BAD BOY [Chap. 2]

Judul : Bad Boy [chap. 2]
Author : Eka Oktavia (Kim Tae Rin)
Main cast : Seohyun ‘SNSD’ & Luhan ‘EXO’
Other cast : find it by yourself
Genre : Romance, AU, school life
Lenght : chapter
Author’s note : FF baru!!!!!! Semoga FF ini bisa membuat kalian jatuh cinta *ceileehh* #abaikan Maaf kalo ceritanya GaJe. Maaf juga kalo BANYAK TYPO. Tapi tetep, jangan lupa baca, like, dan comment FF ini ^^ Jujur aja deh, di FF aku yang sebelumnya tuh comment-nya dikit. Jadinya, kalo mau ngelanjutin/bikin FF tuh jadi gak semangat. Soalnya aku gak tau apa pendapat kalian. Apakah FFku itu bagus, setengah-setengah atau gak bagus sama sekali. Palingan yanga ngasih comment cuma 10-15 orang. Padahal aku pengen tuh yang ngasih comment sampe 20. Buat Ffku yang ini moga-moga yang comment & like bisa lebih banyak dari sebelumnya. Happy reading~ ^^

DON’T FORGET for RCL
AND
DON’T BE PLAGIAT

Prev.
“Oh, bagaimana jika aku mengantarmu pulang Ba~ by~?” tanya Luhan membuat Seohyun memutar kedua bola matanya.
“Mengantarku? Tidak perlu. Lebih baik kau segera pergi dan berlatih basket saja” ujar Seohyun kesal.
“Oh, kau tahu jika aku akan berlatih basket? Ternyata kau memata-matai ku. Kau suka padaku?”
“Mwo? Dasar aneh. Lihatlah pakaianmu sekarang. Kau menggunakan pakaian basket. Semua orang pasti tahu jika kau akan bermain basket. Pabo” ujar Seohyun semakin kesal.
“Ah, benar. Kau pintar juga” ujar Luhan sambil mengelus puncak kepala Seohyun.
“Jangan sentuh aku~” ujar Seohyun sambil menyingkirkan tangan Luhan.
“Aigoo~ kau galak sekali Baby. Tapi kau terlihat semakin cantik dan…… sexy jika sedang galak seperti ini” goda Luhan.
Beruntung, mobil yang menjemput Seohyun sudah datang. Tanpa berkata apa-apa lagi, gadis itu segera berdiri dan berjalan pergi begitu melihat mobilnya datang. Sementara Luhan hanya tersenyum melihat tingkah Seohyun.
“Sampai bertemu besok Seobaby” teriak Luhan, membuat beberapa murid yang masih berada di dekat mereka memperhatikan mereka.
Seohyun yang sudah kesal segera menghentikan langkahnya dan mengmbil sebuah kaleng minuman yang berada di dekat kakinya. Gadis itu kembali berdiri dan membalikkan badannya. Kemudian….
TUK!
Seohyun melempar kaleng tersebut dan mengenai kepala Luhan. Gadis itu kemudian menjulurkan lidahnya dan berbalik pergi melanjutkan langkahnya.
“Ya! Baby, kenapa kau melempariku? Ini sakit” teriak Luhan.
Seohyun tidak memperdulikan perkataan Luhan. Gadis itu terus berjalan menuju mobilnya. Sementara beberapa murid yang lain masih memperhatikan keduanya. Termasuk Krystal, Suzy, Minah, dan Hara.
“Babya, kau tega seklai. Tapi tidak apa-apa jika kau yang melempar. Sampai bertemu besok Baby” teriak Luhan.
Seohyun tetap tidak memperdulikan Luhan. Gadis itu kemudian segera masuk ke dalam mobil yang kemudian segera melesat pergi.
“Hmmm… boleh juga gadis itu. Cantik, lucu, dan… sedikit sexy” ujar Luhan.
Luhan pun segera berdiri dan berjalan menuju lapangan basket.

-Bad Boy-

“Kau dari mana?” tanya Baekhyun saat melihat Luhan yang baru tiba di lapangan basket.
“Aku? Dari halaman depan” jawab Luhan kemudian duduk di samping Xiumin.
“Annyeong, hyung” sapa Jungkook dan Jimin pada sunbae mereka.
Seperti yang dikatakan oleh Tiffany, Jungkook dan juga sahabatnya yang bernama Jimin sering berkumpul bersama Luhan, Xiumin, Baekhyun, Chen, Kai, dan Sehun. Biarkan mereka adalah hoobae, tetapi keduanya tidak canggung dengan sunbae mereka. Jungkook dan Jimin memang sangat akrab dengan keenam sunbae tersebut. Bagaimana tidak? Mereka sudah saling mengenal sejak di bangku SMP.
“Oh, annyeong” balas mereka.
“Untuk apa di halaman depan?” tanya Baekhyun kembali menatap Luhan.
“Pasti kau mencari ‘mangsa’ baru” ujar Kai membuat Luhan tersenyum mendengarnya.
“Oh, apakah gadis yang tadi bersamamu saat istirahat?” tanya Xiumin.
“Mwo? Nugu?” tanya Sehun.
“Murid baru” jawab Xiumin.
“Murid baru? Seo Joohyun? Gadis yang satu kelas dengan kita?” tanya Chen pada Xiumin dan membuat Jungkook sedikit terkejut mendengar nama noona-nya.
“Ne” jawab Xiumin.
“Jadi gadis itu satu kelas denganmu?” tanya Luhan yang dibalas anggukan kepala oleh XiuChen.
“Ada apa dengan Seohyun noona?” tanya Jungkook.
“Mwo? Noona?” tanya yang lain.
“Kau memanggilnya noona?” tanya Jimin.
“Eoh. Dia noona-ku” jawab Jungkook.
“Noona mu yang selama ini kau ceritakan pada kami? Yang bersekolah di London?” tanya Sehun.
“Ne. Dua hari yang lalu dia kembali ke Seoul dan mulai hari ini dia bersekolah disini”
“Sepertinya Luhan ingin mendekati noona mu itu” ujar Xiumin.
“Jinjja? Hyung, Seo noona itu galak. Sangat galak” ujar Jungkook pada Luhan.
“Justru itu yang aku suka darinya. Dia sangat berbeda dari gadis-gadis yang lain”
“Dan jangan terlalu berharap kalau hyung bisa membuat Seo noona jatuh cinta denganmu dalam waktu yang sangat singkat. Noona lebih tertarik dengan buku dan anime kodok hijau keroro daripada dengan laki-laki. Tapi terserah Luhan hyung jika tetap ingin mendekati Seo noona” jelas Jungkook *author : ini dongsaeng apaan sih, kok ngebolehin playboy ngedeketin noona-nya* *reader : kan author yang bikin ceritanya, kenapa protes?* *author : Eh iya, lupa hehehe…*
“Sepertinya itu akan menjadi sebuah tantangan untukmu, Lu” ujar Kai.
“Justru itu yang aku mau. Tantangan. Jungkook-ah, aku butuh bantuanmu” ujar Luhan.
“Apa?”
“Berikan nomer ponsel noona-mu padaku”
“Mwo? Tapi, bagaimana jika noona marah?” tanya Jungkook.
“Tenang saja. Biar aku yang menanganinya” jawab Luhan kemudian mengeluarkan smirknya.
Sementara itu, Seohyun yang baru tiba di rumah langsung menuju kamarnya setelah menyapa Bibi Lee. Gadis itu melempar tasnya ke atas tempat tidur dan menjatuhkan badannya di samping tas tersebut. Dia masih merasa kesal dengan kejadian tadi. Dimana Luhan yang menggodanya di hadapan beberapa murid SHS. Seohyun benar-benar kesal dengan laki-laki itu. Dan kekesalannya semakin bertambah saat mengingat empat orang gadis yang menuduh dirinya sengaja menggoda Luhan dan mengancamnya untuk tidak mendekati Luhan. Tanpa diancam pun Seohyun tidak akan mau dekat-dekat dengan playboy itu.
“Hari ini pertamaku di sekolah baru, seharusnya aku merasa senang. Tapi karena si playboy itu, semuanya jadi buruk. Sangat buruk. Dasar laki-laki menyebalkan” gerutu Seohyun.
“Dan untuk empat gadis itu! Mereka menuduh menggodaku playboy itu? Memangnya aku gadis macam apa? Bahkan mereka mengancamku untuk tidak mendekati laki-laki itu. Tanpa mereka ancam pun aku tidak akan dekat-dekat dengannya” lanjut Seohyun.
Seohyun memandang langit-langit kamarnya.
“Ah, lebih baik aku mandi saja”
Seohyun segera bangkit dari tempat tidur dan berjalan menuju lemari pakaiannya. Gadis itu mengambil baju ganti dan menyambar handuknya. Dia pun masuk ke kamar mandi.

-Bad Boy-

Selesai mandi, Seohyun memilih untuk tidur. Dia sedang malas untuk melakukan sesuatu. Gadis itu baru terbangun karena mendengar ponselnya berbunyi yang tergeletak di sebelahnya. Seohyun membuka matanya dan merubah posisinya menjadi terduduk di atas tempat tidur. Saat meraih ponsel tersebut, ponselnya berhenti berbunyi. Gadis itu melihat ada 5 panggilan tertera di layar ponselnya. Saat membukanya, hanya ada sebuah nomor. Tidak ada namanya.
“Nomor siapa ini?” tanya Seohyun pada dirinya sendiri.
“Tidak mungkin jika itu nomor ponsel Taeyeon, Tiffany, Suho, atau Minhyuk. Aku sudah menyimpan nomor mereka” lanjut Seohyun.
Tidak lama kemudian, sebuah pesan masuk. Seohyun segera membuka pesan tersebut.
From : XXX
Annyeong, Baby. Kau sedang apa?
Luhan ^^
“Mwo? Darimana playboy itu tahu nomor ponselku?”
To : XXX
Ya! Darimana kau mendapatkan nomor ponselku???
Tidak sampai lima menit, sebuah pesan kembali masuk.
From : XXX
Kau tidak perlu tahu Ba~by~
To : XXX
Jangan memanggilku Baby!!! Namaku bukan Baby!
From : XXX
Wae? Aku senang memanggilmu Baby ^^
“Hah! Dasar laki-laki menyebalkan!” gerutu Seohyun kemudian kembali merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.
Seohyun meletakkan ponselnya di sampingnya. Gadis itu sudah tidak ingin lagi membalas pesan tersebut.
“Darimana playboy itu mendapatkan ponselku?”
Seohyun berpikir sejenak. Tidak lama kemudian, gadis itu kembali terduduk. Dia seperti teringat sesuatu.
“Jangan bilang jika anak itu yang memberikan nomorku pada si playboy itu?! Awas saja jika itu benar!”
Seohyun kemudian turun dari tempat tidur dan berjalan keluar kamar. Gadis itu menuruni tangga. Dia mencari sang ‘tersangka’ yang telah memberikan nomornya pada Luhan. Dongsaeng satu-satunya, Seo Jungkook. Seohyun melihat Bibi Lee yang baru saja masuk ke dalam rumah.
“Bibi, di mana Jungkook?” tanya Seohyun.
“Dia sedang makan malam, Nona”
“Eoh, gamsahamnida”
Seohyun kemudian berjalan menuju makan. Dilihatnya Jungkook yang sedang asyik menyantap makan malamnya.
“Ya! Seo Jungkook!” panggil Seohyun, membuat sang pemilik nama menoleh ke arahnya.
“Eoh? Noona, kau sudah bangun? Mianhae aku tidak menunggumu. Aku lihat noona tidur sangat nyenyak. Aku tidak tega jika harus membangunkan noona. Jadi, aku makan malam terlebih dulu. Noona ing-“
“Diam!”
“Mwo?”
“Ya! Apa yang sudah kau lakukan?” tanya Seohyun kesal.
“Mwo? Melakukan apa? Aku tidak melakukan apa-apa” ujar Jungkook menunjukkan wajah polosnya.
“Aish, jangan berpura-pura tidak tahu. Kau yang memberikan nomorku pada playboy itu kan? “
“Playboy? Nugu?”
“Aish, kau ini! Luhan! Playboy itu adalah Luhan! Kau memberikan nomorku padanya?”
“Ne, wae?” tanya Jungkook dengan wajah yang merasa tidak bersalah.
“Kenapa kau berikana padanya?” tanya Seohyiun kesal.
“Luhan hyung memintanya padaku. Jadi, kuberikan saja” jawab Jungkook santai.
“Argh! Kau ini! Seharusnya kau tidak memberikan nomorku padanya! Kalian sama-sama menyebalkan!”
Seohyun membalikkan badannya dan berjalan meninggalkan Jungkook. Sementara Jungkook hanya tersenyum melihat sikap noona-nya tersebut. Dia memang senang jika melihat Seohyun sedang kesal seperti itu. Sebenarnya sejak Seohyun memanggilnya, Jungkook sudah tahu apa yang akan dibicarakan gadis itu dengan dirinya. Tetapi, dia memilih untuk berpura-pura tidak mengerti apa yang dibicarakan Seohyun. Selain itu, saat Jungkook memberikan nomor ponsel Seohyun pada Luhan, laki-laki itu sudah mengatakan padanya bahwa malam ini dia akan menghubungi noona-nya itu. Jadi, Jungkook sudah bersiap-siap jika noona-nya itu akan memarahinya. Tapi…
“Tapi kenapa noona bisa langsung tahu jika aku yang memberikan nomornya pada Luhan hyung? Apa Luhan hyung memberitahu noona?” tanya Jungkpook pada dirinya sendiri.
“Ah, sepertinya tidak. Pasti Tiffany noona dan Taeyeon noona yang memberitahu Seo noona jika aku sering bersama Luhan hyung dan teman-temannya. Saat pulang sekolah aku melihat mereka bertiga berjalan bersama. Benar, pasti noona tahu dari mereka dan bisa langsung menebak siapa yang memberi nomornya pada Luhan hyung” ujar Jungkook.
“Ah, tapi tidak apa. Biar saja noona marah padaku hihihi…”

-Bad Boy-

Keesokan paginya, kekesalan Seohyun pada Jungkook masih berlanjut. Saat sarapan, Seohyun sama sekali tidak mengeluarkan suara sedikit pun. Gadis itu tidak ingin berbicara dengan dongsaeng-nya itu. Sementara untuk Jungkook, itu bukan masalah baginya. Saat berangkat sekolah, Seohyun memilih untuk duduk di bangku depan, di samping Paman Lee yang sedang menyetir. Biasanya gadis itu akan duduk di bangku belakang bersama Jungkook. Tetapi tidak untuk kali ini.
“Paman, nanti tidak usah menjemputku. Aku akan pulang bersama temanku” ujar Seohyun saat mobil mereka tiba di dekat gerbang SHS.
Seohyun berkata yang sebenarnya. Semalam, Tiffany mengirim pesan padanya bahwa hari ini gadis itu akan mengajak dirinya pergi bersama Taeyeon. Awalnya Seohyun ingin menolak, tapi akhirnya dia menyetujuinya karena sepertinya dia butuh jalan-jalan untuk menyegarkan otaknya.
“Baik, Nona”
“Aku juga Paman. Aku pulang bersama teman-temanku” ujar Jungkook.
Kemudian, Seohyun dan Jungkook turun dari mobil. Seohyun berjalan terlebih dahulu. Meninggalkan Jungkook sendirian. Melihat noona-nya berjalan terlebih dahulu, Jungkook segera menyusulnya.
“Noona, kau masih padaku?” tanya Jungkook setelah berhasil menyamakan langkahnya dengan Seohyun.
Tidak ada jawaban dari Seohyun.
“Noona~” panggil Jungkook mulai mengeluarkan aegyo-nya.
Seohyun tetap tidak memberi respon apa-apa. Gadis itu justru mempercepat langkahnya. Tiba-tiba saja langkahnya terhenti. Seorang laki-laki berdiri dihadapannya. Seohyun menatap wajah laki-laki itu dan ternyata…
“Anyyeong, Baby” sapa Luhan dengan senyum terukir di bibirnya.
Seohyun hanya mendengus kesal. Gadis itu memilih kembali berjalan dengan mengambil sisi kiri Luhan, tapi laki-laki itu menghadangnya. Dia pun mengambil sisi kanan, tapi laki-laki itu kembali menghadangnya. Seohyun berusaha dengan keras menahan emosinya.
“Tolong pergi dari hadapanku” ujar Seohyun berusaha mengontrol emosinya yang hendak meledak.
“Wae? Aku ingin bertemu denganmu Baby. Apa itu tidak boleh?”
Perkataan Luhan barusan membuat Jungkook dan kelima sahabat Luhan + Jimin tersenyum. Jungkook tahu bahwa mood Seohyun sedang tidak bagus. Dengan kehadiran Luhan sekarang, pasti itu akan membuat mood noona-nya menjadi semakin buruk. Tetapi dia justru senang melihat noona seperti sekarang ini. Dia benar-benar senang jika Seohyun sedang marah. Dia terlihat sangat menggemaskan jika sedang marah. Jadi, Jungkook tidak menghentikan Luhan yang sedang menggoda noona-nya itu.
Seohyun tidak mempedulikan perkataan Luhan. Gadis itu justru memilih untuk berjalan kembali. Tetapi, Luhan menggenggam tangan kanannya.
“Lepaskan!” ujar Seohyun sambil berusaha melepaskan genggaman Luhan dari tangannya.
“Baby, kenapa semalam kau tidak membalas pesanku? Aku menunggu balasan darimu sampai berjam-jam. Bahkan sampai aku tidak bisa tidur” ujar Luhan.
“Tidak ada yang menyuruhmu untuk menunggu balasan pesan dariku. Itu salah kau sendiri. Dasar laki-laki bodoh” ujar Seohyun membuat beberapa murid yang memperhatikan mereka tertawa mendengarnya.
“Aigoo~ Kau jahat sekali Baby” ujar Luhan pura-pura sakit hati.
“Sekarang, lepaskan tanganmu”
“Aku tidak mau”
“Lepaskan!”
“Tidak mau!”
“Aku bilang… Le. Pas. Kan!”
“Aku tidak mau Baby”
“Kalau begitu……”
DUK!
“Argh!”
Seohyun menendang kaki kanan Luhan dengan sangat keras sehingga membuat laki-laki itu itu mengerang kesakitan. Xiumin, Baekhyun, Chen, Kai, Sehun, Jimin, dan Jungkook sedikit terkejut dengan apa yang baru saja dilakukan Seohyun. Tidak hanya ketujuh laki-laki itu, tapi murid-murid yang juga melihat kejadian tersebut. Ah, Jungkook melupakan satu hal. Jika Seohyun sedang kesal atau marah seperti ini, dia bisa berubah menjadi gadis super. Noona-nya itu bisa mencubit, memukul, atau menendang orang yang membuatnya marah. Dan yang dilakukan Seohyun tersebut bisa membuat orang-orang kesakitan akibat tindakan-tindakan tersebut. Bahkan para lelaki pun merasakannya. Entah darimana noona-nya mendapatkan kekuatan seperti itu.
“Rasakan itu! Aku sudah memintamu untuk melepaskan tanganmu. Tetapi kau menolaknya. Jadi, itu yang kau terima!” ujar Seohyun kemudian berjalan pergi.
Para murid terus memperhatikan Seohyun sampai gadis itu menghilang dari dalam gedung sekolah. Setelah Seohyun tidak terlihat, semuanya pun membubarkan diri.
“Sadis juga gadis itu” ujar Kai.
“Seo noona memang seperti itu. Jika ada yang membuatnya kesal, dia bisa melakukan hal yang seperti tadi” ujar Jungkook.
“Apa itu sakit?” tanya Baekhyun pada Luhan.
“Lumayan. Tetapi…… dia gadis yang menarik”
“Kau masih ingin mendekatinya?” tanya Sehun.
“Tentu saja. Seorang Luhan tidak akan pernah menyerah” ujar Luhan kemudian mengeluarkan smirknya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
-TBC-
Chapter 2! Mianhae jika kependekan, tapi idenya buat chapter ini udah mentok sampai disini sih. Semoga kalian suka dengan chapter ini. Jangn lupa RCL dan mianhae jika masih banyak typo ^^ Annyeong~ #bow

Advertisements

30 thoughts on “BAD BOY [Chap. 2]

  1. Jungkok nih adek kyk gimana sih?? Noona nya di goda in koq malah ga ngebela si noona nya,. Hadeh hadeh,.. Btw, nice eon ^^..
    Lanjuuuuuut

Silahkan berkomentar~ ^^ #AceBabySeoHanjjang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s