MY ENEMY, MY FIANCE (PART 14)

Title : My Enemy, My Fiance (Part 14)
Author : Eka Oktavia (Kim Tae Rin)
Main Cast :
– Seohyun ‘SNSD’
– Luhan ‘EXO’
– Chorong ‘A Pink’
– Myungsoo/L ’Infinite’
Other Cast : find it by yourself
Genre : Romance, friendship, family
Pairing : SeoHan
Lenght : chapter
Author’s note : Gak tau deh ntar cerita ini jadinya bagus atau enggak. Tapi tetep dibaca aja ya kalo ceritanya agak-agak gaje. MAAF KALO BANYAK TYPO. Luhan & Kris udah gak di EXO. Jessica udah gak di SNSD. Tapi aku tetep masukin mereka di FF ku. Tetap semangat ya Acebaby meskipun SeoHan moment udah gak ada. Kalo banyak yang mulai ninggalin Acebaby atau berhenti nulis FF, silahkan aja. Tapi aku tetap setia sama Acebaby, sama, SeoHan, dan tetap nulis FF SeoHan. Biarpun SeoHan gak jodoh, aku tetap setia. Kalo ntar masing-masing udah punya namjachingu/yeojachingu, aku juga tetep support SeoHan, support Seohyun sama namjachingunya, dan support Luhan sama yeojachingunya. Oke deh, author gak perlu banyak berkicau lagi. Happy reading~ BANYAK SEDIKITNYA COMMENT DAN LIKE KALIAN, BISA MEMPENGARUHI SEMANGAT AUTHOR BUAT LANJUT FF INI ^_^

DON’T FORGET for RCL
AND
DON’T BE PLAGIAT

Prev.
“Apa yang dikatakannya?” tanya ketiganya.
“Bagaimana perasaan Seohyun pada Luhan oppa? Katakan pada kami” paksa Krystal.
“Dia bilang kalau dia… jath cinta dengan Luhan”
“Mwo? Jinjja?”
“Ne. Tapi…”
“Tapi kenapa?” tanya Luna.
“Setelah melihat Luhan dan Chorong, dia memutuskan untuk menghapus perasaanya pada Luhan. Karena itu juga dia memilih untuk bersembunyi dan tidak ingin bertemu dengan Luhan atau pun kalian” jawab Ara pelan.
“Jinjja? Unnie, kami mohon, jangan biarkan Seohyun untuk menghilangkan perasaannya pada Luhan oppa. Tolong yakinkan Seohyun kalau Luhan oppa juga sebenarnya juga memiliki perasaan yang sama” ujar Sulli.
“2 hari setelah Seohyun menghilang, Luhan oppa pada kami bahwa dia juga sudah jatuh cinta pada Seohyun. Bahkan semenjak kehadiran L sunbae. Hanya saja Luhan oppa masih meragukan perasaannya dan dia baru benar-benar menyadarinya setelah Seohyun menghilang. Unnie juga bisa melihat sendiri bagaimana kondisi Luhan oppa sekarang” tambah Krystal.
“Unnie tahu. Setiap hari dia selalu di sini dan suka melamun. Dia selalu duduk di mana Seohyun sering duduk jika dia di sini” ujar Ara.
“Unnie juga sudah mengatakan pada Seohyun tentang kondisi Luhan saat ini. Tapi dia tidak memberi respon apa-apa. Dia hanya diam begitu unnie selesai menceritakan tentang Luhan dan juga kalian” lanjut Ara.
Tanpa Ara, Luna, Sulli, dan Krystal sadari, ada orang yang mendengar pembicaraan mereka. Orang itu adalah Chorong dan Naeun. Sejak awal keduanya sudah mendengar pembicaraan keempat yeoja itu tentang Seohyun. Chorong yang akhirnya mengetahui di mana Seohyun berada, tersenyum senang.
“Akhirnya ketahuan juga di mana kau berada Seohyun” ujar Chorong.
“Chorong-ah, kau yakin akan melakukannya?” tanya Naeun.
“Tentu saja. Meskipun sekarang ini dia tidak bersama Luhan, tetapi aku akan tetap melakukannya. Yeoja itu harus kusingkirkan”
“Bagaimana jika ketahuan dengan Luhan atau yang lain? Mereka bisa melaporkan pada polisi” ujar Naeun.
“Tidak akan. Aku menyuruh orang-orang yang profesional. Mereka tidak akan ketahuan”
“Yah, mudah-mudahan saja”
“Kajja. Kita harus menemui orang-orang itu dan memberitahu keberadaan Seohyun. Supaya mereka bisa cepat-cepat melakukannya” ujar Chorong.
Chorong dan Naeun pun segera pergi menjauhi pintu perpustakaan. Ya, Chorong telah menyusun rencana untuk menyingkirkan Seohyun. Dia akan menyuruh beberapa orang untuk menculik Seohyun. Lalu, akankah rencananya berhasil?

-My Enemy, My Fiance-

Chorong dan Naeun berjalan menuju halaman sekolah dan masuk ke dalam mobil Chorong. Mereka akan bertemu dengan orang-orang yang dimintanya untuk menculik Seohyun. 20 menit kemudian, Kedua yeoja itu tiba di depan sebuah rumah berwarna putih. Chorong dan Naeun segera masuk ke dalam. Terlihat Eunji, Bomi, Namjoo, dan Hayaoung sudah berada di sana bersama dengan 3 orang namja.
“Apa kalian sudah mendapat info tentang keberadaan Seohyun?” tanya Bomi begitu melihat Chorong dan Naeun.
“Tentu saja. Ternyata selama ini dia bersembunyi di rumah penjaga perpustakaan sekolah kita, Ara” jawab Chorong.
“Jinjja? Darimana kalian tahu?” tanya Hayoung.
“Kami tidak sengaja mendengar pembicaraan Ara dengan ketiga teman Seohyun” jawab Naeun.
“Kalian harus menculik yeoja ini. Jangan sampai gagal” ujar Chorong pada ketiga namja dihadapannya sambil menyerahkan foto Seohyun dan alamat tempat tinggal Ara.
“Tenang saja. Semuanya akan berjalan dengan lancar dan tidak akan gagal” ujar namja yang menerima foto Seohyun dan alamat rumah Ara.
“Lakukan tugas kalian secepatnya. Jangan sampai ada yang tahu aksi kalian karena itu bisa membahayakan kita” ujar Chorong.
“Kami akan melakukannya malam ini juga. Dan kami jamin semuanya akan berjalan dengan baik. Kalian tidak perlu khawatir” ujar namja yang memakai baju berwarna hitam.
“Baiklah. Kalau kalian telah mendapatkan yeoja itu, cepat hubungi kami” ujar Namjoo.
“”Kalau begitu kami pergi dulu” ujar Chorong.
A Pink pun pergi meninggalkan rumah itu. Chorong merasa sedikit senang karena sebentar lagi dia akan mendapatkan Seohyun dan segera menyingkirkan yeoja itu. Sepeninggal A Pink, ketiga namja itu segera memanggil ketiga temannya yang lain dan segera melaksanakan tugas mereka malam ini juga.
Malam harinya, orang-orang yang diperintah Chorong mengawasi rumah Ara dari dalam mobil. Beberapa menit kemudian, 2 orang keluar dari dalam mobil dan berjalan menuju rumah Ara. Sementara itu, Seohyun dan Ara sedang berada di dapur menyiapkan makan malam untuk mereka.
“Seohyun-ah” panggil Ara.
“Ne unnie. Wae?”
“Ada yang kukatakan padamu. Tapi kau jangan marah padaku”
“Memang apa yang ingin kau katakan?”
“Berjanjilah dulu untuk tidak marah padaku” pinta Ara.
“Arraseo, aku berjanji tidak akan marah padamu unnie”
“Pulang sekolah tadi aku bertemu dengan Krystal, Sulli, dan Luna di perpustakaan”
“Lalu?”
“Mereka sih hanya ingin mengembalikan buku. Akan tetapi, saat mereka akan keluar dari perpustakaan aku menahan mereka dan….” Ara menggantug kalimatnya.
“Dan apa?” tanya Seohyun penasaran.
“Dan… aku bilang pada mereka kalau… kalau kau tinggal bersamaku” ujar Ara pelan.
“Mwo? Unnie tapi kan-“
“Ne, aku tahu kalau aku sudah berjanji padamu untuk tidak memberitahu siapa-siapa kalau kau tinggal disini. Tapi aku juga kasian dengan mereka, terutama dengan Luhan! Kau tidak tahu bagaimana keadaan mereka. Mereka benar-benar mengkhawatirkanmu. Meereka terus berusaha mencarimu. Bahkan beberapa kali mereka juga bertanya padaku dan aku harus berbohong pada mereka bahwa aku tidak tahu dimana dirimu” ujar Ara.
“Dan Luhan. Dia benar-benar seperti mayat hidup. Dia masih sering melamun di perpustakaan. Bahkan dia juga tetap duduk di tempat yang sering kau duduki jika sedang di perpustakaan. Setiap waktu istirahat dia selalu berada di perpustakaan. Bahkan dia juga sering membolos saat pelajaran dan memilih untuk melamun di perpustakaan” lanjut Ara.
Suasana menjadi hening. Ara hanya menatap Seohyun yang sedang menundukkan kepala. Tidak lama kemudian Ara kembali membuka suara.
“Aku berharap kau bisa secepatnya kembali ke sekolah dan beretemu dengan mereka. Terutama dengan Luhan. Temui dia dan selesaikan masalah kalian” ujar Ara.
“Aku pasti akan menemui mereka. Tapi tidak sekarang. Aku belum siap” ujar Seohyun pelan.
Seohyun dan Ara kembali terdiam. Mereka pun melanjutkan kegiatan memasak mereka dan tidak ada yang mengeluarkan suara sedikitpun. Tidak lama kemudian terdengar bel berbunyi.
“Biar aku saja yang membukanya” ujar Seohyun.
Seohyun pun keluar dari dapur dan berjalan menuju pintu. Saat pintu terbuka, ternyata tidak ada siapa-siapa. Yeoja itu pun keluar dari rumah untuk melihat sekitarnya. Sepi dan tidak ada siapa-siapa. Saat hendak masuk ke dalam rumah, tiba-tiba saja ada yang membekap Seohyun.
“Hhmmppp… Hhmmppp”
Seohyun berusaha melepaskan diri. Sayangnya, tidak lama kemudian dia tidak sadarkan diri karena pengaruh obat bius pada sapu tangan yang membekapnya. Kemudian orang yang membekap Seohyun segera mengangkat tubuh Seohyun dengan bantuan temannya. Mereka segera membawa yeoja itu masuk ke dalam mobil dan segera meninggalkan rumah Ara.
Sementara itu, Ara yang masih berada di dapur bingung kenapa Seohyun belum juga kembali. Setelah menata makanan di meja, Ara segera menuju pintu depan. Akan tetapi, saat sampai disana yang didapatnya hanyalah pintu yang terbuka. Tidak ada siapa-siapa. Yeoja itu berjalan keluar rumah untuk mencari Seohyun tetapi dia tidak ada disana dan membuat Ara menjadi panik.
“Seohyun!” panggil Ara tetapi tidak ada jawaban..
Ara pun menyusuri jalan di dekat rumahnya. Akan tetapi, tidak ada tanda-tanda keberadaan Seohyun. Yeoja itu semakin panik karena tidak bisa menemukan Seohyun. Akhirnya, dia pun kembali ke rumah dan segera menghubungi Krystal.
“Krystal, cepat angkat” ujar Ara tidak sabar saat Krystal tidak kunjung menjawab panggilan darinya.
Ara pun kembali mencoba menghubungi Krystal. Dan akhirnya diangkat juga oleh Krystal.
“Yeobosseyo”
“Krystal!”
“Oh, unnie. Wae?”
“Kau sekarang ada dimana?”
“Aku sedang dalam perjalanan pulang bersama Luna, Sulli, dan Sica unnie. Wae?”
“Tolong ke rumah sekarang. Seohyun menghilang” ujar Ara panik.
“Mwo?” tanya Krystal tidak percaya membuat Jessica, Luna, dan Sulli yang satu mobil dengannya menatapnya bingung.
“Seohyun menghilang. Cepatlah kemari”
“Baiklah, kami akan kesana sekarang” ujar Krystal kemudian mengakhiri pembicaraan mereka.
“Ada apa, Krys?” tanya Jessica.
“Unnie, kita ke rumah Ara unnie sekarang”
“Ara? Memangnya ada apa?” tanya Jessica bingung.
“Nanti unnie juga akan tahu. Sekarang kitra harus kesana sekarang” desak Krystal.
Meskipun masih bertanya-tanya dengan apa yang terjadi tetapi Jessica menuruti permintaan Krystal. Tidak hanya Jessica yang penasaran dengan apa yang terjadi, Sulli dan Luna juga penasaran.10 menit kemudian, mereka sampai di depan rumah dan bergegas turun dari mobil. Keempat yeoja itu pun segera masuk ke dalam.
“Unnie!” panggil Krystal.
“Krystal” balas Ara kemudian memeluk Krystal.
“Unnie, apa yang terjadi?” tanya Krystal.
Ara pun melepaskan pelukannya. Kemudian yeoja itu menatap Krystal.
“Seohyun… dia menghilang”
“Mwo?”
“Bagaimana bisa?” tanya Sulli.
“Tadi saat aku dan Seohyun berada di dapur bel berbunyi. Kemudian Seohyun yang membukakan pintu. Tapi sampai aku selesai menyiapkan makan malam, dia belum juga kembali. Akhirnya aku menyusulnya tapi yang ku lihat hanya pintu depan yang terbuka dan tidak ada siapa-siapa. Aku sudah mencari Seohyun di sekitar sini tapi aku tidak menemukannya” jelas Ara.
“Jadi, selama ini Seohyun tinggal disini? Kenapa kau tidak mengatakan yang sebenarnya saat kami bertanya padamu tentang keberadaan Seohyun?” tanya Jessica sedikit emosi.
“Unnie, tenanglah. Ara unnie punya alasan sendiri kenapa dia tidak mengatakan yang sebenarnya” ujar Luna mencoba menenangkan Jessica.
“Seohyun… dia selama ini memang tinggal disini. Dan kenapa aku tidak mengatakan yang sebenarnya karena Seohyun yang menyuruhku untuk tutup mulut. Untuk tidak mengatakan pada siapa-siapa, termasuk kalian dan terutama pada Luhan” ujar Ara.
“Unnie, kita harus menghubungi yang lain. Kita harus meminta bantuan SNSD unnie, EXO oppa dan Minhyuk oppa untuk mencari Seohyun” ujar Krystal pada Jessica.
“Tapi-“
“Tapi apa? Dalam situasi seperti ini kau masih tidak mau memberi tahu yang lain?” tanya Jessica.
“Ara unnie, kita harus memberitahu yang lain. Kita membutuhkan bantuan mereka. Tidak mungkin hanya kita berlima yang mencari Seohyun” ujar Luna mencoba meyakinkan Ara.
“Baiklah, silahkan hubungi yang lain” ujar Ara akhirnya.

-My Enemy, My Fiance-

SNSD, EXO, dan Minhyuk telah berada di rumah Ara sejak 5 menit yang lalu. Begitu mereka mendengar berita tentang Seohyun, mereka segera pergi ke rumah Ara. Hanya Sehun dan Luhan yang belum datang karena Sehun harus menjemput Luhan terlebih dahulu. Yah, mereka tidak ada yang berani mengatakan tentang keadaan Seohyun saat ini kepada Luhan. Akhirnya, mereka meminta Sehun untuk ke rumah Luhan dan mengatakan langsung padanya. Tidak lama kemudian kedua namja itu sampai di rumah Ara.
“Dimana Seohyun?” tanya Luhan begitu namja itu sampai di dalam.
Tidak ada yang menjawab pertanyaan Luhan. Semua yang berada di sana tidak ada yang berani menatap namja yang berdiri dihadapan mereka. Luhan mulai kesal karena tidak ada yang menjawab pertanyaannya. Akhirnya, dia mengalihkan pandangannya pada Ara yang sedang duduk diantara Taeyeon-Tiffany dan menghampiri yeoja itu.
“Noona, dimana Seohyun?” tanya Luhan sambil berlutut dihadapan Ara dan memegang bahunya.
Ara hanya terdiam. Dia hanya menundukkan kepalanya.
“Noona, dimana Seohyun?” tanya Luhan sekali lagi.
“Dia… Aku tidak tahu dia sekarang dimana” jawab Ara akhirnya.
“Mwo? Tapi Sehun bilang bahwa Seohyun selama ini ada disini. Kenapa noona bisa tidak tahu dimana Seohyun sekarang?” tanya Luhan mulai sedikit emosi membuat yeoja dihadapannya mulai ketakutan.
“Lu, hentikan” ujar Xiumin kemudian menarik Luhan agar menjauh dari Ara.
“Ani! Aku harus tahu dimana Seohyun sekarang!”
“Dia tidak ada disini” ujar Hyoyeon.
“Lalu, dimana dia sekarang?” tanya Luhan.
“Ya! Sehun-ah, kau tidak mengatakan yang sebenarnya pada Luhan?” bisik Minhyuk.
“Aku tidak sempat mengatakan yang sebenarnya. Dia terus-terusan mendesakku untuk cepat kemari” Sehun balas berbisik.
“Kenapa kalian semua hanya diam? Katakan dimana Seohyun?” tanya Luhan kesal.
“Dia menghilang, oppa” jawab Krystal akhirnya.
“Mwo?”
“Ara unnie bilang bahwa saat dia dan Seohyun sedang berada di dapur, bel rumah berbunyi dan Seohyun yang membuka pintu. Karena Seohyun tidak juga kembali, akhirnya Ara unnie menyusul Seohyun. Tapi saat unnie sampai ruang tamu… dia hanya melihat pintu depan terbuka dan tidak ada siapa-siapa” jelas Krystal.
“Ara unnie sudah mencari disekitar rumah ini. Tapi Seohyun tetap tidak bisa ditemukan. Akhirnya, unnie menelepon Krystal dan memberitahukan hal ini” lanjut Luna.
Luhan pun menatap tajam Ara setelah mendengar penjelasan dari Krystal dan Luna.
“Kenapa noona tidak memberitahuku bahwa Seohyun tinggal disini? Atau, kenapa noona tidak memberitahu pada yang lain? Noona baru memberitahu kami setelah Seohyun menghilang!”
“Luhan, jangan salahkan Ara unnie. Di-“
“Aku tidak menyalahkannya! Aku hanya bertanya kenapa dia tidak mengatakannya sejak awal” ujar Luhan memotong perkataan Tiffany.
“Dia tidak mengatakannya pada kita karena Seohyun yang memintanya. Seohyun meminta Ara unnie untuk tidak memberitahu kita” ujar Yoona.
“Sebenarnya, tadi siang Ara unnie mengatakan pada kami bertiga. Hanya saja, kami diminta untuk tidak memberitahu kalian” ujar Krystal.
“Sudahlah, jangan mempermasalahkan hal itu lagi. Sekarang yang paling penting adalah keberadaan Seohyun” ujar Kris.
Sementara itu, Seohyun yang sedang tak sadarkan diri berada di sebuah bangunan kosong yang sudah lama tidak terpakai. Dia didudukkan di sebuah kursi dengan kedua tangan yang terikat di belakang, kedua kakinya yang terikat di masing-masing kaki kursi dan mulutnya tertutup dengan lakban. Tidak lama kemudian Seohyun tersadar. Saat membuka mata, pandangannya masih sedikit buram. Setelah beberapa saat, akhirnya dia bisa melihat sekelilingnya dengan jelas. Yeoja itu mengedarkan pandangannya ke penjuru ruangan yang sangat berantakan dan tidak terawat sama sekali. Detik berikutnya, Seohyun mendengar pintu ruangan yang terbuka dan melihat 9 orang masuk ke dalam.
“Ternyata kau sudah sadar” ujar orang yang tadi berjalan masuk terlebih dahulu.
Seketika, kedua mata Seohyun membulat lebar. Yeoja itu tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Tepatnya 6 orang yang berdiri dihadapannya. A Pink! Dan yang tadi berbicara adalah Chorong.
“Wae? Kau terkejut melihat kami berada disini?” tanya Chorong.
“Buka lakbannya!” perintah Eunji pada 3 namja yang berdiri dibelakang dan salah satunya membuka lakban yang menutup mulut Seohyun.
A Pink pun berjalan lebih dekat pada Seohyun. Kemudian, Chorong menarik rambut Seohyun dengan keras sehingga membuat yeoja itu kesakitan. Tetapi Chorong sama sekali tidak peduli atau pun merasa kasian pada Seohyun. Dia justru senang melihat yeoja dihadapannya menderita.
“Aaakkhh… Sunbae, tolong… lepaskan. Sa.. sakit” pinta Seohyun.
“Sakit? Aku hanya menarik rambutmu seperti ini kau sudah kesakitan. Bagaimana jika aku… membunuhmu?”
Seohyun terkejut mendengar perkataan Chorong.
“Sunbae, ka… kau-“
“Tapi aku tidak akan melakukannya dengan tanganku sendiri. Aku akan menyuruh orang lain untuk membunuhmu. Lebih cepat kau mati, lebih cepat juga aku bisa mendapatkan Luhan” ujar Chorong memotong perkataan Seohyun.
“Tapi kami ingin bermain-main dulu denganmu sebelum kau mati. Kami, terutama Chorong, sangat ingin melihatmu menderita. Jadi, siapkan dirimu untuk bermain-main dengan kami” ujar Namjoo yang ternyata sudah berada di belakang Seohyun.
“Kami akan bermain-main denganmu besok. Hari ini cukup ini saja sebagai pembukaannya. Tapi untuk besok…. akan lebih menyenangkan tentunya” ujar Bomi kemudian mengeluarkan smirknya.
Chorong pun melepaskan rambut Seohyun dan mulutnya kembali ditutup dengan lakban. Kesembilan orang itu pun keluar dari ruangan tersebut dan mengunci pintunya. Sementara itu, Seohyun hanya bisa menangis dan merasa ketakutan. Dia takut dengan apa yang akan dilakukan sunbaenya besok. Yeoja itu berusaha melepaskan tali yang mengikat kedua tangan dan kakinya, tetapi ikatan itu sangat kencang dan dia merasa kaki dan tangannya sakit karena lecet akibat ikatan tersebut. Akhirnya, Seohyun berhenti meronta dan hanya menangis. Dia hanya bisa berdoa dan berharap supaya ada yang menolongnya dan cepat mengeluarkannya dari tempat ini.

-My Enemy, My Fiance-

Keeseokan harinya, Luhan berniat untuk tidak masuk sekolah dan memilih untuk mencari Seohyun. Akan tetapi, teman-temannya mencegahnya dan menyarankan untuk mencari bersama-sama. Selain itu, semalam Sehun, Suho, dan Kai sudah meminta beberapa orang untuk membantu mencari keberadaan Seohyun.
Pagi ini SNSD, EXO, Minhyuk, Ara, Luna, Sulli, dan Krystal berada di lapangan basket milik SHS. Tidak jauh dari sana, tepatnya di sebuah ruangan yang berda di lantai 2 A Pink sedang memperhatikan mereka. Keenam yeoja itu tersenyum senang melihat kegelisahan yang terlukis sangat jelas -meskipun di lihat dari jauh- di wajah kedua puluh lima orang tersebut.
“Mereka pasti sedang kebingungan mencari Seohyun” ujar Hayoung.
“Chorong-ah, bagaimana jika mereka tahu bahwa kita yang menculik Seohyun?” tanya Naeun.
“Dan bagaimana jika mereka melapor pada polisi dan kita di penjara?” tambah Eunji.
“Kalian tenang saja. Orang-orang yang aku suruh adalah orang-orang yang pintar dan profesional. Mereka tidak mudah untuk dilacak” ujar Chorong.
“Tapi kita juga harus berhati-hati Chorong-ah. Kita sulit memprediksi apa yang mereka lakukan. Bagaimana jika ternyata mereka diam-diam mengawasi kita? Mereka tahu bahwa kita sangat membenci Seohyun. Bisa jadi mereka langsung mencurigai kita” ujar Hayoung.
“Kurasa apa yang dikatakan Hayoung ada benarnya juga” ujar Namjoo mendukung perkataan Hayoung.
“Dan jika apa yang ditakutkan Naeun dan Eunji benar-benar terjadi, habislah kita” lanjut Namjoo.
“Kalau itu benar terjadi, mereka akan mendapatkan Seohyun dengan keadaan yang……. sudah tidak bernyawa” ujar Chorng kemudian mengeluarkan smirknya.
“Mwo? Kau serius?” tanya kelima temannya.
“Chorong-ah, kau benar-benar akan… membunuhnya?” tanya Naeun tidak percaya.
“Jika apa yang kalian takutkan terjadi tentu saja itu akan terjadi. Dan jika aku tidak bisa mendapatkan Luhan, berarti Seohyun atau pun yeoja yang lain juga tidak bisa mendapatkannya”
Bomi, Eunji, Naeun, Namjoo, dan Hayoung terdiam setelah mendengar perkataan Chorong. Mereka tidak percaya dengan apa yang tadi dikatakan temannya itu. Chorong yang melihat ekspresi kelima temannya pun tertawa. Mereka percaya dengan apa yang dikatakan yeoja itu.
“Hahaha… Kalian percaya dengan apa yang aku katakan?” tanya Chorong membuat kelima temannya bingung.
“Maksudmu apa?” tanya Bomi.
“Apa yang aku katakan tadi hanya bercanda. Tentu saja aku tidak akan membunuhnya” jawab Chorong.
“Ya! Kau ini membuat kami jantungan saja” ujar Eunji kesal.
“Jadi, apa yang kau katakan pada Seohyun semalam bahwa kau akan membunuhnya itu juga hanya pura-pura? Hanya bercanda?” tanya Bomi.
“Tentu saja itu hanya bercanda. Tapi aku tetap akan membuatnya menderita. Apa kalian mau ikut denganku untuk membuatnya menderita?” tanya Chorong yang dibalas dengan anggukan dan senyuman kelima temannya.
“Oh iya, akhir-akhir ini aku jarang sekali melihat si anak baru yang bernama L itu. Kemana dia?” tanya Namjoo.
“Benar juga. Aku juga jarang melihatnya” ujar Hayoung.
“Aku terakhir melihatnya saat dia sedang berjalan bersama Sehun dan Yoona menuju ke kantin.Hari dimana Chorong mencium Luhan dan Seohyun melihatnya sehingga membuat dia bersembunyi dan tidak masuk sekolah berhari-hari” ujar Eunji. *kalo bingung/lupa, baca kembali part 13*
“Kenapa dia bisa berjalan bersama Sehun dan Yoona?” tanya Chorong.
“Aku tidak tahu. Karena setelah itu aku harus menemui Lee seongsaenim” jawab Eunji.
“Sepertinya ada sesuatu diantara mereka yang tidak kita ketahui” ujar Bomi.
“Sudahlah, itu tidak terlalu penting. Tapi karena kehadiran namja itu, aku menjadi lebih mudah untuk merusak perjodohan Luhan dan Seohyun”.
Tidak lama kemudian, bel masuk berbunyi. A pink segera keluar dari ruangan dimana mereka berada dan berjalan menuju kelas mereka.

-My Enemy, My Fiance-

Selama pelajaran berlangsung, baik SNSD, EXO, Minhyuk, Luna, Sulli, atau pun Krystal tidak ada yang bisa fokus pada materi atau penjalasan yang di berikan seongsaenim hari ini. Pikiran mereka dipenuhi oleh Seohyun. Dimana Seohyun saat ini? Siapa yang menyembunyikan atau mungkin menculik Seohyun? Bagaimana keadaan Seohyun saat ini? Pertanyaan-pertanyaan itulah yang selalu bermain-main di otak mereka. Sampai pelajaran terakhir pun mereka tetap tidak bisa menerima dengan baik penjelasan-penjalasan yang diberikan seongsaenim. Bahkan mungkin mereka tidak tahu apa saja pelajaran hari ini dan siapa yang mengajar di kelas mereka.
Saat pulang sekolah, mereka -bersama dengan Ara- berada di tempat parkir SHS. Mereka berencana untuk mencari Seohyun karena sampai saat ini orang-orang suruhan Sehun, Suho, dan Kai belum juga mendapatkan informasi tentang keberadaan Seohyun. Akhirnya, mereka memilih untuk mencari juga.
“Baiklah, sepertinya kita harus mencari Seohyun” ujar Xiumin.
“Benar. Dan lebih baik kita mencarinya secara berkelompok” tambah Suho.
“Aku akan mencarinya sendiri” ujar Luhan.
“Lu, tap-“
“Tidak ada penolakan” Luhan memotong perkataan Suho.
“Setidaknya kau mengajak satu atau dua orang dari kita” ujar Minhyuk.
Luhan berpikir sejenak. Kemudian, dia terlihat menghela nafas.
“Baiklah. Aku akan mengajak dua orang untuk pergi bersamaku” ujar Luhan.
“Aku akan mengajak Sehun dan Xiumin” lanjut Luhan.
“Baiklah, Sehun dan Xiumin pergi bersama Luhan. Dan untuk yang lain aku sudah membagi kalian menjadi 5 grup” ujar Suho.
“Lay, Luna, Hyoyeon, dan Sunny pergi bersama Kris. Kyungsoo, Sooyoung, Ara noona, dan Taeyeon pergi bersama Kai. Tao, Chanyeol, dan Krystal pergi bersama Jessica. Chen, Baekhyun, dan Yuri pergi bersama Tiffany. Minhyuk, Yoona, dan Sulli bersamaku” lanjut Suho.
“Kalau begitu kita pergi sekarang. Dapat atau pun tidak dapat informasi tentang Seohyun, pukul 8 malam kita harus berkumpul di rumah Luhan” ujar Taeyeon.
“Dan tidak ada penolakan” tambah Yoona saat melihat Luhan hendak memprotes keputusan Taeyeon.
“Tapi ak-“
“Lu, kita tahu kau ingin mencari Seohyun. Tapi kita bisa melanjutkannya besok jika hari ini kita tidak mendapatkan informasi apa-apa tentang Seohyun” ujar Yoona.
“Bukan hanya kau saja yang khawatir dengan Seohyun. Kita semua juga khawatir dengannya. Tapi kita juga tidak harus mencarinya terus-menerus sampai larut malam. Sehun, Kai, dan Suho juga sudah meminta beberapa orang untuk mencari Seohyun” tambah Jessica.
“Sudahlah, cepat kita pergi. Dan Sehun-ah, kau saja yang menyetir mobil Luhan. Jangan biarkan dia yang menyetir sendiri” ujar Kai.
“Tap-“
“Tidak ada penolakan!” ujar ExoShidae minus HunHan.
“Kalian senang sekali memotong perkataanku” omel Luhan.
“Ayo kita pergi” ujar Kris, tidak peduli dengan omelan Luhan.
SNSD, EXO, Minhyuk, Ara, Luna, Sulli, dan Krystal masuk ke dalam mobil. Mereka pun segera meninggalkan sekolah dan mencari Seohyun. A pink yang baru saja keluar dari gedung sekolah melihat mobil mereka pergi.
“Mau kemana mereka?” tanya Eunji.
“Mungkin mereka pergi mencari Seohyun” jawab Bomi.
“Sudahlah, ayo kita pergi. Hari ini ada mainan baru untuk kita” ujar Chorong.
“Kita langsung pergi kesana?” tanya Hayoung.
“Ne. Lebih cepat kita kesana, maka kita bisa lebih lama bermain-main dengan dia. Kajja” ujar Chorong.
A pink pun berjalan menuju mobil mereka. Merekapergi menuju tempat dimana Seohyun berada. Sesampainya disana, keenam yeoja itu segera keluar dari mobil dan masuk ke dalam sebuah bangunan yang sudah tidak terpakai tersebut. Saat mereka masuk, terlihat lima namja sedang duduk tidak jauh dari ruangan dimana Seohyun disekap. Kelima namja itu segera berdiri saat melihat kehadiran A Pink.
“Apa semuanya aman?” tanya Chorong.
“Tenang saja, semuanya aman. Tidak akan ada yang tahu kalau yeoja itu ada disini” ujar namja yang memakai baju berwarna merah.
“Baiklah. Kami ingin bertemu dengannya” ujar Chorong.
Kemudian, namja yang memakai baju merah tadi segera membuka pintu ruangan Seohyun yang terkunci. A Pink pun segera masuk begitu pintu terbuka dan Naeun menutup pintu dari dalam. Seohyun terkejut dan sedikit ketakutan saat melihat mereka masuk. Chorong mendekati Seohyun dan membuka lakban yang menutupi mulut Seohyun. Kemudian, dia menarik rambut Seohyun sehingga membuat yeoja itu meringis kesakitan.
“Bagaimana kabarmu, Oh Seohyun? Apa kau senang disini?” tanya Chorong.
Seohyun tidak menjawab pertanyaan Chorong. Yeoja itu hanya meringis kesakitan akibata tarikan pada rambutnya yang cukup keras. Karena pertanyaannya tidak juga mendapat jawaban, Chorong menarik rambut Seohyun lebih keras.
“Aaakkhhh!”
“Apa kau tuli? Kenapa kau tidak menjawab pertanyaanku?”
Seohyun tetap tidak menjawab pertanyaan Chorong. Membuat yeoja itu semakin kesal.
“Baiklah kalau kau tidak mau menjawab pertanyaanku. Kita langsung saja ke intinya”
Chorong pun melepaskan rambut Seohyun. Yeoja itu membalikkan badannya sehingga memunggungi Seohyun. Detik berikutnya, dia kembali menghadap Seohyun dan menampar pipi kiri Seohyun dengan keras.
PLAK!!!
Seohyun sangat terkejut karena tiba-tiba saja Chorong menamparnya. Tamparannya sangat keras sehingga pipinya terasa panas dan perih. Air mata mulai menetes dari matanya dan segera membasahi kedua pipinya.
“Kenapa kau menangis? Apakah tamparanku sakit? Rasa sakit itu tidak sebanding dengan apa yang aku rasakan. Kau tahu, aku jauh merasa lebih sakit saat kau merebut Luhan dariku. Saat kau bertunangan dengannya. Aku sangat membencimu”
“Aku tidak merebutnya darimu. Dan pertunangan itu bukan kemauanku. Itu semua sudah diatur” ujar Seohyun membela diri.
“Tapi kau bisa menolaknya!” bentak Chorong membuat Seohyun ketakutan.
“A… aku sudah men… coba untuk me… menolak tapi tidak bi… bisa. Tapi…. kau bukan… siapa-siapanya Luhan… oppa. Kenapa ka-“
PLAK!!!
Sebuah tamparan keras kembali mendarat di pipi kiri Seohyun. Yeoja itu kembali terkejut karena kembali mendapat tamparan tiba-tiba dari Chorong. Kemudian, yeoja yang menamparnya tadi menarik rambutnya.
“Aku memang bukan siapa-siapanya. Tapi aku tidak suka melihat Luhan bersamamu. Jika kau tidak ada, aku pasti akan menjadi yeojachingu-nya. Tapi kau sudah merusak semuanya. Kau harus memutuskan pertunangan dan menghentikan perjodohan bodoh ini. Setelah itu, kau pergi jauh-jauh dari Luhan dan aku akan melepaskanmu”
Seohyun tidak memberi respon apa-apa saat mendengar perkataan Chorong. Memutuskan pertunangannya dengan Luhan?? Menjauh dari Luhan?? Seohyun merasa hatinya saat Chorong menyuruhnya untuk memutuskan pertunangan dan pergi menjauh dari Luhan. Hati kecilnya seketika berteriak ‘tidak bisa!’.
“Wae? Kau tidak mau melakukannya? Kau mulai suka dengannya? Kami dengar kau mulai jatuh cinta dengan Luhan. Apa itu benar?” tanya Bomi.
Seohyun terdiam.
“Kenapa kau diam saja? Kenapa tidak menawab? Kalau kau tidak mau menjawabnya berarti…. itu benar” ujar Namjoo.
“Kau dalam bahaya. Jika kau benar-benar mulai jatuh cinta pada Luhan… Chorong tidak akan melepaskanmu begitu saja” ujar Naeun.
Chorong menarik rambut Seohyun lebih keras sehingga mmbuat yeoja itu kesakitan.
“Aakkhh. Sun… bae, sa… sa… kit”
“Apa benar kau mulai jatuh cinta… pada Luhan?” tanya Chorong.
Seohyun terdiam dan itu membuat Chorong semakin marah.
“Kenapa kau diam saja? Jawab pertanyaanku!” bentak Chorong sambil menarik rambut Seohyun lebih keras.
“Aaakkhh. Sun….. bae, le… lep… lepaskan. Sa…. kit”
“Jawab pertanyaanku! Kau jatuh cinta dengannya?”
“Ak… aku… aku akan…. menjauhinya. Aku… aku akan….. membuang…. jauh-jauh…. pe… perasaanku”
“Berarti kau benar-benar mulai jatuh cinta dengan Luhan?” tanya Hayoung.
“N… ne. Tapi ak.. aku akan- Aaaakkkhhh!!!“
Chorong menarik rambut Seohyun lebih keras saat mendengar jawaban Seohyun. Dia tidak peduli dengan rasa sakit pada kepala Seohyun akibat tarikan tangannya pada rambut Seohyun. Sedangkan Seohyun kembali menangis. Dia sudah tidak kuat lagi dengan rasa sakit yang dialaminya dan semua yang dilakukan sunbae-sunbaenya.
“Jauhi Luhan atau aku akan benar-benar membunuhmu!” bisik Chorong tajam.
Chorong pun melepaskan rambut Seohyun. Sementara Seohyun hanya menunduk dan menangis.
“Kajja, kita pergi dari sini. Aku sudah muak dengannya” ujar Chorong pada kelima temannya.
A Pink pun segera keluar dari ruangan tersebut dan meninggalkan Seohyun sendirian. Mereka kemudian berhenti di depan kelima namja yang menjaga Seohyun.
“Jangan sampai yeoja itu melarikan diri. Dan jangan kasih dia makan atau pun minum. Biarkan saja dia kelaparan dan kehausan sampai kami kemari lagi. Kami akan kemari dua atau tiga hari lagi. Jaga dia baik-baik” ujar Chorong.
“Ne” ujar kelima namja itu.
Chorong pun mengajak kelima temannya untuk segera pergi.
“Chorong-ah, kau serius untuk meminta mereka supaya tidak memberi Seohyun makan? Bagaimana kalau dia sampai sakit atau yang lain karena kelaparan dan kehausan?” tanya Eunji.
“Biarkan saja, karena itu yang aku mau. Dia kelaparan dan kehausan. Dia pasti sangat menderita. Biarkan saja” jawab Chorong.
A Pink pun segera masuk ke dalam mobil dan meninggalkan bangunan tersebut. Sementara itu, Seohyun masih saja menangis dan dia merasa kepalanya sangat pusing. Tiba-tiba saja pandangannya sedikit mengabur dan selanjutnya yeoja itu tidak sadarkan diri. Pingsan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
-TBC-
Chapter 14 selesai!!! Hari ini aku langsung update 2 part sekaligus, part 14 dan part 15. Oh ya, yang part 15 udah part terakhir hehehe… Mianhae kalo bikin kalian nunggu lama. Mianhae juga ceritanya gaje dan banyak typo. Makasih udah baca Ffku. Jangan lupa RCL ya~ Annyeong!!!!

Advertisements

8 thoughts on “MY ENEMY, MY FIANCE (PART 14)

  1. gila..apink bener2 minta dibunuh ya:3 duh greget sendiri bacanya:3
    jahat amat ya._. liat deh ntar akibatnya/smirk ala kyuhyun/

Silahkan berkomentar~ ^^ #AceBabySeoHanjjang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s