MY ENEMY, MY FIANCE (PART 10)

Title : My Enemy, My Fiance (Part 10)
Author : Eka Oktavia (Kim Tae Rin)
Main Cast :
– Seohyun ‘SNSD’
– Luhan ‘EXO’
– Chorong ‘A Pink’
– Myungsoo/L ’Infinite’
Other Cast : find it by yourself
Genre : Romance, friendship, family
Pairing : SeoHan
Lenght : chapter
Author’s note : Gak tau deh ntar cerita ini jadinya bagus atau enggak. Tapi tetep dibaca aja ya kalo ceritanya agak-agak gaje. Maaf juga kalo banyak typo. Disini Kris tetep aku masukin jadi anggota EXO. Oh iya, soal marganya Luhan disini aku buat Xi. Emang sih marganya dia bukan Xi tapi Lu. Ini juga buat demi kepentingan cerita. Bukannya mau bermaksud mengganti marga orang lain dengan seenaknya. OK?? Dan maaf ya buat yang suka Chorong, dia disini aku buat jahat ^_^. BANYAK SEDIKITNYA COMMENT DAN LIKE KALIAN, BISA MEMPENGARUHI AUTHOR LHO. Happy reading~

DON’T FORGET for RCL
AND
DON’T BE PLAGIAT

Prev.
“Seohyun!”
“Seohyun! Kau dimana?”
“Seohyun!”
Luhan, Sehun, Minhyuk, dan Yoona terus memanggil nama Seohyun. Seohyun yang meskipun tubuhnya sudah lemas dan mulai sedikit kehilangan kesadarannya, mendengar panggilan tersebut. Yeoja itu memukul-mukul pintu dengan sisa tyenaganya dan berusaha memanggil mereka.
“Op… pa, unnie” panggil Seohyun dengan suara yang lemah.
Keempatnya semakin dekat dengan gudang. Sayup-sayup mereka mendengar pukulan dari pintu gudang. Mereka segera menuju gudang.
“Seohyun!” panggil Luhan.
“Op.. pa” balas Seohyun lemah.
“Seohyun, cepat menjauh dari pintu” ujar Luhan.
Seohyun yang mendengar perintah Luhan, bergeser menjauh. Dia hanya bisa bergeser sedikit. Tubuhnya sudah benar-benar lemas. Tidak sudahh tidak kuat. Sayup-sayup dia masih mendengar suara dobrakan pintu. Detik berikutnya pintu terbuka dan nampaklah sosok Luhan. Namja itu melihat Seohyun yang mulai kehilangan kesadarannya.
“Seohyun! Seohyun, bangunlah. Jebal” ujar Luhan sambil memeluk tubuh Seohyun.
“Cepat bawa Seohyun ke rumah sakit” ujar Minhyuk.
Luhan segera mengangkat tubuh Seohyun dan membawanya menuju mobil. Luhan meletakkan Seohyun di kursi belakang dan dirinya duduka disebelah kanan Seohyun. Sementara Yoona berada di sisi kiri Seohyun. Minhyuk yang menyetir mobil dan Sehun berada di sebelahnya. Mereka segera membawa Seohyun menuju rumah sakit.

-My Enemy, My Fiance-

Luhan, Yoona, Minhyuk, dan Sehun menunggu di depan ruang UGD. Luhan tidak bisa tenang, sedari tadi terus berjalan kesana-kemari sejak Seohyun masuk ke dalam ruang UGD. Yoona, Minhyuk, dan Sehun yang melihat sikap Luhan hanya menatap namja tersebut.
“Luhan-ah, bisakah kau untuk tidak berjalan kesana-kemari seperti itu? Duduklah” ujar Yoona.
“Ne, sebaiknya kau duduk dan tunggu saja. Tenanglah sedikit” tambah Sehun.
“Tenang? Kalian tahu sendiri bahwa tadi Seohyun tidak sadarkan diri dan sampai sekarang kita belum tahu kondisinya. Bagaimana bisa kalian memintaku untuk tenang?” ujar Luhan sedikit emosi membuat ketiganya terdiam..
“Sehun-ah, apa aku tidak salah dengar dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Luhan? Dia sepertinya khawatir dengan Seohyun” bisik Yoona.
“Kau tidak salah dengar. Dan benar, dia khawatir dengan Seohyun. Sepertinya Luhan mulai suka dengan Seohyun tapi dia tidak mau mengakuinya” ujar Sehun.
“Atau mungkin dia belum menyadarinya” tambah Minhyuk.
Tidak lama kemudian, anggota ExoShidae yang lain berdatangan. Mereka segera berangkat menuju rumah sakit saat Yoona menelpon dan memberi kabar pada Taeyeon tentang Seohyun.
“Bagaimana keadaan Seohyun?” tanya Jessica begitu sampai dihadapan Yoona, Luhan, Sehun, dan Minhyuk.
“Dia masih di dalam” jawab Minhyuk.
“Kalian menemukan Seohyun dimana?” tanya Sooyoung.
“Di gudang sekolah. Dia terkunci disana” jawab Yoona.
“Terkunci di gudang sekolah? Bagaimana bisa?” tanya Chen.
Belum sempat pertanyaan Chen terjawab, dokter keluar dari ruang UGD. Luhan segera menghampirinya.
“Bagaimana keadaan Seohyun?” tanya Luhan to the point.
“Nona Seohyun baik-baik saja. Hanya kelelahan saja, sehingga dia jatuh pingsan. Tetapi dia sudah sadar dan bisa langsung pulang. Dia hanya perlu istirahat” jawab sang dokter.
“Bolehkah saya melihatnya?” tanya Luhan.
“Silahkan. Saya permisi dulu” ujar sang dokter kemudian berjalan pergi.
Luhan pun bergegas masuk ke dalam untuk menemui Seohyun. Yoona dan Sehun mengekor di belakangnya. Sementara yang lain menunggu di luar.
“Seohyun!” panggil Luhan membuat sang pemilik nama menoleh kearahnya.
“Oppa” ujar Seohyun dengan suara pelan, tubuhnya masih sedikit terasa lemas.
“Eoh? Yoona unnie dan Sehun oppa” lanjut Seohyun saat melihat keduanya berada di belakang Luhan.
“Bagaimana keadaanmu?” tanya Yoona.
“Aku tidak apa-apa unnie. Tapi masih sedikit lemas saja” jawab Seohyun.
“Kau hari ini boleh langsung pulang. Tapi lebih baik kau istirahat terlebih dulu sampai kau merasa sedikit lebih baik” ujar Sehun.
“Ah, ani oppa. Aku sudah merasa lebih baik. Aku ingin pulang sekarang. Aku tidak mau berlama-lama disini” ujar Seohyun.
“Ani, Kau istirahat dulu. 1 jam lagi kita pulang” ujar Luhan.
“Shireo!” tolak Seohyun.
“Aku tidak menerima penolakan”
“Kalau begitu aku pulang sendiri” ujar Seohyun kemudian berusaha bangun dari posisi tidurnya.
“Ya! Kau gila? Kau tidak boleh kemana-mana” ujar Luhan sambil menahan Seohyun supaya yeoja itu tetap dalam posisinya, tidur di tempat tidur.
“Shireo! Aku ingin pulang”
“Kita pulang 1 jam lagi!”
“Shireo! Aku mau sekarang. Aku tidak mau berlama-lama disini. Aku tidak suka bau rumah sakit”
Sementara itu, Sehun dan Yoona hanya menatap keduanya. Mereka heran dengan kedua saudaranya, kenapa harus bertengkar karena masalah kecil? Apalagi baik Seohyun atau pun Luhan tidak ada yang mau mengalah.
“Aish, ternyata mereka tetap seperti biasanya. Selalu bertengkar hanya karena masalah kecil. Ah, aku ingin sekali membungkam mulut mereka! Mereka membuatku pusing!” gerutu Yoona.
“Bukan kau saja. Aku juga pusing dengan mereka” ujar Sehun.
“Ya! Berhenti kalian!” ujar Yoona.
Seohyun dan Luhan pun terdiam. Keduanya menatap Yoona dan Sehun. Mereka lupa bahwa ternyata masih ada orang selain mereka.
“Aku sudah putuskan, kita pulang 15 menit lagi” ujar Yoona.
“Tap-“
“Tidak ada penolakan” ujar Sehun memotong perkataan SeoHan.
Sehun dan Yoona pun berbalik dan berjalan keluar ruangan. Sementara Seohyun dan Luhan hanya menatap kepergian keduanya. Ekspresi mereka menunjukkan ketidak setujuan dengan keputusan yang dibuat Yoona.

-My Enemy, My Fiance-

Keesokan paginya, Seohyun terbangun dengan yang jauh lebih baik dari tadi malam. Yeoja itu melihat jam dinding yang ada di kamarnya. Pukul setengah 7. Masih ada waktu satu setengah jam sebelum sekolah dimulai. Dia pun segera pergi mandi kemudian menyiapkan makan pagi untuk dirinya dan juga Luhan.
Begitu selesai, Seohyun berjalan kamar. Setelah menutup pintu kamarnya, yeoja itu memperhatikan pintu kamar Luhan yang masih tertutup rapat. ‘Sepertinya Luhan oppa masih tidur” batin Seohyun. Dia pun berjalan menuruni tangga. Saat akan memasuki dapur, Seohyun mencium aroma masakan. Seohyun heran siapa yang sedang memasak. Dia pun bergegas memasuki dapur. Terlihat seseorang yang tengah memasak dengan berdiri membelakanginya. Tanpa melihat wajahnya pun Seohyun sudah tahu siapa orangnya.
“Eoh? Kukira oppa masih tidur” ujar Seohyun pada orang tersebut.
Orang yang tak lain adalah Luhan itu pun secara reflek segera membalikkan badannya saat mendengar suara Seohyun. Senyum manis terukir di bibirnya saat melihat Seohyun berdiri dibelakangnya.
“Kau sudah bangun? Bagaimana tidurmu?” tanya Luhan kemudian melanjutkan aktivitasnya.
“Cukup nyenyak. Aku sudah merasa lebih baik” jawab Seohyun.
Seohyun berjalan mendekati Luhan yang ternyata sedang membuat omelete untuk mereka berdua. Dia baru tahu bahwa namja itu ternyata bisa memasak juga.
“Ternyata oppa bisa memasak juga. Tadinya aku ingin membuat makanan untuk kita, tetapi oppa sudah membuatnya terlebih dulu. Dan tidak biasanya oppa bisa bangun pagi. Ini masih pukul 7. Oppa tidak akan bangun sebelum aku yang membangunkan”
“Memang kenapa kalau aku bangun pagi? Apa ada yang salah?”
“Ani, hanya saja oppa tidak seperti biasanya”
“Hari ini aku memang berniat untuk bangun pagi dan menyiapkan makan pagi untuk kita. Lagipula kau juga sedang tidak sehat. Lebih baik kau tunggu di ruang tengah. Aku akan memanggilmu jika semuanya sudah siap”
“Ani, aku akan membantu oppa”
“Ani, aku bisa melakukannya sendiri. Kau tunggu saja di ruang tengah.
“Tapi ak-“
“Seohyun”
“Aish, arraseo” ujar Seohyun akhirnya.
Seohyun pun berjalan keluar dapur dan menuju ruang tengah sesuai instruksi yang diberikan Luhan. Sebenarnya yeoja itu sedikit bingung dengan sikap Luhan akhir-akhir ini. Dia merasa namja itu sepertinya sedikit berubah, meskipun mereka masih suka bertengkar karena masalah kecil. Tapi pertengkaran mereka tidak sesering dulu. Seohyun semakin bingung saat Luhan meminta dirinya untuk memanggilnya ‘oppa’. Sedikit aneh untuk Seohyun saat mengucapkan kata ‘oppa’ pada Luhan karena dia terbiasa memanggilnya ‘namja jelek’.
Setelah 15 menit, Luhan pun berjalan keluar dari dapur dan menghampiri Seohyun yang berada di ruang tengah. Di lihatnya yeoja itu yang sedang menonton televisi. Seohyun merasakan kehadiran Luhan dan menoleh ke arah namja itu.
“Eoh? Sudah selesai?” tanya Seohyun.
“Ne. Mmm, kau hari ini ingin masuk sekolah? Apa kau sudah merasa sehat?” tanya Luhan saat menyadari bahwa Seohyun menggunakan seragam sekolah.
“Ne, aku sudah tidak apa-apa. Lagipula, untuk apa aku di rumah? Di rumah sangat membosankan”
“Baiklah kalau kau sudah merasa lebih baik. Kajja, kita makan”
Seohyun dan Luhan pun berjalan menuju meja makan dan memakan makanan yang telah dibuat oleh Luhan. ‘Ternyata enak juga’ batin Seohyun saat merasakan masakan Luhan. Setela mereka selesai makan dan membersihkan perlengkapan makan dan alat masak yang kotor, mereka berangkat ke sekolah.Sesampai di ssekolah, seperti biasa, teman-teman mereka *minus Krystal, Sulli, Luna* telah menanti di tempat biasa.
“Seohyun-ah, kau masuk? Kenapa kau tidak istirahat di rumah saja?” tanya Jessica.
“Ani, aku bisa merasa bosan jika harus berdiam diri dirumah. Lagipula aku sudah merasa lebih baik. Aku tidak apa-apa” jawab Seohyun.
“Kau yakin?” Yuri memastikan.
“Ne” ujar Seohyun singkat.
“Seohyun-ah, sebenarnya siapa yang menguncimu di gudang?” tanya Tao.
“Mmm, itu… aku… tidak tahu” jawab Seohyun berbohong.
“Geotjimal. Kau itu tidak pandai berbohong. Katakan saja yang sebenarnya” ujar Minhyuk.
Seohyun terdiam.
“Seohyun” panggil Luhan.
“Mmm..”
“Aku tahu siapa yang melakukannya” ujar Sunny.
“Nugu?” tanya Kai dan Kyungsoo bersamaan.
“Siapa lagi kalau bukan mereka. Chorong dan pengikutnya” jawab Sunny sambil menunjuk A Pink yang baru saja keluar dari mobil mereka.
“Benar juga. Chorong sangat membenci Seohyun. Dia tidak suka dengan perjodohan antara Seohyun dan Luhan. Dia akan melakukan apa pun untuk membuat perjodohan ini gagal” ujar Sooyoung.
“Seohyun-ah, apa benar mereka yang melakukannya?” tanya Sehun.
“Mmm… ne” jawab Seohyun pelan.
“Hah! Dasar nenek sihir! Aku akan membalasnya” ujar Yoona kemudian berjalan menuju A Pink.
“Unnie, jangan!” cegah Seohyun sambil menahan Yoona.
“Hyunnie, tapi mereka benar-benar kelewatan”
“Unnie, jebal. Biarkan saja mereka. Ak-“
“Seohyun-ah, Luhan menghampiri A Pink” ujar Xiumin memotong ucapan Seohyun.
| “Mwo? Omo! Oppa, jangan!”
Seohyun segera melepaskan Yoona dan menyusul Luhan yang sedang menghampiri Chorong. Sementar itu, Chorong yang melihat Luhan berjalan mendekatinya tersenyum senang.
“Luhan-ah, ada ap-“
PLAK!
Sebuah tamparan keras mendarat di pipi kiri Chorong sebelum yeoja itu sempat menyelesaikannya. Chorong terkejut dengan perlakuan Luhan padanya. Ya, namja itu yang menamparnya. Tidak hanya Chorong yang terkejut, tetapi Seohyun, Minhyuk, EXO, SNSD, A Pink, dan beberapa murid SHS yang berada di dekat mereka. Mereka tidak percaya dengan apa yang baru saja dilakukan Luhan. Namja itu selalu bisa mengontrol emosinya dan tidak pernah sekali pun memukul seorang yeoja.
“Kau. Jangan pernah mendekati atau pun menyakiti Seohyun lagi. Kalau kau sampai berani menyakitinya, kau akan berurusan denganku” ujar Luhan dingin.
“Oppa, kenapa oppa menampar Chorong sunbae? Cepat minta maaf padanya” ujar Seohyun.
“Ani, aku tidak mau. Dia pantas mendapatkan itu” ujsr Luhan kemudian berjalan pergi.
“Sunbae, maafkan Luhan oppa” ujar Seohyun kemudian segera menyusul Luhan, diikuti Minhyuk dan ExoShidae.
“Chorong-ah, gwenchana?” tanya Hayoung.
“Gwenchana, kalian tenang saja. Aku akan membalasnya. Kau tidak akan bisa tenang Oh Seohyun” ujar Chorong.

-My Enemy, My Fiance-

Berita Luhan yang menampar Chorong dengan cepat merambat ke semua murid SHS. Banyak yang tidak percaya dengan apa yang dilakukan Luhan pada Chorong. Mereka tahu ,eskipun Luhan sedang marah, tapi dia tidak pernah menampar seorang yeoja. Ketiga sahabat Seohyun -Luna, Sulli, dan Krystal- pun juga sulit percaya dengan apa yang mereka dengar.
“Seohyun-ah, apa benar tadi pagi Luhan oppa menampar Chorong sunbae?” tanya Krystal.
“Ne”
“Wae?” tanya Luna.
Karena… kemarin Chorong sunbae dan teman-temannya…. mengunciku di gudang” jawab Seohyun pelan.
“MWO?”
“Bagaiman bisa mereka melakukan itu padamu? Tapi dia memang pantas mendapat tamparan itu” ujar Luna.
“Kau benar. Dia itu seperti nenek sihir” tambah Sulli.
“Ya! Kalian ini jangan berbicara seperti itu. Meskipun begitu, dia sunbae kita” ujar Seohyun.
“Dia memang sunbae kita, tapi sifatnya seperti nenek sihir. Seharusnya dia tidak boleh seperti itu pada hoobae-nya” ujar Krystal.
“Aish, sudahlah. Aku pergi dulu”
“Seohyun-ah, kau mau kemana? Kau tidak ke kantin?” tanya Krystal.
“Kalian kesana saja. Aku ingin ke perpustakaan, nanti aku menyusul. Bye bye”
“Aish, anak ini. Selalu saja ke perpustakan. Tidak bisakah dia untuk tidak pergi ke perpustakaan? Dia selalu menghabiskan waktunya untuk membaca” ujar Sulli.
“Biarkan saja, kajja” ujar Luna.
Sementara ketiga sahabatnya berjalan menuju kantin, Seohyun menuju ke perpustakaan. Yeoja itu berniat untuk meminjam buku. Setelah meminjam buku dia baru menuju kantin.
“Ara unnie, annyeong” sapa Seohyun.
“Annyeong Seohyun” balas Ara.
“Unnie, apa ada buku baru?”
“Ne, ada beberapa. Kau lihat saja di rak yang biasa menyimpan buku-buku baru”
“Baiklah, aku cari dulu”
Seohyun pun berjalan menuju rak buku yang dimaksud oleh Ara. Tidak sampai 5 menit Seohyun telah mendapatkan 2 buku baru yang akan di pinjamnya. Yeoja itu pun kembali menuju ke tempat Ara.
“Unnie, aku akan meminjam buku ini” ujar Seohyun.
“Eoh? Hanya dua? Biasanya kau meminjam paling sedikit 3 buku”
“Aku sedang banyak tugas. Jadi aku hanya meminjam 2 buku”
“Begitu. Kalau begitu aku catat dulu buku apa yang kau pinjam”
Tidak sampai 2 menit Ara sudah selesai mencatat. Yeoja itu pun menyerahkan 2 buku itu pada Seohyun.
“Ini, sudah selesai. Seperti biasa, waktu meminjam hanya 3 hari” pesan Ara.
“Aigoo~ aku tahu unnie. Aku sudah sering meminjam buku disini”
“Siapa tahu kau lupa. Setiap orang bisa saja lupa”
“Aish, terserah unnie saja. Aku pergi dulu, teman-temanku sudah menunggu di kantin”
“Teman atau tunanganmu yang menunggu?” goda Ara.
“Unnie! Sudahlah, aku pergi dulu. Annyeong”
Seohyun berjalan keluar dari perpustakaan dan menuju kantin. Saat dia akan berbelok, secara tidak sengaja dia menabrak seseorang dan membuat buku yang dibawanya terjatuh. Seohyun segera mengambil bukunya dan meminta maaf pada orang yang baru saja ditabraknya.
“Mianhae. Aku benar-benar tidak sengaja. Sekali lagi mianhae” ujar Seohyun.
“Gwenchana, Cantik. Tapi sepertinya kau suka sekali menabrakku. Sudah 2x kau menabrakku” ujar orang yang baru saja bertabrakan dengan Seohyun, yang ternyata adalah L.
“Aniyo, aku hanya terburu-buru. Jadi, aku tidak sengaja menabrakmu. Dan jangan panggil aku seperti itu. Panggil saja dengan Seohyun”
“Mmm… Seohyun. Nama yang bagus”
“Mianhae, aku pergi dulu”
Baru dua langkah Seohyun berjalan, L memegang tangan kanannya dan menyudutkannya di dinding. Kemudian L merentangkan kedua tangannya. Mengunci Seohyun diantara dirinya dan dinding. Membuat Seohyun sedikit terkejut dan beberapa murid memperhatikan mereka..
“Kau mau kemana? Kenapa terburu-buru sekali?” tanya L.
“A.. aku… aku sudah ditunggu oleh.. teman-temanku” jawab Seohyun gugup.
“Teman? Tapi, bagaimana jika aku ingin bersamamu? Kau tahu kan jika aku murid baru dan belum mengenal lingkungan sekolah ini. Jadi, maukah kau menemaniku untuk berkeliling di sekolaha ini?”
“Ah, mianhae. Tapi sebaiknya kau meminta bantuan yang lain. Aku sedang buru-buru” ujar Seohyun.
“Kalau kau tidak bisa menemaniku, bolehkah aku… menciummu?”
“M… mwo?”
Tubuh Seohyun membeku seketika . Belum sempat Seohyun memberikan respon, L sudah mendekatkan wajahnya pada Seohyun. Seohyun masih saja terdiam. Saat wajah L semakin mendekat, yeoja itu menutup matanya. Dia merasa takut. Seohyun terus menutup matanya dan hembusan nafas L semakin terasa menerpa wajahnya. Semakin lama semakin terasa dan…
BUGH!
Sebuah pukulan mendarat di pipi kanan L. Namja itu melihat siapa yang baru saja memukulnya. Ternyata Luhan. Terlihat Luhan yang sedang diselimuti oleh emosi dan… cemburu. Rahangnya mengeras. Tangannya mengepal keras. Dia sangat marah saat melihat tunangannya hampir saja dicium oleh namja lain. Luhan saja belum pernah mencium Seohyun. Luhan meraih kerah seragam L. Sementara itu, Seohyun yang masih menutup matanya perlahan membuka mata. Dia terkejut saat melihat Luhan ternyata ada di depannya sambil memegang kerah seragam L.
“Dasar namja kurang ajar!”
BUGH!
“Oppa!”
“Luhan!”
“Jangan pernah mendekati atau pun menyentuh Seohyun. She is mine!”
Luhan hendak memukul L kembali, tetapi segera ditahan oleh Kai, Tao, Kris, Suho, dan Kyungsoo.
“Lepaskan! Aku ingin memberi pelajaran pada namja ini” ujar Luhan berusaha melepaskan diri.
“Luhan! Tahan emosimu” ujar Tao.
“Kenapa kau memukulnya?” tanya Kris.
“Karena dia hampir mencium Seohyun!”
Jawaban Luhan tersebut membuat kelima temannya sedikit terkejut. Mereka tidak percaya jika Luhan bisa memukul L karena dia ingin mencium Seohyun. Dan tadi pagi Luhan menampar Chorong karena yeoja itu mengurung Seohyun di gudang. Sepertinya Luhan memang mulai jatuh cinta pada Seohyun.
“Tahan emosimu, Lu” ujar Suho.
Selama beberapa saat Luhan berusaha meredakan amarahnya. Setelah dia sedikit tenag, Keliama temannya melepaskan Luhan.
“Sekali lagi ku ingatkan padamu, jangan pernah kau mendekati atau pun menyentuh Seohyun!”
Luhan pun meraih tangan Seohyun dan membawa yeoja itu pergi. Luhan membawa Seohyun menuju halaman depan, dimana mobilnya terparkir. Seohyun berusaha melepaskan diri saat Luhan membawanya keluar dari gedung sekolah.
“Oppa, lepaskan. Kau mau membawaku kemana?”
Luhan tidak menjawab. Namja itu terus membawa Seohyun menuju mobilnya.
“Oppa, kita mau kemana? Sebentar bel masuk berbunyi” ujar Seohyun tetap sambil berusaha melepaskan.
Luhan tetap diam dan semakin mempercepat langkah. Saat sampai di dekat mobil, namja itu segera membuka pintu penumpang dan mendorong Seohyun masuk ke dalam. Setelah menutup pintu Luhan segera berlari ke sisi lain dan masuk ke dalam.
“Oppa, kita mau kemana? Kita masih harus mengikuti pelajaran. Ak-“
CHU~
Luhan mencium Seohyun. Membungkam bibir yeoja itu untuk tidak terus berbicara. Sementara Seohyun terkejut dengan apa yang dilakukan Luhan. Tiba-tiba saja namja itu menciumnya. Mengambil first kiss-nya. Setelah beberapa saat Luhan baru melepaskan ciumannya.
“Lebih baik kau diam dan ikut saja denganku” ujar Luhan.
Luhan pun menyalakan mesin mobilnya dan menjalankannya keluar dari halaman SHS. Sementara Seohyun masih terdiam dan tidak berusaha untuk protes lagi pada Luhan. Dia akan mengikuti kemana namja itu membawanya pergi.
.
.
.
.
.
.
.
-TBC-

12 Oktober… Yeay! Happy birthday buat diriku sendiri hehehe… Chapter 10 selesai juga. Huwwwaaa…. tapi author sedih. SeoHan moment udah gak ada lagi. Tapi biarpun momennya udah gak ada, aku bakalan tetap bikin FF SeoHan. Mereka itu my ultimate couple. Dan makasih juga kalo kalian masih pada setia sama SeoHan. Mereka udah terlanjur nempel di hati author. Tapi kalo mereka jodoh -ntah itu jodoh sebagai sahabat atau pasangan- pasti bakalan bersatu lagi. Semangat ACEBABY! Jangan langsung pada putus asa ya karena SeoHan moment udah gak ada. Tetap semangat! Fighthing!! Jangan lupa RCL ya~ Gomawo~

Advertisements

13 thoughts on “MY ENEMY, MY FIANCE (PART 10)

  1. Luhan beneran nih udah suka sm seo! Hbs emosian n cemburuan bgt..
    Ciieeee seohan kiss >.<
    Part ini kurang panjang thor 😦
    Next jgn lama" ya ^^
    Happy birthday thor 🙂

Silahkan berkomentar~ ^^ #AceBabySeoHanjjang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s