MY ENEMY, MY FIANCE (PART 9)

Title : My Enemy, My Fiance (Part 9)
Author : Eka Oktavia (Kim Tae Rin)
Main Cast :
– Seohyun ‘SNSD’
– Luhan ‘EXO’
– Minhyuk ‘CN Blue’
– Chorong ‘A Pink’
– Myungsoo/L ’Infinite’
Other Cast : find it by yourself
Genre : Romance, friendship, family
Pairing : SeoHan
Lenght : chapter
Author’s note : Gak tau deh ntar cerita ini jadinya bagus atau enggak. Tapi tetep dibaca aja ya kalo ceritanya agak-agak gaje. Maaf juga kalo banyak typo. Disini Kris tetep aku masukin jadi anggota EXO. Oh iya, soal marganya Luhan disini aku buat Xi. Emang sih marganya dia bukan Xi tapi Lu. Ini juga buat demi kepentingan cerita. Bukannya mau bermaksud mengganti marga orang lain dengan seenaknya. OK?? Dan maaf ya buat yang suka Chorong, dia disini aku buat jahat ^_^. BANYAK SEDIKITNYA COMMENT DAN LIKE KALIAN, BISA MEMPENGARUHI AUTHOR LHO. Happy reading~

DON’T FORGET for RCL
AND
DON’T BE PLAGIAT

Prev.
Sementara itu di depan rumah Seohyun dan Luhan, SNSD, EXO, Minhyuk, dan Krystal telah berada disana hampir 5 menit. Tapi sepertinya tidak ada tanda-tanda kehidupan di rumah tersebut. Entah pergi kemana sang pemilik rumah tersebut.
“Aish, kenapa rumah mereka sepi sekalia? Kemana sebenarnya mereka?” gerutu Tiffany.
“Sehun-ah, coba kau hubungi mereka”ujar Suho.
“Sehun pun mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi ponsel Luhan terlebih dahulu. Tidak aktif. Namja itu pun beralih menghubungi ponsel Seohyun. Sama. Ponselnya kedua tidak bisa dihubungi.
“Tidak bisa. Ponsel mereka mati” ujar Sehun.
“Aish, kemana Luhan membawa Seohyun pergi? Awas saja jika terjadi apa-apa dengan Seohyun. Akan kupatahkan tubuhnya menjadi 5 bagian” ujar Yoona.
“Sebaiknya kita pulang saja. Besok pagi kita tanya mereka saat di sekolah” ujar Minhyuk.
SNSD, EXO, Minhyuk, dan Krystal pun berjalan memasuki mobil dan pergi meninggalkan rumah Seohyun dan Luhan. Besok pagi mereka harus mengintrogasi kedua orang tersebut. Apa Luhan dan Seohyun tidak sadar bahwa mereka mengkhawatirkan keduanya? Pergi entah kemana dan ponsel keduanya tidak bisa dihubungi!

-My Enemy, My Fiance-

Keesokan paginya, ExoShidae + Minhyuk, Luna, Sulli, dan Krystal menunggu di tempat parkir SHS. Luna dan Sulli yang kemarin tidak tau apa yang terjadi, telah diceritakan oleh Krystal mengenai kejadian sepulang sekolah kemarin.
“Kenapa mereka belum datang? Apa jangan-jangan mereka tidak masuk?” tanya Baekhyun.
“Tidak mungkin. Mereka pasti masuk. Kita tunggu saja, sebentar lagi mereka juga datang” jawab Lay.
Benar saja, tidak lama kemudian mobil Luhan memasuki halaman sekolah.
“Itu mereka” ujar Jessica.
Luhan memarkir mobilnya di tempat kosong yang berda di dekat mereka berdiri. Kemudian Luhan dan Seohyun keluar bersama. Berjalan menuju teman-temannya.
“Ya! Kemana saja kalian?” tanya Tiffany tidak sabar.
“Kenapa ponsel kalian mati?” tanya Sehun dan Yoona bersamaan.
“Kenapa rumah kalian kosong?” tanya Kai.
“Kalian pulang pukul berapa?” tanya Taeyeon.
“Ya! Jawab pertanyaan kami!” ujar Sooyoung dan Chanyeol bersamaan.
“Bagaimana kami bisa menjawab pertanyaan kalian jika kalian terus saja melontarkan pertanyaa pada kami? Kalian sama sekali tidak memberi kesempatan padaku untuk menjawab” ujar Luhan.
“Jadi, jawaban oppa apa?” tanya Krystal.
Luhan hanya diam.
“Kenapa diam saja? Cepat jawab” ujar Minhyuk.
“Kalian benar-benar ingin tahu kami pergi kemana?” tanya Luhan.
“Ne” jawab mereka.
Luhan dan Seohyun saling menatap, kemudian menatap teman-teman mereka.
“Bukan urusan kalian” ujar Seohyun dan Luhan bersamaan.
Luhan pun menarik tangan Seohyun dan membawanya masuk ke dalam gedung SHS.
“YA! KALIAN MAU KEMANA?” teriak ExoShidae + Minhyuk, Luna, Sulli, dan Krystal, membuat murid-murid SHS yang berada di sana menoleh pada mereka.
Luhan dan Seohyun terus saja berjalan masuk ke dalam. Para murid SHS memandang Seohyun dan Luhan yang berjalan berdampingan. Para yeoja memandang Seohyun iri karena bisa berjalan berdampingan dengan namja tampan seperti Luhan. Sementara para namja memandang Luhan iri karena bisa dekat, bahkan bertunangan dengan yeoja secantik dan sebaik Seohyun. Seohyun memang di kenal yeoja yang baik dan ramah di SHS. Jadi banyak para namja yang berusaha mendekatinya. Tapi mereka terpaksa harus berhenti untuk mendekati Seohyun saat tahu bahwa yeoja itu telah bertunangan dengan Luhan. Tetapi beberapa dari mereka masih mencoba untuk melirik dan mendekati Seohyun.
Saat akan menuju kelas Seohyun, Luhan dan Seohyun melihat L telah berdir bersandar di dekat pintu kelas Seohyun. Melihat itu, Luhan segera melepas genggaman tangannya pada tangan Seohyun dan berganti melingkarkan tangannya pada pinggang ramping Seohyun. Namja itu menarik Seohyun agar mendekat padanya. Keduanya pun berjalan menuju kelas Seohyun.
“Selamat pagi, yeoja cantik” sapa L pada Seohyun.
Seohyun hanya menganggukan kepalanya membalas sapaan L. Sementara Luhan menatap namja itu tajam.
“Mawar putih yang cantik untuk yeoja yang cantik” ujar L sambil menyerahkan setangkai mawar putih di hadapan Seohyun.
Belum sempat Seohyun mengambil mawar putih tersebut, Luhan sudah mengambilnya terlebih dahulu dan membuangnya ke tempat sampah. Seohyun hanya memandang Luhan tidak percaya melihat sikap namja tersebut. Sementara L hanya tersenyum melihat perlakuan Luhan padanya.
“Tidak masalah jika kau membuangnya. Aku masih memiliki satu tangkai lagi” ujar L sambil mengeluarkan setangkai mawar putih yang sedari berda di balik punggungnya.
“Untukmu” lanjut L dan menyerahkan mawar putih pada Seohyun.
Luhan yang melihatnya sudah tidak bisa menahan emosinya. Namja itu melepaskan lingkaran tangannya pada pinggang Seohyun dan mendekati L. Luhan mengulurkan tangannya dan meraih kerah baju seragam L, membuat Seohyun dan para murid SHS terkejut.
“Sudah kukatakan bahwa dia tidak membutuhkan mawar putih darimu”
ujar Luhan dingin.
“Jinjja? Tapi sepertinya dia sangat menyukai mawar putih” ujar L santai, sama sekali tidak takut dengan Luhan.
“Jangan pernah mendekati Seohyun lagi. Dia itu-“
“Tunanganmu. Aku tahu dia tunanganmu. Tapi bagaiman jika kukatakan bahwa aku…. tertarik dengan tunanganmu?” tanya Ldan menatap tajam Luhan.
“Kau!”
“Kalian hanya bertunangan, belum menikah. Aku masih bisa mendekat-“
BUGH!
Belum sempat L menyelesaikan ucapannya, Luhan sudah mendaratkan sebuah pukulan di pipi kiri namja tersebut. Seohyun dan para murid yang melihatnya terkesiap kaget. Mereka tidak menyangka bahwa Luhan bisa sampai memukul L.
”Jangan pernah mendekatinya!” ujar Luhan.
“Tapi sepertinya dia tidak merasa terganggu dengan kehadiranku” ujar L kemudian menyeka darahg di sudut bibirnya yang sedikit robek akibat pukulan Luhan.
Luhan hendak melayangkan satu pungkulan lagi pada L.
“Oppa, jangan!” cegah Seohyun dan memegang tangan kanan Luhan.
SNSD, EXO, Minhyuk, Luna, Sulli, dan Krystal yang melihat kerumunan di depan kelas Seohyun segera mengahampiri kerumunan tersebut. Mereka melihat Seohyun, Luhan, dan L berada disana.”
‘Sepertinya ada yang tidak beres’ batin mereka kemudian menghampiri ketiga orang tersebut.
“Ada apa ini?” tanya Suho.
“Cepat kau pergi dari sini” ujar Luhan pada L, tidak memperdulikan pertanyuaan Suho.
“Baiklah, aku pergi. Sampai jumpa, yeoja cantik” ujar L kemudian mengusap kepala Seohyun.
Luhan yang melihat perlakuan L hendak memukul namja itu kemabali. Tapi segera di tahan oleh Kai dan Xiumin. L pun hanya tersenyum sinis melihat sikap Luhan. Kemudian berjalan pergi.
“Namja sialan” geram Luhan.
“Tahan emosimu” ujar Kai.
“Lu, apa kau memukul namja itu?” tanya Suho.
Luhan hanya diam.
“Luhan!” panggil Suho.
“Namja itu yang memulainya. Jangan salahkan aku jika aku memukulnya!” ujar Luhan.
Luhan melepaskan cengkraman tangan Kai dan Xiumin. Namja itu pun berjalan pergi. Berjalan menuju kelasnya.
“Aku dan Lay akan menyusulnya. Kami pergi dulu” ujar Xiumin kemudian berlari menyusul Luhan bersama Lay.
“Seohyun-ah, apa yang sebenranya terjadi?” tanya Sehun.
Seohyun pun menjelaskan apa yang baru saja terjadi. Mereka sedikit terkejut saat mendengar cerita Seohyun. Terutama EXO. Mereka tau bahwa L sengaja memancing emosi Luhan. Dan dia berhasil. Luhan tidak bisa menahan emosinya. Ini sangat jarang terjadi pada Luhan. Banyak yang mencari masalah atau sengaja mebuat Luhan emosi. Tetapi namja itu sama sekali tidak pernah terpancing emosinya. Tapi saat L memancing emosinya dengan terus mencoba mendekati Seohyun, namja itu bereaksi. Emosinya terpancing.
“Sepertinya Luhan benar-benar sudah mulai menyukaimu” ujar Hyoyeon pada Seohyun.
“Aku tidak peduli. Aku masuk ke kelas dulu” ujar Seohyun kemudian berjalan memasuki kelasnya.
Bohong jika Seohyun berkata bahwa dirinya tidak peduli. Sebenarnya dia memikirkan apa yang baru saja dikatakan Hyoyeon.
“Kalau begitu kami masuk ke kelas dulu. Kalian bertiga cepat masuk” ujar Taeyeon.
Krystal, Sulli, dan Luna berjalan memasuki kelasnya. Sementara EXO *minus Luhan, Lay, Xiumin*, SNSD, dan Minhyuk berjalan menuju kelas mereka.

-My Enemy, My Fiance-

Selama pelajaran berlangsung, baik Seohyun maupun Luhan, keduanya tidak bisa fokus pada pelajaran-pelajaran hari ini. Seohyun tidak mengerti dengan sikap Luhan tadi pagi. Ah, tidak hanya karena kejadian tadi pagi. Tetapi juga kejadian kemarin saat di lapangan sepak bola. Yeoja itu tidak mengerti dengan sikap Luhan yang menurutnya sangat protektif padanya. Begitu pun dengan Luhan. Namja itu tidak mengerti mengapa sikapnya pada Seohyun bisa berubah. Mengapa dirinya seperti tidak suka jika melihat namja lain mendekati Seohyun. Apakah dirinya mulai menyukai Seohyun? Pertanyaan itu terus menghantui dirinya.
Saat istirahat, Luhan lebih memilih untuk menyendiri di lapangan sepak bola daripada berkumpul bersama teman-temannya di kantin seperti biasanya. Begitupun dengan Seohyun. Yeoja itu lebih memilih berdiam diri di dalam kelas. Dia tidak bersemangat untuk pergi ke kantin. Lagipula dia tidak lapar atau haus. Dan satu lagi. Dia malas jika harus bertemu dengan L. Sementara baik SNSD, EXO, Minhyuk, Krystal, Sulli, maupun Luna tidak ingin memaksa kedua orang tersebut. Mungkin mereka membutuhkan waktu untuk sendiri.
Saat pulang sekolah, tepat saat bel baru saja berbunyi, Luhan langsung berjalan keluar kelas. Baru beberapa langkah namja itu meninggalkan kelas, dia berpapasan dengan L. Tetapi Luhan tidak memperdulikannya. Luhan terus berjalan seolah L tidak ada dihadapannya. Namja itu berjalan menuju kelas Seohyun. Saat Seohyun keluar dari kelas, dia sedikit terkejut melihat Luhan sudah menunggu di depan kelasnya. Melihat Luhan disana, Krystal, Luna, dan Sulli memutuskan untuk pulang lebih dulu.
“Seohyun-ah, kami dulu. Luhan oppa, kami duluan” pamit Luna dan dibalas anggukan kepala oleh Luhan.
“Ne, kalian hati-hati” ujar Seohyun.
Luna, Sulli, dan Krystal pun segera pergi meninggalkan Seohyun dan Luhan.
“Kenapa oppa kemari?” tanya Seohyun saat ketiga temannya telah menghilang dari pandangannya.
“Aku ingin memberitahu bahwa aku masih ada sedikit urusan dengan Lee seongsaenim. Apa kau tidak apa-apa?”
“Ah, gwenchana. Selesaikan saja urusan oppa dengan Lee seongsaenim. Aku juga harus ke perpustakaan terlebih dahulu untuk mengembalikan buku. Setelah itu aku akan menunggu oppa di halaman depan”
“Baiklah, aku pergi dulu”
“Ne”
Luhan pun berjalan meninggalkan Seohyun menuju ruang guru untuk menemui Lee seongsaenim. Setelah Luhan menghilang dari pandangan Seohyun, yeoja itu berjalan menuju perpustakaan. Saat sampai di perpustakaan, ternyata masih ada beberapa murid yang berada di sana. Seohyun berjalan menuju sebuah meja dimana penunggu perpustakaan sekolah berada.
“Ara unnie” panggil Seohyun pada seorang yeoja yang bertugas menjaga perpustakaan.
“Eoh? Seohyun-ah, kau belum pulang?” tanya Ara.
“Belum. Aku ingin mengembalikan buku ini dan aku harus menunggu Luhan oppa. Dia masih ada urusan dengan Lee seongsaenim” jawab Seohyun.
“Ah, kau menunggu tunanganmu” ujar Ara dengan nada menggoda.
“Aish, unnie” ujar Seohyun kemudian mengerucutkan bibirnya.
“Hahaha, mianhae”
“Unnie tidak pulang?”
“15 menit lagi aku pulang. Lagipula masih ada beberapa murid disini”
Seohyun hanya menganggukan kepala.
“Kau tidak meminjam buku?”
“Ani. Besok saja aku meminjamnya. Hari ini aku memiliki banyak tugas”
“Ah, begitu”
“Unnie, aku pergi dulu ne. Sampai jumpa besok” pamit.
“Hati-hati ne”
Seohyun berjalan keluar dari perpustakaan. Koridor di sekolah sudah terlihat sepi. Sepertinya para murid SHS sudah banyak yang pulang. Saat Seohyun akan berbelok ke kiri menuju halaman depan, tiba-tiba seseorang membekap mulutnya dan membawanya menuju suatu ruangan.
“Hhhhmmpppfff..”
Seohyun meronta dan berusaha melepaskan diri. Tetapi dua buah tangan memeganginya sehingga dia semakin sulit untuk melepaskan diri. Orang tersebut membawanya menuju gudang sekolah. Oraang yang membekap mulutnya mendorong tubuhnya masuk ke dalam gudang hingga dirinya jatuh tersungkur di lantai. Seohyun segera mengalihkan tatapannya pada orang yang membawanya secara paksa. A Pink!
“Sunbae” ujar Seohyun lirih.
Seohyun pun berdiri. Tubuhnya sedikit gemetar. Yeoja itu semakin gemetar saat Chorong mendekatinya dan…
PLAK!!!
Chorong menampar pipi kiri Seohyun dengan keras. Membuat Seohyun terkesiap kaget. Chorong berjalan lebih mendekat padda Seohyun. Detik berikutnya, Seohyun merasakan sakit di kepalanya karena Chorong menarik rambutnya dengan keras.
“Aakkhhh!” Seohyun mengaduh kesakitan.
“Sakit?” tanya Chorong.
Tapi Seohyun hanya terdiam. Melihat Seohyun yang tidak meresponnya membuat emosinya naik dan menarik rambut Seohyun lebih keras.
“Apa kau tidak memiliki mulut untuk berbicara? Aku bertanya padamu! Apakah sakit?” tanya Chorong sekali lagi.
“N…ne” jawab Seohyun berusaha menahan rasa sakit di kepalanya dan air mata telah mengalir keluar dari kedua matanya.
“Tapi rasa sakit ini tidak sebanding dengan apa yang aku rasakan! Jauh lebih sakit saat aku tahu kau merebut Luhan dariku! Kau! Yeoja tidak tahu diri yang seenaknya saja merebut dan kemudian bertunangan dengan Luhan!” bentak Chorong, membuat Seohyun semakin ketakutan.
“Selama beberapa hari ini aku mencoba bersabar untuk tidak melakukan apa-apa padamu. Tapi hari ini kesabaranku sudah habis! Aku harus memberi sedikit pelajaran padamu! Kalau kau tidak ingin aku melukaimu, jauhi Luhan! Batalkan pertunangan bodohmu itu! Kau sama sekali tidak pantas untuk Luhan!”
Chorong mendorong Seohyun dengan keras sehingga yeoja itu terjatuh dan membuat dahinya membentur sebuah meja yang berada di gudang. Seohyun merasa sakit pada dahinya akibat benturan tersebut.
“Kita tinggalkan dia disini dan kunci pintunya. Jangan lupa bawa tasnya juga” ujar Chorong pada teman-temannya.
Seohyun segera berdiri saat melihat Chorong dan teman-temannya hendak keluar dari gudang. Yeoja itu menghampiri Chorong dan memegang tangannya.
“Jebal. Jangan tinggalkan aku sendirian disini. Jebal” pinta Seohyun.
“Lepas!” bentak Chorong.
“Su… sunbae, jebal. Ja.. jangan tinggalkan aku d.. disini sen… sendirian” pinta Seohyun, air matanya semakin deras mengalir dari kedua mmatanya.
“Jangan harap! Menjauh dariku!”
Tetapi Seohyun tetap memegang tangan Chorong. Akhirnya, dengan paksa Chorong melepaskan tangan Seohyun dan mendorongnya hingga menabrak susunan kursi yang tidak terpakai. Akibatnya, susunan kursi tersebut terjatuh dan menimpa kaki kiri Seohyun.
“Aakkkkhhhh!!!” Seohyun mengaduh kesakitan.
Tetapi chorong maupun anggota A Pink yang lain tidak peduli dengan Seohyun yang mengaduh kesakitan. Mereka justru berjalan keluar dari gudang dan mengunci pintunya dari luar. Tidak lupa tas dan ponsel milik Seohyun mereka bawa agar yeoja itu tidak bisa menghubungi siapa pun.
“Naeun-ah, cepat kirim pesan pada Luhan dengan ponsel milik yeoja itu. Katakan padanya bahwa yeoja itu telah pulang bersama Taeyeon atau anggota SNSD yang lain. Setelah itu tinggalkan tas dan ponsel itu disini” ujar Chorong.
Naeun segera melakukan apa yang dikatakan Chorong. Mengirim pesan pada Luhan. Begitu pesan terkirim, tas dan posel milik Seohyun mereka tinggalkan tidak jauh dari gudang. Seohyun yang berada di dalam gudang berusaha menyingkirkan kursi-kursi yang menimpa kakinya. Begitu semua kursi tersingkir, yeoja itu bangkit berdiri. Tapi gagal. Kakinya terasa sakit. Sepertinya kakinya bermasalah akibat tertimpa kursi-kursi tersebut. Tetapi dia tetap mencoba berdiri dengan memegang meja yang ada disana. Perlahan dia berjalan menuju pintu.
“Su… sunbae, tolong buka pi… pintu… nya”jar Seohyun sambil memukul pintu gudang.
Tetapi tidak respo apapun dari luar. Yeoja itu terus memanggil dan memukul-mukul pintu. Sama saja. Tidak ada respon sama sekali. Seohyun pun menyerah dan jatuh terduduk di lantai. Air mata terus mengalir dan tubuhnya gemetar ketakutan. Dia tidak suka tempat ini. Dia tidak suka sendirian. Dia tidak suka gelap.
Sementara itu Luhan baru saja keluar dari ruang guru saat tiba-tiba saja ponselnya bergetar.

From : Seohyun
Oppa, mianhae. Aku pulang dulu. Tadi aku bertemu dengan Taeyeon unnie dan dia mengajakku untuk pulang bersama. Karena aku pikir oppa masih lama, jadiaku menerima tawaran Taeyeon unnie. Mianhae oppa.

“Aish, dasar yeoja aneh. Tadi dia bilang tidak apa-apa jika harus menunggu lama. Dasar aneh” gerutu Luhan.
Luhan pun memasukkan ponselnya setelah membalas pesan dari Seohyun. Namja itu pun berjalan menuju halaman depan sekolah dimana mobilnya terparkir dan pergi meninggalkan SHS. Tanpa disadarinya, A Pink mengamatinya dari jauh.
“Dengan begini tidak ada orang yang menolong yeoja itu. Luhan telah pulang dan percaya pada pesan yang kita kirim” ujar Chorong saat melihat mobil Luhan pergi menjauh.
“Chorong-ah, apa yeoja itu tidak apa-apa kita biarkan di gudang?” tanya Eunji.
“Kau tenang saja. Dia tidak akan mati karena kita kunci di gudang. Mungkin dia hanya akan pingsan” jawab Chorong.
“Sekarang lebih baik kita segera pulang. Kajja” ujar Bomi.
A Pink berjalan menuju mobil mereka dan melajukan mobilnya meninggalkan SHS.

-My Enemy, My Fiance-

Jam telah menunjukkan pukul 8 malam. Tapi Seohyun masih belum pulang ke rumah. Luhan khawatir karena Seohyun tidak juga pulang ke rumah. Sedari tadi dia mencoba menghubungi ponsel Seohyun, tetapi tidak pernah diangkat.
TING TONG!
Luhan hendak menghubungi Taeyeonsaat bel rumahnya berbunyi. Luhan berjalan menuju pintu dan membukanya. Ternyata ExoShidae + Minhyuk. Luhan menatap SNSD.
‘Hanya berdelapan? Lalu, kemana Seohyun?’ batin Luhan.
“Ya! Kau tidak menyuruh kami masuk?” tanya Kris.
“Eoh? Masuklah” ujar Luhan.
SNSD, EXO, dan Minhyuk pun maasuk ke dalam. Luhan menyusul di belakangnya setelah menutup pintu.
“Dimana Seohyun?” tanya Taeyeon.
“Itu yang ingin kutanyakan juga padamu Taeyeon-ah” ujar Luhan.
“Mwo? Maksudmu?” tanya Taeyeon bingung.
“Bukankah Seohyun tadi pulang bersamamu?” Luhan balik bertanya.
“Mwo? Ani. Aku tadi pulang bersama Hyoyeon karena aku tidak membawa mobil” jawab Taeyeon membuat Luhan terkejut.
“Memangnya ada apa Lu? Bukankah Seohyun pulang bersamamu? Sulli bilang bahwa kau menunggu Seohyun di depan kelasnya saat pulang sekolah” ujar Yoona.
“Tadinya aku dan Seohyun akan pulang bersama. Tapi karena aku masih ada urusan dengan Lee seongsaenim jadi aku memintanya untuk menungguku. Seohyun juga bilang bahwa dia ingin mengembalikan buku ke perpustakaan dan setelah itu menungguku di halaman depan. Tapi saat aku keluar dari ruang guru, aku mendapat pesan darinya bahwa Taeyeon mengajaknya pulang bersama” jelas Luhan.
“Aku tidak pernah mengajaknya pulang bersama. Bahkan aku tidak bertemu dengannya sejak istirahat” ujar Taeyeon.
“Coba ku lihat pesan yang dikirim Seohyun” ujar Tiffany.
Seohyun menyerahkan ponselnya pada Tiffany. Yeoja itu pun membuka pesan yang dikirim oleh Seohyun.
“Ini.. ini bukan Seohyun yang mengirimnya” ujar Tiffany.
“Maksudmu?” tanya yang lain.
“Seohyun… dia tidak pernah memanggil nama Taeyeon dengan Taeyeon unnie. Dia selalu memanggilnya Taeng unnie. Bukan Seohyun yang mengirim pesan ini” jawab Tiffany.
“Benar. Dia selalu memanggilku Taeng. Begitu pun saat dia memanggil Tiffany dan Jessica. Dia selalu memanggil mereka Sica dan Fany. Tidak pernah memanggil nama lengkap kami” ujar Taeyeon.
“Lagipula, kalau Seohyun sudah berkata bahwa dia akan menunggumu, dia pasti akan menunggu. Dia selalu melakukan apa yang sudah dia katakan” lanjut Sehun.
“Kalau begitu dia-“
Belum sempat Chen selesai bicar, Luhan segera menyambar kunci mobilnya dan berjalan keluar.
“Lu, kau mau kemana?” tanya Sehun kemudian menyusul Luhan diikuti yang lain.
“Aku harus mencari Seohyun. Sepertinya dia masih berada di sekolah” jawab Luhan.
“Jangan mencari sendiri. Aku dan Sehun akan menemanimu” ujar Minhyuk.
“Aku ikut” ujar SNSD.
“Ani. Jangan semuanya. Biar Yoona yang ikut dengan kami” ujar Luhan.
“Benar. Aku, Luhan, Sehun, dan Yoona pergi mencari Seohyun. Sementara yang lain tetap disini” ujar Minhyuk.
“Baiklah, kajja” ujar Luhan.
Keempat orang tersebut masuk ke dalam mobil Luhan. Mobil yang di kemudikan Luhan segera melaju menuju SHS untuk mencari Seohyun. Luhan yakin jika Seohyun masih berada disana.
Sementara itu Seohyun yang terkunci di dalam gudang selama 3 jam merasakan tubuhnya lemas. Dia gemetar ketakutan. Dia meringkuk di dekat pintu gudang yang terkunci. Yeoja itu masih terus menangis dan ingin segera keluar dari sini. Seohyun juga merasakan sakit pada tubuhnya. Terutama kepalanya yang begitu pusing akibat tarikan yang sangat keras dari Chorong tadi dan kaki kirinya yang tadi tertimpa oleh kursi.
Luhan, Yoona, Sehun, dan Minhyuk akhirnya tiba di SHS setelah menempuh 10 menit perjalanan. Mereka segera keluar dari mobil dan masuk ke dalam gedung SHS dengan membawa dua buah senter di tangan Sehun dan Minhyuk. Tentunya setelah meminta izin pada satpam sekolah. Mereka mencari Seohyun di setiap ruangan. Mulai dari lantai bawah sampai atas. Luhan dan Yoona terus bergantian menghubungi ponsel Seohyun.
Sudah 10 menit mereka mencari Seohyun, tapi yeoja itu belum di temukan juga.
“Kemana Seohyun? Dia tidak ditemukan juga” ujar Yoona.
“Lu, kau bilang tadi dia pergi ke perpustakaan terlebih dahulu. Bagaiman jika kita mencari kesana?” usul Sehun.
“Ide bagus. Kajja” ujar Luhan.
Mereka segera berlari menuju perpustakaan. Tapi tidak ada tanda-tanda keberadaan Seohyun. Ruangan di sekitar perpustakaan juga kosong.
“Tidak ada” ujar Yoona.
“Kita coba cari di koridor sebelah sana” ujar Minhyuk menunjuk koridor yang mengarah pada gudang sekolah.
Yoona, Luhan, Minhyuk, dan Sehun segera berjalan menuju koridor yang ditunjuk oleh Minhyuk. Sehun dan Minhyuk terus mengarahkan senter mereka ke arah sudut sekolah. Luhan dan Yoona terus-terusan menghubungi ponsel Seohyun. Saat Luhan mencoba menghubungi ponsel Seohyun, dia mendengar dering ponsel tidak jauh dari tempatnya berdiri. Dia mencoba mencari asal suara tersebut. Luhan pun akhirnya menemukan tas dan ponsel milik Seohyun.
“Sehun! Minhyuk! Yoona!” panggil Luhan membuat ketiganya berlari mendekatinya.
“Wae?” tanya Minhyuk.
“Ini tas dan ponsel milik Seohyun” jawab Luhan.
Ketiga orang tersebut memperhatikan dua benda yang berada di tangan Luhan.
“Benar. Ini milik Seohyun. Berarti dia berada di sekitar sini. Cepat kita cari” ujar Sehun.
“Keempatnya segera berjalan mencari Seohyun dan memanggil-manggil nama Seohyun.
“Seohyun!”
“Seohyun! Kau dimana?”
“Seohyun!”
Luhan, Sehun, Minhyuk, dan Yoona terus memanggil nama Seohyun. Seohyun yang meskipun tubuhnya sudah lemas dan mulai sedikit kehilangan kesadarannya, mendengar panggilan tersebut. Yeoja itu memukul-mukul pintu dengan sisa tyenaganya dan berusaha memanggil mereka.
“Op… pa, unnie” panggil Seohyun dengan suara yang lemah.
Keempatnya semakin dekat dengan gudang. Sayup-sayup mereka mendengar pukulan dari pintu gudang. Mereka segera menuju gudang.
“Seohyun!” panggil Luhan.
“Op.. pa” balas Seohyun lemah.
“Seohyun, cepat menjauh dari pintu” ujar Luhan.
Seohyun yang mendengar perintah Luhan, bergeser menjauh. Dia hanya bisa bergeser sedikit. Tubuhnya sudah benar-benar lemas. Tidak sudahh tidak kuat. Sayup-sayup dia masih mendengar suara dobrakan pintu. Detik berikutnya pintu terbuka dan nampaklah sosok Luhan. Namja itu melihat Seohyun yang mulai kehilangan kesadarannya.
“Seohyun! Seohyun, bangunlah. Jebal” ujar Luhan sambil memeluk tubuh Seohyun.
“Cepat bawa Seohyun ke rumah sakit” ujar Minhyuk.
Luhan segera mengangkat tubuh Seohyun dan membawanya menuju mobil. Luhan meletakkan Seohyun di kursi belakang dan dirinya duduka disebelah kanan Seohyun. Sementara Yoona berada di sisi kiri Seohyun. Minhyuk yang menyetir mobil dan Sehun berada di sebelahnya. Mereka segera membawa Seohyun menuju rumah sakit.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
-TBC-

Yeay! Chapter 9 selesai. Langsung, dua chapter sekligus untuk menebus rasa bersalahku karena lama gak update. Maaf ya buat yang suka chorong atau a pink kalo karakter mereka disini jahat banget. Sebenernya sih aku juga gak tega ngebikin mereka jahat. Tapi mau gimana lagi hehehe….
OH YA, BANYAK SEDIKITNYA COMMENT DAN LIKE KALIAN BISA MEMPENGARUHI KERJA AUTHOR LHO. KALO SEDIKIT, AUTHOR GAK SEMANGAT BUAT BIKIN NEXT CHAPTER DAN UPDATENYA LAMA. TAPI KALO BANYAK, PASTI AUTHOR SEMANGAT DEH! SEMANGAT 45! Jadi jangan RCL! Gomawo Acebaby ^_^
Oh ya, mianhae baru post sekarang! Sebenernya aku mau post ff ini 2 minggu yang lalu, tapi modemku ngajak berantem nih. Lagi eror. Jeongmal mianhae!!!!

Advertisements

17 thoughts on “MY ENEMY, MY FIANCE (PART 9)

  1. OMO!!! luhan beneran cemburu nih sm L
    Kyaaaaa!! Keterlaluan bgt chorong
    Moga” ga kenapa-napa seo 😦
    Lanjut chapter 10 ditunggu!!!
    Penasaran nih 🙂

Silahkan berkomentar~ ^^ #AceBabySeoHanjjang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s