MY ENEMY, MY FIANCE (PART 6)

Title : My Enemy, My Fiance (Part 6)
Author : Eka Oktavia (Kim Tae Rin)
Main Cast :
– Seohyun ‘SNSD’ as Oh Seohyun
– Luhan ‘EXO’ as Xi Luhan
Other Cast :
– SNSD’s member
– EXO’s member
– F(x)’s member (Krystal, Sulli, Luna)
– A Pink’s member
Genre : Romance, friendship, family
Pairing : SeoHan
Lenght : chapter
Author’s note : Gak tau deh ntar cerita ini jadinya bagus atau enggak. Tapi tetep dibaca aja ya kalo ceritanya agak-agak gaje. Disini Kris tetep aku masukin jadi anggota EXO. Oh iya, soal marganya Luhan disini aku buat Xi. Emang sih marganya dia bukan Xi tapi Lu. Ini juga buat demi kepentingan cerita. Bukannya mau bermaksud mengganti marga orang lain dengan seenaknya. OK?? Dan maaf ya buat yang suka Chorong, dia disini aku buat jahat. Maaf juga kalau banyak typo ^_^ Happy reading~

DON’T FORGET for RCL
AND
DON’T BE PLAGIAT

Prev.
PLAAKK!!
Sebuah tamparan keras mendarat di pipi kiri Chorong. Membuat yang lain -termasuk para murid yang menyaksikannya- terkejut. Tidak terkecuali Chorong. Yeoja itu sangat terkejut mendapat tamparan keras yang mendarat di pipinya.
“Sehun oppa!” ujar Seohyun.
“Kalau sekali lagi kau berani macam-macam pada dongsaengku, kau akan merasakan akibatnya. Aku tidak peduli bahwa kau adalah seorang yeoja. Jangan pernah sentuh Seohyun!” ancam Sehun.
“Oppa, kau tidak melakukan itu. Kau tidak perlu menampar Chorong sunbae” ujar Seohyun.
“Kau lihat, yeoja yang kau sakiti ini masih mau membelamu. Kau menyakiti orang yang salah” ujar Tao.
“Unnie, oppa, sudahlah. Kita pergi dari sini. Kita pulang”
Tetapi mereka tetap saja tidak bergerak.
“Unnie… oppa…”
“Baiklah, kita pulang” ujar Taeyeon dan Chen.
“Ingat! Jangan pernah sentuh Seohyun!” ancam Sehun sekali lagi.
“Oppa!”
Sehun pun segera berbalik dan melangkah pergi. Yang lain pun mengikuti Sehun. Tetapi Seohyun tidak langsung pergi.
“Cho.. chorong sunbae, maafkan Sehun oppa dan yang lainnya” ujar Seohyun kemudian segera berbalik menyusul yang lain.
Chorong hanya menatap tajam Seohyun sampai yeoja itu -bersama Yoona- masuk ke dalam mobil Luhan. Chorong terus menatap mobil itu sampai mobil itu hilang dari pandangannya.
“Chorong-ah” panggil kelima sahabatnya.
“Kau tidak apa-apa?” tanya Eunji.
“Ani. Lihat saja, aku tidak akan diam. Mungkin untuk saat ini aku akan memilih untuk berhenti menyakiti yeoja sialan itu. Tapi, itu tidak akan lama. Aku akan tetap memberinya pelajaran. Tapi tidak sekarang. Aku berjanji akan membuatmu menderita” ujar Chorong penuh amarah.

-My Enemy, My fiance-

“Yeoja itu benar-benar menyebalkan! Berani-beraninya dia menyakitimu. Aku tidak puas jika hanya memarahinya seperti tadi. Seharusnya aku juga melakukan apa yang dilakukan Sehun tadi. Setelah itu aku juga akan menguncinya di gudang” ujar Yoona emosi.
“Kau juga, Luhan-ah! Kenapa kau tadi hanya diam saja? Hah? Kenapa kau tidak memarahi yeoja itu? Ka-“
“Ya! Kenapa kau jadi memarahiku? Lebih baik kau diam atau aku akan menurunkanmu sekarang juga. Seharusnya aku melarangmu untuk ikut mobilku” ujar Luhan memotong ucapan Yoona.
“Ya! Kau! Beraninya kau berkata seperti pada saudara kembarmu yang cantik ini? Kalau kau menurunkanku di tengah jalan dan tiba-tiba saja ada ahjussi-ahjussi yang menggodaku bagaimana?”
“Aku tidak peduli jika kau digoda oleh ahjussi. Kau memang pemikat hati para ahjussi. Ja-“
PLETAK!!!
“Ya! Yoong, appo!” omel Luhan sambil memegang kepalanya yang baru saja dipukul oleh Yoona.
“Itu akibatnya jika kau mengejekku. Enak saja kau bilang aku adalah pemikat hati para ahjussi”
Seohyun yang melihat pertengkaran kedua saudara kembar itu hanya bisa menggelengkan kepala. Tingkah mereka benar-benar seperti anak kecil. Yoona dan Luhan masih saja berdebat. Sampai tiba-tiba ponsel Yoona berbunyi. Menandakan ada telepon masuk. Yeoja itu segera mengangkatnya.
“Yeoboseyo”
“…..”
“Eoh? Sehun-ah, wae?”
“…..”
“Eoh, ne”
“….”
“Aku akan memberi tahu mereka”
“…..”
“Ne, annyeong”
Yoona pun mengakhiri percakapannya di telepon dan memasukkan ponselnya ke dalam tas sekolahnya.
“Wae, unnie?” tanya Seohyun.
“Sehun bilang jika dia dan yang lain akan ke rumah kalian” jawab Yoona.
“Wae?” tanya Luhan.
“Molla. Aku juga ingin ke rumah kalian. Jadi kita langsung kesana dan tidak perlu mengantarku pulang”
Luhan pun mengendarai mobilnya menuju arah tempat tinggalnya dan Seohyun. Mobil Sehun dan yang lain mengikuti mobilnya dari belakang.

-My Enemy, My Fiance-

Mobil Luhan memasuki halaman rumah dan terpakir dengan manis. Diikuti oleh mobil yang lainnya. Mereka pun keluar dari mobil. Seohyun -dengan bantuan Yoona- berjalan terlebih dahulu untuk membuka pintu. Begitu pintu terbuka, mereka segera masuk ke dalam. Yoona membawa Seohyun menuju ruang tengah dan mendudukkannya di salah satu sofa yang ada disana.
“Gomawo, unnie” ujar Seohyun.
“Ne, Hyunnie”
“Unnie, oppa, kalian ingin minum apa? Biar aku buatkan minum” ujar Seohyun.
“Tidah perlu, Seohyun-ah. Kau istirahat saja” ujar Taeyeon.
“Taeyeon unnie benar. Kau istirahat saja. Kalau kami haus, kami akan mengambil minum sendiri” tambah Luna.
“Hmm.. Luhan-ah, sebaiknya kau antarkan tunanganmu ke kamar untuk istirahat” ujar Baekhyun jahil dan menekankan kata ‘tunanganmu’ saat dia mengucapkannya.
“Ah, benar. Pasti tunanganmu ini butuh waktu untuk istirahat. Antarkan dia ke kamar” tambah Chen.
Luhan memberikan death glare-nya pada kedua sahabatnya itu. Tetapi kedua orang itu pura-pura tidak melihatnya. Sementara yang lain, minus Seohyun, berusaha menahan tawa mereka saat melihat Baekhyun dan Chen menggoda Luhan.
“Ya! Luhan-ah, cepat antar Seobaby ke kamar” perintah Tiffany.
“Hah, arraseo” ujar Luhan sedikit kesal.
Luhan pun berjalan mendekati Seohyun. Begitu sampai dihadapan Seohyun, namja itu mengulurkan tangannya. Sejenak Seohyun memperhatikan tangan yang terulur itu. Perlahan yeoja itu menerima uluran tangan itu dan berdiri dari tempat duduknya. Luhan pun membantu Seohyun berjalan yang masih terlihat sedikit lemas. Kedua tangannya masing-masing memegang bahu Seohyun membuat yeoja itu sedikit merasa tidak nyaman.
“Begitu Seohyun sudah sampai di kamar, oppa jangan lupa untuk keluar dan turun ke bawah. Biarkan dia istirahat. Jika ingin ‘melakukan sesuatu’, kapan-kapan saja” ujar Krystal sambil tersenyum jahil, tetapi SeoHan tidak bisa melihat senyuman itu.
SNSD, EXO, Sulli, dan Luna hanya tersenyum mendengar apa yang baru saja di katakan Krystal. Mereka berusaha menahan tawa mereka. Seohyun yang tidak mengerti maksud perkataan Krystal terlihat sedikit bingung. Sedangkan Luhan yang sangat tahu apa maksud Krystal, berusaha menahan diri. Dia sangat tahu apa maksud dari kata-kata ‘melakukan sesuatu’.
‘Aish, mereka benar-benar menyebalkan. Awas saja! Begitu aku selesai mengantar Seohyun ke kamar dan turun ke bawah, akan kuhabisi mereka! Memangnya apa yang akan aku lakukan pada yeoja kodok ini? Aku tidak akan melakukan apa-apa padanya’ gerutu Luhan dalam hati.
Luhan pun membawa Seohyun menaiki tangga, berjalan menuju kamar yeoja itu. Begitu SeoHan menghilang, SNSD, EXO, Sulli, Luna, dan Krystal pun langsung tertawa dan saling ber-high five satu sama lain. Mereka sangat senang bisa menggoda Luhan.
Luhan berjalan memapah Seohyun menuju kamarnya. Sebenarnya Seohyun merasa tidak nyaman dengan apa yang dilakukan Luhan sekarang. Membantunya berjalan dan kedua tangannya memegang bahu Seohyun. Membuat mereka menempel satu sama lain. Menghilangkan jarak diantara keduanya. Seohyun tidak pernah sedekat ini dengan seorang namja, kecuali dengan Sehun, appa, dan seseorang dari masa lalunya.
Seohyun dan Luhan sampai di depan kamar Seohyun. Namja itu pun membuka pintu kamar dan membawa Seohyun masuk ke dalam. Kemudian mendudukkannya di tempat tidur.
“Gomawo” ujar Seohyun.
“Hhmmm.. Sebaiknya kau ganti baju dan istirahat. Biar aku yang menemani mereka. Setelah aku berganti baju, aku turun ke bawah menemani mereka” ujar Luhan.
“Aniyo, aku juga akan menemani mereka”
“No! Kau istirahat saja!”
“Aish, aku baik-baik saja! Aku akan turun sendiri. Kalau kau mau turun terlebih dahulu, turun saja! Aku bisa sendiri!”
“Aish, baiklah! Kau boleh ikut menemani mereka. Tapi kau turun bersamaku!”
“Mwo?”
“Ne, kau turun bersamaku! Aku tidak mau mendapat omelan dari yeoja-yeoja galak karena aku membiarkanmu turun ke bawah sendirian”
“Ya! Kau memanggil mereka yeoja galak? Aku akan bilang pada mereka karena kau memanggil mereka yeoja galak. Aku tidak peduli jika mereka memarahimu”
“Mwo? No! No! No! Jangan katakan itu pada mereka. Kau tahu kan jika mereka marah itu seperti singa yang lapar. Jangan katakan itu pada yeo- maksudku pada SNSD” mohon Luhan.
“Tapi dengan satu syarat”
“Apa syaratnya?”
“Kau harus membelikanku boneka keroro yang besar dan satu bungkus goguma” ujar Seohyun sambil tersenyum penuh kemenangan.
“Mwo? YA! Kau ini!”
“Kalau kau tidak mau juga tidak apa-apa. Aku akan bilang pada SNSD unnie”
“Aish, baiklah! Aku turuti apa yang kau mau. Besok aku akan membelikanmu boneka keroro yang besar dan satu bungkus goguma. Tapi jangan katakan pada SNSD”
“Kau harus membelinya sekarang! Tidak besok! Kalau besok aku tidak yakin apakah aku bisa menjaga mulutku ini atau tidak”
“Argh, kau ini!” Luhan mengerang frustasi.
“Bagaimana? Kau mau membelikannya besok atau sekarang?”
“Baiklah! Aku akan membeli keduanya hari ini juga” ujar Luhan putus asa.
“Yeay! Gomawo namja jelek” ujar Seohyun sambil tersenyum penuh kemenangan.
“Sekarang cepat kau ganti baju. Aku juga ganti baju setelah itu aku tunggu di depan kamarmu. Kita turun sama-sama” ujar Luhan kemudian berjalan keluar kamar dan menutup pintu.
Begitu pintu tertutup, Seohyun segera mengunci pintunya. Yeoja itu merasa senang karena berhasil memalak (?) Luhan agar membelikannya boneka keroro dan goguma. Dia pun segera berganti baju dan begitu selesai segera keluar dari kamar. Begitu pintu terbuka, terlihat Luhan sudah menunggunya dengan bersandar di dinding, pembatas antara kamarnya dan kamar Luhan.
“Yeoja kodok, jangan katakan pada SNSD tentang hal tadi!” ancam Luhan.
“Kau tenang saja. Jika kau membelikanku boneka keroro yang besar dan goguma, aku tidak akan mengatakannya pada mereka. Ingat! Kau harus membelinya sekarang! Jika tidak, kau tahu kan apa yang akan terjadi?”
“Ne, aku tahu! Aku akan membelinya sekarang! Sekarang, cepat turun”
Seohyun dan Luhan pun menuruni tangga bersama. SNSD, EXO, Krystal, Sulli, dan Luna menengok ke arah tangga. Melihat kedua orang itu menuruni tangga.
“Sebenarnya mereka itu serasi. Coba saja kalau mereka saling cinta dan menerima perjodohan ini, mereka pasti menjadi pasangan yang paling serasi di dunia” ujar Tiffany pada yang lain, tentu saja tidak dapat di dengar oleh Seohyun dan Luhan.
“Kau benar. Tapi sayang, itu bukan kenyataan. Mereka seperti anjing dan kucing jika bertemu. Kalian tahu sendiri kan bagaimana jika mereka bertemu? Selalu saja ada keributan. Meskipun itu hanya karena masalah kecil” ujar Yuri.
“Mudah-mudahan saja suatu hari nanti semuanya akan berubah” ujar Lay diikuti anggukan kepala yang lain.
Mereka pun mengakhiri pembicaraan mereka. Karena Seohyun dan Luhan sudah semakin dengan mereka. Seohyun segera duduk di samping Taeyeon begitu sampai di ruang tengah.
“Hyunnie, kenapa kau ikut turun ke bawah? Sebaiknya kau istirahat di kamar saja” ujar Taeyeon sambil mengusap kepala Seohyun dengan sayang.
“Ani, unnie. Aku baik-baik saja. Lagipula aku merasa tidak enak jika harus meninggalkan kalian. Aku kan tuan rumah, tapi justru meninggalkan tamunya sendirian”
“Gwenchana. Lagipula kan ada Luhan. Jadi kau tidak perlu merasa tidak enak pada kami” ujar Hyoyeon.
“Tidak apa-apa unnie. Lagipula namja jelek ini juga akan pergi sebentar. Jadi aku harus menemani kalian” ujar Seohyun sambil menunjuk Luhan dan mendapat tatapan tajam dari Luhan, tapi yeoja itu tidak peduli.
“Pergi? Eodiga?” tanya Kai.
“Yeoja kodok ini memintaku untuk membelikan boneka kodok hijau dan goguma” jawab Luhan dengan kesal.
“Kalau kau tidak mau juga tidak apa-apa. Tapi aku ak-“
“No! No! No! Aku akan membelinya sekarang” ujar Luhan memotong perkataan Seohyun.
“Baiklah, sekarang cepat kau pergi. Ingat, boneka keroro yang besar dan goguma!” ujar Seohyun.
“Baiklah, aku pergi dulu”
Sebelum berjalan menuju pintu depan, Luhan berjalan menghampiri Seohyun. Begitu samapi di samping Seohyun, namja itu sedikit membungkukkan badan dan berbisik tepat di telinga Seohyun.
“Ingat! Jangan katakan hal yang tadi pada mereka. Kalau kau mengatakan pada mereka, aku tidak akan membelikan apa yang kau minta” bisik Luhan.
Seohyun hanya tersenyum dan menganggukan kepala. Tentu saja yeoja itu tidak akan mengatakan pada mereka. Sebenarnya dia tadi tidak berniat untuk mengancam Luhan. Tapi karena dia ingin sekali boneka keroro dan goguma, jadi dia pura-pura mengancam Luhan. Seohyun tahu bahwa Luhan takut dengan SNSD. Tidak hanya Luhan yang takut, tapi semua anggota EXO. Bahkan mungkin semua murid namja di sekolahnya. Meskipun SNSD adalah yeoja, tapi jika mereka marah bisa lebih menakutkan dari para namja.
Begitu selesai berbisik pada Seohyun, Luhan segera berjalan menuju pintu depan dan memasuki mobilnya. Beberapa saat kemudian, terdengar suara deru mobil pergi menjauh.
“Seohyun-ah, apa yang kau lakukan pada Luhan sampai-sampai dia mau memenuhi permintaanmu? Dia jarang sekali mau menuruti permintaan orang lain, terutama pada seorang yeoja” ujar Sehun.
“Aku tidak melakukan apa-apa padanya” ujar Seohyun berbohong.
“Aish, kau pasti berbohong. Kau tidak bisa berbohong pada kami. Apa yang kau lakukan pada Luhan sampa-sampai dia mau menurutimu?” desak Sooyoung.
“Cepat katakan pada kami” ujar Krystal ikut mendesak Seohyun.
“Mianhae, tapi aku tidak bisa mengatakannya pada kalian. Kami sudah terikat perjanjian” ujar Seohyun.
“Perjanjian? Kau mengancam Luhan?” tanya Baekhyun.
“Hehehe, anggaplah seperti itu” jawab Seohyun.
“Mwo? Jadi kau mengancam Luhan? Kau mengancamnya apa?” tanya Xiumin penasaran.
“Mianhae, aku tidak bisa mengatakannya pada kalian. Yang penting namja jelek itu mau mebelikanku boneka keroro dan goguma. Jadi aku tidak perlu mengeluarkan uangku” ujar Seohyun sambil tersenyum senang.
Mereka hanya bisa menggelengkan kepala saat mendengar perkataan Seohyun. Ternyata selain terkenal pendiam dan ramah, Seohyun bisa juga berubah menjadi yeoja yang evil. Memanfaatkan situasi demi mendapat apa yang dia inginkan. Tapi mereka juga kagum pada Seohyun karena bisa membuat seorang Luhan menuruti keinginannya. Biasanya namja itu tidak mau menuruti apa yang diminta orang lain. Dia pasti akan menolaknya. Tapi Seohyun yang baru meminta untuk pertama kali langsung dituruti Luhan. Daebak!
Seohyun dan yang lain masih terus mengobrol sampai Luhan kembali lagi ke rumah. Melihat Luhan kembali, Seohyun merasa senang. Yeoja itu segera berlari menuju Luhan. Bukan untuk menyambut kedatangan namja itu, melainkan untuk mengambil boneka keroro dan goguma. Setelah mendapatkan apa yang diinginkan, yeoja itu kembali menuju tempat duduknya, di samping Taeyeon. SNSD, EXO, Luna, Sulli, dan Krystal berusaha menahan tawa mereka saat melihat sikap Seohyun. Sedangkan Luhan terlihat kesal dengan sikap Seohyun. Setelah mengambil boneka dan goguma dari tangannya, yeoja itu langsung pergi tanpa mengucapkan terima kasih. Saat jam menunjukkan pukul 9 malam, teman-teman mereka memutuskan untuk pulang. Besok mereka masih harus masuk sekolah.
Begitu mereka menghilang, Luhan segera menutup pintu dan menguncinya. Saat membalikkan badan, Luhan melihat Seohyun berjalan menuju tangga. Namja itu segera menyusulnya. Sebelum Seohyun mencapai tangga, Luhan berhasil meraih lengan Seohyun dan membalikkan badan yeoja itu agar menghadapnya.
“Wae?” tanya Seohyun bingung.
“Kau masih memegang janjimu kan? Kau tadi tidak mengatakan pada mereka kan?”
“Ani. Kau bisa lihat sendiri kan, mereka biasa saja. Tenang saja, semuanya aman padaku” ujar Seohyun kemudian berjalan pergi meninggalkan Seohyun.

-My Enemy, My Fiance-

Keesokan harinya, seperti biasa, Seohyun berangkat ke sekolah bersama Luhan. Dan saat sampai di sekolah, kedua orang itu telah ditunggu oleh SNSD dan EXO. Seohyun dan Luhan pun bergabung dengan mereka.
“Unnie, kenapa Krystal, Sulli, dan Luna tidak berada disini? Kemana mereka?” tanya Seohyun saat menyadari bahwa ketiga sahabatnya tidak berada disana.
“Mereka tadi ke kelas terlebih dahulu” jawab Yoona.
“Oh, begitu”
“Ah, ku dengar hari ini ada 2 murid baru. Dan dua-duanya adalah namja” ujar Sunny.
“Jinjja? Nugu?” tanya Sooyoung.
“Molla. Tapi yang aku tahu mereka satu angkatan dengan kita” jawab Sunny.
“Lebih baik kita masuk ke kelas, jangan membicarakan tentang murid baru itu. Nanti kita juga akan tahu siapa murid baru tersebut” ujar Taeyeon.
SNSD dan EXO pun berjalan menuju kelas mereka. Mereka melewati koridor sekolah yang cukup ramai. Seohyun berpamitan pada yang lain karena dia harus berpisah dengan mereka. Seohyun berbelok ke kiri sementara yang lainnya masih berjalan lurus menyusuri koridor di depan mereka.
Saat Seohyun berbelok, dia menabrak seorang namja. Hampir saja yeoja itu terjatuh ke belakang jika kedua tangan namja itu tidak menariknya dan membawa Seohyun ke dalam pelukan namja itu. Seohyun terkejut dengan apa yang baru saja dialaminya. Yeoja itu masih saja terdiam di dalam pelukan namja itu. SNSD dan EXO sama terkejutnya dengan Seohyun. Mereka semakin terkejut saat melihat namja itu memeluk Seohyun.
Luhan yang juga menyaksikan kejadian tidak kalah terkejut dengan yang lainnya. Namja itu seperti merasa tidak rela melihat Seohyun berada di dalam pelukan namja lain. Sedangkan Seohyun yang menyadari posisinya menjauh dari namja yang baru saja ditabraknya.
“Ah, mi… mianhae. Aku.. tidak sengaja” ujar Seohyun sedikit gugup.
“Gwenchana” ujar namja itu.
“Sekali mianhae. Jeongmal mi-. Omo! Oppa?”
“Seohyun? Oh Seohyun?”
“Minhyuk oppa?”
“Ne, ini aku Seobaby” ujar namja bernama Minhyuk kemudian mengacak-acak rambut Seohyun.
“Oppa, jangan merusak rambutku. Ternyata kau masih seperti dulu” ujar Seohyun dengan mempoutkan bibirnya dan merapikan rambutnya.
“Kau juga. Kau masih sama dengan Seobaby yang dulu. Seobaby yang imut. Bahkan kau semakin imut” ujar Minhyuk sambil mengerling nakal.
“Jangan menggodaku!” ujar Seohyun pura-pura marah.
“Kau tidak perlu berpura-pura marah seperti itu. Kau itu paling tidak bisa marah jika padaku. Lagipula apa kau tidak rindu padaku, setelah 5 tahun kita berpisah?” tanya Minhyuk kemudian merangkul bahu Seohyun.
“Ani. Aku sama sekali tidak rindu padamu”
“Jinjja? Kalau begitu aku tidak perlu kembali Seoul. Padahal aku kembali kesini karena dirimu” ujar Minhyuk pura-pura merasa sakit hati.
“Jinjja? Oppa kembali kemari karena diriku? Hanya untukku?”
“Awalnya sih begitu. Tapi kau bilang tidak merindukanku. Kalau begitu akan kembali ke Jepang saja”
“Mwo? Andwae! Oppa, aku hanya bercanda”
“Kau membuatku kecewa”
“Oppa, mianhae. Jeongmal mianhae. Aku hanya bercanda” ujar Seohyun sambil sedikit menjauh dari Minhyuk dan memperlihatkan wajah menyesalnya.
Minhyuk yang melihat ekspresi Seohyun pun tidak dapat menahan senyumnya. Hal itu membuat Seohyun menjadi bingung.
“Oppa, kenapa kau tersenyum seperti itu?” tanya Seohyun bingung.
“Kau masih sama saja. Polos. Aku hanya mengerjaimu saja yeoja pabo” jawab Minhyuk.
“Ya! Oppa, kau membuatku takut saja”
“Mianhae Seobaby” ujar Minhyuk kemudian membawa Seohyun ke dalam pelukannya.
“Bogoshippeo Seobaby” bisik Minhyuk.
“Nado” Seohyun balas berbisik dan membalas pelukan Minhyuk.
Murid-murid SHS yang melihat kejadian tersebut terkejut. Mereka terkejut karena Seohyun kenal dengan Minhyuk, yang ternyata adalah murid baru SHS. SNSD dan EXO juga sama terkejutnya dengan yang lain. Tapi tidak untuk Sehun. Karena namja itu juga telah mengetahui siapa Minhyuk. Minhyuk adalah tetangga sekaligus teman sekolah Seohyun dan Sehun saat namja itu belom pindah ke Jepang. Dulu, mereka bertiga selalu main bersama setiap hari. Tapi 5 tahun yang lalu Minhyuk harus pindah ke Jepang karena ayahnya di pindah tugaskan ke Jepang.
“Oppa, aku ingin mengenalkanmu pada teman-temanku” ujar Seohyun kemudian melepaskan pelukan mereka.
Seohyun membawa Minhyuk ke hadapan SNSD dan EXO.
“Oppa, ini teman-temanku. Sebenarnya mereka ini teman-temannya Sehun oppa, tapi mereka juga teman-temanku” ujar Seohyun.
“Ini Taeyeon unnie, Jessica unnie, Hyoyeon unnie, Sooyoung unnie, Yuri unnie, Tiffany unnie, Sunny unnie, dan Yoona unnie” ujar Seohyun memperkenalkan SNSD.
“Annyeonghaseyo, Kang Minhyuk imnida. Tapi kalian bisa memanggilku Minhyuk. Senang bertemu dengan kalian” ujar Minhyuk kemudian membungkukkan badan dan dibalas dengan SNSD.
“Dan ini teman-teman Sehun oppa. Xiumin, Luhan, Kris, Suho, Lay, Baekhyun, Chen, Chanyeol, Kyungsoo, Tao, dan Kai oppas”
“Annyeonghaseyo, senang bertemu dengan kalian. Annyeong, Oh Sehun”
“Ya! Kang Minhyuk! Kenapa kau tidak pernah memberi kabar padaku atau Seohyun? Kau tahu, Seohyun selalu saja menanyakanmu” ujar Sehun.
“Jinjja?”
“Jangan dengarkan Sehun oppa” ujar Seohyun kemudian menundukkan kepalanya, berusaha menyembunyikan semburat merah yang muncul di kedua pipi chubby-nya.
“Aku berkata jujur. Dia selalu bertanya ‘kenapa Minhyuk oppa tidak memberi kabar?’ atau ‘kenapa Minhyuk oppa tidak meneleponku?’. Dia selalu seperti itu”
“Oppa!”
“Hahaha, mianhae Seobaby jika aku tidak pernah mengabarimu” ujar Minhyuk.
“Aish, gwenchana oppa. Sudah, jangan dengarkan Sehun oppa”
“Memang kenapa? Aku kan mengatakan yang sebenarnya. Kenapa kau melarang Minhyuk?”
“Sudahlah oppa, sebaiknya oppa dan unnie segera masuk ke kelas. Aku masuk ke kelas dulu. Annyeong” ujar Seohyun.
Seohyun pun segera berbalik dan cepat-cepat pergi dari hadapan mereka. Yeoja itu memutuskan untuk cepat-cepat pergi dari sana sebelum wajahnya menjadi semakin merah. Sebenarnya apa yang dikatakan Sehun itu memang benar. Setelah Minhyuk pindah ke Jepang, yeoja itu selalu menanyakan Minhyuk. Tetapi itu hanya terjadi selama 2 tahun saja. Sehun dan Minhyuk yang melihat tingkah Seohyun hanya tertawa geli. Yeoja itu benar-benar lucu.
“Minhyuk-ah, kau di kelas berapa?” tanya Sehun saat Seohyun telah menghilang dari pandangan mereka.
“Hhmm, 11-2” jawab Minhyuk.
“Wah, kita satu kelas. Aku, Luhan, Kyungsoo, Tiffany, dan Taeyeon satu kelas denganmu”
Ah, baguslah kalau begitu. Aku tidak perlu susah-susah mencari kelas karena ada kau”
“Baiklah, kajja”
Sehun dan Minhyuk segera berjalan menuju kelas mereka. Tapi baru beberapa langkah, Sehun menghentikan langkahnya. Membuat Minhyuk juga menghentikan langkahnya. Sehun pun membalikkan badannyaa menghadap SNSD dan EXO yang masih saja berdiam diri di tempatnya.
“Kalian masih ingin berdiri disana? Tidak ingin masuk ke kelas?” tanya Sehun.
SNSD dan EXO yang mendengar pertanyaan Sehun langsung tersadar. Mereka segera menyusul Sehun dan Minhyuk.
“Mianhae, kami hanya sedikit terkejut saja. Melihatmu dan Seohyun ternyata kenal dengan Minhyuk-ssi” ujar Suho.
“Hahaha, nanti saat istirahat akan aku jelaskan pada kalian” ujar Sehun.
EXO, SNSD, dan Minhyuk pun berjalan menuju kelas mereka. Diikuti dengan tatapan murid-murid SHS. Mereka bertanya-tanya, sebenarnya ada hubungan antara Sehun, Seohyun, dan murid baru tersebut, yaitu Minhyuk. Ketiga orang itu terlihat sangat akrab dan saling mengenal satu sama lain.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
-TBC-

Annyeong acebaby, akhirnya update juga yang chapter 6. Sekarang udah tau kan siapa cast namja tambahannya? Dia adalah Minhyuk ^_^ Oh ya, masih ada satu lagi. Tadinya sih Cuma mau nambah satu, tapi berhubung ada 2 nama yang mendapat polling sama, aku tambahin 2 cast namja deh. Namja yang satu lagi mungkin akan muncul di chapter 7. Di tunggu aja deh siapa namja yang satunya. Selamat mengira-ngira, hahaha #peace
JANGAN LUPA RCL! GOMAWO, MUUAAACCHHH!!! ^_^

Advertisements

24 thoughts on “MY ENEMY, MY FIANCE (PART 6)

  1. Kyaa! Akhirnya dipost jg! Minhyuk itu temennya seobaby apa mantannya ya/? Assh. Pokoknya kepo dah. Apalagi sm cast keduanya. Lanjut secepatnya yaa.

  2. kyaa.. 2 waaah.. salah satunya psti namja chingubya seo eonie/org spesial gtu.. |ciye.. ciye..
    wih.. siapa ya… kepo nih thor ditunggu next chapnya 🙂 keep writing
    n thor please di cek lgyne^^ tulisnnya em.. soaknya td thor kyaknya ada yg slh ktik deh…
    gmawo

  3. hehe mian thor klau cmnt ku slh pngtikan
    em.. b.. thor minhyuk = minhyuk cnblue itu … hehe mian kudet nih
    #duh.readers.krangtau

Silahkan berkomentar~ ^^ #AceBabySeoHanjjang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s