BAD BOY [Chap. 3]

Judul : Bad Boy [chap. 3]
Author : Eka Oktavia (Kim Tae Rin)
Main cast : Seohyun ‘SNSD’ & Luhan ‘EXO’
Other cast : find it by yourself
Genre : Romance, AU, school life
Lenght : chapter
Author’s note : Semoga chapter ini ceritanya lebih bagus dari chapter yang sebelumnya. Maaf kalo ceritanya GaJe. Maaf juga kalo BANYAK TYPO. Tapi tetep, jangan lupa baca, like, dan comment FF ini ^^ Jujur aja deh, di FF aku yang sebelumnya tuh comment-nya dikit. Jadinya, kalo mau ngelanjutin/bikin FF tuh jadi gak semangat. Soalnya aku gak tau apa pendapat kalian. Apakah FFku itu bagus, setengah-setengah atau gak bagus sama sekali. Palingan yanga ngasih comment cuma 10-15 orang. Padahal aku pengen tuh yang ngasih comment sampe 20. Buat Ffku yang ini moga-moga yang comment & like bisa lebih banyak dari sebelumnya. Happy reading~ ^^

DON’T FORGET for RCL
AND
DON’T BE PLAGIAT

Prev.
“Noona~” panggil Jungkook mulai mengeluarkan aegyo-nya.
Seohyun tetap tidak memberi respon apa-apa. Gadis itu justru mempercepat langkahnya. Tiba-tiba saja langkahnya terhenti. Seorang laki-laki berdiri dihadapannya. Seohyun menatap wajah laki-laki itu dan ternyata…
“Anyyeong, Baby” sapa Luhan dengan senyum terukir di bibirnya.
Seohyun hanya mendengus kesal. Gadis itu memilih kembali berjalan dengan mengambil sisi kiri Luhan, tapi laki-laki itu menghadangnya. Dia pun mengambil sisi kanan, tapi laki-laki itu kembali menghadangnya. Seohyun berusaha dengan keras menahan emosinya.
“Tolong pergi dari hadapanku” ujar Seohyun berusaha mengontrol emosinya yang hendak meledak.
“Wae? Aku ingin bertemu denganmu Baby. Apa itu tidak boleh?”
Perkataan Luhan barusan membuat Jungkook dan kelima sahabat Luhan + Jimin tersenyum. Jungkook tahu bahwa mood Seohyun sedang tidak bagus. Dengan kehadiran Luhan sekarang, pasti itu akan membuat mood noona-nya menjadi semakin buruk. Tetapi dia justru senang melihat noona seperti sekarang ini. Dia benar-benar senang jika Seohyun sedang marah. Dia terlihat sangat menggemaskan jika sedang marah. Jadi, Jungkook tidak menghentikan Luhan yang sedang menggoda noona-nya itu.
Seohyun tidak mempedulikan perkataan Luhan. Gadis itu justru memilih untuk berjalan kembali. Tetapi, Luhan menggenggam tangan kanannya.
“Lepaskan!” ujar Seohyun sambil berusaha melepaskan genggaman Luhan dari tangannya.
“Baby, kenapa semalam kau tidak membalas pesanku? Aku menunggu balasan darimu sampai berjam-jam. Bahkan sampai aku tidak bisa tidur” ujar Luhan.
“Tidak ada yang menyuruhmu untuk menunggu balasan pesan dariku. Itu salah kau sendiri. Dasar laki-laki bodoh” ujar Seohyun membuat beberapa murid yang memperhatikan mereka tertawa mendengarnya.
“Aigoo~ Kau jahat sekali Baby” ujar Luhan pura-pura sakit hati.
“Sekarang, lepaskan tanganmu”
“Aku tidak mau”
“Lepaskan!”
“Tidak mau!”
“Aku bilang… Le. Pas. Kan!”
“Aku tidak mau Baby”
“Kalau begitu……”
DUK!
“Argh!”
Seohyun menendang kaki kanan Luhan dengan sangat keras sehingga membuat laki-laki itu itu mengerang kesakitan. Xiumin, Baekhyun, Chen, Kai, Sehun, Jimin, dan Jungkook sedikit terkejut dengan apa yang baru saja dilakukan Seohyun. Tidak hanya ketujuh laki-laki itu, tapi murid-murid yang juga melihat kejadian tersebut. Ah, Jungkook melupakan satu hal. Jika Seohyun sedang kesal atau marah seperti ini, dia bisa berubah menjadi gadis super. Noona-nya itu bisa mencubit, memukul, atau menendang orang yang membuatnya marah. Dan yang dilakukan Seohyun tersebut bisa membuat orang-orang kesakitan akibat tindakan-tindakan tersebut. Bahkan para lelaki pun merasakannya. Entah darimana noona-nya mendapatkan kekuatan seperti itu.
“Rasakan itu! Aku sudah memintamu untuk melepaskan tanganmu. Tetapi kau menolaknya. Jadi, itu yang kau terima!” ujar Seohyun kemudian berjalan pergi.
Para murid terus memperhatikan Seohyun sampai gadis itu menghilang dari dalam gedung sekolah. Setelah Seohyun tidak terlihat, semuanya pun membubarkan diri.
“Sadis juga gadis itu” ujar Kai.
“Seo noona memang seperti itu. Jika ada yang membuatnya kesal, dia bisa melakukan hal yang seperti tadi” ujar Jungkook.
“Apa itu sakit?” tanya Baekhyun pada Luhan.
“Lumayan. Tetapi…… dia gadis yang menarik”
“Kau masih ingin mendekatinya?” tanya Sehun.
“Tentu saja. Seorang Luhan tidak akan pernah menyerah” ujar Luhan kemudian mengeluarkan smirknya.

-Bad Boy-

Seohyun berjalan menuju kelasnya dengan kesal. Gadis itu terus-menerus merutuki Luhan dan adiknya sendiri, Jungkook. Dia tidak mengerti, kenapa adiknya itu seprtinya lebih berpihak pada playboy itu daripada dirinya, yang tak lain adalah noona-nya. Seohyun sampai berpikir apakah Jungkook itu benar-benar dongsaengnya atau bukan. Kenapa dia harus memiliki dongsaeng seperti itu? Benar-benar menyebalkan.
Seohyun memasuki kelasnya dan menuju tempat duduknya. Gadis itu meletakkan tasnya di atas meja dan duduk di bangkunya. Beberapa teman sekelas Seohyun yang baru memasuki kelas dan melihat kejadian di halaman depan tadi menatapnya. Akan tetapi, Seohyun tidak peduli dengan mereka. Biarkan saja mereka menatapya atau membicarakan tentang dirinya.
“Hah! Pasti mereka melihat kejadian tadi” ujar Seohyun lirih.
Tidak lama kemudian, Taeyeon, Tiffany, Suho, dan Minhyuk memasuki kelas dan menghampiri Seohyun. Sementara Seohyun hanya menatap teman-teman barunya itu. Pasti mereka juga melihat kejadian tadi.
“Seohyun-ah! Ya! Apa yang kau lakukan tadi? Aish, kau mencari masalah saja dengan Luhan” ujar Tiffany begitu sampai dihadapan Seohyun.
“Dia yang memulainya” ujar Seohyun.
“Tapi kau tidak harus sampai menendangnya seperti itu” ujar Suho.
“Wae? Itu kan juga kesalahannya sendiri. Dia tidak mau melepaskan tanganku. Jadi, aku menendangnya. Aku sangat kesal dengan playboy itu dan juga Jungkook!”
“Jungkook? Memangnya dia kenapa?” tanya Taeyeon.
“Dia berada di pihak Luhan! Sama sekali tidak membantuku untuk menghadapi laki-laki itu! Dia bahkan memberikan nomor ponselku pada playboy itu! Dasar dongsaeng menyebalkan!” jawab Seohyun kesal.
“Tapi kau bisa bersikap cuek pada Luhan. Jangan pedulikan dia” ujar Tiffany.
“Aku sudah mencobanya, tapi memang dia yang menyebalkan. Dia terus-terusan menggangguku. Semalam, saat pesannya tidak ku balas, dia terus-terusan mengirimiku pesan. Bahkan dia beberapa kali menelopon ponselku. Akhirnya kumatikan saja ponselku. Dia benar-benar menyebalkan”
“Kalau begitu, untuk selanjutnya kau coba lagi untuk tidak peduli padanya. Jangan mempedulikan apa pun yang dilakukan Luhan padamu” ujar Minhyuk, diikuti anggukan kepala yang lain.
“Oh, saat pulang sekolah kemarin, ada 4 gadis yang mendekatiku. Kalau tidak salah nama mereka adalah Hara, Suzy, Minah, dan….. Krystal” ujar Seohyun.
“Mwo? Mereka kan queenka di sekolah ini” ujar Minhyuk.
“Untuk apa mereka mendatangimu?” tanya Suho.
“Mereka menyuruhku untuk menjauhi Luhan. Untuk tidak mendekati laki-laki itu. Bahkan mereka menuduhku bahwa aku menggoda Luhan saat kami berada di dekat lokerku pada saat istirahat kemarin. Mereka melihatnya. Hah! Untuk apa aku menggoda playboy itu? Masih banyak laki-laki yang lebih baik darinya” ujar Seohyun.
“Pasti Krystal yang mengatakannya. Dia itu suka sekali dengan Luhan. Kalau ada gadis yang mencoba mendekati Luhan, dia akan mem-bully gadis-gadis itu. Tidak hanya para gadis yang mendekati Luhan, tetapi juga para gadis yang juga mendekati Sehun, Kai, Baekhyun, Xiumin, dan Chen. Kau jangan dekat-dekat dengan Luhan atau pun sahabta-sahabatnya itu” ujar Taeyeon.
“Tanpa diminta pun, aku tidak ingin dekat-dekat dengan mereka” ujar Seohyun.
“Mungkin kau tidak akan mendekatinya, tapi sepertinya Luhan yang akan melakukannya” ujar Suho.
“Benar. Setelah kejadian tadi, sepertinya Luhan tidak akan melepaskanmu begitu saja, Seohyun-ah. Lihat saja nanti, dia pasti akan mendekatimu terus-menerus” lanjut Minhyuk.
“Mwo? Jinjja? Aigoo~ it’s not good. Welcome to the hell Seo Joohyun” ujar Seohyun kemudian menelungkupkan kepalanya di atas meja.

-Bad Boy-

Pada saat istirahat, Seohyun memilih untuk berdiam diri di kelas. Gadis itu menolak ajakan ketiga temannya untuk pergi ke kantin. Seohyun memiliki 2 alasan kenapa dia memilih berdiam diri di kelas. Pertama, dia tidak mau menjadi pusat perhatian seluruh murid di sekolah ini. Seohyun tahu, pasti kejadian tadi pagi sudah menyebar kemana-mana. Dan yang kedua, dia ingin menghindar dari Luhan. Jika dia bertemu dengan laki-laki itu, mood-nya yang saat ini sedang buruk akan menjadi lebih buruk lagi.
Akan tetapi, sepertinya saat ini keberuntungan sedang tidak berpihak pada Seohyun. Setelah 2 atau 3 menit Taeyeon, Tiffany, dan Minhyuk meninggalkan Seohyun di dalam kelas, Luhan bersama dengan Baekhyun, Kai, Sehun, Jimin, dan Jungkook memasuki kelas Seohyun. Sebenarnya mereka hanya menunggu Xiumin dan Chen di luar kelas. Tetapi saat melihat Seohyun berada di dalam, Luhan pun memilih masuk ke dalam diikuti oleh teman-temannya. Seohyun yang melihat kedatangan Luhan mengerang kesal.
“Argh! Kenapa laki-laki itu berada disini? Aish, menyebalkan” ujar Seohyun pada dirinya sendiri.
“Annyeong noona” sapa Jungkook.
Seohyun hanya menatap kesal dongsaengnya itu.
“Hai, Baby. Kenapa kau disini? Kau tidak ke kantin?” tanya Luhan yang ternyata telah duduk di kursi milik Minhyuk.
Tidak ada reson dari Seohyun.
“Ah, kau pasti menungguku ya? Baiklah, ayo kita ke kantin” ujar Luhan kemudian meraih tangan gadis di sebelahnya.
Tetapi Seohyun segera menarik tangannya dan menatap kesal pada Luhan.
“Jangan menyentuhku!” ujar Seohyun kesal.
“Aigoo~ kau galak sekali padaku, Baby” ujar Luhan pura-pura sakit hati, sementara teman-temannya berusaha menahan tawa mereka.
“Jangan memanggilku ‘baby’! Itu bukan namaku!” bentak Seohyun kemudian berjalan pergi meninggalkan mereka.
Luhan mengikuti di belakang Seohyun. Saat sampai di depan pintu, laki-laki itu berhenti karena Seohyun berbalik menghadapnya.
“Jangan mengikutiku!” ujar Seohyun kesal dan kembali berjalan keluar kelas.
“Seobaby, kau mau kemana? Kau tidak mengajakku?” tanya Luhan dengan suara yang keras sehingga murid-murid yang disekitar mereka bisa mendengarnya.
Seohyun mengerang kesal karena lagi-lagi dia menjadi pusat perhatian karena laki-laki yang bernama Luhan. Tidak bisakah dia untuk tidak berbicara dengan suara yang keras? Atau mungkin tidak berbicara sama sekali? Ah, Seohyun ingin sekali menenggelamkan laki-laki itu ke Sungai Han. Supaya dia tidak mendapat gangguan dari playboy itu.
Seohyun pergi ke kantin dan menghampiri meja dimana keempat temannya berada. Gadis itu kemudian duduk di samping Suho dan menyambar minuman milik Taeyeon dan meminumnya hingga tinggal setengah gelas. Sementara itu, Taeyeon, Tiffany, Suho, dan Minhyuk menatap Seohyun dengan ekspresi heran dan bingung.
“Seohyun-ah, kau bilang tidak ingin ke kantin dan ingin tetap di kelas. Kenapa sekarang kau kemari?” tanya Tiffany.
“Aku berubah pikiran” jawab Seohyun.
“Hey, sepertinya kau sedang kesal” ujar Minhyuk.
“Memang”
“Wae?” tanya keempat temannya.
“Ini gara-gara playboy itu” jawab Seohyun kesal.
“Apa lagi yang dilakukannya?” tanya Suho.
“Kalian tahu kan, aku memilih untuk tetap di kelas karena ingin menghinf=dar darinya. Tetapi, dia justru muncul di kelas dan dia menggangguku. Ah, bahkan dia membuatku malu di hadapan murid-murid di sekolah ini. Dia terus-terusan memanggilku ‘Baby’ atau ‘Seobaby’. Bahkan dia mengucapkannya dengan keras. Argh, aku benar-benar malu dan sangat kesal dengan laki-laki itu. Dan aku semakin kesal karena Jungkook hanya diam saja. Oh, dia hanya tersenyum melihat itu semua. Aku ingin sekali menenggelamkan mereka ke Sungai Han. Dasar menyebalkan!” ujar Seohyun meluapkan kekesalannya.
“Kau sabar saja menghadapi mereka” ujar Taeyeon.
“Hah! Seharusnya aku menolak saat kedua orang tuaku memasukkan ku di sekolah ini”
“Aigoo~ sudahlah. Biarkan saja mereka. Jangan terlalu menanggapi sikap mereka” ujar Tiffany.
“Oh, kalau tidak ingin diganggu terus-menerus oleh Luhan, lebih baik kau terus bersama kami. Jangan pernah sendirian” ujar Suho.
“Bagaimana jika Luhan tetap mengganggunya?” tanya Taeyeon.
“Dan satu lagi. Masih ada Jungkook. Mereka berdua itu sangat dekat dan Luhan bisa saja datang ke rumah Jungkook untuk mendekati atau mengganggu Seohyun. Tentu saja dengan Jungkook yang berpihak pada Luhan” ujar Minhyuk.
“Ya, apa boleh buat. Kau harus sabar menghadapinya, Seohyun-ah” ujar Suho.
“Aigoo~ kenapa kau harus mengalami hal seperti ini? Hah! Tapi jangan salahkan aku jika kesabaranku sudah melebihi batas, aku bisa membunuh laki-laki itu. Kalau perlu aku juga akan melakukannya pada Jungkook. Tidak peduli jika dia dongsaengku” ujar Seohyun.
Taeyeon, Tiffany, Suho, dan Minhyuk hanya menatap iba pada teman barunya itu.Mereka ingin membantu Seohyun. Tetapi seberapa besar dan banyak bantuan mereka pada Seohyun, Luhan pasti tetap akan mendekatinya. Jika laki-laki itu tertarik pada sesuatu, dia tidak akan melepaskannya begitu saja. Luhan akan terus berusaha untuk mendapatkannya.

-Bad Boy-

Setelah pulang sekolah, Seohyun pergi bersama Tiffany dan Taeyeon sesuai dengan rencana yang telah mereka rencanakan kemarin. Saat berjalan menuju mobil milik Tiffany, Seohyun sempat melihat Luhan bersama teman-temannya. Jungkook dan sahabatnya juga bersama laki-laki itu. Seohyun mendengus kesal saat Luhan mengetahui keberadaannya. Gadis itu dapat melihat sebuah senyuman, tepatnya sebuah smirk tercetak di bibir Luhan meskipun dia meliht dari jarak yang cukup jauh.
Seohyun segera menarik tangan Taeyeon dan Tiffany saat melihat Luhan beranjak dari tempatnya berdiri. Gadis itu membawa kedua temannya menuju mobil Tiffany dan masuk di bangku belakang mobil. Kemudian, sopir Tiffany segera melajukan mobilnya begitu ketiganya masuk ke dalam.
“Ya! Kenapa kau menarik tangan kami?” tanya Tiffany begitu Seohyun melepaskan genggaman tangannya.
“Aku tidak mau berlama-lama disana” jawab Seohyun sambil menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi mobil.
“Wae?” tanya Taeyeon.
“Aish, tadi aku melihat Luhan dan dia ingin berjalan ke arah kita. Jadi, aku segera menarik kalian pergi dari sana”
Taeyeon dan Tiffany hanya mengangguk mendengar jawaban Seohyun. Mereka tau mood Seohyun sudah sedikit membaik setelah kejadian tadi pagi. Gadis itu tidak ingin mood-nya menjadi buruk lagi, jadi dia memilih untuk langsung pergi.
10 menit kemudian, ketiganya sampai di tempat yang mereka tuju. Kafe milik keluarga Taeyeon. Mereka memutuskan untuk pergi kesana sekalian untuk mengisi perut mereka setelah dijejali berbagai pelajaran dan mengobrol bersama. Suho dan Minhyuk tidak bisa ikut bersama mereka karena ada sesuatu hal yang harus mereka kerjakan.
“Seohyun-ah, kapan kau bergabung dengan ekskul musik dan dance?” tanya Taeyeon kemudian meminum milkshake strawberry-nya.
“Oh, aku sudah bergabung dengan kedua ekskul itu” jawab Seohyun.
“Mwo? Jinjja?” tanya TaeNy.
“Ne. Aku sudah menemui Song songsaenim dan beliau sudah memasukkanku ke ekskul dance dan music”
“Mwo? Kapan kau menemuinya?” tanya Tiffany.
“Aku tidak menemuinya. Aku meneleponnya” jawab Seohyun.
“Mwo?”
“Song songsaenim itu masih saudaraku. Beliau adalah adik dari eomma-ku. Jadi, aku tinggal meneleponnya dan tinggal mengatakan apa yang aku mau” jelas Seohyun.
“Ya! Kenapa kau tidak mengatakannya pada kami jika Song songsaenim adalah paman mu?” tanya Taeyeon.
“Kurasa itu hal yang tidak terlalu penting. Jadi, aku tidak perlu mengatakannya pada kalian” ujar Seohyun kemudian memakan cheese cake miliknya.
“Oh, 2 bulan lagi sekolah kita akan mengadakan pentas seni” ujar Tiffany.
“Jinjja?” tanya Seohyun.
“Ne. Ini acara pentas seni tahunan. Setiap tahun akan diadakan pentas seni” jawab Taeyeon.
“Biasanya Song songsaenim akan memilih beberapa siswa dari ekskul musik dan dance untuk tampil di pentas seni tersebut. Nanti yang lainnya dari setiap kelas atau mungkin gabungan dari kelas lain” jelas Tiffany.
“Ah, begitu. Sepertinya sangat menarik” ujar Seohyun.
“Memang. Acaranya selalu meriah. Terkadang juga ada pengisi acara yang dari luar sekolah kita” ujar Taeyeon.
“Ah, aku ingin cepat-cepat melihatnya. Kalau perlu ingin tampil di penr=tas seni sekolah kita” ujar Seohyun kembali memakan cheese cake-nya.
“Berharap saja Song songsaenim akan memilihmu. Tapi kalau kau tidak terpilih, kau bisa mendaftar sendiri” ujar Tiffany.
“Aku akan membujuk Paman Song untuk memilihku hihihi….” ujar Seohyun kedua temannya menggelengkan kepala mereka.
“Ah, tidak kusangka ternyata kita bertemu disini. Hmm, sepertinya kita berdua berjodoh” ujar sebuah suara.
Seohyun, Tiffany, dan Taeyeon menoleh ke asal suara. Ternyata Luhan! Dan laki-laki itu bersama kelima temannya, Jungkook, dan teman Jungkook. Seohyun terkejut melihat laki-laki berada disana. Gadis itu mendengus kesal dan kembali memakan cheese cake-nya, mencoba tidak mempedulikan keberadaan Luhan. Sementara Taeyeon dan Tiffany hanya menatap kasihan pada Seohyun.
“Aish, dari sekian banyak kafe kenapa dia memilih disini? Dasar menyebalkan!” gerutu Seohyun.
“Sepertinya cheese cake milikmu enak” ujar Luhan.
Luhan pun mengambil sendok yang berada di genggaman Seohyun. Kemudian memotong kecil cheese cake milik Seohyun dan memakannya.
“Ya! Itu punyaku! Kau bisa memesannya sendiri!” omel Seohyun.
“Tapi ingin memakan punyamu” ujar Luhan santai.
“Huh! Aku pulag dulu. Annyeong” pamit Seohyun pada Tiffany dan Taeyeon.
“Biar kuantar” ujar Luhan.
“Tidak perlu!” ujar Seohyun ketus kemudian menatap dongsaengnya.
“Jungkook, ayo pulang!”
Seohyun pun segera berjalan pergi.
“Aish. Hyung, Jimin, aku pulang dulu” pamit Jungkook kemudian menyusul Seohyun.
Melihat Jungkook menyusul Seohyun, Luhan juga ikut menyusul gadis itu. Dia berjalan cepata mendahului Jungkook dan segera menggenggam tangan Seohyun begitu laki-laki itu berada di dekat Seohyun.
“Aku akan mengantarmu dan Jungkook” ujar Luhan.
Tanpa menunnggu respon Seohyun, laki-laki itu segera membawanya menuju mobil sport milik Luhan. Sementara Jungkook mengikuti mereka dari belakang sambil senyum-senyum. Xiumin, Baekhyun, Chen, Kai, Sehun, dan Jimin juga hanya senyum-senyum melihat aksi Luhan.
“Ya! Lepaskan aku! Aku bisa pulang sendiri! Kau tidak perlu mengantarku dan Jungkook! Lepaskan!” ujar Seohyun berusaha melepaskan genggaman tanga Luhan.
“Kau diam saja” ujar Luhan kemudian membuka pintu penumpang bagian depan dan mendorong Seohyun masuk ke dalam.
“Jungkook-ah, cepat masuk ke dalam”
“Ne, hyung” ujar Jungkook kemudian ke masuk ke bangku belakang.
Luhan segera menuju bangku kemudi dan menjalankan mobilnya sebelum Seohyun keluar dari mobilnya. Seohyun terus-terusan menyuruh Luhan untuk menghentikan mobilnya, tetapi dia tidak mempedulikan permintaan gadis itu.
“Ya! Hentikan mobilnya! Aku tidak mau pulang bersamamu! Lebih baik aku naik bis!” ujar Seohyun.
“Noona, sudahlah. Noona duduk saja dengan baik” ujar Jungkook.
“Ya! Kau ini! Argh! Kalian berdua sama-sama menyebalkan!”
“Ya! Playboy! Cepat hentikan mobilnya! Ak-“
“Kau diam sekarang juga atau aku akan menciummu” ujar Luhan memotong perkataan Seohyun.
Reflek, Seohyun menutup mulutnya mendengar perkataan Luhan. Sementara Jungkook sedikit terkejut mendengarnya, tetapi kemudian dia mengulas senyum melihat noona-nya yang langsung terdiam.
“Huh! Dasar menyebalkan!” gerutu Seohyun.
Seohyun pun memilih diam daripada harus dicium oleh playboy disebelahnya ini. Sementara Luhan tersenyum kecil melihat Seohyun terdiam. Hmmm, ternyata mudah juga membuat gadis di sampingnya itu untuk diam.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
-TBC-
Aigoo~ mianhae kalau chapter ini kependekan dan maaf juga kalo ceritanya gaje + aneh. Otakku udah mentok sampai ini dan lagi sedikit eror sih hehehe…… Semoga kalian suka. JANGAN LUPA RCL!!!!!! Gomawo~ ^^

Advertisements

26 thoughts on “BAD BOY [Chap. 3]

  1. Ah, jungkook itu memang d0ngsaeng yang menyebalkan,
    kalo aku jadi seounnie, udah ku telan hidup2 touch . . .hahahahah

Silahkan berkomentar~ ^^ #AceBabySeoHanjjang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s