[Chaptered] Like a Fiction… (1)

like a fiction part 1

|| Title : Like a Fiction (I of …)|| Author : Fadila Setsuji || Genre : Romance,Sad,Littlebit Comedy,School-Life,Friendship || Length : MultiChapter || Cast : Seo Joo Hyun-Luhan-Choi Jinri-Kim Jongin-OC ||

note : maaf jika nanti ada ketidaksesuaian judul dengan alur cerita

.

.

.

=Happy Reading=

.

.

.

apa sebegitu menariknya cerita ini sehingga kau mau terus membacanya,eoh?!

 

.

.

.

       Seo Joo Hyun mulai memenuhi blognya di pagi itu dengan tulisan berupa cerpen, garapan cerita panjang yang didalam pikirannya akan dia buat novel, meski pada akhirnya berakhir naas sebagai cerita tak berujung yang nyaris menyamai sinetron-sinetron di TV lokal. Bukan kualitas ceritanya, tetapi konflik tak berkesudahan dengan tambahan tokoh yang berakhir dengan ketidakjelasannya itulah yang membuat setiap tulisan fiksi panjang (read : proyek novel gagal) miliknya dikatakan menyamai sinetron.

Gadis ini baru saja melewati ujian akhir sekolah, dinyatakan lulus dengan nilai yang sedikit buntut—nyaris masuk kategori terpuruk– dan bersuka ria bersama teman meski pada akhirnya momen haru juga ikut dirasakan setelahnya. Momen haru tentang perpisahan… Dimana Seohyun tersadar bahwa dia telah jauh melangkah…tanpa berpikir mengajak beberapa teman ke restoran… dan kemudian ditinggalkan dengan dompet kosong. Bahkan untuk membeli sebotol air mineral pun rasanya sudah tak sanggup. Berlebihankah? Tapi percayalah, cerita tulisan Seohyun yang memenuhi blognya bahkan jauh lebih tragis daripada seorang ibu tiri yang menangis ditinggal suami tanpa harta.

“Selesai!” satu seruan dipagi itu, menandakan seohyun telah selesai dengan ritual wajibnya. Memposting cerita sembari menunggui respon dari pembaca. Mumpung sedang tidak ada kesibukan, menurutnya

Satu jam

Dua jam

Dan…. Berjam jam kemudian, hingga tanpa sadar tertidur. Kemudian sebuah suara notifikasi masuk membangunkannya.

Tanpa ba-bi-bu gadis itu menyiapkan matanya dan menyaksikan sebuah tanda notifikasi dengan mata berbinar. Seseorang baru saja membaca karyanya dan menuliskan komentar…

 

Han says

Rasanya aku bahkan sulit untuk mempercayai bahwa tulisan ini dibuat oleh seorang siswi SMA…

Seperti itulah bunyi komentar yang kemudian membuat Seohyun melonjak girang bukan kepalang….

.

.

.

Luhan yang baru saja terjaga itu menggeram tertahan manakala melihat adiknya tengah asyik berselancar internet dengan menggunakan notebooknya. Tidak ada masalah sebenarnya, karena Luhan bukan seorang laki-laki yadong, penggemar artis juga girlband tertentu atau yang buruk… Suka mengoleksi kumpula gambar laki-laki dengan tubuh atletis. Tidak akan mungkin!

Dia hanya tidak mau adiknya itu diam diam menggunakan notebooknya untuk kepentingan pribadi yang akan merusak image Luhan sebagai ketua OSIS, laki-laki serba bisa dan… Laki-laki gentle dimata siapapun yang mengenal sosoknya berikut karakter luarnya.

Itu mimpi yang buruk, yang dia sendiri tak ingin membayangkannya!

Yak,Jinri-a! Apa yang sedang kau lakukan dengan notebook ku,eoh?”

Gadis yang dipanggil menoleh dan lantas berseru, “ani,aku tidak melakukan apa-apa kecuali membaca cerita terbaru penulis blog favoritku. Itu saja”

Mendengar itu Luhan mendesah lega, tetapi langsung menyambar notebooknya, membuat Jinri mendengus “ah,yak! Oppa~ Aku penasaran dengan kelanjutannya~~”

Hhh~~”Luhan mendesah “apa sebegitu menariknya cerita ini sehingga kau mau terus membacanya,eoh?!”

“Kalau kau penasaran, coba saja baca. Kau pasti suka”

“Jika ini tentang kisah remaja bodoh yang saling jatuh cinta… Lupakan!”ujarnya “aku cukup paham dengan selera bacaanmu yang amat-amat-buruk-nona-kecil!”

Jinri tak terima dikatai seperti itupun mendengus. Bersedekap sembari melempar tatapan kesal pada Luhan, sang kakak “Kau saja yang terlalu kolot dengan teori bodohmu tentang cinta,oppa!” Jinri lalu pergi dari kamar sang kakak.

Luhan tak peduli dan segera akan mematikan notebooknya ketika sesuatu rasanya menarik atemsinya untuk memperhatikan tulisan yang dibaca sang adik. Dia mengambil posisi duduk dan segera matanya menelusur kalimat demi kalimat yang tertulis disana. Sesekali dahinya mengerut, beberapa kali terdengar mendengus dan terakhir…

Tangannya sibuk menekan beberapa tombol di keyboard, sibuk menuliskan sesuatu di kolom komentar. “Tulisan yang sangat payah.”

***

“Jongin-ni~~ Jangan berlagak acuh begitu. Kau menyebalkan!

Seohyun mendengus kesal ketika Jongin sibuk memasang earphone di telinga padahal gadis itu bermaksud untuk menceritakan semua rasa senangnya. Dan Jonginlah satu satunya teman—keduanya bersahabat sejak kecil—yang benar benar dia yakini bersedia mendengarkan apapun yang terucap dari mulutnya.

“Aku mendengarkanmu, jangan merajuk,”ujarnya singkat “jadi,apa hanya itu yang ingin kau katakan Seohyun-a?”

“Apa maksudmu dengan ‘hanya itu’?!”Seohyun menaikkan alisnya “Komentar itu bagiku sangat… sangat… sangat… Membahagiakan”

Jongin memutar matanya lalu tersenyum tipis pada gadis yang kini berdiri di sampingnya dengan tangan mengepal. Gadis itu… Teman kecilnya itu… Adalah satu diantara dua hal yang membuatnya dapat tersenyum. Satu yang lain adalah… Ketiadaan gadis berisik bernama Choi Jinri.

“Oh iya Jongin-ni~”

Eoh?”

“Aku… tak melihat gadismu di sekitar sini”Seohyun sibuk mengedarkan pandangannya “Dia kemana?”

Jongin mendengus. Seohyun baru saja menghancurkan mood baiknya dengan hanya menyebut nama itu—yang baginya pantang untuk dia dengar.

“Dia bukan gadisku!”

“Tapi dia menyukaimu,Jongin-ni~”

“Dia yang menyukaiku. Garis bawahi itu nona Seo. Aku tak pernah mau menyukainya”

“Sayang sekali, Choi Jinri yang manis itu menyukai pria sedingin dirimu,Jongin-ni~~”

“Terserah”

Keduanya tak melanjutkan obrolan mengenai Jinri dan terus melangkah menuju halte bus. Hari ini setelah menjemput Seohyun dirumahnya, Jongin berniat untuk mengajak gadis itu untuk mengurus beberapa berkas yang diperlukan sebagai syarat masuk sekolah menengah atas. Sekalian… Ada yang ingin dilakukan laki-laki itu setelahnya. Sesuatu yang tidak diinginkannya untuk diketahui orang lain.

Bus tiba beberapa menit setelahnya, dan keduanya bergegas naik sebelum pintu akan ditutup dan insiden kecerobohan Seohyun yang tersandung atau menabrak pintu bus terjadi lagi di hari seindah saat itu.

***

“Ayolah,antarkan aku~”

Luhan masih harus menjambaki rambutnya ketika Jinri memintanya untuk membonceng gadis itu ke tempat lesnya. Bahkan ditengah waktu liburan yang amat berharga–karena tersita oleh serangkaian program OSIS—Jinri harus membuatnya beraktivitas lagi. Tidak cukupkah dengan dia yang memasak dan membersihkan rumah?

Yak! Kenapa-harus-aku?”

Jinri berbalik, berhadapan dengan sang kakak “Karena kau satu-satunya oppaku, aku tak punya pacar dan… Aku tak bisa mengendarai sepeda motor sebaik dirimu di keluarga ini,” ujarnya

Dan ketika Jinri telah mengemukakan alasan seperti itu, Luhan pun tak berkutik. Sekalipun dia tak menginginkannya, dia harus mengantarkan gadis cengeng yang baru memasuki fase pubernya itu ke tempat les.

“Baiklah”Luhan berucap pasrah “Tapi aku tak mau menjemputmu,oke?”

“Ya… Baiklah. Lagipula jika kau menjemputku, aku pasti takkan dapat jatah makan malam bukan, ketua OSIS?”

Sebutan itu….

“EOH! CEPATLAH ATAU AKU BERUBAH PIKIRAN”

“Heih,arra….Arraseyo! Dasar pemarah”

PRANG..! Satu suara bantingan dan Jinri pun dengan terburu-buru menghilang dari area dapur….

Gadis itu telah bersiap lima menit kemudian. Dengan sepeda motor, Luhan pun melesat diatas jalanan besar Seoul dengan Jinri yang terus berceloteh di belakang.

***

Bus berhenti dan keduanya segera turun, menempuh perjalanan selama beberapa menit sebelum akhirnya tiba di tempat yang mereka tuju. Sebuah sekolah bergengsi di Seoul. National Education School of Seoul. Jongin tersenyum sebelum menatap Seohyun yang berdiri di sampingnya “Kau siap,Seo?”

“Eoh. Aku sangaat siap!”

“Bagus”

Jongin menggamit jemari itu dan membawanya bersama. Keduanya melangkah dan memasuki gerbang untuk menuju loket pendaftaran peserta seleksi ujian masuk. Betapa sekolah elit ini adalah dambaan banyak siswa, tidak terkecuali bagi siswa pandai seperti Kim Jongin bahkan siswa dengan nilai nyaris tak mencapai standar seperti Seohyun. Dalam urusan semangat, gadis ini memang tak pernah diragukan bahkan oleh Jongin.

Keduanya menuju loket pendaftaran, mengurusi beberapa admistrasi sebelum seseorang kemudian melongok kepalanya dan tersenyum begitu melihat Jongin “eoh,Jongin-a?”

Merasa namanya dipanggil, Jongin menoleh pada pemilik suara “Kau…”

Seohyun ikut melihat apa yang dipandangi Jongin. Mata itu membelalak begitu melihat siapa orang yang menyapa Jongin.

“Heo Kyungri?!”

Ya, Heo Kyungri… Mantan kekasih Jongin sekaligus perempuan yang pernah melakukan bullying padanya.

“Apa kabar? Dan… Eoh, kau masih betah di sisi Jongin rupanya, Seo Joo Hyun?!”

***

Oppa,kenapa kau lelet sekali?! Ayo percepat laju motornya!” Jinri berontak seraya memukul-mukuli punggung Luhan, membuat kakaknya itu beberapa kali melempar tatapan tajam padanya

“Bisakah kau tidak berisik?!”Hardiknya “Dan hei! berhenti memukuli punggungku atau kuturunkan kau disini!”

Choi Sulli berhenti memukuli punggungnya setelah itu,tetapi bukan amukan Luhan yang membuatnya berhenti. Tetapi sesuatu… Ada sesuatu yang menghentikannya. Dan Luhan ikut mengarahkan pandangannya pada apa yang dipandangi sang adik.

.

.

.

“Apa kabar? Dan… Eoh, kau masih betah di sisi Jongin rupanya, Seo Joo Hyun?!”

Mendengar ucapan sarkastis Heo Kyungri,mendadak Seo Joo Hyun dilanda ketakutan. Dia tahu persis gadis dihadapannya itu seperti apa. Dia tahu bekas pembullying dihadapannya itu. Dia takut… Pada kejadia yang telah berlalu itu… Pada sakit dalam diri yang berbekas dihatinya.

Seketika tubuh Seo Joo Hyun bergetar,Kim Jong In berusaha meraih tubuh itu untuk dia rengkuh namun langkahnya dihalangi Heo Kyungri. Gadis itu menariknya,memanfaatkan kelengahan Kim Jongin dan…

Yang Jong In tahu,Seo Joo Hyun tak berada di rengkuhannya. Yang dia tahu Heo Kyungri sedang memejam matanya,berada sangat dekat dengannya. Nafas gadis yang sedikit memburu itu begitu terasa…

“Yak,apa yang kau lakukan pada Jongin?!”

…Hingga Choi Jinri datang. Merubah keadaan. Dan membuat Jongin sejenak berpikir bahwa kehadiran gadis itu… Benar-benar yang dia butuhkan. Atau… Yang dia inginkan? Entahlah

“Apa urusanmu, gadis menyebalkan?! Lagipula kau siapa?”

“Aku… Aku…”

Jinri terdiam,tak mampu berkata-kata saat Heo Kyungri menanyainya. Menanyakan siapa dia bagi Jongin. Mudah baginya seandainya Jongin mengatakan apa yang ingin didengarnya dari Jongin. Semudah membalikkan telapak tangan seandainya Jinri mau menerima kenyataan.

Tapi… Semua menjadi tak mudah ketika dia masih sangat… Sangat menginginkan kesempatan untuk cinta seorang Jongin .

Sementara pergulatan itu, pandangan Luhan serta merta terarah pada sosok yang kini gemetaran. Sosok yang mungkin terlupakan sejenak. Luhan tak berpikir dua kali untuk menghampiri gadis itu,menatapnya cemas dan berkata, “yak,gwenchanaseyo?”

Dua kata yang tak mendapatkan jawaban. Seo Joo Hyun memudar pandangannya,perlahan tubuhnya jatuh hingga matanya memejam dan tak ada satupun yang terlihat olehnya…

***

Seo Joo Hyun terjaga,mendapati kepala yang sakit dan aroma khas yang dia kenal betul. Bau ini… Bau yang benar-benar melekat di ingatannya,seolah membangkitkan kenangan buruknya.

Ketika kesadarannya telah terkumpul sepenuhnya barulah disadari olehnya dia tak lagi berada ditempat pendaftaran,tetapi justru di ruang dengan dominasi warna putih. Dia cukup mengenal tempat serupa ini.

“Sudah merasa baikan?”

Suara Kim Jongin mengalihkan perhatiannya sejenak. Ditatapnya sang sahabat yang kini bersandar di dinding, berikut sosok Choi Jinri yang tengah menatapnya cemas

“Eoh. Seperti yang kau lihat, aku baik-baik saja”

“Ya,kau benar… kecuali dengan perban di kepalamu itu”

Seo Joo Hyun terkekeh “Oh iya, terima kasih kalian sudah membawaku kesini”ujarnya tulus. Jinri mengerjap sebentar kemudian melirik Jongin yang hanya dibalas dengan tatapan dingin khas namja itu tanpa dia menyahuti Jinri

“Sebenarnya yang membawamu kesini bukan aku maupun Jongin sunbaenim…”

Sebelum Choi Jinri menyelesaikan ceritanya, terdengar pintu yang di dorong keras yang membuat mereka kontan mengarahkan pandangan pada pintu. Seorang namja terlihat berdiri disana. Namja itu tak berkata apapun, hanya melangkah kedalam, menghampiri Choi Jinri dan berkata, “Ayo pulang”

Jinri lantas bangkit dan mengikuti laki-laki itu dari belakang, namun sebelum benar-benar pergi gadis itu menoleh ke arah Seo Joo Hyun dan berkata “Kakakku… Dia yang membawamu kesini. Laki-laki yang tangannya diperban ini,”Tunjuknya

“Jangan membahas tangan yang diperban ini, dasar menyebalkan”

Jinri tak berkata apapun kemudian, hanya mengikuti sang kakak. Keduanya tak lagi terlihat setelah melewati pintu.

Jongin bergerak mendekati Seo Joo Hyun yang kini tertegun. Namja itu kini dapat tersenyum lega dengan keadaan kini teman baiknya itu, meski sebenarnya perban yang menghiasi kepala gadis itu kini masih cukup membuatnya khawatir “yak, bagaimana bisa kau begitu bodoh dan pingsan ditengah pertengkaran begitu,Seohyun?!”

“Yak, kau….”

“Tapi paling tidak… Kau tidak mati. Itu saja”

Seo Joo Hyun menangkap ekspresi sedih yang terpancar di wajah sang sahabat. Dia telah cukup lama berada di sisi Kim Jongin hingga membuatnya mengetahui dengan baik bahwa namja ini begitu takut dengan kehilangan seseorang karena kematian….

“Ya, aku lega aku masih hidup”

Seo Joo Hyun menepuk pelan kepala Kim Jongin dan pandangannya beralih ke pintu. Kembali teringat olehnya sosok yang beberapa menit lalu membanting pintu. Lelaki dengan perban yang melilit di bagian kanan tangannya. Penyelamatnya….

Ini rasanya aneh. Semua rasanya tak asing. Apa yang terjadi padanya…,pertemuan dengan lelaki yang tangannya diperban, semua itu terlalu mirip dengan hal yang bahkan tidak pernah benar-benar dia bayangkan akan terjadi.

***

“Aku memang tak sebaik dirimu dalam urusan mengemudikan motor, tapi kemampuan burukku masih lebih baik daripada kau yang nanti mengemudi dengan hanya mengandalkan sebelah tanganmu,oppa

Baru saja adiknya itu menyadarkannya bahwa kondisinya saat ini benar-benar buruk. Tangan yang diperban? Itu sudah sangat buruk. Mengacaukan riwayat indah kehidupan seorang ketua OSIS sempurna yang hebat dalam semua hal hanya dalam waktu beberapa jam.

Tangan yang diperban itu berarti mimpi buruk. Dan Seo Joo Hyun, gadis itu… Dia yang menciptakan mimpi buruk dalam hidup Luhan

“Baiklah, kau bisa mengemudikannya asal tetap berhati-hati”

“Eoh!”

Keduanya segera menaiki sepeda motor dan melaju, membelah jalanan Seoul di siang itu. Beberapa kali Jinri berceloteh namun tak mendapat respon dari sang kakak. Jinri mengerti bahwa namja perfeksionis macam kakaknya tentu takkan menerima keadaannya yang membuatnya terlihat lemah, tetapi diapun tak ingin kakaknya terus merutuki nasib naasnya.

“Yak~oppa...”

Eoh?”

Sang kakak akhirnya menyahuti, membuatnya tersenyum

“kau masih ingat dengan cerita yang kubaca di notemu pagi tadi?”

Ne,waeyo?”

“Penulis cerita itu adalah Seo Joo Hyun. Dan kau pasti ingat bagian dimana sang tokoh mengalami cedera di tangan…”

Namja itu terenyak. Bagaimana bisa dia melupakan cerita picisan konyol yang bahkan tak lebih menarik dari sinetron yang tayang di Televisi lokal itu?

“Sama sepertiku sekarang,begitu bukan?”Luhan berkata. Jinri mengangguk

Dan di pikirannya kemudian muncul ide, Ide untuk menganggap Seo Joo Hyun adalah pengundang sial bagi dirinya, cerita Seo Joo Hyun adalah skenario buruk yang menjadi sisi suram di hidup seorang Luhan…

Itu berarti… Seo Joo Hyun tak boleh ada di dihidupku, bahkan jika dia satu-satunya manusia yang tersisa di muka bumi’—Luhan berkata dalam hati

~~TBC~~

Ini bukanlah project fan fiction yang kugarap,hanya beberapa hal terjadi disela penggarapan fan fiction yang kumaksud sehingga jadwal publishnya terpaksa ditunda. Mudah-mudahan cerita ini dapat kalian jadikan refrensi bacaan… Dan menambah kecintaan kalian pada Seohan

Karena bukan merupakan project awal,aku berharap saran dan kritikan dari kalian untuk kelanjutannya. Tak lupa kuucapkan pula terima kasih untuk kesediaan kalian berkomentar dan setia menunggu kelanjutannya nanti. 🙂

Advertisements

14 thoughts on “[Chaptered] Like a Fiction… (1)

  1. Pingback: [Chaptered] Like a Fiction… (2 of …) | AceBaby

Silahkan berkomentar~ ^^ #AceBabySeoHanjjang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s