BAD BOY [Chap. 1]

Judul : Bad Boy [chap. 1]
Author : Eka Oktavia (Kim Tae Rin)
Main cast : Seohyun ‘SNSD’ & Luhan ‘EXO’
Other cast : find it by yourself
Genre : Romance, AU, school life
Lenght : chapter
Author’s note : FF baru!!!!!! Semoga FF ini bisa membuat kalian jatuh cinta *ceileehh* #abaikan Maaf kalo ceritanya GaJe. Maaf juga kalo BANYAK TYPO. Tapi tetep, jangan lupa baca, like, dan comment FF ini ^^ Jujur aja deh, di FF aku yang sebelumnya tuh comment-nya dikit. Jadinya, kalo mau ngelanjutin/bikin FF tuh jadi gak semangat. Soalnya aku gak tau apa pendapat kalian. Apakah FFku itu bagus, setengah-setengah atau gak bagus sama sekali. Palingan yanga ngasih comment cuma 10-15 orang. Padahal aku pengen tuh yang ngasih comment sampe 20. Buat Ffku yang ini moga-moga yang comment & like bisa lebih banyak dari sebelumnya. Happy reading~ ^^

DON’T FORGET for RCL
AND
DON’T BE PLAGIAT

Seorang gadis tengah mematut diri di cermin. Posturnya yang tinggi, berkulit putih, rambut hitam yang cukup panjang, berpipi chubby, dan wajah yang cantik membuatnya terlihat seperti seorang malaikat. Gadis itu menggunakan seragam SMA. Sebuah name tag bertuliskan ‘Seo Joohyun’ terpasang di blazernya. Di bagian dada sebelah kiri. Rambutnya yang panjang dibiarkan terurai. Gadis itu terus mematut diri di depan selama hampir 5 menit.
“Perfect!” ujarnya.
Gadis itu kemudian mengambil tas sekolah, ponsel, dan kunci mobilnya. Dia pun keluar dari kamar dan menuruni tangga berjalan menuju meja makan. Di meja makan terlihat seorang pria dan wanita kira-kira berusia 45 tahun. Mereka adalah orang tua Seohyun, Tuan dan Nyonya Seo.
“Pagi appa, eomma” sapa Seohyun.
“Pagi Seohyun” balas kedua orang tuanya.
“Aigoo~, kau cantik sekali. Eomma dan appa senang kau kembali lagi ke Seoul” ujar Nyonya Seo.
“Aku juga senang bisa kembali ke sini. Oh, kemana Kookie?”
“I’m here noona” ujar seorang laki-laki yang baru saja menuruni tangga.
“Hah! Kau tidak perlu berbicara menggunakan bahasa inggris. Kau kan tidak pandai berbahasa inggris” ejek Seohyun pada laki-laki itu yang tak lain adalah adiknya sendiri, Seo Jongkook.
“Noona kan bisa mengajariku” ujar Jungkook sambil duduk disebelah Seohyun.
“Aku tidak mau mengajarimu. Kau tidak pernah serius. Bahkan dulu kau sering membolos di saat pelajaran dan mendapat hukuman” ujar Seohyun, membuat Jungkook menatapnya tajam.
“Oh, selama aku bersekolah di London apakah kau masih suka membolos dan mendapat hukuman? Ah, pasti kau masih sering melakukannya. Kau kan na- Auww! Ya! Berani-beraninya kau memukul noona-mu ini”
“Soalnya noona cerewet sekali. Huh! Lebih baik noona tetap berada di London saja. Aku merasa senang jika noona tidak kembali ke Seoul” ujar Jongkook.
“Aigoo~ Kalian berdua ini pagi-pagi sudah bertengkar. Sama sekali tidak berubah. Sekarang cepat kalian makan dan segera berangkat ke sekolah” ujar Nyonya Seo, melerai kedua anaknya.
Seohyun dan Jungkook menuruti perkataan eommanya. Mereka segera menghabiskan makanan mereka kemudian berangkat ke sekolah.
“Seohyun-ah, Jungkook-ah, siang ini appa dan eomma akan pergi ke Jepang untuk mengurusi bisnis disana. Kira-kira kami disana selama satu bulan” ujar Tuan Seo.
“Ah, baiklah. Appa dan eomma baik-baik disana” ujar Seohyun.
“Kalian juga. Seohyun-ah, jaga Jungkook dan terus awasi dia baik di rumah maupun di sekolah. Kami juga meminta Bibi Lee dan Paman Lee untuk mengawasi kalia. Jika kalian ingin sesuatu, katakan saja pada Bibi Lee. Jika ingin pergi ke suatu tempat, minta Paman Lee untuk mengantarkan kalian” pesan Nyonya Seo.
“Ne, eomma” ujar keduanya
“Seohyun-ah, kau harus menjaga Jungkook dengan baik. Kau tahu kan dia masih kecil” ujar Nyonya Seo, sengaja menggoda Jungkook.
“Eomma! Aku bukan anak kecil lagi” protes Jungkook, membuat yang lainnya tertawa.
“Eomma tenang saja, aku akan menjaganya dengan baik. Kalau perlu, aku akan mengikutinya kemana pun dia pergi”
“Jangan berlebihan noona. Memangnya aku anak kecil yang harus diikuti kemana pun aku pergi? Aku sudah besar. Bahkan sekarang aku lebih tinggi darimu” ujar Jungkook.
“Sudah cepat berangkat, Paman Lee sudah menunggu kalian. Hati-hati dan jangan sering bertengkar. Kami juga berpesan pada bibi Kim dan bibi Lee untuk mengawasi kalian” ujar Tuan Seo.
“Ne appa” ujar SeoKook.
Seohyun dan Jungkook pun segera masuk ke dalam mobil. Mereka pun berangkat menuju sekolah mereka. Keduanya berada di sekolah yang sama, yaitu Seoul High School atau SHS. Jungkook berada di tahun pertama sementara Seohyun di tahun kedua. Tetapi, ini hari pertama Seohyun bersekolah di SHS. Sebelumnya, dia bersekolah di London selama 5 tahun yang kemudian memutuskan untuk pindah ke Seoul. Sementara untuk Jungkook, dia sudah bersekolah di SHS selama 2 bulan. Setelah 15 menit perjalanan, mereka telah sampai di dekat pintu gerbang SHS. Seohyun dan Jungkook pun segera turun dari mobil. Setelah keduanya turun, mobil mereka pun pergi.
“Kookie, antarkan noona ke ruang guru” ujar Seohyun.
Jungkook menganggukan kepala dan membawa Seohyun menuju ruang guru. Jungkook mengantarkan Seohyun hingga depan pintu ruang guru.
“Ini ruangannya noona. Noona masuk saja. Oh, nanti aku tidak pulang bersama noona. Aku harus latihan basket” ujar Jungkook.
“Ah, ne. Jika kau pulang, kau bisa menghubungi Paman Lee”
“Tidak perlu. Aku pulang bersama teman-temanku saja”
“Arraseo. Tapi jika kau ingin di jemput, kau bisa menghubungiku atau Paman Lee”
“Ne, ne, ne. Kalau begitu aku pergi dulu. Sampai nanti noona”
Setelah Jungkook pergi, Seohyun pun masuk ke dalam ruang guru. Gadis itu melihat ada beberapa guru di sana. Kemudian, seorang guru wanita berjalan menghampirinya.
“Annyeonghaseyo, Seo Joohyun imnida” ujar Seohyun.
“Ah, kau murid baru pindahan dari London itu?”
“Ne”
“Saya Jung songsaenim. 5 menit lagi bel masuk dan saya yang mengajar jam pertama di kelas barumu. Kau tunggu disini dulu, nanti kita pergi kesana bersama” ujar Jung songsaenim.
“Ah, ne songsaenim” ujar Seohyun.
Jung songsaenim kemudian berjalan menuju mejanya dan mengambil buku-buku yang akan dibawanya. Seohyun pun duduk di salah satu kursi. 5 menit kemudian, bel berbunyi. Jung songsaenim pun membawa Seohyun menuju kelasnya. Saat memasuki kelas, semua orang menatapnya.
“Annyeonghaseyo” ujar Jung songsaenim.
“Annyeonghaseyo songsaenim”
“Hari ini kalian mempunyai teman baru. Dia akan memperkenalkan dirinya” ujar Jung songsaenim kemudian berjalan menuju meja guru.
“Annyeonghaseyo, Seo Joohyun imnida. Kalian bisa memanggilku Seohyun atau Joohyun. Mohon bantuannya” ujar Seohyun memperkenalkan diri.
Baiklah Nona Seohyun, kau bisa duduk disamping Minhyuk” ujar Jung songsaenim sambil menunjuk seorang laki-laki yang duduk di barisan ketiga dari depan.
Setelah mengucapkan terima kasih, Seohyun pun berjalan menuju bangkunya dan duduk disebelah namja bernama Minhyuk.
“Annyeong, aku Minhyuk” ujar teman sebangkunya tersebut.
“Seohyun imnida”
“Aku Tiffany”
“Dan aku Taeyeon”
2 orang gadis yang duduk di depan Seohyun membalikkan badan dan memperkenalkan diri.
“Aku, Taeyeon, dan Minhyuk adalah sahabat. Sebenarnya kami masih mempunyai satu sahabat lagi, tapi dia tidak satu kelas dengan kami. Namanya Suho. Nanti kami kenalkan kau padanya dan kami harap kau mau berteman dengan kami” ujar Tiffany.
“Tentu saja aku mau” ujar Seohyun.
“Kalau begitu, saat istirahat nanti kau makan di kantin bersama kami” ujar Minhyuk.
“Ah, ne”
Aigoo~ kau mempunyai pipi chubby. Kau sangan lucu tapi juga cantik” ujar Taeyeon sambil mencubit pipi kiri Seohyun dengan gemas.
“Taeyeon-ah, kau membuatnya kesakitan” ujar Tiffany kemudian menjauhkan tangan Taeyeon dari pipi Seohyun.
“Aniyo, aku tidak kesakitan” ujar Seohyun.
“Kau lihat, dia bilang dia tidak kesakitan” ujar Taeyeon.
“Sudah, cepat menghadap ke depan. Kalau tidak, Jung songsaenim akan memarahi kalian” ujar Minhyuk.
Taeyeon dan Tiffany pun segera menghadap ke depan. Keempatnya pun memperhatikan Jung songsaenim yang sedang mencatat sesuatu di papan tulis. Mereka pun segera menyalinnya ke dalam buku catatan.

-Bad Boy-

Saat istirahat, Seohyun bersama ketiga teman barunya -Taeyeon, Tiffany, dan Minhyuk- berjalan menuju ke kantin. Tetapi, Seohyun ingin meletakkan beberapa bukunya di loker. Gadis itu pun menyuruh ketiganya untuk menuju ke kantin terlebih dahulu.
“Ah, aku ingin menaruh buku-buku ini di loker. Kalian ke kantin saja dulu” ujar Seohyun.
“Apa perlu aku temani?” tanya Taeyeon.
“Tidak perlu. Aku bisa sendiri”
“Baiklah, kalau begitu kami pergi dulu. Sampai bertemu di kantin” ujar Taeyeon.
Taeyeon, Tiffany, dan Minhyuk pun kembali berjalan menuju kantin. Sementara Seohyun berjalan menuju lokernya. Sesampainya di depan loker, gadis itu pun membuka lokernya dan meletakkan buku-bukunya disana. Setelah selesai, dia menutup pintu lokernya dan menguncinya. Saat berbalik, Seohyun tidak sengaja bertabrakan dengan seorang laki-laki dan membuatnya hampir terjatuh ke belakang. Beruntung, di belakangnya ada loker sehingga dia tidak jatuh.
“Ah, maafkan aku. Aku tidak melihatmu. Sekali lagi maafkan aku” ujar Seohyun sambil membungkukkan badan.
Seohyun terus menundukkan kepalanya, tidak berani menatap laki-laki itu. Sementar laki-laki itu hanya diam. Dia justru menatap dan memperhatikan Seohyun dari ujung kepala sampai ujung kaki. Kemudian, sebuah smirk terukir di bibirnya.
“Aku tidak pernah melihatmu. Kau murid baru?” tanya laki-laki itu.
“Ne” jawab Seohyun dengan suara pelan tetapi masih dapat di dengar laki-laki dihadapannya.
“Kau cantik juga”
“Eh?” Seohyun menatap laki-laki dihadapannya dengan bingung.
“Hmmm, Seo Joohyun. Nama yang cantik. Sama seperti orangnya”
“Mwo?” tanya Seohyun bingung.
“Luhan-ah!”
Laki-laki dihadapan Seohyun segera menoleh ke asal suara. Seorang laki-laki berpipi chubby berjalan menghampiri mereka.
“Oh, Xiumin-ah” ujar laki-laki dihadapan Seohyun yang ternyata bernama Luhan.
“Kenapa kau disini? Sehun, Kai, Chen, dan Baekhyun sudah menunggu di lapangan basket” ujar laki-laki yang tadi dipanggil Xiumin oleh Luhan.
“Oh, baiklah. Kita kesana sekarang”
Kemudian Luhan menatap Seohyun.
“Baiklah Baby, aku harus pergi. Sampai bertemu lagi” ujar Luhan pada Seohyun kemudian mencubit kedua pipi chubby Seohyun.
Luhan, bersama Xiumin pun meninggalkan Seohyun yang terkejut akibat perlakuan Luhan barusan. Gadis itu kemudian kemudian tersadar dan menatap punggung Luhan yang berjalan menjauh. Dia menatap bingung laki-laki itu. Kemudiann wajah Seohyun berubah menjadi kesal.
“Hah! Dia memanggilku ‘Baby’? Memangnya dia siapa bisa-bisanya memanggilku seperti itu? Dia juga mencubit pipiku seenaknya” gerutu Seohyun.
Seohyun pun berjalan menuju ke kantin dengan sedikit kesal. Saat memasuki kantin, gadis itu segera mencari teman-temannya. Kemudian dia melihat Tiffany melambaikan tangan padanya. Seohyun pun berjalan menuju meja dimana temannya berada.
“Kau lama sekali” ujar Tiffany begitu Seohyun duduk disebelahnya.
“Mianhae, ada sedikit masalah kecil tadi” jawab Seohyun sedikit malas.
“Masalah apa? Sampai-sampai membuatmu terlihat kusut seperti ini” ujar Minhyuk.
“Ah, sebelum kau cerita, kenalkan ini Suho. Dia yang tadi pagi kami ceritakan padamu. Dan Suho, ini Seohyun. Dia murid baru” ujar Tiffany.
“Annyeonghaseyo Suho-ssi” sapa Seohyun.
“Annyeong. Kau tidak perlu bersikap sopan seperti itu. Bersikap biasa saja” ujar Suho yang dibalas anggukan kepala Seohyun.
“Nah, sekarang ceritakan masalahmu” ujar Taeyeon.
“Sebenarnya sih bukan masalah, hanya insiden kecil saja. Saat aku hendak kemari, tidak sengaja aku bertabrakan dengan seorang laki-laki. Tetapi laki-laki itu sedikit menyebalkan. Kami belum kenal dan dia memanggilku ‘Baby’. Dan dia juga mencubit pipiku”
“Kau tahu namanya?” tanya Suho.
“Kalau tidak salah, namanya…… Luhan. Ya, Luhan”
“Mwo? Luhan?” tanya Taeyeon, Tiffany, Suho, dan Minhyuk bersamaan.
“Ne. Ada apa?” tanya Seohyun bingung.
“Seohyun-ah, kau jangan dekat-dekat dengan laki-laki itu. Kau tahu, dia itu playboy” ujar Taeyeon.
“Dia memang baby face dan seperti seorang malaikat. Tapi, itu cuma topeng. Wajahnya itu hanya tipuan. Dia itu setan yang memakai topeng malaikat. Kau jangan terlalu dekat dengannya” ujar Tiffany.
“Dia itu dijuluki pangeran di sekolah ini. Tapi dia playboy. Dia sering berganti-ganti pasangan. Jika dia sudah bosan, dia akan meninggalkan mainannya. Ups, maksudku meninggalkan gadis-gadis yang menjadi kekasihnya. Dia suka sekali menyakiti hati gadis-gadis. Dia punya julukan ‘Bad Boy’ karena tingkahnya itu” lanjut Taeyeon.
“Oh, benarkah? Hmm, tapi memang sudah terlihat tingkahnm\ya tadi. Kalian tenang saja, aku sama sekali tidak tertarik dengannya“ ujar Seohyun.
“Tetap saja kau harus berhati-hati dengannya. Siapa tahu setelah kejadian tadi dia berniat menjadikanmu sebagai target selanjutnya” ujar Minhyuk.
“Benar juga apa yang dikatakan Minhyuk” dukung Suho.
“Ne, ne, aku akan berhati-hati dengan laki-laki itu. Aku juga tidak ada niat untuk dekat-dekat dengannya” ujar Seohyun membuat yang lainnya mengangguk mengerti.
“Tapi, dia berada di kelas berapa?” tanya Seohyun.
“Dia sama seperti kita. Hanya saja dia satu kelas dengan Suho. Tiga orang sahabatnya, yaitu Baekhyun, Sehun, dan Kai juga satu kelas dengannya. Sementara dua sahabatnya yang lain satu kelas dengan kita” jawab Taeyeon.
“Oh, nugu?”
“Xiumin dan Chen. Mereka berdua yang duduk dibelakang kita” jawab Minhyuk.
“Dibelakang kita? Ah, aku tidak tahu. Tapi, sepertinya aku tahu yang bernama Xiumin. Tadi aku bertemu dengannya saat laki-laki itu menghampiri Luhan”
“Sudahlah, jangan mmembahas mereka lagi” ujar Tiffany.
Seohyun, Tiffany, Taeyeon, Minhyuk, dan Suho pun membicarakan hal yang lain, yaitu tentang Seohyun. Mereka ingin mengenal Seohyun lebih jauh. Kelima orang tersebut pun larut dalam pembicaraan mereka. Mereka baru berhenti saat bel masuk berbunyi.

-Bad Boy-
Saat bel pulang berbunyi, Seohyun masih berada di kelasnya membereskan buku-bukunya. Taeyeon, Tiffany, dan Minhyuk juga masih berada di dalam kelas. Tidak lama kemudian, terlihat Suho memasuki kelas mereka.
“Minhyuk-ah, cepat kita ganti baju dan menuju lapangan basket. 20 menit lagi latihan akan dimulai” ujar Suho begitu masuk ke dalam.
“Ne, ne, ne. Aku tahu” ujar Minhyuk.
“Oh, kalian ternyata ikut basket?” tanya Seohyun.
“Ne, kami ikut basket. Kami juga ikut ekskul musik dan dance” jawab Suho.
“Tapi aku tidak ikut ekskul dance. Kau kan tahu kalau aku tidak bisa menari” ujar Minhyuk.
“Aku dan Taeyeon juga ikut ekskul dance dan musik. Seohyun-ah, kau juga harus masuk ekskul dance dan musik” ujar Tiffany.
“Di ekskul musik kita ada menyanyi dan bermain alat musik” ujar Taeyeon.
“Ah, jinjja? Kalau begitu aku akan ikut ekskul dance dan musik”
“Pilihan yang bagus” ujar Suho.
Taeyeon, Tiffany, Seohyun, Suho, dan Minhyuk pun segera berjalan keluar kelas.
“Berbicara tentang basket, aku punya dongsaeng yang juga ikut ekskul basket” ujar Seohyun.
“Oh, jinjja? Nugu?” tanya Minhyuk.
“Namanya Jungkook. Seo Jungkook”
“Ah, Jungkook. Aku tahu. Dia termasuk salah satu idola di sekolah ini. Dia tidak hanya ikut ekskul basket, dia juga ikut dance. Sayangnya dia tidak ikut ekskul musik, padahal dia memiliki suara yang bagus” ujar Suho.
“Kalau Jungkook memiliki suara yang bagus, pasti kau juga memiliki suara yang bagus” ujar Tiffany pada Seohyun.
“Tidak juga”
“Jungkook itu laki-laki yang sangat tampan. Aku salah satu fansnya. Seohyun-ah, kenalkan aku padanya” ujar Taeyeon.
“Ya! Kau ini” ujar Tiffany gemas.
“Ne, ne, nanti aku kenalkan padamu”
“Sepertinya aku dan Minhyuk harus pergi dulu” ujar Suho.
“Ah, baiklah. Semoga latihan hari ini berjalan dengan lancar. Fighthing!” ujar Seohyun.
“Ne, gomawao. Kami pergi dulu. Annyeong” ujar Suho dan Minhyuk kemudian segera pergi meninggalkan ketiga gadis tersebut.
Taeyeon, Tiffany, dan Seohyun pun segera berjalan menuju halaman depan SHS.
“Seohyun-ah” panggil Tiffany.
“Ne?”
“Kau tahu, Jungkook sering bersama dengan Luhan dan kelima sahabatnya yang lain” ujar Tiffany.
“Jinjja?”
“Tapi Jungkook tidak seperti Luhan. Mereka memang sama-sama idola di sekolah ini, tapi mereka berbeda” ujar Taeyeon.
“Jungkook memang berbeda dengan Luhan, tapi dia dan temannya yang bernama Jimin sering membolos saat pelajaran berlangsung. Mereka bersama dengan Luhan dan sahabat-sahabatnya yang lain” ujar Tiffany.
“Aish, ternyata anak itu masih saja membolos saat pelajaran” gerutu Seohyun.
“Mwo?” tanya Taeyeon dan Tiffany.
“Ah, itu, tentang Jungkook yang membolos saat pelajaran. Itu memang sudah kebiasaannya sejak dulu. Biarpun dia sering membolos, tapi dia masih bisa mepertahankan prestasinya. Dia selalu berada di lima besar. Aku heran dengannya. Tapi jika dibandingkan denganku, aku masih lebih pintar darinya”
“Aish, kau ini” ujar Taeyeon dan Tiffany.
“Seohyun-ah, kau pulang naik apa?” tanya Taeyeon.
“Naik mobil, aku menunggu sopirku. Tapi sepertinya sopirku belum datang. Bagaimana dengan kalian?”
“Aku pulang bersama Taeyeon. Rumah kami berdekatan, jadi aku berangkat bersamanya” ujar Tiffany.
“Kami pulang dulu. Sopirku sudah menunggu” ujar Taeyeon.
“Ah, ne”
“Kau tidak apa-apa menunggu sendiri?” tanya Tiffany.
“Tidak apa-apa. Kalian pulang saja”
“Baiklah, kami pergi dulu. Annyeong” ujar Tiffany.
Setelah Taeyeon dan Tiffany pergi, Seohyun berjalan menuju salah satu bangku yang berada di taman depan SHS. Tidak lama kemudian, empat orang gadis menghampirinya.
“Kau yang bernama Seo Joohyun? Murid baru di sekolah ini?” tanya salah satu gadis.
“Ne, ada apa dan siapa kalian?”
“Well, aku Krystal dan mereka adalah sahabatku. Suzy, Minah, dan Hara. Kami queenka disini” ujar Krystal.
“Mwo? Queenka? Ternyata masih ada juga yang seperti itu. Lalu, ada apa kalian menemuiku?”
“Jauhi Luhan” ujar Krystal.
“Mwo?” tanya Seohyun bingung.
“Saat istirahat tadi kami melihatmu bersama Luhan. Jangan mencoba mendekatinya” ujar Minah.
“Mwo? Aku tidak mencoba untuk mendekatinya”
“Aish, jangan bohong. Kau pasti sudah menggodanya” ujar Suzy.
“Mwo? Aku tidak menggodanya. Lagipula aku tidak tertarik dengannya”
“Terserah kau mau bilang apa. Jauhi Luhan atau aku akan membuat hidupmu menjadi tidak nyaman” ancam Krystal.
Krystal, Suzy, Minah, dan Hara pun segera pergi meninggalkan Seohyun. Sementara Seohyun hanya menatap keempat gadis itu.
“Memangnya siapa yang mau dekat-dekat dengan playboy itu? Dan apa yang dikatakannya tadi? Menggoda playboy itu? Melihatnya saja aku sudah tidak mau, bagaimana mau menggoda playboy itu” gerutu Seohyun.
“Siapa yang kau bilang playboy?” tanya sebuah suara yang membuat gadis itu terkejut.
Seohyun menoleh ke asal suara, tepatnya di sebelah kanannya. Terlihat Luhan duduk di sampingnya. Gadis itu menghela nafas kesal melihat laki-laki itu berda di dekatnya.
“Apa yang kau lakukan disini?” tanya Seohyun kesal.
“Aku ingin menemanimu disini. Apa tidak boleh?”
“Aku tidak butuh teman”
“Oh, bagaimana jika aku mengantarmu pulang Ba~ by~?” tanya Luhan membuat Seohyun memutar kedua bola matanya.
“Mengantarku? Tidak perlu. Lebih baik kau segera pergi dan berlatih basket saja” ujar Seohyun kesal.
“Oh, kau tahu jika aku akan berlatih basket? Ternyata kau memata-matai ku. Kau suka padaku?”
“Mwo? Dasar aneh. Lihatlah pakaianmu sekarang. Kau menggunakan pakaian basket. Semua orang pasti tahu jika kau akan bermain basket. Pabo” ujar Seohyun semakin kesal.
“Ah, benar. Kau pintar juga” ujar Luhan sambil mengelus puncak kepala Seohyun.
“Jangan sentuh aku~” ujar Seohyun sambil menyingkirkan tangan Luhan.
“Aigoo~ kau galak sekali Baby. Tapi kau terlihat semakin cantik dan…… sexy jika sedang galak seperti ini” goda Luhan.
Beruntung, mobil yang menjemput Seohyun sudah datang. Tanpa berkata apa-apa lagi, gadis itu segera berdiri dan berjalan pergi begitu melihat mobilnya datang. Sementara Luhan hanya tersenyum melihat tingkah Seohyun.
“Sampai bertemu besok Seobaby” teriak Luhan, membuat beberapa murid yang masih berada di dekat mereka memperhatikan mereka.
Seohyun yang sudah kesal segera menghentikan langkahnya dan mengmbil sebuah kaleng minuman yang berada di dekat kakinya. Gadis itu kembali berdiri dan membalikkan badannya. Kemudian….
TUK!
Seohyun melempar kaleng tersebut dan mengenai kepala Luhan. Gadis itu kemudian menjulurkan lidahnya dan berbalik pergi melanjutkan langkahnya.
“Ya! Baby, kenapa kau melempariku? Ini sakit” teriak Luhan.
Seohyun tidak memperdulikan perkataan Luhan. Gadis itu terus berjalan menuju mobilnya. Sementara beberapa murid yang lain masih memperhatikan keduanya. Termasuk Krystal, Suzy, Minah, dan Hara.
“Babya, kau tega seklai. Tapi tidak apa-apa jika kau yang melempar. Sampai bertemu besok Baby” teriak Luhan.
Seohyun tetap tidak memperdulikan Luhan. Gadis itu kemudian segera masuk ke dalam mobil yang kemudian segera melesat pergi.
“Hmmm… boleh juga gadis itu. Cantik, lucu, dan… sedikit sexy” ujar Luhan.
Luhan pun segera berdiri dan berjalan menuju lapangan basket.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
-TBC-
FF baru!!!!!! Semoga kalian suka dengan FF ini. Jangan lupa RCL ya. Jangan jadi silent readers! Kalo like & commentnya dikit, author jadi gak semangat. Kadang author ngerasa ngiri sama FF yang commentnya bisa sampe 20. Kalo Cuma dikit, author gak tau gimamana reaksi kalian. Apa kalian suka sama FF ini atau gak. Kalau banyak yang comment & like, author juga jadi semangat buat lanjut FF ini. Tapi, itu juga terserah kalian kok. Makasih yang sudah setia baca FF author dan ngasih like dan juga commentnya di FF author ^^

Advertisements

34 thoughts on “BAD BOY [Chap. 1]

  1. keren.. thor critanya feelnya dpt . em.. apa nggak ada poster or pick ttng ff ini ngambarin seohan yg gunain sragam school?
    klau nggk jga gpp
    fighting!!

  2. Aduh ada dede jungkook^~^ #salahfokusini-_-
    Queenka nya ngajak perang ya-_-segitu Luhan yang deketin juga,eoh
    Aku suka ffnya! seru abis!

Silahkan berkomentar~ ^^ #AceBabySeoHanjjang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s