MY ENEMY, MY FIANCE (PART 15/END)

Title : My Enemy, My Fiance (Part 15)
Author : Eka Oktavia (Kim Tae Rin)
Main Cast :
– Seohyun ‘SNSD’
– Luhan ‘EXO’
– Chorong ‘A Pink’
– Myungsoo/L ’Infinite’
Other Cast : find it by yourself
Genre : Romance, friendship, family
Pairing : SeoHan
Lenght : chapter
Author’s note : Gak tau deh ntar cerita ini jadinya bagus atau enggak. Tapi tetep dibaca aja ya kalo ceritanya agak-agak gaje. MAAF KALO BANYAK TYPO. Luhan & Kris udah gak di EXO. Jessica udah gak di SNSD. Tapi aku tetep masukin mereka di FF ku. Tetap semangat ya Acebaby meskipun SeoHan moment udah gak ada. Kalo banyak yang mulai ninggalin Acebaby atau berhenti nulis FF, silahkan aja. Tapi aku tetap setia sama Acebaby, sama, SeoHan, dan tetap nulis FF SeoHan. Biarpun SeoHan gak jodoh, aku tetap setia. Kalo ntar masing-masing udah punya namjachingu/yeojachingu, aku juga tetep support SeoHan, support Seohyun sama namjachingunya, dan support Luhan sama yeojachingunya. Oke deh, author gak perlu banyak berkicau lagi. Happy reading~ BANYAK SEDIKITNYA COMMENT DAN LIKE KALIAN, BISA MEMPENGARUHI SEMANGAT AUTHOR BUAT LANJUT FF INI ^_^

DON’T FORGET for RCL
AND
DON’T BE PLAGIAT

Prev.
Seohyun tidak memberi respon apa-apa saat mendengar perkataan Chorong. Memutuskan pertunangannya dengan Luhan?? Menjauh dari Luhan?? Seohyun merasa hatinya saat Chorong menyuruhnya untuk memutuskan pertunangan dan pergi menjauh dari Luhan. Hati kecilnya seketika berteriak ‘tidak bisa!’.
“Wae? Kau tidak mau melakukannya? Kau mulai suka dengannya? Kami dengar kau mulai jatuh cinta dengan Luhan. Apa itu benar?” tanya Bomi.
Seohyun terdiam.
“Kenapa kau diam saja? Kenapa tidak menawab? Kalau kau tidak mau menjawabnya berarti…. itu benar” ujar Namjoo.
“Kau dalam bahaya. Jika kau benar-benar mulai jatuh cinta pada Luhan… Chorong tidak akan melepaskanmu begitu saja” ujar Naeun.
Chorong menarik rambut Seohyun lebih keras sehingga mmbuat yeoja itu kesakitan.
“Aakkhh. Sun… bae, sa… sa… kit”
“Apa benar kau mulai jatuh cinta… pada Luhan?” tanya Chorong.
Seohyun terdiam dan itu membuat Chorong semakin marah.
“Kenapa kau diam saja? Jawab pertanyaanku!” bentak Chorong sambil menarik rambut Seohyun lebih keras.
“Aaakkhh. Sun….. bae, le… lep… lepaskan. Sa…. kit”
“Jawab pertanyaanku! Kau jatuh cinta dengannya?”
“Ak… aku… aku akan…. menjauhinya. Aku… aku akan….. membuang…. jauh-jauh…. pe… perasaanku”
“Berarti kau benar-benar mulai jatuh cinta dengan Luhan?” tanya Hayoung.
“N… ne. Tapi ak.. aku akan- Aaaakkkhhh!!!“
Chorong menarik rambut Seohyun lebih keras saat mendengar jawaban Seohyun. Dia tidak peduli dengan rasa sakit pada kepala Seohyun akibat tarikan tangannya pada rambut Seohyun. Sedangkan Seohyun kembali menangis. Dia sudah tidak kuat lagi dengan rasa sakit yang dialaminya dan semua yang dilakukan sunbae-sunbaenya.
“Jauhi Luhan atau aku akan benar-benar membunuhmu!” bisik Chorong tajam.
Chorong pun melepaskan rambut Seohyun. Sementara Seohyun hanya menunduk dan menangis.
“Kajja, kita pergi dari sini. Aku sudah muak dengannya” ujar Chorong pada kelima temannya.
A Pink pun segera keluar dari ruangan tersebut dan meninggalkan Seohyun sendirian. Mereka kemudian berhenti di depan kelima namja yang menjaga Seohyun.
“Jangan sampai yeoja itu melarikan diri. Dan jangan kasih dia makan atau pun minum. Biarkan saja dia kelaparan dan kehausan sampai kami kemari lagi. Kami akan kemari dua atau tiga hari lagi. Jaga dia baik-baik” ujar Chorong.
“Ne” ujar kelima namja itu.
Chorong pun mengajak kelima temannya untuk segera pergi.
“Chorong-ah, kau serius untuk meminta mereka supaya tidak memberi Seohyun makan? Bagaimana kalau dia sampai sakit atau yang lain karena kelaparan dan kehausan?” tanya Eunji.
“Biarkan saja, karena itu yang aku mau. Dia kelaparan dan kehausan. Dia pasti sangat menderita. Biarkan saja” jawab Chorong.
A Pink pun segera masuk ke dalam mobil dan meninggalkan bangunan tersebut. Sementara itu, Seohyun masih saja menangis dan dia merasa kepalanya sangat pusing. Tiba-tiba saja pandangannya sedikit mengabur dan selanjutnya yeoja itu tidak sadarkan diri. Pingsan.

-My Enemy, My Fiance-

Sudah empat hari Seohyun menghilang dan sampai sekarang masih tidak ada informasi apa-apa tentang Seohyun. SNSD, EXO, Minhyuk, Ara, Luna, Sulli, dan Krystal masih terus mencari Seohyun. Setiap pulang sekolah mereka selalu mencari Seohyun dan pukul 8 malam mereka menghentikan pencarian mereka. Minhyuk dan EXO, minus Sehun saat ini tinggal bersama Luhan. Jika mereka meninggalkan Luhan sendiri, namja itu pasti akan keluar rumah dan mencari Seohyun sendiri sampai larut malam.
Hari pertama saat mereka mencari Seohyun, Luhan kembali mencari Seohyun sendirian setelah teman-temannya pulang dari rumahnya. Mereka bisa tahu karena saat itu Suho bersama Tao, Sehun, dan Xiumin harus kembali ke rumah Luhan karena ponsel Suho tertinggal di rumah Luhan. Saat tiba disana, mereka melihat mobil Luhan sudah tidak ada. Mereka mencoba untuk mengetuk pintu dan menekan bel rumah Luhan. Sayangnya namja itu keluar juga. Mereka pun berpikir jika Luhan pergi mencari Seohyun. Xiumin, Tao, dan Sehun pun memberi kabar pada teman-teman mereka mengenai Luhan.
Malam itu mereka pergi mencari Luhan. Akhirnya, setelah kurang lebih 2 jam mencari, Kai, Kyungsoo, Chanyeol, Chen, dan Baekhyun berhasil menemukan Luhan yang saat itu berada di sekitar Sungai Han. Karena hal itu, EXO dan Minhyuk memutuskan untuk menginap dan menemani Luhan setelah mereka mencari Seohyun. Sehun tidak ikut menginap di rumah Luhan karena dia takut kedua orang tuanya akan curiga padanya. Sehun memang tidak cerita pada kedua orang tuanya sejak Seohyun menghilang dan tidak masuk sekolah. Bahkan dia tidak cerita bahwa Seohyun saat ini diculik. Pernah suatu hari kedua orang tuanya bertanya tentang Seohyun, kenapa dia tidak pernah mengunjungi mereka. Sehun terpaksa berbohong pada mereka bahwa Seohyun sedang mempunyai banyak tugas sekolah sehingga tidak bisa menemui mereka.
Sementara itu, A Pink sering mengawasi mereka dari jauh. Keenam yeoja itu belum kembali lagi ke bangunan dimana Seohyun berada. Mereka hanya memantau keadaan Seohyun melalui telepon. Kelima namja yang menjaga Seohyun bahwa yeoja itu semakin terlihat lemas karena tidak diberi makan atau pun minuman. Bahkan yeoja itu sampai jatuh pingsan 2 atau 3 kali. Akan tetapi, Chorong atau pun yang lain tidak merasa kasian sedikit pun. Mereka menyuruh kelima namja itu untuk membiarkan Seohyun *poor Seohyun*.
Pagi ini, seperti biasanya SNSD, EXO, Ara, Luna, Sulli, dan Krystal berkumpul di lapangan basket. Tapi Minhyuk, Suho, dan Sehun belum terlihat bersama mereka. Semalam Suho dan Minhyuk memang tidak menginap di rumah Luhan sehingga kedua namja itu tidak berangkat bersama member EXO yang lain.
“Sudah empat hari Seohyun dan sampai sekarang belum ada informasi tentang keberadaan Seohyun” ujar Tiffany.
“Hari ini kita akan mencari Seohyun kemana lagi? Semua tempat yang sering dia kunjungi sudah kita datangi semua. Tapi dia tidak ada disana. Teman-temannya juga tidak ada yang tahu keberadaan Seohyun” ujar Yuri.
“Bagaimana jika kita melapor polisi atau…. orang tuanya?” tanya Tao yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari yang lain.
“Wae? Yang aku katakan ada benarnya juga” ujar Tao saat mereka menatapnya.
“Kita akan melapor pada polisi jika kita sudah mendapat informasi tentang Seohyun. Dan untuk orang tua Seohyun, sepertinya kita jangan memberitahu mereka. Sehun sudah melarang kita untuk memberitahu tentang hal ini” ujar Kai.
“Kenapa tidak melapor sekarang saja?” tanya Tao.
“Kita tunggu sampai orang-orang yang disuruh Suho, Kai, dan Sehun mendapat informasi” jawab Kris.
“Tapi sampai kapan kita harus menunggu oppa? Satu minggu? Dua minggi? Satu bulan? Atau mungkin satu tahun lagi?” tanya Krystal.
“Mudah-mudahan saja mereka mendapat informasi tentang Seohyun secepatnya” ujar Taeyeon.
Mereka kembali terdiam. Kemudian Yoona mengalihkan pandangannya pada Luhan yang duduk di bawah pohon tidak jauh dari tempat mereka. Sejak sampai disini, namja itu memilih untuk menyendiri dan sibuk dengan pikirannya sendiri.
“Aku kasian dengan Luhan. Dia semakin terlihat tidak bersemangat saja. Dia juga semakin suka menyendiri” ujar Yoona.
“Di kelas dia juga sering melamun. Dia sering sekali mendapat teguran dari seongsaenim karena selalu melamun saat pelajaran” ujar Kyungsoo.
Tidak lama kemudian, Suho, Minhyuk, dan Sehun terlihat berlari menghampiri mereka dengan tergesa-gesa dan membuat yang lain bingung.
“Ada apa?” tanya Xiumin dan Sooyoung bersamaan saat ketiga namja itu telah sampai di depan mereka.
“Hhh… hhh… Ada… berita bagus” ujar Suho sambil berusaha mengatur nafasnya.
“Orang-orang yang aku suruh…. untuk mencari Seohyun… sudah tahu… siapa yang… menculiknya” ujar Sehun.
“Jinjja? Nugu?” tanya mereka.
“Yang menculik Seohyun…. A Pink” jawab Suho.
“Mwo?? Jinjja?”
“Mereka benar-benar keterlaluan. Aku harus memberi pelajaran pada mereka” ujar Yoona marah.
“Benar! Ayo kita kesana” ujar Jessica.
“Jangan!” cegah Suho, Minhyuk, dan Sehun.
“Wae?” tanya SNSD.
“Kalo kalian menghampiri mereka sekarang, aku takut jika mereka akan membawa Seohyun pergi lagi. Sepulang sekolah kita ikuti mereka. Orang-orang yang disuruh Sehun bilang pada kami bahwa hari ini mereka akan ke tempat dimana Seohyun berada” ujar Minhyuk.
“Bagaimana mereka bisa tahu bahwa A Pink yang menculik Seohyun?” tanya Sunny.
“Ternyata kemarin mereka berada di depan sekolah kita dan tidak sengaja mendengar percakapan A Pink tentang Seohyun. Tapi karena mereka tidak tahu bahwa itu A Pink, mereka mengambil fotonya dan memperlihatkannya pada kami tadi” jelas Sehun.
“Ada apa ini?” tanya Luhan yang tiba-tiba saja datang karena melihat teman-temannya seperti sedang membicarakan hal yang serius.
“Kami sudah mendapatkan informasi tentang Seohyun” jawab Minhyuk.
“Jinjja? Dimana dia sekarang?” tanya Luhan.
“Kami belum tahu keberadaannya, tapi kami tahu siapa yang menculik Seohyun” jawab Sehun.
“Nugu?”
“A Pink!” jawab mereka semua secara bersamaan.
“Mwo?? Mereka benar-benar… Argh! Aku harus bertemu mereka” ujar Luhan kesal.
“Jangan! Jangan sekarang dan lebih baik kau tidak perlu mendatangi mereka. Sepulang sekolah mereka akan ke tempat dimana Seohyun berada dan kita ikuti mereka” ujar Sehun.
“Tapi jangan semuanya. Aku, Luhan, Sehun, Minhyuk, Kai, Kris, dan Tao yang akan pergi. Sementara yang lain tunggu saja di rumah Luhan” ujar Suho.
“Baiklah. Sekarang kalian masuk ke kelas. Nanti kita bicarakan lagi masalah ini” ujar Ara.
Mereka pun segera menuju kelas masing-masing. Sementara ittu, A Pink tidak tahu bahwa apa yang mereka lakukan pada Seohyun sudah diketahui oleh SNSD, EXO, Minhyuk, Ara, Luna, Sulli, dan Krystal. Tetapi mereka juga terlihat bersikap biasa-biasa saja saat bertemu dengan A Pink atau beberapa dari mereka. Seolah-olah mereka masih belum tau tentang Seohyun sehingga A Pink tidak curiga dengan mereka. Sebenarnya Luhan yang sedikit sulit mengontrol emosinya. Dia selalu ingin menghampiri keenam yeoja itu. Akan tetapi, selalu saja di tahan oleh teman-temannya. Mereka meminta Luhan untuk bersabar sampai pulang sekolah nanti.
Saat pulang sekolah SNSD, EXO, Minhyuk, Ara, Luna, Sulli, dan Krystal berkumpul di halaman depan. Mereka menunggu A Pink keluar dari gedung sekolah. Tidak lama kemudiann, keenam yeoja itu terlihat berjalan keluar dari gedung sekolah dan menuju mobil mereka.
“Hyoyeon-ah, kami akan menggunakan mobilmu karena kau jarang sekali membawa mobil sehingga mereka pasti tidak terlalu mengenali mobilmu. Kami juga akan menggunakan mobil milik Minhyuk. Jadi, tolong bawa mobil milik Suho, Luhan, dan Kris” ujar Sehun.
“Baiklah. Sekarang cepat masuk ke mobil dan ikuti mereka. Jangan sampai kehilangan jejak mereka”ujar Hyoyeon kemudian menyerahkan kunci mobilnya pada Sehun dan menerima kunci mobil milik Suho, Kris, dan Luhan.
“Hati-hati dan hubungi kami jika ada apa-apa” pesan Ara.
Luhan, Kris, Suho, Tao, Kai, Sehun, dan Minhyuk pun segera masuk ke dalam mobil dan mengikuti A Pink karena mobil mereka sudah mulai meninggalkan halaman SHS. Setelah mobil mereka menghilang, yang lain pun memasuki mobil dan menuj rumah Luhan. Mereka berharap mudah-mudahan semuanya berjalan dengan baik dan ketujuh teman mereka bisa membawa Seohyun kembali.

-My Enemy, My Fiance-

Setelah kurang lebih 20 menit Luhan, Kris, Suho, Tao, Kai, Sehun, dan Minhyuk mengikuti A Pink, akhirnya mereka sampai di tempat dimana Seohyun berada. Mereka sedikit tidak percaya melihat bangunan tua dan tidak terawat yang berdiri tidak jauh di hadapan mereka. ‘Benarkah mereka menyembunyikan Seohyun disini? Benarkah Seohyun selama ini berada di dalam sana?’ pikir mereka. Di depan bangunan itu terlihat A Pink sedang berbicara dengan beberapa namja yang berada disana. Sekitar ada 8 orang disana. Kemudian, salah satu diantara mereka membawa keenam yeoja itu masuk ke dalam.
“Bagaimana kita bisa masuk ke sana? Di depan ada yang menjaga dan kemungkinan di dalam bangunan itu juga masih ada lagi” ujar Tao.
“Kita harus tetap masuk dan membebaskan Seohyun. Meskipun jumlah orang yang berjaga disana melebihi kita, kita harus melawan mereka” ujar Luhan.
Saat mereka keluar dari mobil, tiba-tiba sebuah suara memanggil Luhan. Ketujuh namja itu pun menoleh ke asal suara. Ternyata Xiumin, Lay, Baekhyun, Chen, Chanyeol, Kyungsoo, Hyoyeon, Yuri, Sooyoung, Yoona, dan…. L.
“Kenapa kalian disini?” tanya Kris.
“Kami khawatir dengan kalian. Jadi, kami tadi menyusul kalian” jawab Chen.
“Tapi kenapa Yoona, Hyoyeon, Sooyoung, dan Yuri juga disini? Kenapa kalian tidak menunggu saja bersama yang lain di tempat Luhan?” tanya Kai.
“Dan kenapa dia ada disini?” tanya Luhan sambil menatap L.
“Kami tidak bisa tenang. Sebenarnya semua ingin ikut kemari, tapi itu tidak mungkin. Jadi, hanya kami berempat yang kemari. Kami juga bisa membantu kalian untuk menghadapi A Pink sekaligus untuk mencegah mereka membawa Seohyun pergi dari sini” jawab Hyoyeon.
“Dan untuk L, kami akan menjelaskannya nanti padamu Lu” lanjut Yoona.
“Sudahlah, ayo kita kesana. Aku sudah tidak sabar untuk menghajar mereka” ujar Chanyeol yang kemudian mendapat sebuah pukulan di kepalanya dari Chen dan Baekhyun.
“Memangnya kau bisa berkelahi? Setiap kali kita berkelahi dengan preman atau pun anak dari sekolah lain kau selalu babak belur” ujar Baekhyun yang kemudian tertawa bersama dengan Chen.
“Benar. Dan lukamu selalu lebih parah dari kami” tambah Chen.
“Ya! Kalian jangan mengejekku. Itu… itu aku hanya… hanya mengalah saja pada mereka” ujar Chanyeol.
“Lebih baik kalian bertiga berhenti atau kalian pulang dan menunggu di rumah Luhan. Kalian berisik sekali” omel Sooyoung.
“Kalian cepat kesana. Aku, Sooyoung, Hyoyeon, dan Yoona akan menunggu disini. Jika situasi semakin rumit kami akan mencari bantuan dan menuju kesana” ujar Yuri.
“Berhati-hatilah” pesan Yoona.
EXO, Minhyuk, dan L pun segera menuju bangunan tua itu. Ternyata orang-orang disana sudah bertambah menjadi sepuluh orang. Melihat kedatangan EXO, Minhyuk, dan L, kesepuluh namja itu mengawasi mereka dan bersikap waspada.
“Siapa kalian? Untuk apa kalian kemari?” tanya namja berbaju putih yang menggunakan topi.
“Lepaskan yeoja yang bernama Seohyun!” ujar Luhan.
“Seohyun? Oh yeoja yang sedang disekap di dalam itu”
“Lepaskan dia” ujar Luhan.
“Bagaimana jika kami tidak mau?” tanya namja berbaju hitam sambil majau ke depan, menuju Luhan.
“Kalau tidak…”
BUGH!
Sebuah pukulan mendarat di pipi kanan namja itu. Luhan yang sudah emosi tidak bisa menahan diri lagi. Namja yang dipukul jatuh ke tanah. Kemudian, dia berdiri dan membalas memukul Luhan. Sembilan orang yang lain pun menyerang EXO, Minhyuk, dan L. Tidak lama kemudian, 8 orang namja keluar dari dalam bangunan itu karena mendengar keributan di luar. Mereka pun membantu kesepuluh temannya yang sedang berkelahi.
Hyoyeon, Yuri, Sooyoung, dan Yoona semakin khawatir melihat perkelahian itu. Jumlah teman-teman mereka lebih sedikit dibanding dengan anak buah A Pink. Akhirnya, Yoona memutuskan untuk menghubungi Taeyeon dan meminta yeoja itu untuk menghubungi polisi untuk menuju ke tempat dimana mereka berada. Setelah Yoona mengatakan dimana dia berada sekarang dan menutup telepon, Taeyeon segera menghubungi polisi. Setelah itu, Taeyeon, Jessica, Sunny, Tiffany, Ara, Luna, Sulli, dan Krystal segera menyusul kesana.
Sementara itu, setelah menghubungi Taeyeon, Yoona bersama dengan yang lain memutuskan untuk masuk ke dalam bangunan itu. Beberapa anak buah A Pink melihat mereka dan hendak menghampiri mereka. Namun, dengan sigap Tao, Kai, L, Xiumin, dan Lay menghadang dan menghajar beberapa namja yang hendak mendekati Yoona, Sooyoung, Yuri, dan Hyoyeon. Karena pertolongan dan perlindungan dari kelima temannya, akhirnya mereka bisa memasuki bangunan itu dan segera mencari Seohyun. Yuri melihat salah satu pintu ruangan terbuka dan dia mendengar suara dari dalam ruangan itu. Dia kemudian mengajak Sooyoung, Yoona, dan Hyoyeon kesana. Saat sampai di depan ruangan tersebut, mereka melihat A Pink sedang menyiksa Seohyun. Mereka menampar, memukul, dan menjambak rambut Seohyun. Sementara Seohyun tidak bisa berbuat apa-apa karena dia terikat dan terlihat sangat lemas.
“YA! BERHENTI KALIAN!!!” teriak Yoona marah.
A Pink pun menoleh ke arah Yoona, Hyoyeon, Yuri, dan Sooyoung. Kemudian Yoona menghampiri mereka dan menuju Chorong. Dan….
PLAK!
“Kau… BERANI-BERANINYA KAU MENYAKITI SEOHYUN! KAU ITU MANUSIA ATAU BUKAN? KAU PUNYA HATI NURANI ATAU TIDAK? TEGA-TEGANYA KAU MELAKUKAN INI PADA SEOHYUN!” tteriak Yoona marah setelah menampar pipi kanan Chorong.
PLAK!
Sebuah tamparan kembali mendarat di pipi Chorong. Kali ini pipi sebelah kirinya. Yoona menatapnya marah. Chorong balas menatap yeoja dihadapannya. Dia sama sekali tidak takut melihat kemarahan Yoona yang sudah di puncak itu. Sementara kelima temannya sedikit takut melihat Yoona.
“KENAPA KAU MELAKUKAN INI PADANYA? KENAPA KAU MENYAKITINYA?” tanya Yoona.
“KARENA DIA SUDAH MEREBUT LUHAN DARIKU!”
“Mwo? Merebut Luhan darimu? Memang kau siapanya Luhan? Kau bukan yeojachingunya bahkan kau bukan siapa-siapa dan tidak penting untuknya” ujar Yoona dengan nada mengejek.
“Kau… bisa-bisanya kau berbicara seperti itu padaku! Ka-“
“Wae? Aku memang benar. Kau bukan siapa-siapanya Luhan dan kau tidak penting bagi Luhan. Dan aku tidak sudi jika saudara kembarku harus dekat-dekat denganmu!” Ujar YOOna memotong perkataan Chorong.
“U… unnie… ber… henti..” ujar Seohyun dengan suara yang begitu lirih.
Mendengar suara Seohyun, Yoona segera menghampiri Seohyun. Hyoyeon, Yuri, dan Sooyoung juga ikut mendekati Seohyun. Mereka melepaskan ikatan pada kedua tangan dan kaki Seohyun.
“Seohyun-ah, kau… “
“Ak… aku baik-baik sa… saja. Ka… lian ti..dak per… perlu khawatir pada…. ku” ujar Seohyun memotong perkataan Yuri.
“Tidak, kau tidak baik-baik saja. Kau… kondisimu sangat lemas dan wajahmu luka-luka. Kita harus keluar dari sini! Kau harus ke rumah sakit” ujar Yoona kemudian membantu Seohyun berdiri.
“Kalian tidak bisa kemana-mana. Jangan harap kalian bisa membawa yeoja itu pergi dari sini” ujar Chorong menghadang langkah mereka.
Sementara itu, di luar suasana semakin panas dan perkelahian diantara mereka semakin sengit (?). Setelah merobohkan salah satu diantara lawan mereka. Sehun menghampiri Luhan yang juga baru saja merobohkan lawannya.
“Luhan-ah, kau masuk ke dalam. Bantu Yoona, Yuri, Hyoyeon, dan Sooyoung. Kami akan mengurusi mereka” ujar Sehun.
“Baiklah. Aku masuk dulu”
Luhan pun meninggalkan Sehun dan masuk ke dalam. Sayangnya, 5 anak buah A Pink melihat Luhan masuk dan mereka pun segera menyusul Luhan.
“Sialan! Mereka mengejar Luhan” ujar Sehun.
“Kai, L, ikut aku ke dalam” ujar Sehun kemudian segera masuk ke dalam diikuti oleh Kai dan L.
Saat berada di dalam, mereka melihat Luhan sudah dikelilingi oleh kelima namja itu. L, Kai, dan Sehun segera mendekat dan melawan kelima namja itu. Mendapat bantuan dari ketiga temannya, Luhan segera pergi dan mencari Seohyun. Dia sampai di depan ruangan dimana Seohyun dan yang lainnya berada.
“Seohyun!” panggil Luhan, membuat kesebelas yeoja yang di dalam ruangan tersebut ke arahnya.
A Pink, terutama Chorong terkejut melihat kehadiran Luhan. Seohyun pun juga terkejut melihat kehadiran namja itu. Saat hendak memasuki ruangan itu, seseorang memukulnya dari belakang sehingga membuatnya terjatuh. Dia pun segera berdiri dan menoleh ke arah belakang. Ternyata salah satu diantara lima namja tadi mengikutinya kembali. Luhan pun berkelahi dengan namja tersebut.
Tidak lama kemudian, datang lagi seorang namja dan menyerang Luhan. 2 lawan 1. Chorong yang melihat Yoona, Sooyoung, Yuri, dan Hyoyeon fokus pada perkelahian tersebut segera menarik Seohyun kembali padanya. Yuri dan Sooyoung yang menyadarinya segera menatap Chorong.
“Ya! Lepaskan dia!” ujar Sooyoung membuat Yoona dan Hyoyeon mengalihkan pandangannya dan melihat Seohyun sudah bersama Chorong kembali.
“Aku tidak akan melepaskannya. Aku akan… membunuhnya” ujar Chorong kemudian mengeluarkan smirknya.
‘Kau! Jangan berani-beraninya kau melakukan hal itu pada Seohyun” ujar Hyoyeon.
“Ikut aku!” ujar Chorong sambil menarik paksa Seohyun supaya mengikutinya.
Melihat Chorong hendak membawa Seohyun pergi, Sooyoung, Yoona, Hyoyeon, dan Yuri segera menghampiri mereka. Akan tetapi kelima member A Pinkyang lain menghadang mereka.
“Kalian jangan mendekat. Kalian pergi saja” ujar Bomi sambil mendorong Yoona dan Hyoyeon supaya menjauh.
“Minggir kalian” ujar Yoona.
“Tidak. Pergi kalian” ujar Namjoo.
A Pink, Yoona, Sooyoung, Hyoyeon, dan Yuri pun terlibat aksi dorong-mendorong. Akhirnya, A Pink pun terjatuh karena kalah kuat dengan Sooyoung, Yoona, Hyoyeon, dan Yuri. Mereka pun segera menghampiri Chorong dan mencoba membebaskan Seohyun. Tapi A Pink kembali menghambat mereka dengan berusaha menjauhkan mereka dari Seohyun. Aksi saling dorong dan saling tarik pun terjadi. Seohyun pun terdorong ke belakan dan menabrak dinding di belakangnya dengan cukup keras membuatnya kesakitan.
“Aaakkhh” rintih Seohyun.
“Seohyun!” panggil Yuri.
“Ya! Lihat apa yang kalian lakukan pada Seohyun” ujar Sooyoung.
“Itu karena kalian juga” balas Naeun.
Mereka pun akhirnya saling menjambak rambut satu sama lain *cewek banget deh berantemnya hehehe*. Mereka lupa dengan Seohyun yang sedang merintih kesakitan dan kondisinya mulai melemah. Sesuai permintaan Chorong beberapa hari yang lalu, orang-orang yang menjaga Seohyun sama sekali tidak memberinya makan atau pun minum sehingga tubuhnya menjadi sangat lemas dan tidak bertenaga. Kemudian, beberapa anak buah Chorong kembali datang dan hendak mendekati Luhan, tapi Kai, L, Sehun ditambah dengan Kyungsoo, dan Minhyuk menghadang mereka dan kembali berkelahi
Chorong hanya melihat kejadian dihadapannya. Dia kemudian mengalihkan pandangannya pada Seohyun yang sedang terduduk di lantai. Kemudian, dia mengeluarkan sebuah pistol dari dalam tasnya. Tanpa sengaja Sooyoung melihat Chorong yang sedang mengeluarkan pistol dan mengarahkan pistol tersebut pada Seohyun. Dia pun segera menghamppiri Chorong dan memukul tangan kanan yeoja itu sehingga pistol tersebut terlepas dari tangannya. Chorong terkejut melihat Sooyoung.
“Apa yang ingin kau lakukan? Kau ingin membunuhnya?” tanya Sooyoung marah.
Chorong hendak pergi menjauh dari Sooyoung tapi dihadang oleh Sooyoung dengan memegang pergelangan tangannya.
“Kau mau kemana? Kau tidak bisa kemana-mana lagi. Sebentar lagi polisi akan datang” ujar Sooyoung membuat Chorong membulatkan matanya karena terkejut.
“Po… polisi?”
“Ne. Kau dan teman-temanmu akan masuk ke dalam penjara karena telah menculik Seohyun. Ditambah dengan kau yang akan membunuhnya. Hukumanmu akan menjadi lebih berat” ujar Sooyoung.
“U… unnie, berhenti” ujar Seohyun yang ternyata sudah berdiri di dekat Sooyoung dan Chorong.
“Seohyun-ah“ panggil Sooyoung kemudian mmenghampiri Seohyun.
“Kita pergi dari sini” ujar Sooyoung.
“Tapi… ba… bagaimana… dengan yang-“
“Mereka akan baik-baik saja. Yang paling penting sekarang adalah kau” ujar Sooyoung memotong perkataan Seohyun.
Akhirnya, Seohyun pun menuruti perkataan Sooyoung. Dengan bantuan Chorong, dia berjalan keluar. Saat hendak mencapai pintu, Seohyun melihat Luhan sejenak dan dia juga melihat seorang namja yang berdiri di belakang Luhan mengambil pistol yang tergeletak di lantai yang tadi di pegang Chorong. Namja yang memegang pistol itu mengarahkan pistol tersebut ke arah Luhan. Tidak ada yang melihat dan mengawasi namja itu. Hanya Seohyun yang melihatnya. Reflek, Seohyun melepaskan tangan Sooyoung yang memegang kedua bahunya dan dia segera mendekati Luhan. Sooyoung terkejut dengan tindakan yang dilakukan Seohyun dan……
DOR!
Terdengar suara tembakan dan membuat orang-orang yang berada disana terkejut. Namja yang memegang pistol itu telah melepaskan tembakan ke arah Luhan. Akan tetapi, peluru dari pistol tersebut tidak mengenai Luhan. Peluru itu justru mengenai Seohyun! Seohyun sampai di belakang Luhan bersamaan dengan tembakan tersebut dilepaskan. Peluru tersebut mengenai dan bersarang di perut kanan Seohyun. Yeoja itu memegangi perutnya yang mulai mengeluarkan darah segar. Luhan pun menoleh ke belakangnya dan melihat Seohyun yang memunggunginya.
Kai, Sehun, Kyungsoo, Minhyuk, L, Hyoyeon, Yuri, Sooyoung, dan Yoona terkejut melihat Seohyun yang tertembak dan mengeluarkan darah. Seohyun yang mulai melemas dan mulai menutup matanya pun terjatuh, tetapi dengan sigap Luhan menangkap tubuhnya. Perlahan Luhan mendudukkan Seohyun dan membawa yeoja itu ke dalam pelukannya.
“Seohyun!” panggil teman-temannya yang kemudian menghampiri Seohyun dan Luhan.
Tidak lama kemudian, terdengar sirene mobil polisi. Kemudian beberapa member EXO, SNSD, Ara, Luna, Sulli, Krystal, dan polisi memasuki ruangan tersebut. Mereka yang baru saja datang terkejut melihat Seohyun dan para polisi segera menangkap A Pink dan anak buahnya yang berada di dalam sana.
“Seohyun-ah, ireona” ujar Luhan saat melihat mata Seohyun yang tertutup.
Akan tetapi, tidak ada respon sama sekali dari Seohyun. Kedua matanya tetap tertutup. SNSD, Ara, Luna, Sulli, dan Krystal mulai trisak.
“Seohyun-ah, ireona. Jebal” ujar Luhan dan semakin memeluk Seohyun.
“Lu, kita bawa ke rumah sakit” ujar Xiumin.
Luhan pun segera mengangkat tubuh Seohyun diikuti oleh yang lain. Namja itu segera masuk ke dalam mobil dan duduk dibelakang bersama dengan Seohyun dan Yoona yang berada di sebelah kiri Seohyun. Sehun yang menyetir dan L duduk di sampingnya. Mereka pun segera menuju ke rumah sakit. Sementara mobil teman-temannya yang lain mengikutinya dari belakang.

-My Enemy, My Fiance-

Sudah hampir 2 jam SNSD, EXO, Minhyuk, L, Ara, Luna, Sulli, dan Krystal menunggu di depan ruang operasi. Saat ini Seohyun sedang menjalani operasi. Sedari tadi Luhan sama sekali tidak bisa tenang. Dia selalu mondar-mandir di depan pintu ruang operasi. Tidakk lama kemudian, terlihat Tuan dan Nyonya Oh baru tiba di rumah sakit bersama dengan Tuan dan Nyonya Xi.|
“Sehun” panggil Nyonya Oh.
Sehun segera menoleh dan kedua orang tuanya mendekat. Namja itu segera berdiri dari tempatnya duduk dan berjalan menghampiri mereka. Sementara itu, Tuan dan Nyonya Xi mendekati Yoona. Reflek, yeoja itu segera memeluk umma-nya.
“Sehun-ah, apa yang terjadi dengan Seohyun?” tanya umma-nya.
Sehun menatap teman-temannya sejenak. Terakhir dia menatap Luhan yang masih mondar-mandir di depan ruang operasi. Namja itu tidak menyadari kehadiran Tuan-Nyonya Oh dan Tuan-Nyonya Xi. Sehun pun menghela nafas dan kemudian menceritakan semuanya. Tuan-Nyonya Oh dan Tuan-Nyonya Xi terkejut mendengar cerita Sehun. Mereka tidak percaya dengan apa yang dikatakan namja itu. Begitu Sehun selesai bercerita….
PLAK!
Tuan Oh menampar putra pertamanya tersebut. Beliau benar-benar marah pada putranya ini. Bagaimana bisa dia tidak menceritakan hal ini pada mereka? Sementara itu, Tuan Xi menghampiri Luhan. Namja itu terkejut melihat appa-nya.
Ap-“
PLAK!
Tuan Xi menampar Luhan dengan cukup keras. Beliau juga marah pada Luhan. Bagaimana bisa dia tidak menjaga Seohyun dengan baik? Bagaimana bisa dia membiarkan semua ini terjadi pada calon menantu mereka?
“Kau…. Kenapa semuanya bisa seperti ini? Kenapa kau tidak menjaga Seohyun dengan baik? Dan kenapa kau tidak pernah menceritakan maslah ini pada kami?” tanya Tuan Xi.
“Mian-“
“Dan kau Yoona! Kenapa kau juga ikut-ikutan merahasiakan hal ini pada kami? Kenapa kau tidak menceritakan hal ini pada kami?” tanya Tuan Xi pada Yoona.
“Appa, jangan salahkan Yoona. Ini semua salahku. Aku melarangnya untuk menceritakan hal ini pada kalian” ujar Luhan.
“Ani, ini semua salahku. Seharusnya aku mengatakannya dari awal. Tapi aku tidak ingin membuat kalian khawatir. Dan untuk kejadian ini, kami benar-benar tidak mengiranya sama sekali. Ini semua di luar dugaan dan kami pun menghubungi kalian” ujar Sehun.
“Jadi, jika Seohyun tidak masuk rumah sakit kalian tidak akan menceritakannya pada kami?” tanya Tuan Oh.
Sehun hanya terdiam.
“Oh Sehun, jawab pertanyaan appa!”
“N… ne, appa. Aku… aku tidak akan… menceritakan hal ini… pada kalian”
PLAK!
Sebuah tamparan kembali mendarat di pipi Sehun.
“Mi… mianhae appa. Mianhae… umma” ujar Sehun sambil menundukkan kepalanya.
Saat Tuan Oh hendak memarahi Sehun kembali, tiba-tiba pintu ruangan operasi terbuka. Dokter keluar dari ruangan tersebut. Luhan dan yang lain pun segera mendekati sang dokter yang bernama Dr. Kim.
“Bagaimana kondisi Seohyun?” tanya Luhan.
“Operasi berjalan dengan lancar dan kondisi tidak terlalu parah. Untung saja pasien cepat dibawa kemari. Kalau tidak, mungkin dia tidak bisa diselamatkan” ujar Dr. Kim.
“Tapi dia tidak apa-apa dan sebentar lagi akan dipindahkan ke ruang rawat. Kalian bisa melihatnya setelah pasien dipindahkan” tambah Dr. Kim.
“Ne, gamsahamnida” ujar mereka.
“Saya permisi dulu”
Dokter Kim pun segera pergi dari hadapan mereka. Mereka semua menghela nafas lega karena Seohyun selamat.
“Lain kali, jangan sembunyikan apa pun dari kami jika ini tentang kalian. Terutama Seohyun. Kalau kejadian seperti ini terjadi lagi dan menyembunyikannya dari kami, kami tidak akan memaafkan kalian” ujar Tuan Oh.
“Ne” ujar SNSD, EXO, Minhyuk, L, Ara, Luna, Sulli, dan Krystal.

-My Enemy, My Fiance-

Setelah Seohyun dipindahkan ke ruang rawat, mereka secara berganti melihat Seohyun. Meskipun yeoja itu belum juga bangun. Mereka baru pulang ketika jam menunjukkan pukul 9 malam. Saat ini hanya ada Luhan, Sehun, dan Yoona yang berada disana. Sebenarnya Yoona diminta untuk pulang oleh Luhan tapi yeoja bersikeras untuk disana dan menunggu Seohyun. Akhirnya, Luhan memperbolehkannya untuk tetap disana.
Yoona terlihat sedang tertidur di salah satu sofa yang yang berada di ruang rawat Seohyun. Sementara Sehun keluar dan membeli makan untuk mereka bertiga. Sedangkan Luhan duduk di samping tempat tidur Seohyun. Namja itu terus menatap dan memegang tangan Seohyun yang tidak di infus. Sesekali dia mencium tangan Seohyun.
“Seohyun-ah, mianhae. Jeongmal mianhae” ujar Luhan pelan.
“Mianhae jika aku menyakitimu dan tidak bisa menjagamu dengan baik” lanjut Luhan.
Luhan kembali mencium tangan Seohyun.
“Seohyun-ah…… saranghae. Jeongmal saranghae” ujar Luhan sambil menatap Seohyun.
Detik berikutnya air mata keluar dari mata Luhan setelah namja itu mengutarakan perasaannya pada Seohyun yang masih belum sadar. Meskipun Seohyun belum sadar, tapi yeoja itu bisa mendengar apa yang dikatakan Luhan atau orang disekelilingnya. Hal itu terbukti dengan air mata yang keluar dari matanya setelah Luhan mengatakan bahwa namja itu mencintainya. Luhan menyadari air mata yang keluar dari mata Seohyun yang tertutup itu.
“Seohyun-ah, kau…. kau mendengarku? Seohyun-ah, ireona. Jebal. Aku berjanji setelah ini aku tidak akan menyakitimu lagi. Aku akan menjagamu dengan baik dan aku tidak akan membiarkanmu pergi lagi dariku. Saranghae, Seohyun-ah. Jeongmal saranghae”
Tidak lama kemudian pintu ruangan Seohyun terbuka. Sehun masuk ke dalam dengan membawa dua kantong plastik berisi makanan dan minuman untuk mereka bertiga. Dia meletakkan kantong itu di atas meja dan membangunkan Yoona. Yeoja itu terbangun dan kemudian merubah posisinya menjadi duduk.
“Luhan-ah, kau makan dulu” ujar Sehun.
“”Dan tidak ada penolakan. Dari tadi kau belum makan” lanjut Sehun saat melihat Luhan hendak menolak.
Luhan pun menghela nafas . Kemudian, dia berjalan menuju Yoona dan Sehun, mengambil makanannya dan duduk di sebelah Sehun. Mereka bertiga makan dalam diam. Tidak ada yang berbicara satu sama lain. Waktu menunjukkan pukul 11 malam. Ketiganya pun mulai tertidur. Sehun dan Yoona tidur di sofa. Sedangkan Luhan tidur di samping tempat tidur Seohyun dengan posisi kepala yang berada di tempat tidur dan kedua tangannya yang dijadikan bantal.
Keesokan paginya, tepat pukul 6 pagi, Seohyun perlahan membuka matanya. Yeoja itu mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan. Perlahan dia menoleh ke sebelah kiri, dimana Luhan sedang tertidur di dekatnya. Seohyun kemudian mengangkat tangan kirinya -yang tidak terpasang selang infus- perlahan, memegang dan mengelus kepala namja itu yang sedang terbaring di tempat tidur. Luhan yang merasakan elusan di kepalanya perlahan terbangun. Dia membuka matanya dan terkejut saat melihat Seohyun ternyata telah sadar.
“Seohyun-ah, kau sudah sadar?” tanya Luhan.
Seohyun membalas dengan sebuah senyuman. Tiba-tiba dia merasakan sakit pada bagian perutnya yang terluka saat mencoba untuk bangun dari tidurnya. Luhan terlihat panik saat melihat Seohyun yang mengaduh kesakitan.
“Seohyun-ah, kau istirahat saja. Jangan terlalu banyak bergerak. Lukamu masih belum sembuh” ujar Luhan.
Seohyun hanya menganggukan kepalanya pelan. Dia pun memilih untuk melepas selang oksigen pada hidungnya.
“Ya! Kenapa kau melepasnya? Aish, kau ini”
“Oppa, aku… sudah tidak… apa-apa” ujar Seohyun pelan dengan sedikit terbata-bata.
“Kau ini keras kepala sekali. Kau itu baru saja sadar dan seharusnya tidak boleh melepasnya” ujar Luhan sambil mencoba memasangkan kembali selang oksigen pada Seohyun tapi di tolak oleh yeoja itu.
“Oppa, aku baik-baik saja” tolak Seohyun halus.
Sehun dan Yoona yang mendengar suara-suara dari Luhan dan Seohyun sedikit terganggu. Mereka berdua membuka matanya dan melihat Luhan bersama dengan Seohyun yang sudah sadar. Keduanya pun segera berdiri dan menghampiri Seohyun.
“Seohyun-ah, kau sudah sadar” ujar Sehun dan Yoona bersamaan.
“Ne, unnie, oppa”
“Bagaimana keadaanmu? Apa yang kau rasakan? Apa ada yang sakit?” tanya Yoona.
“Aniyo unnie, aku baik-baik saja. Tidak ada yang sakit” jawab Seohyun.
“Geotjimal. Tadi kau mengaduh kesakitan” ujar Luhan.
“Itu karena aku mencoba bangun dan tidak tahu bahwa lukaku belum sembuh. Jadi aku kesakitan” Seohyun membela diri.
“Itu sama saja kau merasa kesakitan” ujar Luhan kemudian memukul dah Seohyun pelan.
“Ya! Kalian ini masih bisa-bisanya bertengkar di saat seperti ini. Ini di rumah sakit” omel Yoona.
“Kalian menganggu pasien yang lain” tambah Sehun.
“Pasien yang lain tidak terganggu” ujar Luhan dan Seohyun bersamaan.
“Terserah kalian saja” ujar Sehun dan Yoona kemudian kembali duduk di sofa.

-My Enemy, My Fiance-

Setelah Seohyun sadar, dokter memerikasa keadaan Seohyun dan menyatakan bahwa sudah mulai membaik. Hanya saja yeoja itu harus tinggal di rumah sakit selama beberapa hari supaya kondisinya menjadi lebih baik dan sampai jahitan pada lukanya mengering. Setiap hari SNSD, EXO, Minhyuk, L, Ara, Luna, Sulli, dan Krystal menjenguk Seohyun. Jika sedang sekolah, mereka akan menjenguk Seohyun sore hari. Seohyun terkadang merasa bingung saat melihat L juga bersama teman-temannya ketika menjenguknya. Tapi dia tidak bertanya mengenai hal itu. Dia berpikir mungkin L sudah tidak seperti dulu lagi.
Setelah hampir 2 minggu di rawat di rumah sakit, akhirnya Seohyun diperbolehkan untuk pulang. Yeoja itu pulang ke rumah Seohyun dan Luhan. Awalnya dia diminta untuk tinggal bersama orang tuanya dan juga Sehun, tetapi Luhan menolak dan bersikeras agar Seohyun tinggal di rumah mereka berdua. Akhirnya, kedua orang tua Seohyun dan Luhan menyutujui permintaan Luhan. Dengan syarat bahwa Sehun dan Yoona harus tinggal bersama mereka berdua atau mungkin jika teman-temannya yang lain ingin ikut tinggal disana juga tidak apa-apa. Awalnya Luhan menolak syarat itu tapi akhirnya harus menyetujuinya karena dia diancam jika tidak mau maka Seohyun akan tinggal bersama orang tuanya. Alhasil, malam ini Sehun dan Yoona yang tinggal di rumah SeoHan. Tidak hanya kedua saudara mereka, tetapi beberapa teman mereka juga berada disana. Seperti Kai, Kris, Xiumin, Kyungsoo, Krystal, Jessica, dan Taeyeon.
“Kenapa kalian juga ikutan menginap disini? Seharusnya kalian pulang saja” gerutu Luhan pada ketujuh orang yang sangat tidak diharapkannya.
“Wae? Orang tuamu dan orang tua Seohyun memperbolehkan kami tinggal disini” ujar Kai.
“Lagipula kami tidak akan tinggal disini selamanya. Hanya beberapa hari saja. Atau mungkin kami akan bergantian dengan yang lainnya” lanjut Kris.
“Kalian kan bisa menolaknya” ujar Luhan.
“Kalian berdua juga seharusnya tidak berada disini. Kalian juga bisa menolaknya” lanjut Luhan pada Sehun dan Yoona.
“Ya! Kau tidak suka kami disini?” tanya Jessica.
“Ne, aku tidak suka”
“Ah, oppa pasti ingin berduaan saja dengan Seohyun kan?” tanya Krystal.
“Oh, kau tahu ju- upss” Luhan belum selesai bicara sudah menutup mulutnya.
“Hah! Oppa mencari kesempatan dalam kesempitan” ledek Krystal.
Detik berikutnya, bantal-bantal di sofa melayang ke arah Luhan. Teman-temannya melemparinya dengan bantal karena merasa gemas dengan namja itu. Tidak lama kemudian, Seohyun terlihat berjalan menuruni tangga secara perlahan. Taeyeon yang melihatnya segera menghampiri yeoja itu.
“Hyunnie, kenapa kau turun? Lebih baik kau istirahat dan tidur” ujar Taeyeon sambil membantu Seohyun menuruni tangga.
“Aku tidak bisa tidur. Karena kalian disini jadi aku turun saja”
Taeyeon pun mendudukkan Seohyun dan dia duduk di dekatnya.
“Seohyun-ah, apa kau besok akan masuk sekolah?” tanya Kyungsoo.
“Ne, oppa. Aku sudah lama tidak masuk sekolah”
“Apa kau sudah benar-benar sembuh? Apa kau tidak apa-apa?” tanya Sehun.
“Oppa, aku tidak apa-apa. Aku sudah merasa sehat. Aku benar-benar ingin masuk sekolah”
“Itu salah kau sendiri karena membolos berhari-hari” ujar Luhan.
“Itu karena aku tidak mau bertemu denganmu. Kau selalu membuat masalah”
“Kalian berdua jangan memulai pertengkaran!” ujar Yoona.
“Apa kalian tidak bosan terus-terusan bertengkar? Kami semua benar-benar pusing melihat kalian selalu bertengkar. Apakah kalian tidak bisa berdamai? Kalian berdua itu lebih pantas untuk saling menyayangi dan mencintai” ujar Xiumin, sukses membuat Seohyun dan Luhan memerah saat mendengar kalimat terakhir Xiumin.
“Eoh? Bukankah kalian sudah saling jatuh cinta? Kenapa kalian tidak mengatakannya satu sama lain?” tanya Jessica bermaksud menggoda keduanya.
“Ah, benar. Kalian kan sudah saling jatuh cinta” tambah Taeyeon.
“Ya! Berhenti” ujar Seohyun dan Luhan, membuat yang lainnya tertawa.

-My Enemy, My Fiance-

Keesokan paginya, Seohyun sudah masuk sekolah. Kali ini dia sudah benar-benar merasa aman karena tidak lagi yang akan mencoba melukainya. A Pink sudah berada di dalam penjara. Saat sampai di sekolah, hampir semua murid-murid SHS dan para seongsaenim menghampirinya dan menanyakan kabarnya. Ternyata mereka sudah tahu mengenai berita penculikan yang terjadi padanya. Dia merasa terharu mendapat perhatian seperti itu.
Saat istirahat, Seohyun bersama SNSD, EXO, Minhyuk, Luna, Sulli, dan Krystal berada di kantin. Tapi Luhan dan Yoona tidak bersama mereka. Tidak lama kemudian, Luhan berjalan memasuki kantin dan menuju ke meja mereka.
“Hhmm… Seohyun-ah, aku… ingin berbicara denganmu” ujar Luhan begitu sampai di hadapan Seohyun.
“Tentang apa?” tanya Seohyun.
“Aku tidak bisa mengatakannya disini. Kau bisa ikut aku?”
“Hhmmm… Baiklah”
Seohyun pun berdiri dari tempatnya duduk.
“Eheemm… Cie~ sepertinya akan ada pasangan baru nih, Eh bukan, sebenarnya sih sudah menjadi pasangan, hanya saja belum resmi” goda Chen dan diikuti suara tertawa dari teman-temannya..
“Dan sepertinya sebentar lagi akan menjadi resmi” Baekhyun ikut menggoda.
Tanpa mempedulikan godaan teman-temannya, Luhan segera meraih tangan kanan Seohyun dan membawa yeoja itu berjalan keluar dari kantin. Begitu keduanya keluar dari kantin, Yoona dan L memasuki kantin. Mereka sempat melihat Luhan dan Seohyun yang berjalan pergi.
“Luhan dan Seohyun mau kemana?”” tanya Yoona saat sampai dihadapan teman-temannya.
“Molla. Mungkin mereka mencari tempat untuk saling mengutarakan perasaan masing-masing” jawab Sooyoung.
“Jinjja? Mudah-mudahan mereka cepat-cepat mengatakannya” ujar Yoona.
“Unnie, apa kau sudah menceritakan pada Seohyun dan Luhan oppa tentang kejadian yang sebenarnya?” tanya Luna.
“Belum. Aku akan menceritakannya nanti. Biar saja mereka mengurusi masalah mereka terlebih dahulu” jawab Yoona.
Sementara itu, Luhan ternyata membawa Seohyun ke atap sekolah. Keduanya sama-sama gugup. Jantung mereka berdetak sangat cepat. Sesampainya di atap, Luhan baru melepas genggaman tangannya pada Seohyun. Namja itu tidak langsung berbicar. Dia membiarkan suasana hening sejenak. Setelah beberapa menit, akhirnya namja itu membuka suara.
“Seohyun-ah” panggil Luhan.
“Ne, op.. pa”
Luhan kembali terdiam. Setelah menghela nafas, namja itu kembali mengeluarkan suara yang membuat Seohyun terkejut.
“Seohyun-ah, saranghae”
“M… mwo?” tanya Seohyun tidak percaya.
“Saranghae. Jeongmal saranghae” ujar Luhan sekali lagi.
Seohyun menatap Luhan, tetapi langsung mengalihkan pandangannya saat Luhan menatapnya.
“Aku…. sebenarnya aku sudah mulai menyukai dan mencintaimu sejak kita bertunangan. Hanya saja, aku tidak berani untuk mengakuinya. Aku mencoba menyangkal persaan itu, tetapi… aku tidak bisa. Aku baru berani mengakuinya setelah kau menjauh dariku. Saat kau menghilang. Aku benar-benar merasa kehilangan dirimu. Kau tahu? Aku seperti tidak punya semangat hidup saat kau menghilang. Benar-benar seperti mayat hidup” ujar Luhan sambil tetap menatap Seohyun yang menundukkan kepala.
“Aku… aku tahu. Ara unnie… menceritakannya padaku” ujar Seohyun masih tetap menundukkan kepala.
“Luhan berjalan mendekati Seohyun. Begitu sampai di hadapan yeoja itu, Luhan meraih dagu Seohyun dan mengangkat kepalanya supaya menatapnya.
“Seohyun-ah, saranghae. Jeongmal saranghae” ujar Luhan.
“Hhmmm… Na… nado… saranghae” balas Seohyun sambil tersipu malu.
Reflek, Luhan segera memeluk Seohyun. Yeoja itu terkejut dengan pelukan tiba-tiba tersebut. Namun, dia pun membalas pelukan Luhan. Setelah beberapa saat, Luhan melepaskan pelukannya.
“Apa kau mau mengulangnya dari awal? Mengulang hubungan kita dari awal?” tanya Luhan.
“Ne, oppa” jawab Seohyun sambil menganggukkan kepala.
Senyum terukir di wajah mereka. Perlahan, Luhan mulai mendekatkan wajahnya pada Seohyun. Semakin lama wajah keduanya semakin dekat. Seohyun tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Dia pun menutup matanya. Dan benar saja, tidak lama kemudian….
CHU~
Bibir Luhan menyentuh bibirnya. Awalnya Luhan mencium bibir Seohyun dengan lembut. Semakin lama namja itu semakin memperdalam ciumannya. Dia melingkarkan kedua tangannya di pinggang ramping Seohyun. Sementara Seohyun mengalungkan kedua tangannya pada leher Luhan.
“Aigoo~ romantis sekali” ujar sebuah suara.
“Luhan dan Seohyun segera melepaskan ciuman mereka dan menoleh ke asal suara. Ternyata…
“Kenapa kalian disini?” tanya Luhan sedikit kesal pada teman-temannya, sementara Seohyun menundukkan kepalanya karena malu.
“Apa kami menganggu kalian?” tanya Tao polos.
“Sangat menganggu!”
“Oppa, kalian bisa melanjutkannya nanti di rumah. Di sana tidak akan ada yang mengganggu kalian” ujar Sulli.
“Sekarang ada hal penting yang harus kami sampaikan “ ujar Krystal.
“Apa?”
“Sebenarnya begini, Lu. Hhmmm… Myungsoo ini alias L itu adalah…. namjachingu-ku” ujar Yoona kemudian menggenggam tangan L yang berdiri di sebelahnya.
“Mwo?” Luhan dan Seohyun terkejut mendengar perkataan Yoona.
“Yah, dia itu namjachingu-ku. Selama ini dia ada di Jepang. Saat dia bilang bahwa dia akan kembali ke Seoul, aku bersama Sehun meminta bantuan L untuk berpura-pura menggoda. Soalnya aku dan Sehun benar-benar gemas denganmu. Kami itu tahu bahwa kau menyukai Seohyun. Hanya saja kau tidak mau mengakuinya. Karena L juga akan bersekolah disini, aku dan Sehun memintanya untuk menggoda Seohyun. Berpura-pura untuk tertarik pada Seohyun dan membuatmu cemburu” jelas Yoona.
“Dan ternyata semuanya berjalan sesuai rencana. Kau sangat cemburu saat L mendekati Seohyun. Jadinya usaha kami tidak sia-sia dan membuahkan hasil” lanjut Sehun.
Luhan dan Seohyun masih terdiam. Kemudian….
“Ya! Jadi ini ulah kalian berdua dan kau juga?” tanya Luhan pada pada Sehun, Yoona, dan L yang dibalas anggukan dan senyuman lebar.
“Dan kalian semu. Kalian juga tau?” tanya Luhan pada teman-temannya.
“Ne. Tapi kami juga baru tahu saat kejadian kau dicium oleh Chorong. Jadi, kami tidak ikut campur dalam masalah ini” jawab Suho.
“Tapi setidaknya usaha mereka bertiga ada hasilnya. Dan akhirnya kau dan Seohyun bisa bersama seperti sekarang ini” ujar Taeyeon.
“Tetap saja aku merasa kesal bertiga. Kalian bertiga me- Ya! Dimana ketiga orang itu?” tanya Luhan saat melihat Sehun, Yoona, dan L sudah menghilang.
“Mereka baru saja pergi oppa” ujar Seohyun.
“Mwo? YA! SEHUN! YOONA! MYUNGSOO! JANGAN LARI KALIAN” teriak Luhan dan segera menyul ketiga orang tersebut.
Yoona, L, dan Sehun tertawa bersamaan saat mendengar teriakan Luhan. Mereka harus pergi menjauh dari Luhan secepatanya atau Luhan akan ‘memakan’ mereka. Sementara itu, Seohyun bersama dengan SNSD, EXO, Minhyuk, Luna, Sulli, dan Krystal mengikuti Luhan yang mengejar ketiga ‘makanannya’.
.
.
.
.
..
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
-END-
Yeay! Akhirnya selesai juga!!!!! Maaf kalo cerita + endingnya GaJe. Hehehe….
Makasih buat readers yang selalu setia menunggu dan membaca FF GaJe ini. Oke deh, segitu aja. Sekali lagi GOMAWO~
JANGAN LUPA RCL DAN TUNGGU AJA FF AUTHOR YANG LAIN!!! Annyeong~ #bow

Advertisements

13 thoughts on “MY ENEMY, MY FIANCE (PART 15/END)

Silahkan berkomentar~ ^^ #AceBabySeoHanjjang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s