[Sequel] MY ENEMY, MY FIANCE : AFTER MARRIED

Title : My Enemy, My Fiance : After Married
Author : Eka Oktavia (Kim Tae Rin)
Main Cast :
– Seohyun ‘SNSD’
– Luhan ‘EXO’
Other Cast : find it by yourself
Genre : Romance
Pairing : SeoHan
Lenght : OneShoot
Author’s note : Ini sequel FF ‘My Enemy, My Fiance’! Ada yang request sequel-nya, terus aku pikir-pikir dan akhirnya bikin sequel-nya. Tadinya sih mau bikin ntar aja, gak dalam waktu dekat. Tapi ternyata semangat buat ngetik sequel-nya udah ada. Ya udah deh aku bikin sekarang. MAAF YA KALO CERITANYA GAJE + BANYAK TYPO. Happy reading readers~ Love you, muaacchh

DON’T FORGET for RCL
AND
DON’T BE PLAGIAT

6 tahun kemudian…
Setelah kurang lebih 6 tahun bersama, akhirnya Seohyun dan Luhan menikah. Berawal dari perjodohan antara keduanya, kemudian mereka diharuskan untuk bertunangan. Keduanya sangat tidak setuju dengan perjodohan tersebut. Akan tetapi, setelah mereka tinggal bersama, lama-kelamaan muncul perasaan suka -bahkan cinta- diantara keduanya. Sayangnya, mereka tidak mau mengakui perasaan itu. Sampai akhirnya beberapa masalah mulai menghampiri mereka.
Mulai dari seorang siswa baru yang bernama Myungsoo -yang ternyata adalah kekasih Yoona- berusaha mencoba mendekati Seohyun sampai perbuatan Chorong dan kelima temannya yang lain. Pada saat itu, Luhan sangat cemburu ketika dia melihat Myungsoo -alias L- mendekati Seohyun. Akan tetapi, dia masih tetap saja menyangkal bahwa dia jatuh cinta dengan Seohyun. Sampai akhirnya ketika Luhan dan Seohyun sedang bertengkar -yang disebabkan oleh Chorong- dan Seohyun menghilang selama berhari-hari, namja itu baru mengakui perasaannya sendiri bahwa dia mencintai Seohyun. Begitu pun dengan Seohyun. Dia benar-benar merasa kehilangan Seohyun saat yeoja itu menghilang entah kemana.
Saat Luhan mulai tahu dimana keberadaan Seohyun, sayangnya dia tidak bisa menemui yeoja itu. Karena Seohyun diculik! Luhan bersama SNSD, EXO, Minhyuk, Ara, Luna, Sulli, dan Krystal terus mencari Seohyun. Sampai akhirnya orang-orang yang diminta Sehun untuk mencari Seohyun berhasil menemukan siapa yang menculik yeoja itu, Dan ternyata yang melakukannya adalah A Pink! Saat pulang sekolah, mereka mengikuti A Pink ke tempat dimana mereka menyembunyikan Seohyun.
Luhan bersama dengan EXO, Minhyuk, L, Yoona, Sooyoung, Hyoyeon, dan Yuri mencoba menyelamatkan Seohyun. Mereka harus berhadapan anak buah A Pink yang saat itu lebih banyak dari jumlah EXO, Minhyuk, dan L. Akan tetapi, mereka tetap melawan anak buah A Pink. Sementara Yoona, Sooyoung, Yuri, dan Hyoyeon harus berhadapan dengan A Pink. Saat Sooyoung hampir berhasil membawa Seohyun keluar, dia melepaskan genggaman tangan Sooyoung dan berlari menuju Luhan. Seohyun melihat salah satu anak buah A Pink berdiri tidak jauh di belakang Luhan, memegang sebuah pistol dan hendak menembak namja itu. Seohyun sampai dibelakang Luhan tepat ketika suara tembakan terdengar. Peluru yang seharusnya mengenai Luhan justru mengenai Seohyun. Semuanya terkejut melihat tindakan Seohyun dan segera membawanya ke rumah sakit. Sementara itu, A Pink dan anak buahnya telah di tangkap oleh polisi.
Semua orang sangat khawatir dengan keadaan Seohyun. Tuan-Nyonya Xi dan Tuan-Nyonya Oh sangat marah pada Luhan, Sehun, dan Yoona karena tidak memberitahu mereka tentang Seohyun yang menghilang selama berhari-hari dan sampai diculik. Akan tetapi, setelah itu semuanya menjadi baik-baik saja. Tidak ada lagi yang menganggu atau pun mencoba menghancurkan hubungan mereka. Luhan dan Seohyun pun telah mengakui perasaan masing-masing. Begitu pun dengan Yoona dan Sehun yang mengatakan pada keduanya bahwa mereka lah yang meminta L untuk mendekati Seohyun dan memnbuat Luhan cemburu. Setelah kuranmg lebih 6 tahun mereka bersama dan semakin mengenal satu sama lain, akhirnya mereka menikah. Tentunya setelah mereka menyelesaikan pendidikan mereka.
Hari ini adalah hari pernikahan Seohyun dan Luhan. Semua teman-teman dan keluarga mereka hadir di hari pernikahan mereka. Beberapa teman mereka saat ini ada yang menjadi sepasang kekasih, bahkan sampai sudah menikah. Seohyun dan Luhan adalah pasangan kelima yang menikah. Sebelumnya telah menikah ada L-Yoona, Sehun-Sulli, Kris-Jessica, dan yang terakhir yang baru 6 bulan yang lalu adalah Baekhyun-Taeyeon.Pasangan L-Yoona mempunyai seorang anak laki-laki berumur 2 tahun yang bernama Sungyeol dan Sehun-Sulli yang mempunyai seorang anak perempuan berumur 1,5 tahun yang bernama Suzy. Sementara itu, Jessica sedang hamil 7 bulan dan Taeyeon yang baru hamil 4 bulan.
Setelah pernikahan Seohyun dan Luhan yang berlangsung pagi hari di gereja, pada malam hari berlanjut dengan acara makan malam dengan keluarga Oh, keluarga Xi, dan teman-teman mereka. Acara ini lebih santai daripada yang pagi hari. Makan malam ini berlangsung sampai pukul 10 malam. Luhan dan Seohyun pun kembali ke rumah mereka setelah berpamitan dengan orang tua dan teman-teman mereka.
“Akhirnya selesai juga” ujar Seohyun yang sedang duduk di sofa ruang tamu.
Luhan berjalan mendekatinya setelah menutup dan mengunci pintu depan. Namja itu kemudian duduk di sebelah Seohyun. Begitu Luhan duduk, Seohyun langsung menyandarkan kepalanya pada dada bidang Luhan dan namja itu memeluk Seohyun dengan satu tangan.
“Aku ingin mandi dengan air hangat” ujar Seohyun.
“Aku juga” ujar Luhan.
Kemudian, sebuah smirk tercetak di bibir Luhan.
“Bagaimana jika kita mandi bersama?” tanya Luhan jahil.
Suasana menjadi hening. Detik berikutnya, sebuah pukulan mendarat di dada Luhan.
“Ya! Oppa! Dasar pervert!”
Seohyun segera berdiri dan berlari menuju ke kamar mandi yang berada di kamar Luhan -tepatnya kamar mereka berdua- dan mengunci pintu kamar mandi supaya Luhan tidak masuk ke dalam. Luhan segera menyusul Seohyun dan berusaha menahan tawanya. Dia senang sekali menggoda Seohyun. Hampir setiap hari dia menggoda yeoja itu. Di rumah atau pun di luar. Saat berada di dalam kamar, Luhan berjalan menuju kamar mandi dan mengetuk pintunya.
“Chagi~” panggil Luhan masih berusaha menahan tawanya.
Tidak ada jawaban. Luhan mengetuk pintunya sekali lagi.
“Chagi~ buka pintunya”
“Shireo! Oppa mandi saja di kamar mandi yang lain! Dan malam ini oppa tidur di kamar yang lain! Dasar pervert!” ujar Seohyun dari dalam kamar mandi.
Tawa Luhan meledak begitu mendengar perkataan Seohyun. Sementara di dalam kamar mandi, Seohyun merasa kesal saat mendengar tawa Luhan. Ternyata namja itu mengerjainya. Yeoja itu segera membuka pintu kamar mandi dan memukul bahu Luhan.
“Ya! Oppa mengerjaiku? I hate you!” ujar Seohyun kemudian memukul Luhan kembali.
Luhan segera menghentikan tindakan Seohyun dan memeluknya.
“I love you too” ujar Luhan.
“Ya! Aku bilang aku benci padamu. Aku tidak mengakatan itu” ujar Seohyun sambil melepas pelukan Luhan.
“Mengatakan apa?” tanya Luhan, sebuah senyuman jahil kembali tercetak di bibirnya.
“I love you”
“I love you too”
“Aish, kau sangat menyebalkan. Aku mandi saja” ujar Seohyun kesal karena suaminya itu kembali mengerjainya.
“Perlu aku temani?” tanya Luhan jahil.
“OPPAAAAAAA!!! DASAR PERVERT!” teriak Seohyun kesal membuat Luhan tertawa dan…
BLAM!!!
Seohyun menutup pintu kamar mandi dengan keras mengunci pintunya. Setelah Luhan berhasil mengontrol tawanya, namja itu kemudian mengambil handuk dan bajunya dari lemari pakaian. Saat hendak keluar dari kamar, pintu kamar mandi kembali terbuka dan Seohyun berjalan keluar.
“Eoh? Apa kau berubah pikiran? Kau ingin kita mandi bersama?”
“Aniyo! Aku hanya ingin mengambil handuk dan pakaianku”
Setelah Seohyun mengambil handuk dan pakaiannya, dia kembali ke dalam kamar mandi. Luhan tertawa melihat tingkah istrinya dan kemudian menuju kamar mandi yang berada di kamar yang dulu di tempati oleh Seohyun.

-acebaby-

Setelah 30 menit berada di kamar mandi, akhirnya Seohyun keluar juga. Yeoja itu melihat suuaminya telah berada di atas tempat tidur dan bersandar di sandaran tempat tidur sambil membaca beberapa file. Luhan yang menyadari kehadiran Seohyun segera menatap yeoja itu. Dia melihat Seohyun menggunakan sebuah gaun tidur yang lumayan tipis dan cukup pendek. Yeoja itu terlihat sangat sexy menggunakannya. Luhan langsung merapikan file-filenya saat Seohyun naik ke atas tempat tidur.
“Oppa sudah selesai membacanya?” tanya Seohyun saat melihat Luhan merapikan file-file-nya dan menaruhnya di meja samping tidur.
“Hmm, besok ada rapat pukul 11 siang. Apa besok kau akan ke kantor?”
“Aniyo. Sehun oppa dan appa menyuruhku untuk libur dan baru kembali ke kantor lusa. Tapi besok aku akan ke butik, menemani Jessica unnie. Selama 2 minggu Jessica unnie mengawasi butik sendirian. Tiffany unnie dan Krystal mengurusi butik yang ada Tokyo. Jadi, besok aku akan kesana”
Seohyun, Tiffany, Jessica, dan Krystal memang membuka butik bersama. Keempat yeoja itu sangat suka dengan fashion. Sampai akhirnya 4 tahun yang lalu mereka mendirikan sebuah butik dan sekarang mereka sudah memiliki beberapa butik, di Korea, Jepang, dan New York. Selanjutnya mereka akan mencoba membuka butik mereka di China.
“Baby, apa kau lelah?”
“Ani”
“Kalau begitu kita melakukannya sekarang saja” ujar Luhan kemudian mengeluarkan smirk-nya.
“Melakukan ap-“
Belum sempat Seohyun menyelesaikan perkataannya, dia sudah terbaring di atas tempat tidur. Sementara Luhan berada di atasnya. Seohyun mengerjapkan matanya beberapa kali dan merasa gugup melihat Luhan berada di atasnya.
“O… oppa, apa… apa yang akan… kau… lakukan?” tanya Seohyun gugup.
“Tentu kau tahu apa yang akan dilakukan sepasang suami istri di malam pertama” jawab Luhan dengan smirk yang masih tercetak di bibirnya.
“Mwo? Tap-“
Luhan segera mencium bibir Seohyun. Tidak memberikan kesempatan pada Seohyun untuk menyelesaikan perkataannya. Setelah beberapa detik, akhirnya Seohyun membalas ciuman Luhan dan mengalungkan kedua tangannya pada leher Luhan. Setelah beberapa menit Luhan pun mengalihkan ciumannya pada leher Seohyun. Saat dia merasa Seohyun sudah berada di bawah kendalinya, namja itu segera melepas gaun yang melekat pada tubuh Seohyun. Mungkin malam ini akan menjadi malam yang panjang bagi mereka berdua.
Keesokan paginya, Luhan terbangun ketika mendengar suara alarm yang berbunyi. Namja itu segera mematikan alarm tersebut dan melihat jam yang menunjukkan pukul 8 pagi. Dia pun menoleh ke sebelah kirinya dan melihat Seohyun tertidur pulas karena kelelahan setelah ‘aktivitas’ mereka semalam. Luhan tersenyum ketika mengingat apa yang terjadi semalam. Mereka terus-terusan melakukan ‘itu’ sampai istrinya memohon untuk menyudahinya dan mereka baru berhenti pukul 2 pagi.
Luhan merasakan tubuh Seohyun bergerak. Kemudian, secara perlahan kedua mata yeoja itu terbuka dan berusaha menyesuaikan pandangannya yang silau akibat sinar matahari yang masuk melalui jendela kamar. Setelah berhasil menyesuaikan kedua matanya, Seohyun pun mengedarkan pandangannya dan tatapannya jatuh tepat pada suaminya, Luhan.
“Oh, pagi oppa”
“Pagi baby”
“Sekarang pukul berapa?”
“Delapan”
Seohyun pun mencoba bangun tapi dia merasa kedua kakinya sedikit susah untuk di gerakkan. Luhan pun membantu Seohyun bangun dan menyandarkannya pada sandaran tempat tidur. Kemudian namja itu ikut-ikutan bersandar di sebelah Seohyun
“Kau merasa lelah?” tanya Luhan jahil.
“Oppa” ujar Seohyun sambil memukul bahu suaminya dan membuat wajah yeoja itu memerah saat mengingat kejadian semalam.
“Hahaha… mianhae baby” ujar Luhan kemudian memeluk Seohyun.
“Oppa, aku ingin mandi”
“Eoh”
Seohyun, masih dengan selimut yang menutupi tubuhnya mencoba bangun dari tempat tidur. Tetapi dia tidak bisa. Luhan yang melihatnya hanya tersenyum dan segera mendekati Seohyun.
“Kau tidak bisa berdiri dan berjalan?”
“Itu semua karena kau oppa”
“Kalau begitu, kita mandi bersama saja” ujar Luhan kemudian segera mengangkat tubuh Seohyun dan berjalan menuju kamar mandi.
“Oppa!”
“Wae? Kau tidak perlu malu baby. Aku kan tadi malam sudah melihat semuanya” goda Luhan.
“Lulu oppa, tapi-“
“Tidak ada penolakan” ujar Luhan dan kemudian segera menutup pintu kamar mandi.
Selesai mandi, Seohyun menyiapkan sarapan untuk dirinya dan Luhan. Sementara Luhan sedang berada di ruang tengah menyiapkan beberapa file yang akan dibawanya untuk rapat hari ini. 15 menit kemudian, Seohyun memanggilnya dari meja makan bahwa makanan sudah siap. Namja itu pun menuju meja makan dan duduk di sebelah sang istri.
“Apakah pembantu yang dikirimkan umma belum datang?” tanya Luhan sambil menatap Seohyun yang sedang meletakkan omelete di atas piring Luhan.
“Belum. Umma bilang nanti sore mereka baru datang” jawab Seohyun.
“Mereka? Memangnya umma mengirim berapa?”
“Entahlah. Umma hanya bilang mengirimkan beberapa pembantu dan selanjutnya nanti kita yang memutuskan akan memperkerjakan berapa orang”
Luhan hanya menganggukan kepalanya. Memang, baik umma Luhan maupun umma Seohyun memutuskan untuk memperkerjakan pembantu setelah mereka menikah. Tidak hanya Luhan dan Seohyun, tetapi berlaku juga pada Sehun dan Yoona. Setelah Sehun-Sulli dan Myungsoo-Yoona menikah, mereka memperkerjakan pembantu untuk mereka. Apalagi jika mereka sudah mempunyai anak. Tentu saja akan kesulitan jika harus mengurus rumah dan keluarga secara bersamaan. Jadi, umma mereka memutuskan memperkerjakan pembantu untuk membantu mereka.
Luhan dan Seohyun pun menikmati sarapan mereka. Setelah selesai, Seohyun membersihkan meja makan dan mencuri piring dan gelas yang kotor. Setelah semuanya beres, mereka bersiap untuk pergi. Tepat pukul 10 pagi keduanya keluar dari rumah. Sebelum menuju kantor, Luhan mengantarkan Seohyun ke butik. Perjalanan dari rumah mereka menuju butik tidak terlalu jauh. Hanya membutuhkan waktu 15 menit, sedangkan dari butik menuju kantor Luhan hanya sekitar 20 menit.
“Oppa, hari ini kau bisa pulang lebih awal?” tanya Seohyun sebelum keluar dari mobil.
“Wae?”|
“Aku tidak ingin memilih pembantu tanpa persetujuanmu oppa”
“Aku akan menerima apa pun pilihanmu baby”
“Tapi tetap saja, oppa ha-“
“Arraseo, aku akan menjemputmu pukul 5 sore” ujar Luhan memotong perkataan Seohyun.
“Oppa memang yang terbaik” ujar Seohyun sambil memeluk Luhan kemudian mencium pipi kanan namja itu.
“Aku memang yang terbaik. Sekarang cepat turun dan masuk ke dalam. Aku jemput jam 5” ujar Luhan kemudian mengecup singkat bibir Seohyun.
Seohyun pun keluar dari mobil Luhan. Setelah mobil itu melesat pergi dan menghilang dari pandangan Seohyun, yeoja itu pun berbalik dan masuk ke dalam butik. Beberapa orang yang bekerja di butik membungkukkan badan dan menyapa Seohyun saat dirinya memasuki butik. Seohyun membalas mereka dengan senyuman.
“Akhirnya pengantin baru kita datang juga” ujar sebuah suara membuat Seohyun menoleh ke asal suara.
“Eoh? Fanny unnie? Unnie masih disini?” tanya Seohyun sedikit terkejut saat melihat Tiffany -yang seharusnya sudah berada di Jepang- masih berada Seoul.
“Pesawatku berangkat 1,5 jam lagi. Sebentar lagi aku berangkat ke airport. Tetapi kau tenang saja, Krystal sudah berada disana” jawab Tiffany.
“Lalu, dimana Sica unnie?”
Tiffany menunjuk ke arah pintu butik. Seohyun pun mengalihkan pandangannya menuju pintu butik dan melihat Jessica yang baru saja masuk bersama suaminya, Kris.
“Annyeong Jessica unnie, Kris oppa” sapa Seohyun.
“Annyeong Seobaby” balas keduanya.
“Jangan memanggilku seperti itu. I’m not a baby” protes Seohyun kemudian mempoutkan bibirnya seperti anak kecil.
“Lihat kau saat ini. Tingkahmu seperti anak kecil. Jadi tidak salah jika kami memanggilmu ‘Seobaby’. Bahkan Luhan juga memanggilmu seperti itu atau ‘baby’. Kau tidak perlu protes” ujar Kris membuat Tiffany dan Jessica tertawa sementara Seohyun semakin mempoutkan bibirnya.
“Sudahlah, aku berangkat ke airport. Sampai jumpa lagi minggu depan” pamit Tiffany kemudian berjalan menuju pintu.
“Unnie” panggil Seohyun, menghentikan langkah Tiffany dan yeoja itu kembali menatapnya.
“Wae?”
“Unnie diantar Suho oppa?”
“Tentu saja aku diantar namjachingu-ku itu, Baby”
“Jangan memanggilku seperti itu” protes Seohyun saat kata ‘baby’ keluar dari bibir Tiffany.
“Arraseo, arraseo. Aku tahu hanya Luhan yang boleh memanggilmu seperti itu. Kau tidak pernah protes saat Luhan memanggilmu ‘baby’” ujar Tiffany membuat Seohyun merona karena malu.
Memang benar apa yang dikatakan Tiffany. Hanya Luhan yang bisa memanggilnya seperti itu. Seohyun selalu protes jika ada yang memanggilnya ‘baby’ atau ‘Seobaby’. Akan tetapi, jika Luhan memanggilnya seperti itu dia tidak pernah protes. Yeoja itu justru suka saat Luhan memanggilnya ‘baby’ atau ‘Seobaby’.
“Lihatlah! Uri baby merona. Aigoo~” goda Jessica.
“Unnie”
“Sudahlah, aku pergi dulu. Suho sudah menungguku, bye” ujar Tiffany kemudian segera keluar dari butik.
“Unnie, hari ini aku tidak bisa sampai pukul 7. Aku harus pulang cepat” ujar Seohyun.
“Wae?” tanya Jessica penasaran.
“Sore ini beberapa pembantu yang dikirimkan umma akan datang”
“Oh, begitu. Kau pulang sendiri?”
“Aniyo. Luhan oppa akan menjemputku pukul 5 sore. Unnie tidak apa-apa jika aku pulang cepat?”
“Gwenchana. Lagipula nanti sore Kris akan menemaniku”
“Benar. Hari ini aku punya waktu luang, jadi bisa menemaninya disini” ujar Kris.
Seohyun menganggukan kepalanya.
“Baiklah, aku harus pergi dulu. Nanti sore aku akan kemari lagi” ujar Kris kemudian mencium kening istrinya.
“Ne, hati-hati di jalan” pesan Jessica.
“Jangan lupa untuk makan siang chagi. Kau juga baby girl” pesan Kris pada Jessica dan Seohyun, sementara keduanya hanya menganggukan kepalanya sambil tersenyum.
Kris pun segera berbalik dan berjalan meninggalkan SeoSic. Setelah namja itu menghilang di balik pintu butik, Seohyun dan Jessica berjalan menuju ruangan mereka. Butik mereka memiliki 5 ruangan. 2 ruangan untuk kamar mandi, 1 ruangan yang cukup besar untuk para karyawan dan 2 ruangan untuk Seohyun dan Jessica. Dimana Seohyun yang harus berbagi ruangan dengan Krystal dan Jessica yang harus berbagi ruangan dengan Tiffany.

-acebaby-

Tepat pukul 5 sore Luhan keluar dari kantornya. Namja itu segera menuju mobilnya dan menjemput Seohyun. 20 menit kemudian, dia sampai di depan butik. Luhan memarkir mobilnya di samping mobil Kris yang sudah sampai 30 menit yang lalu. Luhan pun masuk ke dalam butik.
“Dimana Seohyun?” tanya Luhan pada salah satu karyawan yang palin dekat dengannya.
“Dia sedang di ruangan Jessica-ssi” jawab sang karyawan.
Setelah mengucapkan terima kasih, Luhan pun berjalan menuju ruangan Jessica. Sesampainya di depan ruangan tersebut, namja itu mengetuk pintu dan kemudian membukanya.
“Oppa, kau sudah datang” ujar Seohyun saat melihat Luhan.
Luhan menganggukan kepala kemudian mengecup bibir Seohyun dan memeluknya. Sedangkan Kris dan Jessica memutar kedua bola mata mereka saat melihat kemesraan pengantin baru yang berdiri di hadapan mereka.
“Ya! Kalian tidak perlu bermesraan disini. Cepat pulang” ujar Kris.
“Wae? Kau iri pada kami? Kau juga bisa melakukannya dengan Jessica jika kalian mau” ujar Luhan kemudian kembali mengecup bibir Seohyun, bermaksud menggoda Kris dan Jessica.
“Hah! Cepat kalian pergi. Shoo~ shoo~” usir Jessica.
“Hahaha, arraseo. Kami pergi dulu, annyeong” pamit Luhan.
“Annyeong unnie, oppa”
Kris dan Jessica hanya menggelengkan kepala sambil menatap Luhan dan Seohyun keluar dari ruangan. Luhan dan Seohyun segera menuju Luhan dan pulang ke rumah mereka. 1 jam setelah mereka sampai di rumah, para pembantu yang di kirim oleh Nyonya Xi baru tiba di rumah mereka. Tampak sepasang suami istri yang usianya sekitar 45-50 tahun dan 3 yeoja yang kira-kira seumuran dengan Seohyun.
Saat memperhatikan ketiga yeoja yang seumuran dengannya tersebut, Seohyun merasa tidak nyaman. Yeoja itu juga tidak suka saat mereka terus-terusan menatap Luhan sambil senyum-senyum. Seohyun tahu bahwa Luhan tidak akan peduli dengan sikap ketiga yeoja itu. Tetapi tetap saja dia tidak suka melihat cara mereka menatap Luhan.
“Baby, bagaimana?” tanya Luhan sambil memeluk Seohyun dari belakang, membuat senyum ketiga yeoja yang sedari tadi menatap Luhan memudar seketika.
“Aku akan memperkerjakan 2 orang saja, paman dan bibi Lee. Oppa setuju?”
Luhan menganggukan kepala kemudian mencium pipi kiri Seohyun.
“Kami hanya membutuhkan 2 orang saja. 1 supir dan 1 pembantu” ujar Seohyun.
“Kami akan memperkerjakan paman dan bibi Lee. Untuk kalian bertiga, kalian boleh pergi” ujar Seohyun.
Ketiga yeoja itu pun membungkukkan badan dan segera pergi dari rumah Luhan dan Seohyun. Mereka merasa kecewa karena tidak akan kerja di rumah Luhan. Setelah ketiga yeoja itu menghilang, Seohyun dan Luhan mempersilahkan paman dan bibi Lee masuk ke dalam.
“Paman Lee, bibi Lee, kamar kalian ada di belakang” ujar Seohyun.
“Ne, nyonya” ujar bibi Lee
“Aigoo~ Bibi, panggil saja aku Seohyun atau Hyunnie, jangan panggil aku nyonya. Kedengarannya sangat aneh di telingaku” ujar Seohyun.
“Ne, dan panggil saja aku Luhan”
“Tapi-“
“Kami tidak menerima penolakan” ujar Seohyun.
“Arraseo, kami akan memanggilmu Seohyun dan Luhan. Tapi jika kedua orang tua kalian ada disini kami tidak akan memanggil kalian seperti itu” ujar paman Lee.
“Arraseo. Asalkan jangan pernah memanggil kami tuan dan nyonya. Itu sangat aneh” ujar Luhan diikuti anggukan kepala Seohyun.
“Bibi, tugas bibi adalah memasak untuk kami dan membersihkan rumah ini. Tapi jika aku ingin memasak atau membersihkan rumah, bibi tidak perlu membantuku. Bibi bisa melakukan yang lainnya” ujar Seohyun.
“Sedangkan tugas paman mengantarkan Seohyun ke kantor, butik, atau kemana pun dia pergi”
“Ne”
“Sekarang paman dan bibi bisa istirahat. Kalian bisa mulai bekerja besok pagi” ujar Seohyun.
“Bagaimana dengan makan malam kalian?” tanya bibi Lee.
“Kami sudah makan sebelum kalian kemari” jawab Luhan.
“Kalau begitu kami permisi dulu” ujar paman Lee.
Sepeninggal paman dan bibi Lee, Luhan dan Seohyun menuju kamar mereka. Jam baru menunjukkan pukul 8 malam, tetapi mereka sudah berada di atas tempat tidur.
“Besok kau ke kantor?” tanya Luhan.
“Ne, dan besok aku harus menghadiri rapat bersama Sehun oppa. Tadi oppa memberitahuku” jawab Seohyun dengan mata tertutup.
Setelah Seohyun berbicara, tidak ada suara lagi yang terdengar. Hembusan nafas yang menerpa wajah Seohyun sontak membuatnya membuka mata. Terlihat Luhan sudah berada di atas tubuhnya dan smirk yang tercetak di bibirnya.
“Oppa, kau… mau apa?” tanya Seohyun gugup.
“Melanjutkan ‘aktivitas’ kita. Seperti tadi malam” jawab Luhan.
“Mwo? Oppa, tapi ak-“
Seohyun tidak sempat menyelesaikan perkataannya karena Luhan sudah mencium bibirnya terlebih dahulu. Malam ini akan kembali menjadi malam yang melelahkan bagi mereka. Terutama bagi Seohyun. Sebenarnya malam ini dia tidak ingin melakukannya, apalagi besok dia ada rapat ditambah dengan Luhan yang akan baru berhenti ‘melakukannya’ jika sudah beberapa ronde. 2 atau 3 ronde tidak cukup bagi namja itu.

-acebaby-

Sudah 2 bulan Luhan dan Seohyun menikah. Hari ini keduanya sedang berada di rumah sakit, karena hari ini Jessica melahirkan. Tidak hanya Seohyun dan Luhan yang berada di rumah sakit. Ada juga Tiffany, Taeyeon. Krystal, Sulli, Minhyuk, Suho, Baekhyun, Chen, Tao, Lay, dan Sehun yang sedang menggendong putrinya. Sementara teman-teman mereka yang lain sedang berada di luar kota atau luar negeri untuk urusan bisnis. Sedangkan Kris sedang bersama Jessica.
Sebenarnya Seohyun tidak ingin datang karena dia merasa pusing dan sejak dua hari yang lalu dia sering sekali merasa mual. Tetapi dia merasa tidak enak dengan Jessica dan Kris. Dia tidak memberitahu Luhan atau pun yang lain mengenai kondisinya. Tidak lama kemudian terdengar suara tangisan bayi dan seketika mereka berteriak senang. Tidak peduli bahwa sekarang mereka berada di rumah sakit. Tidak sampai 5 menit, Kris keluar dengan menggendong seorang bayi.
“Kris, bagaimana?” tanya Baekhyun.
“Laki-laki. Bayi ku laki-laki”
“Bagaimana dengan Sica unnie?” tanya Krystal.
“Dia baik-baik saja. Tapi dia butuh istirahat”
“Bolehkah aku menggendong bayinya?” pinta Taeyeon.
Kris menganggukan kepalanya dan menmberikan bayinya pada Taeyeon.
“Chagi, pelan-pelan. Kau sedang hamil” ujar Baekhyun, mengingtakan istrinya.
Saat Seohyun hendak berjalann mendekati Taeyeon, dia merasa kepalanya pusingnya. Kemudian dia terjatuh dan semuanya gelap.
“Baby! Ireona” ujar Luhan sambil memeluk Seohyun.
Semuanya terkejut saat melihat Seohyun jatuh pingsan. Mereka segera menghampiri Seohyun dan Luhan.
“Luhan-ah, ada apa dengan Seohyun? Kenapa dia pingsan?” tanya Sehun.
“Entahlah. Tiba-tiba saja dia pingsan”
“Cepat bawa dia ke UGD” ujar Suho.
Luhan segera menngangkat tubuh Seohyun dan membawanya menuju UGD. Sehun, Sulli, Tiffany, Suho, dan Minhyuk mengikuti keduanya dari belakang. Begitu sampai di depan UGD, Luhan segera membawa Seohyun masuk ke dalam. Setelah meletakkan Seohyun di atas tempat tidur, seorang perawat menyuruhnya untuk menunggu di luar. Awalnya Luhan menolak, tetapi karena paksaan Sehun akhirnya dia mau juga untuk menunggu di luar. Selama berada di luar, Luhan tidak bisa tenang sama sekali. Namja itu terus-terusan berjalan mondar-mandir di depan pintu UGD. 15 menit kemudian, seorang dokter perempuan ber-name tag ‘Dr. Choi Yoora’ keluar dari ruang UGD. Luhan segera menghampirinya.
“Bagaimana keadaan istri saya?” tanya Luhan.
“Tenang tuan…”
“Luhan. Xi Luhan namanya” ujar Minhyuk.
“Tenang tuan Xi. Istri Anda baik-baik saja”
Seketika Luhan, Minhyuk, Suho, Sehun, Sulli, dan Tiffany menghela nafas lega mendengarnya.
“Lagipula itu hal yang wajar jika dia pingsan” lanjut dokter Choi.
“Mwo? Maksud Anda?” tanya mereka.
“Oh, kalian tidak tahu? Ah, kalau begitu biar Saya memberitahu kalian. Nyonya Xi sekarang sedang hamil. Usia kandungannya memasuki 6 minggu” ujar dokter Choi.
Suasana menjadi hening begitu sang dokter mengatakan apa yang terjadi pada Seohyun. Detik berikutnya….
“Mwo?? Seohyun hamil?? JINJJA??” tanya mereka.
“Ne. Dan nyonya Xi harus istirahat, setelah itu dia baru bisa pulang ke rumah. Saya permisi” ujar dokter Choi kemudian segera pergi.
“Apa…. apa aku… tidak salah dengar?” tanya Luhan masih tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.
“Kau tidak salah dengar. Seohyun hamil. Sebentar lagi kau akan menjadi seorang appa” ujar Tiffany.
“Hah? Jinjja? Jadi aku tidak salah dengar?”
“Tidak” jawab mereka, membuat Luhan tersenyum lebar.
“Cepat kau masuk ke dalam, temani Seohyun. Aku akan memberitahu yang lain” ujar Sehun.
Luhan pun segera masuk ke dalam untuk menenmani Seohyun. Sementara yang lain kembali ke tempat Jessica dan teman-temannya yang lain. Sehun menghubungi orang tuanya dan orang tua Luhan untuk memberitahu berita gembira tersebut. Semua begitu senang saat mendengar bahwa Seohyun tengah hamil. Begitu Seohyun sadar, Luhan langsung memberitahunya dan dia sangat senang saat mendengar berita tersebut.
Saat Luhan dan Seohyun sampai di rumah, ternyata Tuan-Nyonya Oh, Tuan-Nyonya Xi, Sehun, Baekhyun, Suho, Sulli, Taeyeon, dan Tiffany sudah berada disana. Sementara itu, Yoona dan Myungsoo tidak ada disana karena sedang berada di Jepang untuk urusan bisnis dan baru kembali 2 minggu lagi. Kemudian, umma Seohyun maupun umma Luhan langsung memeluk Seohyun saat melihat yeoja itu.
“Seohyun-ah, kami sangat senang bahwa saat ini kau sedang hamil” ujar Nyonya Xi sambil melepas pelukannya pada Seohyun.
“Ne, ommonim. Aku juga senang mendengarnya”
“Setelah ini kau harus lebih berhati-hati. Jangan terlalu lelah” ujar Nyonya Oh.
“Jangan terlalu banyak pikiran. Jangan lupa makan. Jangan lupa minum susu” ujar Nyonya XI.
“Kalau kau ingin sesuatu, kau bisa memberitahuku” ujar Luhan.
“Kau juga tidak perlu ke kantor setiap hari. Biar oppa dan appa yang mengurus pekerjaanmu” ujar Sehun.
“Jika kau ingin mengambil cuti, ambil saja” ujar Tuan Oh.
“Jika kau ingin pergi tapi Luhan tidak bisa mengantarmu, kau bisa memberitahuku, Taeyeon, Sulli, atau yang lainnya untuk mengantarmu pergi” ujar Tiffany.
Seohyun hanya melongo saat mendengar apa yang mereka katakan. Mereka memperlakukannya seperti anak kecil.
“Aigoo, aku akan baik-baik saja. Lagipula usia kehamilanku baru memasuki 6 minggu. Aku bisa melakukannya sendiri. Kalau aku ingin pergi, aku bisa meminta paman Lee untuk mengantarku. Dan aku akan mengambil cuti jika usia kehamilanku memasuki 7 bulan” ujar Seohyun.
“”Jangan!” ujar mereka.
“Wae?” tanya Seohyun bingung.
“Itu terlalu lama. Kau ambil cuti saat usia kehamilanmu memasuki 3 bulan” ujar Luhan.
“Shireo!” tolak Seohyun.
“Ya! Itu juga demi kesehatanmu dan bayi kita. Kau harus mengambil cuti saat usia kehamilanmu 3 bulan!” ujar Luhan.
“Shireo!”
“Aigoo, mereka masih saja bertengkar dan berdebat seperti ini. Padahal sebentar lagi mereka akan mempunyai anak. Dasar kekanakan” bisik Baekhyun pada Sehun dan Suho.
“Kau harus mau”
“Bagaimana jika 6 bulan?” usul Taeyeon.
“Ani! 3 bulan” ujar Luhan.
“4 bulan. Aku akan mengambil cuti saat usia kehamilanku memasuki 4 bulan” ujar Seohyun.
Luhan terdiam sejenak. Tidak lama kemudian, dia menghela nafas.
“Baiklah, 4 bulan” ujar Luhan.
“Tapi aku akan tetap pergi ke butik. Aku akan merasa bosan jika harus di rumah terus-terusan. Dan tidak boleh ada yang protes. Ini keputusanku” ujar Seohyun.
“Baby, tapi-“
“Oppa, tidak ada penolakan. Atau oppa lebih memilih supaya aku bekerja di kantor?”
“Hah! Baiklah, terserah kau” ujar Luhan akhirnya.
“Tapi jika kau merasa lelah atau sudah tidak kuat, kau tidak perlu mengurusi butik dulu. Masih ada aku, Jessica, dan Krystal” ujar Tiffany.
“Baiklah, karena hari sudah malam, kami pulang dulu. Luhan, jaga Seohyun baik-baik” ujar Tuan Xi.
“Ne, appa. Aku akan menjaganya”
“Jika kau besok tidak ke kantor juga tidak apa-apa. Kau istirahat saja” ujar Sehun pada Seohyun.
“Oppa, aku tidak apa-apa. Aku baik-baik saja. Kalian memperlakukanku seperti anak kecil saja”
“Kau memang anak kecil. Hanya postur tubuhmu saja yang terlihat seperti orang dewasa” ujar Sulli membuat yang lain tertawa sementara Seohyun mempoutkan bibirnya.
“Oh, lihatlah ekspresimu ini. Kau seperti anak kecil” goda Baekhyun sambil mencubit kedua pipi chubby Seohyun.
“Ya! Siapa yang menyuruhmu untuk menyentuh istriku? Singkirkan tanganmu” ujar Luhan membuat yang lain tertawa.
“Baiklah, kami pulang dulu” ujar Nyonya Oh.
“Ne, hati-hati” ujar Seohyun dan Luhan bersamaan.
Begitu mereka pergi, Luhan dan Seohyun pun pergi ke kamar mereka dan bersiap untuk tidur. Setelah mengganti pakaian mereka dengan baju tidur, keduanya pun segera naik ke atas tempat tidur. Luhan pun segera membawa Seohyun ke dalam pelukannya begitu mereka sudah tiduran. Seohyun membalas pelukan suaminya.
“Baby, aku sangat senang saat tahu kau hamil” ujar Luhan.
“Aku juga oppa”
“Sebentar lagi kita akan mempunyai anak. Aku sudah tidak sabar”
“Ne, oppa. Aku juga”
“Sekarang kita tidur. Kau tidak boleh tidur terlalu malam”
“Arraseo. Kau benar-benar memperlakukanku seperti anak kecil oppa”
“Ssttt… diamlah. Cepat tidur” ujar Luhan kemudian memejamkan matanya, diikuti oleh Seohyun.
Sebuah senyum terlukis di wajah keduanya. Hari ini Luhan dan Seohyun sangat senang. Sebentar lagi mereka akan menjadi seorang appa dan umma.

-acebaby-

Seohyun tetap melanjutkan aktivitasnya meskipun dia sedang hamil. Seperti janjinya, yeoja itu mengambil cuti ketika usia kandungannya memasuki 4 bulan. Akan tetapi, dia masih tetap pergi ke butik. Tentu saja Luhan tidak akan membiarkannya sendiri. Namja itu akan selalu mengantar dan menjemputnya di butik. Jika Luhan tidak bisa mengantar Seohyun, dia akan meminta Yoona, Sulli, Krystal, atau Tiffany untuk menemani Seohyun ke butik. Terkadang, dia juga meminta paman Lee untuk mengantar Seohyun. Sampai usia kehamilan Seohyun memasuki 7 bulan, Luhan dan Seohyun belum tahu jenis kehamilan calon bayi mereka. Mereka ingin itu menjadi surprise untuk mereka dan yang lain. Keduanya tidak mempermasalahkan tentang jenis kelamin calon bayi mereka.
Untuk masalah ngidam, Seohyun terkadang meminta hal-hal yang aneh. Ketika dia bersama teman-temannya, terkadang dia meminta beberapa dari mereka untuk dance. Dan yang palin banyak menjadi korban adalah EXO, Minhyuk, dan Myungsoo. Seohyun akan meminta namja-namja itu untuk dance dan diiringi oleh beberapa lagu girlband. Terkadang mereka juga harus di make up terlebih dahulu. Kemudian, Seohyun akan merekamnya dan mengunggahnya di youtube. EXO, Minhyuk, dan Myungsoo pun akhirnya memilih untuk mengurangi pertemuan mereka dengan Seohyun. Jika mereka melihat Seohyun, mereka akan buru-buru pergi. Mereka tidak ingin melakukannya lagi.
Selain itu, Seohyun juga pernah meminta SNSD, EXO, Minhyuk, Myungsoo, Luna, Sulli, dan Krystal untuk mewarnai rambut mereka dengan warna yang sama. Kemudian, yeoja itu akan memfoto mereka secara bersamaan dan mengunggahnya di akun instagram miliknya. Seohyun juga pernah meminta Luhan untuk mewarnai rambutnya menjadi pink ketika yeoja itu melihat permen lolipop berwarna pink. Alhasil, selama satu bulan namja itu harus menanggung malu. Para karyawannya selalu menahan tawa ketika melihat atasan mereka lewat dihadapan mereka dengan rambut yang diwarna pink. Jika Luhan sudah tidak terlihat, mereka baru mengeluarkan tawa mereka. Bahkan pada saat rapat pun mereka sering sulit berkonsentrasi karena harus menahan tawa mereka. Tidak hanya karyawannya atau pun rekan kerjanya dari perusahaan lain, tetapi orangtuanya, orang tua Seohyun, dan teman-temannya juga ikut menertawakan Luhan.
Masalahnya, Luhan itu adalah namja yang dikenal dengan sikap dinginnya tersebut. Tetapi saat melihat rambut Luhan yang diwarna pink tersebut, mendadak image yang dimilikinya tersebut hilang entah kemana. Para karyawan yang terkadang sedikit takut dengan wajah Luhan yang dingin, menjadi tidak takut lagi saat rambut namja itu menjadi pink. Mereka beranggapan bahwa Luhan justru sangat lucu. Seperti anak kecil. Meskipun harus ditertawakan oleh banyak orang, tetapi Luhan tidak pernah marah pada Seohyun. Dia akan melakukannya jika itu bisa membuat Seohyun bahagia. Kalo untuk makanan, Seohyun tidak pernah meminta yang aneh. Dia lebih sering meminta untuk memakan ice cream atau makanan yang di masak oleh Luhan.
Saat usia kehamilan Seohyun sudah 9 bulan, permintaan yeoja itu yang aneh-aneh sudah mulai berkurang. Dia lebih sering meminta Luhan untuk tetap di rumah atau pulang lebih cepat dari kantor. Menemani yeoja itu. Seperti sore ini, Luhan sedang menemani Seohyun menonton kartun kesayangannya di ruang tengah.
“Oppa, aku ingin ice cream” ujar Seohyun.
“Baiklah, aku akan mengambilkannya untukmu. Kau tunggu sebentar”
Luhan pun segra berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menuju dapur. Namja itu mengambil ice cream coklat yang ada di dalam freezer dan tidak lupa mengambil sebuah sendok. Dia pun kembali ke ruang tengah dan kembali duduk di samping Seohyun.
“Ini, makanlah” ujar Luhan sambil menyodorkan ice cream pada Seohyun.
“Gomawo oppa” ujar Seohyun kemudian mencium pipi Luhan.
Seohyun segera memakan ice cream tersebut sambil menonton kartun favoritnya. Belum lama dia memakan ice cream, tiba-tiba saja perutnya terasa sakit.
“Akkhhh” rintih Seohyun, membuat Luhan panik.
“Baby, ada apa?” tanya Luhan khawatir.
“Oppa, perutku… sakit… sekali. Akkhhh”
Bibi Lee yang baru saja membersihkan ruang tamu dan lewat hendak kembali ke belakang terkejut melihat Seohyun yang kesakitan. Wanita itu pun segera menghampiri Seohyun dan Luhan.
“Omo! Ada apa dengan Seohyun?” tanya Bibi Lee khawatir.
“Bibi, perut Seohyun sakit”
“Cepat bawa Seohyun ke rumah sakit. Sepertinya dia akan melahirkan”
“Akkhhh! Opp… pa, sakit. Perut… ku… sakit… se…ka…li.”
“Paman Lee! Paman Lee! Antarkan kami ke rumah sakit” ujar Luhan kemudian segera mengangkat tubuh Seohyun menuju mobil.
Paman Lee segera mengambil kunci mobil dan segera mengantar mereka.
“Bibi, tolong hubungi umma atau Yoona” pesan Luhan sebelum mobil melesat pergi.
Begitu mobil menghilang, Bibi Lee segera menghubungi Nyonya Xi dan juga Yoona. Begitu mendapat kabar tersebut, Nyonya Xi segera menghubungi suaminya dan orang tua Seohyun. Sementara Yoona menghubungi teman-temannya yang lain. Beberapa dari mereka segera menuju ke rumah sakit dimana Seohyun berada.
Luhan sampai di rumah sakit bersamaan dengan Yoona yang datang bersama putranya, Sungyeol. Saat melihat mobil Luhan, yeoja itu segera menghampiri mobil saudara kembarnya tersebut.
“Luhan! Seohyun!” panggil Yoona saat keduanya keluar dari mobil.
Luhan menoleh sekilas saat mendengar panggilan Yoona. Namja itu pun segera membwa Seohyun ke dalam. Saat melihat Luhan, 2 orang suster segera membantunya dan membawa Seohyun menuju ruang bersalin. Luhan menemani istrinya di dalam ruang bersalin, sementara Yoona bersama putranya menunggu di luar sedangkan Paman Lee kembali ke rumah. Tidak lama kemudian, Tuan-Nyonya Oh, Tuan-Nyonya Xi, Myungsoo, Sehun, Suho, Baekhyun, Chen, dan Kai datang.
“Bagaimana keadaan Seohyun?” tanya Nyonya Oh.
“Dimana dia?” tanya Nyonya Xi.
“Seohyun sedang di dalam. Dia bersama Luhan” jawab Yoona sambil menunjuk ruangan dimana Seohyun dan Luhan berada.
Kemudian, Sulli datang bersama putrinya, Suzy. Di susul dengan Minhyuk, Luna, Tiffany, Jessica *bersama putranya yang bernama Zhoumi*, Krystal, dan Taeyeon *bersama bayi laki-lakinya yang baru berusia 5 bulan bernama Taehyung*. Sudah 1 jam mereka menunggu di luar, tetapi Luhan, atau pun sang dokter yang menangani Seohyun belum juga keluar. Padahal 3 menit yang lalu mereka sudah mendengar suara tangisan bayi, tetapi kenapa belum ada yang keluar juga. Tidak lama kemudian, kembali terdengar suara tangisan bayi. Semua yang berada di luar menjadi bingung.
“Mwo? Suara tangisan lagi?” tanya Chen.
“Omo! Jangan-jangan ba-“
Belum sempat Krystal menyelesaikan perkataannya, Luhan keluar dari ruang persalinan. Sebuah senyum terlukis digambarnya. Dengan segera, semuanya segera menghampiri Luhan.
“Luhan-ah, bagaiman kondisi Seeohyun?” tanya orang tuanya dan orang tua Seohyun secara bersamaan.
“Bagaimana dengan bayi kalian?” tanya Suho dan Kai bersamaan.
“Bayi kalian yeoja atau namja?” tanya Tiffany dan Yoona antusias.
“Lu, cepat jawab” ujar Baekhyun.
“Seohyun baik-baik saja. Tetapi dia sekarang harus beristirahat. Bayi kami baik-baik saja dan untuk jenis kelaminnya…. keduanya”
“Maksudmu?” tanya Sehun.
“Bayiku dan Seohyun kembar. Yeoja dan namja” jawab Luhan.
“Mwo? Kembar?” tanya mereka tidak percaya.
Luhan menganggukan kepalanya sambil tersenyum.
“Kyaaaa! Kembar”
“Cucu kita kembar” ujar umma Seohyun dan umma Luhan kemudian berpelukan.
Appa Seohyun dan appa Luhan juga berpelukan. Begitu pun dengan yang lain.
“Wah! Kita punya keponakan kembar” ujar Chen.
“Aku akan membelikan mereka mainan yang banyak” ujar Krystal.
“Ya! Kenapa kau tidak membelikannya untuk Zhoumi juga? Dia juga keponakanmu” ujar Jessica pura-pura kesal.
Unnie dan Kris oppa kan sudah membelikan mainan yang banyak untuk mereka” ujar Krystal membuat yang lain tertawa.
“Lu, apa kami boleh menjenguk Seohyun?” tanya Taeyeon.
“Kalian bisa menjenguknya jika Seohyun sudah di pindahkan ke ruang rawat” jawab Luhan.

-acebaby-

Begitu Seohyun dipindahkan ke ruang rawat, mereka langsung menjenguk Seohyun. Kondisi yeoja itu masih lemas, jadi tidak bisa terlalu banyak diajak bicara. Tidak lama kemudian, Luhan dan Sehun yang tadi berada di luar masuk ke dalam ruangan Seohyun. Mereka membawa kedua bayi Seohyun dan Luhan. Keduanya pun mendekati Seohyun.
“Princess, ini bayi kita” ujar Luhan sambil memperlihatkan bayi yeoja yang ada dalam gendongannya.
Sementara bayi namja yang bereada di gendongan Sehun diletakkan di dekat Seohyun.
“Oppa, bayi kita… kembar?”
“Ne, princess. Bayi kita kembar”
“Siapa nama bayi kalian?” tanya Jessica.
“Sebelumnya aku dan Seohyun sudah menyiapkan nama untuk bayi kami. Untuk yang namja bernama Xi Luhyun dan yang yeoja bernama Xi Joohyun” jawab Luhan
“Nama yang bagus” ujar Sulli.
Setelah 6 hari berada di rumah sakit, akhirnya Seohyun diperbolehkan untuk pulang. Begitu Seohyun berada di rumah, hampir setiap hari Nyonya Xi, Nyonya Oh, Yoona, Sulli, atau pun yang lain datang ke rumah Seohyun untuk membantunya merawat bayi kembarnya. Jika mereka tidak datang, bibi Lee yang akan membantunya. Sementara itu, Luhan tetap pergi ke kantor. Akan tetapi, dia selalu pulang lebih awal dari biasanya. Terkadang, saat jam makan siang namja itu akan pulang ke rumah. Atau Luhan akan memilih tinggal di rumah jika tidak ada rapat atau pekkerjaan yang penting.
Sementara itu, Seohyun merasa sangat senang karena orang-orang disekitarnya sangat peduli dengannya dan kedua bayi kembarnya. Akan tetapi, yeoja itu juga tidak ingin jika mereka harus repot-repot membantunya merawat dan menjaga Luhyun dan Joohyun.

4 tahun kemudian
Tidak terasa Seohyun dan Luhan sudah menikah selama 4 tahun. Rasa cinta mereka semakin tumbuh, apalagi sejak kehadiran kedua malaikat kecil mereka, Luhyun dan Joohyun. Sekjak kehadiran Luhyun dan Joohyun, Seohyun sudah tidak pergi ke kantor. Akan tetapi, dia terkadang masih pergi ke butik. Yeoja itu selalu membawa kedua malaikatnya ke butik. Sementara itu, semakin lama Luhan semakin sibuk. Membuat waktunya bersama kedua anaknya menjadi berkurang. Terkadang saat hari libur pun dia juga masih memiliki pekerjaan.
Untungnya, Seohyun sering membawa Luhyun dan Joohyun ke kantor Luhan untuk menemui appa mereka. Atau yeoja itu terkadang meninggalkan keduanya di kantor Luhan untuk bersama dengan appa-nya. Beruntung, Luhyun dan Joohyun selalu mendengarkan perkataan Luhan maupun Seohyun. Jadi, saat berada di kantor Luhan, mereka tidak membuat keributan.
Pagi ini, Luhan harus membawa Luhyun dan Joohyun bersamanya karena Seohyun sedang sibuk. Seohyun, bersama dengan Jessica, Tiffany, dan Krystal akan mengadakan sebuah acara, yaitu fashion show yang diadakan malam ini. Ini sudah kelima kalinya mereka mengadakan acara seperti itu. Mereka pertama kali mengadakan fashion show yaitu 3 tahun yang lalu. Fashion show ini akan menampilkan beberapa rancangan baju yang dibuat oleh Krystal, Seohyun, Tiffany, maupun Jessica. Karena Seohyun sibuk mengurusi acaranya, jadi Luhan harus membawa Luhyun dan Joohyun.
“Luhyun-ah, Joohyun-ah, kalian jangan nakal. Jangan pergi kemana-mana. Tetap di ruangan appa” ujar Luhan.
“Ne, appa” ujar Luhyun dan Joohyun.
Luhan pun mulai sibuk dengan pekerjaannya. Sementara Luhyun dan Joohyun sedang bermain di sofa yang berada di ruangan Luhan. Sesuai perkataan appa-nya, keduanya tidak pergi kemana-mana. Mereka bermain di ruangan Luhan, tetapi tidak menganggu kerjanya sama sekali.
Waktu menunjukkan pukul setengah 11. 15 menit lagi Luhan ada rapat penting. Tetapi, dia sudah menelepon Kai dan Chen untuk menemani Luhyun dan Joohyun.
“Luhyun-ah, Joohyun-ah, sebentar lagi appa ada rapat. Kalian nanti akan ditemani oleh paman Kai dan paman Chen. Kalian tidak boleh nakal dan dengarkan apa yang dikatakan oleh mereka”
“Ne, appa”
“Kalian memang anak-anak yang pintar” ujar Luhan kemudian mencium kedua pipi Luhyun dan Joohyun.
“Appa” panggil Joohyun.
“Wae?”
“Kami punya permintaan”
“Apa itu?”
“Luhyun-ah, cepat katakan pada appa”
“Aku dan Joohyun ingin punya adik. Kami bosan jika hanya bermain berdua” ujar Luhyun kemudian mengerucutkan bibirnya lucu.
“Benar. Kami sudah tidak mempunyai teman bermain lagi. Sungyeol oppa, Suzy unnie, Zhoumi oppa sudah sekolah dan Taehyung oppa sedang berada di Jepang bersama bibi Taeyeon dan paman Baekhyun. Kami ingin mempunyai adik” ujar Joohyun.
“Mwo? Adik?” tanya Luhan sedikit terkejut.
“Ne, appa” jawab keduanya.
“Ah, kalau i-“
“Annyeong Luhyun-ah, Joohyun-ah” ujar Kai dan Chen, memotong perkataan Luhan.
“Paman!” ujar Luhyun dan Joohyun, kemudian menghampiri Chen dan Kai yang kemudian menggendong kedua anak kembar tersebut.
“Aigoo~ kalian sudah besar” ujar Chen.
“Untung saja mereka datang” ujar Luhan dengan suara yang pelan.
“Paman, belikan kami ice cream” pinta Joohyun, diikuti anggukan kepala Luhyun.
“Kami akan membelikannya untuk kalian” ujar Kai.
“Kai-ya, Chen-ah, kalian bawa mereka ke restauran yang ada di dekat kantorku. Aku harus segera pergi ruang rapat” ujar Luhan sambil mengambil file-file yang akan dibawanya.
“Kami akan membawanya jalan-jalan, setelah itu baru mengajak mereka makan di restauran dekat kantormu dan membawanya kemari setelah makan siang. Jadi kau bisa istirahat” ujar Chen.
“Eoh, gomawo”
“Cha! Joohyun-ah, Luhyun-ah, mari kita pergi” ujar Chen.
“Appa, kami pergi dulu” pamit Joohyun dan Luhyun.
“Ne, kalian jangan nakal. Dengarkan kata-kata paman Kai dan paman Chen” pesan Luhan kemudian mencium kedua anaknya.
Setelah Chen, Kai, Luhyun, dan Joohyun pergi, Luhan pun segera menuju ruang rapat. Sementara itu, Chen dan Kai membawa keduanya jalan-jalan ke sebuah mall dan membelikan mereka beberapa mainan. Mereka juga membelikan Luhyun dan Joohyun ice cream, sesuai permintaan mereka. Saat jam makan siang, Chen dan Kai membawa Luhyun dan Juhyun makan siang di restauran yang tidak jauh dari kantor Luhan. Setelah selesai, mereka kembali ke kantor Luhan untuk mengantar Luhyun dan Joohyun. Setelah mengobrol sebentar bersama Luhan, kemudian Kai dan Chen segera meninggalkan kantor Luhan.
Sore harinya pukul setengah 5 sore, Luhan membawa Luhyun dan Joohyun pulang karena harus bersiap-siap untuk pergi ke acara Seohyun. Luhan membantu kedua malaikat kecilnya untuk bersiap-siap.
“Aigoo~ kalian terlihat tampan dan cantik sekali” ujar Luhan.
“Appa juga tampan” ujar Joohyun.
“Appa, ayo kita pergi. Aku ingin bertemu umma” ujar Luhyun.
“Joohyun juga”
“Hahaha, arraseo. Appa juga ingin bertemu dengan umma kalian. Kajja” ujar Luhan.
Dengan menggandung kedua anaknya di sisi kiri dan kanannya, ketiganya berjalan menuju mobil. Luhan pun mendudukkan Luhyun dan Joohyun di bangku belakang. Kemudian, Luhan segera duduk di bangku kemudia dan menjalankan mobilnya. Sesampainya di tempat acara, Luhan membawa kedua anaknya masuk ke dalam. Ketiganya menuju ke tempat dimana SNSD, EXO, Minhyuk, Myungsoo, Luna, dan Sulli berada.
“Sungyeol oppa, Suzy unnie, Zhoumi oppa” panggil Joohyun.
“Annyeong Joohyun-ah. Annyeong, Luhyun-ah” sapa Suzy.
“Eoh? Taehyung hyung juga ada disini” ujar Luhyun saat melihat Taehyung yang baru saja datang bersama Taeyeon dan Baekhyun.
“Kalian datang juga” ujar Chanyeol.
“Bukankah kalian baru bisa pulang besok?” tanya Yoona.
“Ne, tapi ternyata pekerjaan Baekhyun selesai lebih cepat. Jadi, kami bisa pulang hari ini dan datang kemari” jawab Taeyeon.
Tidak lama kemudian, acara dimulai. Banyak yang hadir pada acara fashion show malam ini. Saat di penghujung acara, Seohyun, Jessica, Krystal, dan Tiffany naik ke atas panggung. Saat melihat Seohyun, Luhyun dan Joohyun segera berlari menuju umma mereka tanpa sepengetahuan Luhan.
“Umma” panggil keduanya.
Luhan terkejut saat melihat kedua anaknya berlari ke arah Seohyun yang sedang memberikan pidato dan naik ke atas panggung kemudian memeluk Seohyun. Yeoja itu tersenyum senang melihat Luhyun dan Joohyun dan balas memeluk mereka. Kemudian, Seohyun kembali melanjutkan pidatonya dengan kedua anaknya berdiri disampingnya. Saat acara selesai, Luhan segera menghampiri Seohyun yang baru saja turun dari panggung dengan menggandeng Luhyun dan Joohyun.
“Baby, mianhae. Aku tidak tahu jika mereka menghampirimu” ujar Luhan.
“Gwenchana oppa”
“Kau cantik sekali malam ini” puji Luhan membuat Seohyun merona.
“Jangan memujiku seperti itu”
“Wae? Kau memang cantik malam ini. Sangat cantik” ujar Luhan kemudian mengecup singkat bibir Seohyun.
“Umma, kami juga ingin dicium” ujar Luhyun kemudian menunjuk bibirnya.
“Tidak boleh di bibir. Itu hanya untuk appa” ujar Luhan.
“Appa jahat” ujar kedua anaknya.
“Kalian mengatakan appa jahat. Baiklah, appa tidak akan memberikan boneka pororo dan keroro untuk kalian. Padahal appa ingin memberikannya pada kalian, tapi kalian bilang bahwa appa jahat. Jadi, tidak usah”
“Mwo? Aniiii, appa baik. Appa tidak jahat” ujar Joohyun.
“Benar, appa itu baik. Sangat baik” tambah Luhyun.
Seohyun tertawa melihat kedua anak kembarnya yang terus memuji Luhan. Supaya mereka diberi boneka kesukaan mereka.
“Appa, berikan boneka itu pada kami” ujar Luhyun.
“Appa akan memberikannya pada kalian jika kalian tidak mengatakan lagi bahwa appa jahat dan… kalian tidak boleh mencium bibir umma kalian. Karena itu hanya untuk appa. Bagaimana?”
Luhyun dan Joohyun tampak berpikir sebentar dan saling memandang. Sampai akhirnya keduanya pun menganggukan kepala dengan bibir yang mengerucut lucu.
“Anak pintar. Appa akan memberikan boneka itu saat kita sampai dirumah” ujar Luhan sambil mengusap kedua kepala anaknya.
Seohyun dan Luhan pun berkumpul bersama teman-temannya yang lain. Ketika waktu menujukkan pukul setengah 10 malam, mereka pun memutuskan untuk pulang. Selama perjalanan, Joohyun dan Luhyun terus mengingatkan Luhan untuk memberikan bonekanya saat mereka sampai di rumah. Sesampainya di rumah, Luhyun dan Joohyun segera turun dari mobil dan masuk ke dalam. Mereka masih menunggu Luhan untuk memberikan boneka pada mereka.
“Appa, boneka” ujar keduanya.
“Kalian harus berganti pakaian terlebih dahulu. Nanti appa akan membawa bonekanya ke kamar kalian” ujar Luhan.
Luhyun dan Joohyun pun mengangguk. Keduanya segera menuju ke kamar mereka dan bergantian pakaian. Begitu pun dengan Luhan dan Seohyun. Setelah selesai, Luhan dan Seohyun pergi ke kamar Luhyun dan Joohyun. Tidak lupa dengan membawa boneka pororo dan keroro. Kedua anak kembar itu sangat senang mendapat boneka dari appanya. Luhyun sama dengan Luhan yang sangat menyukai pororo dan Joohyun yang sama dengan Seohyun yang sangat menyukai keroro.
Seohyun dan Luhan menemani kedua anak mereka sampai tertidur. Setelah itu, sepasang suami istri itu keluar dari kamar setelah mematikan lampu kamar Joohyun dan Luhyun. Kemudian, keduanya menuju kamar mereka sendiri. Luhan masuk ke dalam kamar mandi, sementara Seohyun berada di balkon kamar. 5 menit kemudian Luhan keluar dari kamar mandi dan berjalan menghampiri Seohyun. Namja itu kemudian memeluk istrinya dari belakang.
“Apa yang sedang kau lakukan chagi?” tanya Luhan kemudian mencium bagian belakang leher Seohyun.
“Ani, aku hanya menatap bintang-bintang di langit”
Keduanya pun terdiam sejenak.
“Oppa, bagaimana dengan Luhyun dan Joohyun tadi siang? Mereka baik-baik saja?” tanya Seohyun memecah keheningan.
“Hhmmm, mereka baik-baik saja. Tapi aku harus menitipkan mereka sebentar pada Kai dan Chen karena aku ada rapat penting”
“Hari ini oppa pasti sangat lelah karena haru menjaga Luhyun dan Joohyun lalu pergi rapat”
“Ani. Aku sama sekali tidak merasa lelah. Bagaiman denganmu? Apa kau lelah”
“Ani. Aku juga sama sekali tidak lelah”
“Kalau begitu kita kabulkan permintaan Luhyun dan Joohyun malam ini” ujar Luhan kemudian mengeluarkan smirk-nya.
“Mwo? Permintaan apa?” tanya Seohyun bingung.
“Mereka meminta kita untuk memberikan adik pada mereka” jawab Luhan.
Kemudian, Luhan segera mengangkat tubuh Seohyun masuk ke dalam kamar. Sementara Seohyun masih mencerna kata-kata Luhan. Setelah mengerti dengan perkataan suaminya, yeoja itu membelalakkan kedua matanya. Seohyun tidak sempat menolak karena Luhan sudah meletakkannya di atas tempat tidur dan langsung mencium bibirnya. Malam ini akan menjadi malam yang panjang bagi Luhan dan Seohyun.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
-END-

Yeay! Ini sequel-nya FF ‘My Enemy, My Fiance’! Kemaren-kemaren waktu baca komen kalian di FFku ada yang request sequel-nya, ya udah deh aku bikin. Sequel-nya ternyata bisa selesai cepet. Maaf kalo ceritanya GaJe + banyak typo. Ceritanya kepanjangan gak? Tadinya sih mau aku bikin twoshoot, tapi gak jadi. Soalnya kalian suka cerita yang panjang sih. Ya udah deh aku bikin yang panjang. Biar kalian puas hehehe… Ini lebih dari 7000 kata. Oke deh, makasih ya yang udah mau baca FF ku. GOMAWO~ ACEBABY JJANG!!!!!! JANGAN LUPA RCL YA~ LIKE DAN COMMENT KALIAN YANG BANYAK ITU SANGAT BERHARGA BUAT AUTHOR HEHEHE… SEKALI LAGI GOMAWO~ ^^

Advertisements

16 thoughts on “[Sequel] MY ENEMY, MY FIANCE : AFTER MARRIED

  1. Bguss bnget thorr, sumpah demi apapun kerenn , bkin ff seohan yg baru lgi ya thorr..pleasee😀😀
    Yg happy ending ma genrenya family, school life, ato marige life, pkoknya romacee😸😸😽
    Semangat buat ff seohan lgi ya thorr..lysm😘😘
    KEEP WRITING!!!

Silahkan berkomentar~ ^^ #AceBabySeoHanjjang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s