon yang terlepas dari sosok tersebut tentu saja terbatuk-batuk dan menghirup udara sebanyak-banyaknya. Untung saja mereka cepat menolong Taeyeon. Kalau tidak, mungkin yeoja itu tidak tertolong.
Sekilas Seohyun memandang Taeyeon. Kemudian yeoja itu memberi isyarat dengan tangan menyuruh Taeyeon menjauh dari sana. Taeyeon menurut dan segera pergi dari tempatnya. Melihat Taeyeon yang mulai mendekat, Baekhyun dan yang lainnya segera menghampirinya.
“Chagi, kau tidak apa-apa?” tanya Baekhyun khawatir.
“Ne, gwe… gwenchana” jawab Taeyeon masih berusaha untuk menormalkan pernafasannya.
Sementara itu, Seohyun masih saja menatap sosok di hadapannya. Sosok tersebut sama persis dengan sosok yang hadir dalam mimpinya 2 hari sebelum dirinya berangkat berlibur. Kedua mata sosok tersebut sangat dipenuhi dengan rasa dendam.
“Biarkan kami pergi dari sini!” ointa Seohyun.
Saat sosok tersebut akan meraih Seohyun, yeoja itu dengan cepat bergerak menjauh dan menghampiri yang lain.
“Cepat kita pergi dari sini” ujar Seohyun.
Kedelapan orang tersebut segera keluar dari kemar. Baru beberapa langkah keluar dari kamar, sosok tersebut telah menghadang mereka
“AAAAHHHHH!!!!!!”
Mereka segera menjauhi sosok tersebut. Tetapi Seohyun tidak. Yeoja itu justru tetap diam di tempatnya. Luhan yang melihat Seohyun tetap diam, menghentikan langkahnya. Tiba-tiba saja sosok tersebut menghilang. Membuat Seohyun tersentak kaget. Dirinya harus menyusul teman-temannya.
“Oppa, kita harus menyusul yang lain”
“Tapi mereka semua berpencar. Taeyeon, Baekhyun, dan Tao menuju belakang. Sedangkan Chen, Yuri, dan Sunny naik ke lantai atas” jelas Luhan.
“Kita susul Baekhyun oppa, Tao oppa, dan Taeyeon terlebih dahulu. Lalu kita ke atas. Kajja” ujar Seohyun.
SeoHan pun bergegas menuju ruang belakang. Saat sampai disana, keduanya melihat ketiga sahabatnya berusaha membuka pintu belakang.
“Oppa! Unnie!” panggil Seohyun kemudian menghampiri ketiganya, bersama Luhan.
“Kita jangan keluar dulu. Kita harus mencari Chen, Yuri, dan Sunny” ujar Luhan.
“Tapi-“
“Unnie, kita harus mencari mereka. Aku janji kita akan baik-baik saja dan keluar dari sini dengan selamat” ujar Seohyun.
“Sekarang kita segera naik ke lantai atas. Mereka berada disana” ujar Luhan.
“Kalian jalan duluan. Luhan oppa, kau di depan. Aku di belakang, mengawasi sekeliling tempat ini”
Luhan pun berjalan terlebih dahulu. Diikuti oleh Taeyeon, Baekhyun, dan Tao. Sementara Seohyun berada di belakang. Saat melewati sebuah ruangan yang berada di ruang belakang, Seohyun berhenti sejenak. Yeoja itu merasa seperti ada sesuatu di dalam ruangan. Tetapi diurungkannya niatnya untuk membuka pintu tersebut saat melihat 4 orang yang berada di depannya mulai menjauh. Seohyun pun segera menyusul mereka.
Sementara itu di lantai atas, Sunny, Yuri, dan Chen mencari tempat untuk bersembunyi. Tiba-tiba saja lampu mati dan membuat mereka ketakutan. Chen yang tidak tahu di depannya ada sebuah meja, menabrak meja tersebut dan menjatuhkan sebuah vas bunga.
“Aaaahhh!!” rintih Chen.
Lampu kembali menyala. Sunny yang melihat Chen terduduk dilantai dengan tangan kiri yang berdarah, segera menghampiri namja tersebut.
“Chen!”
“Aaaahhh!” Chen merintih kesakitan.
“Kau ini! Hati-hati kalau berjalan” ujar Sunny.
“Ya! Aku tidak tahu kalau ada meja di hadapanku. Lagipula lampunya mati”
“Chen! Sunny!”
Keduanya pun menoleh ke arah suara yang memanggil mereka. Ternyata Luhan, Baekhyun, Taeyeon, Tao, dan Seohyun.
“Kau kenapa?” tanya Tao pada Chen.
“Aku tadi menabrak meja ini. Vas bunganya terjatuh dan aku terjatuh diatas pecahan-pecahan vas tersebut” jelas Chen.
“Dimana Yuri unnie?” tanya Seohyun yang menyadari Yuri tidak ada disana.
“Tadi… tadi dia.. ada di sebelahku. Sebelum mati lampu, dia masih ada disini” jawab Sunny.
“Cepat kita cari Yuri dan keluar dari sini” ujar Baekhyun.
“Chagi, kau bawa sapu tangan?” tanya Luhan pada Seohyun.
“Bawa oppa” ujar Seohyun kemudian mengeluarkan sapu tangannya dan menyerahkan pada Luhan.
Luhan menerima sapau tangan tersebut dan mendekati Chen. Namja itu pun berlutut di samping Chen dan mengikat luka yang ada di tangan Chen. Setelah selesai, Luhan membantu Chen berdiri.
“Cepat kita cari Yuri” ujar Luhan.
“Tao oppa, Luhan oppa, dan Sunny unnie mencari di sini. Aku, Baekhyun oppa, Chen oppa, dan Taeyeon unnie mencari di bawah. Nanti kita berkumpul di ruang tengah” perinyah Seohyun.
Mereka pun segera mencari Yuri. Sesuai perintah Seohyun. Tetapi setelah lima menit mencari, Yuri belum juga di temukan. Mereka pun berkumpul di ruang tengah.
“Diatas tidak ada” ujar Tao.
“Disini juga” ujar Taeyeon.
“Lalu Yuri ada dimana? Kemana sosok itu membawa Yuri?” tanya Sunny.
Tiba-tiba saja lampu kembali mati. Membuat mereka terkejut dan ketakutan.
“Ku mohon. Kalian jangan pergi kemana-mana. Tetap disini” ujar Seohyun menangkan mereka.
Mereka mengikuti ucapan Seohyun. Tidak lama kemudian lampu kembali menyala. Dan sosok menyeramkan tersebut kembali muncul di hadapan mereka.
“Jangan pergi” pinta Seohyun.
“Kalian tolong tetap di belakangku” lanjut Seohyun.
Seohyun pun maju dua langkah. Mendekati sosok tersebut. Tidak lama kemudian Seohyun kembali berjalan mundur sambil melepaskan kalung yang dipakainya. Kalung yang selalu melindunginya dari hal-hal jahat.
“Oppa, bawa kalung ini dan bawa mereka menuju pintu depan. Mudah-mudahan kalung ini bisa melindungi kalian” ujar Seohyun sambil menyerahkan kalung miliknya pada Luhan.
“Tapi, bagaimana denganmu?” tanya Luhan khawatir.
“Aku akan baik-baik saja. Aku tahu dimana Yuri unnie dan aku akan mencarinya” jawab Seohyun.
“Tap-”
“Oppa, ku mohon. Bawa mereka keluar dari sini. Aku akan mencari Yuri unnie dan menyuruhnya untuk menyusul kalian” ujar Seohyun.
“Baiklah kalau itu mau mu”
“Seohyun-ah, kau hati-hati ne” pesan Taeyeon.
“Ne, cepat kalian pergi”
Ketujuh orang itu segera pergi meninggalkan Seohyun menuju pintu. Dengan perlahan mereka melewati sosok hantu tersebut. Begitu telah terlewati, mereka mempercepat langkah kaki mereka. Sedangkan Seohyun menuju ruang belakang. Menuju sebuah ruangan yang tadi sempat menarik perhatiannya.
Saat sampai di depan ruangan tersebut, Seohyun segera membuka pintunya. Tempat itu ternyata sebuah gudang. Bau yang sangat tidak langsung menyambut indra penciumannya. Seohyun berjalan masuk dan menemukan Yuri berada di dekat sebuah lemari tua.
“Yuri unnie” panggil seohyun.
Yuri yang tubuhnya lemas, menoleh ke arah Seohyun dengan perlahan.
“Seo… seohyun”
“Unnie, kau tidak apa-apa?”
“Aku.. aku baik-baik saja. Seohyunnie, sepertinya ada sesuatu dengang… tempat ini. Maksudku… dengan gudang… ini” ujar Yuri.
“Ne, unnie. Aku juga merasa seperti ada yang aneh dengan gudang ini. Tapi kita harus keluar dari sini. Yang lain berada di depan. Unnie kesana saja, aku akan menyusul”
“Tapi-“
“Unnie~”
“Ani, aku akan bersamamu”
“Baikalah kalau begitu. Tapi unnie tunggu di luar saja” ujar Seohyun
Yuri pun dengan terpaksa berjalan keluar gudang. Meninggalkan seohyun yang masih di belakang. Saat Yuri telah berada diluar, pintu gudang tersebut tertutup dengan keras. Membuat Seohyun dan Yuri terkejut. Seohyun segera menghampiri pintu tersebut dan mencoba membukanya. Tapi tidak bisa.
“Seohyun! Kau tidak apa-apa? Kau baik-baik saja?” tanya Yuri panik dari luar gudang.
“Gwenchana, unnie. Sebaiknya unnie segera menyusul Luhan oppa dan yang lain” ujar Seohyun.
“Tapi bagaimana denganmu?”
“Aku akan baik-baik saja. Percayalah padaku”
Suasana hening sejenak.
“Baiklah kalau begitu. Kau hati-hati. Aku akan mencari bantuan untukmu”
“Hati-hati unnie”
Sepeninggal Yuri, Seohyun melihat-lihat sekeliling gudang. Yeoja itu mendekati lemari tua dimana dia menemukan Yuri. Saat Seohyun berbalik, sosok hantu yeoja tersebut telah berada di depannya dan mencekik lehernya. Seohyun berusaha keras untuk melepaskan diri.
“Le… lepas… kan”
Hantu tersebut tetap mencekik lehernya.
“Kau… kau boleh menahanku… di… disini. Tap… tapi… lepaskan.. sahabat.. sahabat… ku” ujar Seohyun terbata, mulai kehilangan oksigen.
Sementara itu, Yuri bergegas menuju pintu depan. Terlihat sahabat-sahabatnya berada disana. Berusaha membuka pintu.
“Luhan!” panggil Yuri membuat Luhan dan yang lain menoleh kearahnya.
“Yuri!” ujar Sunny dan Taeyeon kemudian memeluk Yuri.
“Luhan, cepat tolong Seohyun. Dia… dia terkunci di gudang” ujar Yuri.
“MWO?”
Tiba-tiba saja pintu penginapan tersebut terbuka sendiri. Membuat mereka terkejut.
“Pintunya… pintunya terbuka sendiri” ujar Tao.
“Kalian cepat keluar dari sini. Aku akan menolong Seohyun” ujar Luhan.
“Tidak. Kami tidak akan membiarkanmu sendirian disini” ujar Taeyeon.
“Begini saja. Aku akan menemani Luhan dan yang lain tolong cari bantuan” ujar Baekhyun.
“Baiklah, kami keluar dulu” ujar Chen.
Begitu mereka pergi, Luhan dan Baekhyun segera masuk ke dalam. Menolong Seohyun yang terkunci di dalam gudang.
Sementara itu Seohyun masih berusaha melepaskan diri. Tetapi semakin lama tubuhnya semakin lemas. Dengan sisa tenaganya, Seohyun berusaha menatap mata sosok yang mencekiknya tersebut. Jika Seohyun menatap matanya, dia akan tahu apa yang sebenarnya terjadi. Apa yang membuat sosok ini selalu membunuh orang-orang yang menginap disini.
Seohyun berhasil mendapatkan apa yang diinginkannya. Ternyata sosok tersebut mati karena dibunuh dan jasadnya di kubur di balik dinding. Dinding yang berada di balik lemari tua yang ada dibelakangnya. Seohyun kembali berusaha melepaskan diri. Tiba-tiba saja pintu terbuka dan muncullah Luhan bersama Baekhyun.
“SEOHYUN!” panggil keduanya.
Mereka segera menghampiri Seohyun. Tetapi yeoja itu mengisyaratkan mereka untuk tidak mendekat. Dan mereka menurut. Seohyun masih berusaha melepaskan diri. Tiba-tiba saja, cekikan sosok tersebut pada leher Seohyun mengendur. Seohyun yang menyadarinya sedikit heran. Kemudian menatap sosok tersebut. Ternyata sosok tersebut menatap gelang yang ada di pergelangan tangan kanannya. Seohyun mendekatkan gelang tersebut. Sosok tersebut menjauh dan menghilang. Tubuh Seohyun melemas dan dia segera menghirup udara sebanyak-banyaknya.
“Seohyun!” panggil BaekHan dan bergegas menghampirinya.
“Hhhh… hhhh. Oppa”
“Seohyun-ah, kau tidak apa-apa?” tanya Luhan khawatir.
“Hhhh.. gwe… gwenchana.. hhhh… hhhh….”
“Kenapa hantu itu melepaskanmu?” tanya Baekhyun.
“Molla. Tapi hantu itu melepaskanku saat dia melihat gelang pemberian umma. Dan saat aku mendekatkan gelang ini, hantu itu menjauh dan hilang” jawab Seohyun.
“Kalau begitu kita cepat keluar dari sini” ujar Luhan.
“Ani, oppa. Kita harus mencari jasad hantu tersebut. Jasadnya terkubur di dinding yang berada dibalik lemari ini” ujar Seohyun.
“Darimana kau tahu?” tanya Baekhyun.
“Aku melihat masa lalunya melalui matanya. Dia ternyata korban pembunuhan dan jasadnya dikubur disini” jawab Seohyun.
Luhan, Baekhyun, dan Seohyun pun berusaha menyingkirkan lemari tua tersebut. Saat mereka berusaha memindahkan lemari tersebut, kelima temannya muncul bersama beberapa penduduk sekitar dan juga kedua orang tua Seohyun dan harabeojinya. Kedua orang tua dan harabeoji Seohyun merasakan halnya tidak enak. Mereka selalu memikirkan Seohyun. Akhirnya mereka memutuskan untuk menyusul Seohyun.
“Seohyun! Luhan! Baekhyun!” panggil Yuri membuat ketiganya menoleh.
“Seohyun” panggil umma Seohyun.
“Umma”
Seohyun segera berlari ke arah umma dan memeluknya. Appa dan harabeojinya mengusap kepala Seohyun dengan sayang. Lega bahwa dia tidak apa-apa.
“Umma, appa, harabeoji, sebaiknya kita bongkar dinding itu. Ada jasad yang terkubur disana. Jasad dari arwah yang berada di penginapan ini”
Appa Seohyun pun segera menyuruh beberapa orang untuk membongkar dinding itu. Dan benar saja. Dibalik dinding tersebut terdapat tengkorak manusia. Mereka segera emngambil tengkorak itu dan menaruhnya ke dalam sebuah peti. Mereka akan menguburkan jasad tersebut dengan layak. Sebelum peti di tutup, harabeoji mengambil sesuatu. Ternyat sebuah gelang. Dan gelang tersebut sangat mirip dengan gelang yang dipakai oleh Seohyun. Mereka pun segera keluar dari sana dan menuju dimana Seohyun dan yang lain menginap.
“Kau tidak apa-apa?” tanya harabeoji.
“Ne, harabeoji. Aku tidak apa-apa” jawab Seohyun.
“Seohyun-ah, sebenarnya ini adalah penginapan milik keluarga kita” ujar appa membuat Seohyun terkejut.
“Selama bertahun-tahun kami mencari tahu penyebab kenapa tempat ini berhantu. Dan ternyata penyebabnya adalah adanya jasad di gudang ini. Mungkin karena jasadnya tidak dikuburkan dengan layak, arwahnya selalu bergentayangan” ujar umma.
“Harabeoji, sebenarnya siapa sosok yeoja yang berada disini? Dan kenapa di tengkorak itu ada gelang yang sama dengan yang aku gunakan?” tanya Seohyun.
“Yeoja itu adalah… cinta pertama harabeoji. Tapi appa yaitu kakek buyutmu tidak setuju dengan hubungan kami. Akhirnya beliau menyuruh harabeoji untuk melanjutkan sekolah ke luar negeri. Sebelum ke luar negeri, harabeoji memberikan gelang ini. Harabeoji sengaja membeli gelang yang sama. Tapi saat harabeoji kembali, ternyata dia sudah tidak ada. Orang-orang disini tidak ada yang tahu kemana perginya. Sampai akhirnya saat appa harabeoji meninggal, harabeoji baru tahu bahwa beliau telah membunuh kekasih harabeoji. Harabeoji pernah melihat sosoknya berada di penginapan itu. Tetapi harabeoji tidak pernah tahu dimana jasadnya. Dan harabeoji berterima kasih padamu dan teman-temanmu karena telah menemukannya” ujar harabeoji kemudian memeluk Seohyun.
“Ne, harabeoji. Mudah-mudahan cinta pertama harabeoji bisa tenang disana” ujar Seohyun membalas pelukan harabeoji.
“Seohyun-ah, sepertinya ada yang cemburu melihatmu berpelukan dengan harabeoji” ujar Chen.
“Mwo? Siapa yang cemburu aku tidak cemburu” ujar Luhan dan detik berikutnya dia tersadar atas kebodohannya.
“Lu, aku tidak bilang bahwa yang cemburu itu kau” ujar Chen.
“Kalau berkata seperti itu, berarti kau memang cemburu” tambah Baekhyun.
“Awas kalian berdua!!: ujar Luhan.
Namja itu kenudian menghampiri keduanya dan melayangkan pukulan keras pada mereka. Membuat yang lain hanya bisa tertawa.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
-END-

Akhirnya selesai juga!!!!! FF HOROR YANG GAGAL!!!! Tapi yang penting udah usahalah buat bikin nih FF. Maaf kalo kurang horor. Maaf kalo kepanjangan *lebih dari 6000 kata*. Oneshoot paling panjang kayaknya. Tapi mau jelek, biasa-biasa aja, atu bagus, jangan lupa RCL ya. Gomawo ^_^ *Jangan pernah request buat bikin FF horor*

Advertisements

9 thoughts on “[ABEVENT-HOROR] MISTERI RUMAH YEONGDEOK

  1. Bagus kok unnie,yang bikin rada gak seram itu alurnya kecepetan doangg overall,bagus kokk aku request Ff HunHan angst,sad dong unn,yang nyesek se nyesek nyeseknya:3 :3

  2. ff nya bagus dan sangat menyeramkan .. gua ajah bacanya ampe ketakutan/LEBAY/
    menurutku ff ini adalah ff terseram yang saya pernah baca !!!
    good story thor !!!
    keep writing!

  3. Ihh serem..akhirnya jasad hantu itu di temukan dan segera d kubur dgn layak,jdi gak gangguin org lagi deh 🙂
    wkwk Lee sooman yg super kaya jdi petugas penginapan 😀
    ada typo sedikit,mngkn mksd ny pohon kelapa.malah jdi pohon kepala.tpi gak msalah,typo udh biasa bgi para author #sotoyKumat
    keep writing!! 🙂

  4. duh… dah serem thor feelnya jga dpt..aku bcanya tegang .. aku kira nnti penggambaran suasananya akn lbih terperinci lgy.. tp ternyata gk . terlalu.. huft. unrung deh..
    tp tetep daebak.. 🙂 n nggak kpnjangnn kok… thor 🙂

Silahkan berkomentar~ ^^ #AceBabySeoHanjjang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s