BAD BOY [Chap. 4]

Judul : Bad Boy [chap. 4]
Author : Eka Oktavia (Kim Tae Rin)
Main cast : Seohyun ‘SNSD’ & Luhan ‘EXO’
Other cast : find it by yourself
Genre : Romance, AU, school life
Lenght : chapter
Author’s note : To the point aja deh. Mudah-mudahan chapter ini tidak mengecewakan dan happy reading. Eits, jangan lupa RCL ^^

DON’T FORGET for RCL
AND
DON’T BE PLAGIAT

Prev.
“Biar kuantar” ujar Luhan.
“Tidak perlu!” ujar Seohyun ketus kemudian menatap dongsaengnya.
“Jungkook, ayo pulang!”
Seohyun pun segera berjalan pergi.
“Aish. Hyung, Jimin, aku pulang dulu” pamit Jungkook kemudian menyusul Seohyun.
Melihat Jungkook menyusul Seohyun, Luhan juga ikut menyusul gadis itu. Dia berjalan cepata mendahului Jungkook dan segera menggenggam tangan Seohyun begitu laki-laki itu berada di dekat Seohyun.
“Aku akan mengantarmu dan Jungkook” ujar Luhan.
Tanpa menunnggu respon Seohyun, laki-laki itu segera membawanya menuju mobil sport milik Luhan. Sementara Jungkook mengikuti mereka dari belakang sambil senyum-senyum. Xiumin, Baekhyun, Chen, Kai, Sehun, dan Jimin juga hanya senyum-senyum melihat aksi Luhan.
“Ya! Lepaskan aku! Aku bisa pulang sendiri! Kau tidak perlu mengantarku dan Jungkook! Lepaskan!” ujar Seohyun berusaha melepaskan genggaman tanga Luhan.
“Kau diam saja” ujar Luhan kemudian membuka pintu penumpang bagian depan dan mendorong Seohyun masuk ke dalam.
“Jungkook-ah, cepat masuk ke dalam”
“Ne, hyung” ujar Jungkook kemudian ke masuk ke bangku belakang.
Luhan segera menuju bangku kemudi dan menjalankan mobilnya sebelum Seohyun keluar dari mobilnya. Seohyun terus-terusan menyuruh Luhan untuk menghentikan mobilnya, tetapi dia tidak mempedulikan permintaan gadis itu.
“Ya! Hentikan mobilnya! Aku tidak mau pulang bersamamu! Lebih baik aku naik bis!” ujar Seohyun.
“Noona, sudahlah. Noona duduk saja dengan baik” ujar Jungkook.
“Ya! Kau ini! Argh! Kalian berdua sama-sama menyebalkan!”
“Ya! Playboy! Cepat hentikan mobilnya! Ak-“
“Kau diam sekarang juga atau aku akan menciummu” ujar Luhan memotong perkataan Seohyun.
Reflek, Seohyun menutup mulutnya mendengar perkataan Luhan. Sementara Jungkook sedikit terkejut mendengarnya, tetapi kemudian dia mengulas senyum melihat noona-nya yang langsung terdiam.
“Huh! Dasar menyebalkan!” gerutu Seohyun.
Seohyun pun memilih diam daripada harus dicium oleh playboy disebelahnya ini. Sementara Luhan tersenyum kecil melihat Seohyun terdiam. Hmmm, ternyata mudah juga membuat gadis di sampingnya itu untuk diam.

-Bad Boy-

Selama perjalanan pulang, Seohyun tidak mengeluarkan suara sedikit pun setelah mendapat ancaman dari Luhan. Meskipun Luhan dan Jungkook terus-terusan berceloteh ini itu, gadis itu sama sekali tidak tertarik untuk bergabung dengan mereka. Jika kedua laki-laki itu mengajaknya berbicara, Seohyun sama sekali tidak menanggapi mereka. Dia justru memasangkan earphone ke kedua telinganya dan mendengarkan musik sekencang-kencangnya. Saat mobil Luhan berhenti di depan rumah Seohyun dan Jungkook, Seohyun langsung melepaskan seatbelt dan keluar dari mobil. Gadis itu langsung masuk ke dalam rumah tanpa mengucapkan terima kasih kepada Luhan.
“Hyung, gomawo. Kau mau masuk ke dalam?” tawar Jungkook.
“Tidak usah. Lain kali saja. Aku langsung pulang saja, annyeong” ujar Luhan.
“Ne, hyung. Hati-hati”
Begitu mobil Luhan pergi menjauh, Jungkook segera masuk ke dalam rumah. Begitu dia menutup pintu dan berbalik hendak berjalan menuju kamarnya, Seohyun sudah berdiri menunggunya di ruang tamu.
“Kau sangat menyebalkan!” ujar Seohyun.
“Mwo? Menyebalkan? Wae?” tanya Jungkook polos.
“Aish, tidak usah berpura-pura polos begitu! Kenapa kau selalu berada di pihak Luhan? Sebenarnya kau itu adikku atau adik si playboy itu? Kau selalu membiarkannya bertindak seenaknya padaku! Kau selalu berada di pihaknya!” omel Seohyun.
“Aigoo, Luhan hyung hanya ingin mengenalmu noona. Jadi, ak-“
“Aku tidak suka dengannya! Huh! Kalau seperti ini, lebih baik aku tidak kembali ke Seoul atau aku memilih sekolah yang lain saja” ujar Seohyun memotong perkataan Jungkook.
“Noona, seharusnya kau tidak perlu marah-marah seperti itu. Noona harus tahu. Sebelum noona datang, para gadis yang selalu datang kepada Luhan hyung dan dia hanya menganggap mereka sebagai mainan saja. Tetapi setelah noona datang, justru Luhan hyung yang mendekati noona. Seharusnya noona merasa senang dan tidak perlu bersusah-susah mengejar Luhan hyung. Dan Luhan hyung kan juga tampan” ujar Jungkook panjang lebar.
“Aku tidak peduli! Dan kau bilang apa? Aku tidak perlu bersusah-susah mengejar Luhan? Memangnya siapa yang ingin mengejar-ngejar playboy seperti dia? Aku sama sekali tidak tertarik dengannya! Aish, kau semakin menyebalkan!” ujar Seohyun kemudian berjalan pergi menuju ke kamarnya meninggalkan Jungkook.
Seohyun menutup pintunya dengan cukup keras. Gadis itu melempar tasnya di sofa yang ada di kamarnya. Dia kemudian menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur dan memejamkan matanya sejenak. Tidak sampai satu menit, gadis itu kembali membuka matanya menatap langit-langit kamarnya.
“Jika terus-terusan seperti ini, aku bisa gila. Aku mempunyai satu orang adik, tetapi dia justru berada di pihak orang lain” ujar Seohyun pada dirinya sendiri.
“Argh! Aku ingin sekali tinggal di apartement. Sendiri dan tidak akan bertemu dengan Jungkook kecuali jika sedang di sekolah. Hmmm, tapi apakah eomma dan appa akan mengizinkanku tinggal sendirian? Ah, mereka pasti mengizinkanku. Saat aku di London kan aku juga tinggal di apartement sendirian.Lebih baik aku menghubungi eomma saja”
Seohyun pun mengambil ponselnya dan segera menghubungi sang eomma. Tidak sampai 2 menit, sang eomma sudah tersambung dengannya.
“Halo? Eomma?”
“Ne, Hyunnie. Ada apa menelpon eomma?” tanya Ny. Seo.
“Eomma, aku ada permintaan” ujarr Seohyun.
“Permintaan apa?”
“Hmmm, bolehkah aku tinggal di apartement?” tanya Seohyun.
“Mwo? Memangnya kenapa sayang? Kenapa kau ingin tinggal di apartement? Jika kau tinggal di apartement, Jungkook akan sendirian jika eomma dan appa ada urusan bisnis di luar kota atau luar negeri” ujar Ny. Seo.
“Aku… aku hanya ingin… sedikit ketenangan saja eomma. Aku ingin belajar lebih serius dan lebih tenang. Eomma kan tahu kalau Jungkook itu sangat berisik. Selain itu, aku juga ingin mencari apartement yang tidak jauh dari sekolah. Jadi, aku bisa berjalan kaki jika berangkat atau pulang sekolah. Lagipula saat aku di London kan aku juga tinggal di apartement sendirian” ujar Seohyun memberikan alasan yang menurutnya masuk akal dan bisa mendapat persetujuan dari sang eomma.
“Lalu, bagaimana dengan Jungkook?”
“Eomma, dia kan tidak tinggal sendiri. Di sini ada paman dan bibi Lee”
“Tapi setiap hari Sabtu kau harus pulang ke rumah” ujar Ny. Seo.
“Aku tidak bisa berjanji eomma. Jika aku sibuk dan banyak tugas sekolah, mungkin aku tidak bisa pulang. Kalu pulang sekitar satu bulandua kali mungkin bisa. Lagipula aku selalu bertemu Jungkook di sekolah dan jikaa eomma dan appa rindu padaku, kalian bisa pergi ke apartement ku. Eomma, ku mohon” ujar Seohyun.
“Baiklah, eomma akan mengizinkanmu tinggal di apartement dan akan mengatakannya pada appa mu”
“Gomawo eomma” ujar Seohyun senang.
“Kau bisa meminta paman Lee atau Jungkook untuk menemanimu mencari apartement” ujar Ny. Seo.
“Tidak perlu eomma. Aku akan meminta bantuan teman-temanku saja” tolak Seohyun.
“Oh, ternyata putri eomma sudah mendapatkan teman. Perempuan atau laki-laki?”
“Keduanya. 2 orang perempuan dan 2 orang laki-laki. Mereka berempat adalah sahabat. 3 orang diantara mereka adalah teman satu kelasku dan salah satunya teman satu bangkuku” ujar Seohyun.
“Siapa nama mereka?” tanya Ny. Seo.
“Taeyeon, Tiffany, Suho, dan Minhyuk. Mereka sangat baik dan menyenangkan.” jawab Seohyun.
“Syukurlah kalau begitu. Ya sudah, eomma harus pergi dulu. Sebentar lagi ada rapat. Ingta, kau harus mencari apartement yang nyaman dan aman. Beritahu eomma jika kau sudah menemukan apartement yang cocok untukmu” pesan Ny. Seo.
“Ne, eomma. Sekali lagi gomawo” ujar Seohyun.
“Ne, jaga dirimu baik-baik dan awasi Jungkook. Sampaikan salam eomma pada Jungkook”
“Ne, eomma. Annyeong”
Begitu Seohyun mengakhiri sambungannya dengan sang eomma, gadis itu segera berdiri di atas tempat tidur dan melompat-lompat kegirangan.
“Yes! Aku akan tinggal di apartement sendirian. Aku tidak akan terlalu sering bertemu dengan setan kecil yang menyamar menjadi adikku itu” ujar Seohyun senang.
Sementara itu, tanpa sepengetahuan Seohyun, Jungkook berada di depan pintu kamarnya. Saat melewati kamar Seohyun, Jungkook mendengar noonanya itu sedang membujuk sang eomma untuk mengijinkannya tinggal di apartement.
“Hmmm, sepertinya Luhan hyung harus tahu tentang ini” ujar Jungkook kemudian mengeluarkan smirknya.
Jungkook pun segera masuk ke kamarnya. Dia menghubungi Luhan dan memberitahu rencana noonanya yang akan tinggal di apartement.

-Bad Boy-

Keesokan harinya, Seohyun dan Jungkook memasuki halaman sekolah bersama-sama. Jungkook mengedarkan pandangannya menuju tempat parkir mobil. Te[atnya tempat yang biasanya digunakan Luhan untuk memarkir mobilnya. ‘Luhan hyung belum datang’ ujar Jungkook dalam hati saat melihat mobil Luhan belum berada di tempatnya. Laki-laki itu tidak menyadari bahwa gadis disebelahnya sedang memperhatikannya.
“Kau sedang apa? Sepertinya sedang mencari seseorang. Nugu?” tanya Seohyun.
“Aniyo. Aku tidak mencari siapa-siapa. Hanya melihat-lihat saja” jawab Jungkook kemudian tersenyum pada noona-nya.
Seohyun sedikit tidak percaya dengan jawaban yang diberikan Jungkook. Dia yakin dongsaeng-nya itu seperti sedang mencari seseorang. Belum sempat gadis itu kembali melontarkan pertanyaa, seseorang memanggilnya.
“Seohyun-ah”
“Oh? Minhyuk-ah, annyeong” ujar Seohyun begitu menoleh ke arah orang yang memangglnya.
“Annyeong” sapa Minhyuk.
“Annyeong Jungkook-ah” sapa Minhyuk saat menyadari Jungkook juga berada disana.
“Annyeong hyung” balas Jungkook.
“Kau baru datang?” tanya Seohyun pada Minhyuk dan melanjutkan langkahnya menuju gedung sekolah bersama kedua laki-laki di sampingnya..
“Tentu saja aku baru datang” jawab Minhyuk membuat Seohyun tertawa.
“Kau tidak membawa mobil?”
“Ani. Mobilku ada di bengkel. Jadi, aku berangkat bersama Appa”
“Oh, begitu”
“Noona, hyung, aku masuk ke dalam duluan ne” ujar Jungkook.
“Ne. Silahkan kau masuk dulu. Lagipula aku juga tidak mau berjalan bersamamu” ujar Seohyun.
“Aish, kau jahat sekali noona” ujar Jungkook pura-pura kesal.
Sementara Minhyuk hanya tertawa melihat tingkah kedua kakak beradik itu.
“Hah! Aku hanya bercanda. Ya sudah, cepat kau masuk”
“Ne, ne, ne. Aku masuk dulu. Annyeong” ujar Jungkook kemudian berjalan mendahului Seohyun dan Minhyuk.
Akan tetapi, baru beberapa langkah Jungkook menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap Seohyun dan Minhyuk.
“Noona, nanti aku akan pulang sedikit telat. Jadi noona tidak usah menungguku. Aku pulang bersama temanku” ujar Jungkook.
“Noona nanti juga masih ada urusan dengan teman-teman noona dan pulang bersama mereka. Kalau begitu, nanti aku akan memberi kabar pada paman Lee untuk tidak menjemput kita”
“Oh, gomawo noona. Kalau begitu aku pergi dulu”
Jungkook kembali melanjutkan langkahnya menuju kelasnya. Begitu pun dengan Seohyun dan Minhyuk. Keduanya juga kembali melanjutkan langkahnya menuju kelas mereka sambil bercakap-cakap.

-Bad Boy-

Pada saat istirahat, Seohyun bersama dengan Taeyeon, Tiffany, Suho, dan Minhyuk berkumpul di pinggir lapangan sepakbola. Kelima orang itu mengobrol sembari memakan makanan yang baru saja mereka beli di kantin. Mereka memang sengaja tidak makan disana karena tempat itu sangat ramai. Jadi, mereka memilih berada di pinggir lapangan sepakbola.
“Hey, apa kalian tahu apartement yang bagus dan lokasinya tidak jauh di sekolah ini?” tanya Seohyun kemudian memasukkan ramen ke dalam mulutnya.
“Kenapa? Kau sedang mencari apartement?” tanya Suho yang dibalas anggukan kepala oleh Seohyun.
“Untuk siapa?” tanya Tiffany.
“Untukku. Aku ingin tinggal di apartement”
“Memangnya ada apa dengan rumahmu? Kenapa kau ingin tinggal di apartement?” tanya Tiffany lagi.
“Aku hanya ingin tinggal di apartement saja. Selama aku bersekolah di London kan aku tinggal di apartement dan merasa sangat nyaman” jawab Seohyun.
“Benarkah cuma itu alasannya? Bukan karena Jungkook juga?” tanya Minhyuk membuat Seohyun tersenyum.
“Hehehe… itu juga termasuk sih”
“Memangnya ada apa dengannya?” tanya Taeyeon dengan mulut yang masih dipenuhi dengan makanan.
“Ya! Taeyeon-ah, habiskan dulu makananmu baru bicara” ujar Suho.
Sementara Taeyeon hanya tersenyum.
“Yah, Jungkook itu sedikit menyebalkan dan berisik. Dia suka sekali menggangguku. Aku butuh ketengan. Apalagi kalau nanti ada banyak tugas dan ulangan. Kalau Jungkook berisik, aku tidak bisa berkonsentrasi. Jadi, tolong bantu aku mencari apartement” jelas Seohyun.
“Bagaimana jika kau tinggal bersamaku di apartement milikku?” ujar sebuah suara dari belakang mereka.
Seohyun, Tiffany, Taeyeon, Minhyuk, dan Suho pun menoleh ke belakang. Ternyata Luhan dan kelima temannya *Xiumin, Baekhyun, Chen, Kai, Sehun*. Dan tidak lupa juga ada Jungkook dan temannya yang bernama Jimin.
Melihat kehadiran Luhan, Seohyun memutar kedua bola matanya dan kembali meatap lapangan sepakbola dihadapannya. ‘Kenapa dia lagi? Dasar menyebalkan!’ omel Seohyun dalam hati.
“Bagaimana? Kau mau meneria tawaranku?” tanya Luhan dengan senyum jahilnya.
Seohyun tidak menanggapi pertanyaan Luhan. Gadis itu justru sibuk memakan ramennya.
“Noona, terima saja tawaran Luhan hyung. Semalam aku tidak sengaja mendengar percakapan noona dengan eomma di telepon. Lalu, aku meminta bantuan Luhan hyung untuk mencarikan apartement untuk noona” ujar Jungkook.
Seohyun yang sedang makan dan mendengar perkataan Jungkook sontak saja tersedak. Taeyeon dan Tiffany yang berda di dekat Seohyun pun mengsap-usap punggung Seohyun dan Suho memberikan minuman pada Seohyun. Setelah gadis minum dan kembali seperti biasa, dia langsung berdiri dan menatap Jungkook kesal.
“Ya! Berani-beraninya kau! Dasar dongsaeng menyebalkan!” omel Seohyun.
Seohyun kemudian menatap Luhan.
“Dan aku tidak mau tinggal bersamamu di apartement milikmu! Aku bisa mencari apartement yang lain!” ujar Seohyun kemudian berjalan pergi.
Taeyeon, Tiffany, Suho, dan Minhyuk segera pergi mengejar Seohyun. Sementara Luhan dan yang lainnya tertawa melihat tingkah Seohyun barusan. Ah, sepertinya menggoda Seohyun memang sudah menjadi hobi Luhan.

-Bad Boy-

Begitu bel pulang berbunyi dan seongsaenim keluar dari kelas, Seohyun segera berdiri tempatnya. Gadis itu pun mengajak Tiffany dan Taeyeon untuk mencari apartement untuknya. Ketiganya segera pergi meninggalkan kelas tanpa menunggu Minhyuk atau pun Suho karena keduanya sedang sibuk. Akhirnya, hanya ketiga gadis itu yang pergi.
Saat sampai di tempat parkir, mereka berjalan menuju mobil Taeyeon. Kebetulan sekali hari ini gadis itu membawa mobil sendiri. Ketiga gadis itu segera masuk ke dalam mobil. Kemudian Taeyeon menyalakan mesin mobilnya dan melesat pergi meninggalkan parkiran sekolah. Tanpa mereka sadari, sebuah mobil sport berwarna putih mengikuti dibelakang mereka. Mobil sport itu adalah milik Luhan…
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
-TBC-
Annyeong acebaby!!! Aigoo~ MIANHAE! MIANHAE! JEONGMAL MIANHAE~
Mianhae karena lama gak update ff ini!!! Lagi sibuk sama kuliah soalnya. Tiap kali mau lanjut ngetik ff ini pasti mood-nya keburu ngilang entah kemana. Soalnya udah pusing sama kuliah + tugas2nya. Semoga chapter ini tidak mengecewakan. Jangan lupa RCL ya~ Saranghae~ MUUUAAACCHHH

Advertisements

26 thoughts on “BAD BOY [Chap. 4]

  1. eon
    Nie epep kpan dilnjutin eon??
    Knv cma ampe 4 doang??
    Kn seru bngett,,
    Syng bngett kg dilnjutin eon..
    Pliss.. 😥 //muka mules eh muka melas//

Silahkan berkomentar~ ^^ #AceBabySeoHanjjang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s