[Drabble] (not) my spring

(not) my spring (Seo-Han Ver)

|| Title : (not) My Spring || Author : Fadila Setsuji || Genre : Romance, Sad || Length : Drabble || Cast : Luhan, Seo Joo Hyun, Park Chorong, Other ||

.

.

.

=Happy Reading=

Menyukainya… Membuatku sakit. Bukan sakit secara fisik… Namun lebih dari itu, aku akan menjauhkannya dariku… Dan itu teramat menyakitiku.

Laki-laki yang tak biasanya mengutarakan isi terdalam hatinya itu kini menatap kertas di hadapannya antara terkejut dan sedih. Dia tak menyangka, bahwa selain menggambar, lembar putih yang tak pernah berjauhan dengannya itu kini terisi oleh sebuah penggalan dari kisah yang dikuburnya dalam.

Park Chorong… Gadis seindah sakura musim semi. Dia mencintainya, dengan segenap jiwanya

.

.

.

Perjalanan Tim Penelitian yang dipimpin oleh Profesor Jung baru saja berakhir. Tim penelitian ini juga telah resmi bubar setelah acara pembubaran semalam. Yang semuanya tahu, seharusnya akan ada satu orang yang bersua dimomen itu. Seharusnya ada satu orang merayakan hari ini dengan suka cita, seharusnya orang itu berteriak teriak heboh mengalahkan Byun Baekhyun yang berisik. Seharusnya…

Tapi, tidak.

Yang ditunggu tak kunjung muncul, yang dinanti tak juga terjadi. Orang itu hanya berdiam diri. Orang itu, hanya menatap objek lain yang sejak tadi mencuri perhatiannya…. Orang yang sejak lama menjadi perhatiannya….

“Hey,Luhan! Ayo minum soju*mu, mumpung profesor pelit ini bersedia mengeluarkan isi dompetnya,”Ucap Baekhyun sembari melirik kearah profesor Jung, yang dibalas tatapan pasrah oleh sang profesor. Luhan tersenyum kikuk.

Matanya kemudian memandangi gadis musim seminya itu. Menangkap dengan baik sosok itu, menatapnya seolah-olah pada menit yang akan datang… Waktu akan membawanya pergi dan takkan mengizinkan laki-laki itu memandanginya.

“Chorong…”

Gadis musim semi itu tersentak dan menoleh, memandang tepat kearahnya. Waktu seakan membeku, suasana terasa hening dan… Jantungnya kembali terlonjak manakala senyuman yang selalu dia tunggu itu terukir di bibir ranum gadis musim seminya.

Demi senyum yang sekejap itu… Andai bisa… Luhan, laki-laki itu berniat menantang waktu agar mengizinkannya mengembalikan detik ketika senyum itu tertuju padanya. Ketika senyum itu bukan milik siapapun, bukan untuk siapapun. Hanya untuknya…

“Luhan-sshi, waeyo?”

Dua kata yang mengembalikan Luhan pada kenyataan. Menghilangkan keheningan itu, mengakhiri kebekuan itu…

“Ah, tidak ada Chorong-sshi,”ujarnya kikuk. Luhan menggaruki tengkuknya “Gwenchanaseyo”lanjutnya. Chorong mengangguk

“Oh iya, Luhan-a

Mworago?”

“Aku mengkhawatirkan Seohyun”

Nama itu

“Memangnya dia kenapa?”

Chorong tampak mengetuk-ketukkan jemari lentiknya pada meja kayu di sampingnya, menggigiti bibirnya. Yang Luhan tahu, selagi kecemasan melanda Chorong maka gadis itu akan menampakkan kebiasaanya tersebut. Satu dari banyak hal—mungkin—dari diri Chorong yang belum menghilang. Kebiasaan serta hal-hal remeh di diri Chorong agaknya menjadi salah satu memori berharga bagi Luhan. Agaknya, kemarahan, keramahan dan semua sikap dari gadis ini telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari hidupnya….

Luhan menunggu Chorong untuk memberinya penjelasan tentang Seohyun, walaupun sebenarnya bukan itu. Suara gadis ini, juga menarik. Bagi Luhan….

“Dia baru baru ini mengalami kecelakaan dan aku cemas jika dia harus pulang ke rumah sendiri”

Seohyun mengangguk, lalu berkata “Kau tidak menjemputnya?”

“Inginnya begitu, tapi… Aku harus menjemput Kyungri bersama Kwangmin-a”

“Jadi? Bukankah dengan mobil lebih bagus untuk menjemput si kepala batu itu?”

“Ya… Seandainya bisa”Chorong mendesah “Seohyun berontak tidak ingin dijemput olehku bersama Kwangmin, katanya dia benci berada satu mobil dengan pasangan”

Luhan Tersenyum sarkastis ‘Si menyebalkan nan merepotkan’

Tanpa ba-bi-bu, Luhan menyambar kunci mobilnya dan menepuk pundak Chorong sebelum kemudian pergi. Chorong tahu, tanpa berkata lebih lanjut, laki-laki itu pasti bergerak juga.

Chorong tersenyum sembari memandangi punggung itu ‘Kau butuh Seohyun,Luhan… Kau butuh bahagia’

Kemudian terungkaplah bahwa Chorong tak benar-benar jujur dengan alasan yang dia kemukakan. Bahwa itu hanya sekedar bualan—sebenarnya tidak benar-benar bualan—agar rekan se-tim penelitiannya itu belajar untuk membuka hati. Dia ingin Luhan bersama Seohyun. Dia ingin berbahagia bersama.

Sebagai rekan yang menguatkan, sebagai teman yang baik dan sebagai seorang keturunan Park… Paling tidak ini hadiah kecil untuk membalas budi baik Luhan.

Chorong tersenyum dan berniat untuk menghampiri Baekhyun dan Profesor Jung yang kini melambaikan tangan padanya ketika kemudian sela di jemarinya terasa penuh. Jari yang sedikit kasar, lebih besar dan kuat namun tak menyakiti… Hanya satu pria yang memilikinya di dunia. Chorong menoleh dan tersenyum kemudian “Kwangmin-a!”

“ya. Bersama dengan Kyungri”Ujar Kwangmin. Kyungri yang berada di gendongan Kwangmin pun melempar senyum pada sang ibu

“Eomma… Ayo pulang, aku lapar~~”

Chorong terkekeh “Baiklah. Tapi setelah menyapa Paman Baekhyun dan Prof Jung yah?”

Kyungri memutar bola matanya,lalu mengangguk “eum, baiklah”Ujarnya.

Bocah dengan bola mata hitam itu kemudian berpindah di gendong Chorong. Kwangmin kemudian mengikuti Chorong dan Kyungri tepat di belakang

***

“Heih,kenapa kau disini kkotminam berwajah Chinese?!”

Luhan tahu akan seperti apa perlakuan Seohyun padanya. Dia juga tahu kata-kata itu yang pasti keluar dari mulut si gadis keras kepala yang kini berponi tersebut. Dia dan Seohyun adalah dua manusia yang tak mampu mengibarkan bendera damai.

“Bahkan untuk nama ejekan pun kau sangat tidak kreatif. Sungguh, jika ingin mengejekku, persingkat ejekanmu itu,bodoh!”

“Apa katamu?! Kau…”

Sebelum Seohyun sempat melontarkan ucapan menyebalkan lagi, Luhan membopong tubuh itu, menaikannya ke mobil bersama dengan kedua tongkat penyangga gadis itu

Mobil melaju kemudian

“Hei, jelaskan padaku bagaimana bisa kau yang datang dan bukannya Chorong!”

Luhan mendesah pasrah “Apa dengan keadaan begitu kau tetap bisa marah-marah,nona Seo?”

Seohyun tergelak mendengar ucapan Luhan. Hatinya mencelos, lalu berubah diam “Mian… Harusnya aku berterima kasih padamu”

“Aku tidak butuh terima kasihmu,nona”ujar Luhan dingin “yang harus kulakukan adalah memastikanmu sampai di tempat tinggalmu dengan selamat”

Seohyun tersenyum tipis “Pasti… Karena Chorong, kan?”

Luhan tidak lantas memberi jawaban. Laki-laki itu hanya berdiam sembari memfokuskan pandangannya ke depan jalan. Seohyun tahu, membahas Chorong bukan lagi hal biasa bagi mereka. Membahas Chorong bukan lagi hal lumrah diantara kediaman mereka. Seohyun tak mau membahas istri orang dengan pria lajang yang telah patah hati itu.

“Oh iya,Luhan…”

“Heum?”

“Apa kita bisa mampir di suatu tempat?”

Luhan memicing “jika ini tentang klubing atau pesta pora, maka lupakan! Aku tidak-”

Tuk! Seohyun membuat laki-laki itu mengerang tertahan. Memancing kekesalan Luhan “Hei!”

“Nah, itu baru Luhan yang kukenal”

Luhan mendengus mendengar ucapan gadis itu. Di satu sisi dia telah cukup terbiasa dengan perlakuan Seohyun padanya. Namun dia tak dapat memungkiri bahwa terkadang dia benci menjadi orang menyebalkan dimata gadis keturunan keluarga bermarga Seo ini. Kadang, dia ingin menjadi sosok baik saja dimata Seohyun. Tidak harus baik, tetapi jangan menjadi menyebalkan

“nah, kau mau kemana?”

Seohyun tampak berpikir sebelum kemudian tersenyum dan berkata “Tempat indah dengan pohon pink”

Luhan merotasikan bola matanya sebelum kemudian mengangguk “Baiklah. Tapi pastikan kau memberiku imbalan untuk ini. Kau membuatku melanggar aturan dalam keluargaku”

“Aturan?”

“ya. Aturan untuk tidak bepergian bersama seorang gadis pelajar diatas pukul sepuluh”

Seohyun mendengus “oh, ayolah. Kau terlalu kolot, pria cantik”

“Dan kau terlalu kepala batu, gadis berisik!”

.

.

.

“I..Ini?”

Seohyun tersenyum “bukankah sudah kukatakan ini keren?”

Kali ini Luhan benar-benar harus mengalah, memilih untuk tidak beradu argumen dengan Seohyun karena jelas bahwa gadis ini berkata benar dan Luhan bahkan terpesona oleh gradasi pink dengan terpaan cahaya lampu jalan yang semakin menambah keindahan tempat tersebut.

Seohyun bergerak dengan bantuan tongkat penyangganya menuju pohon –yang entah apa namanya itu– disana. Pohon yang besar dan kelihatannya sudah berumur cukup tua. Sementara Luhan baru akan melangkah menyusul Seohyun ketika sebuah kelopak dari banyaknya guguran kelopak bunga dari pohon yang didominasi warna pink tersebut disana jatuh tepat di telapak tangannya. Sebuah kelopak berbentuk nyaris menyerupai tanda hati. Beberapa menit Luhan sibuk memperhatikan kelopak berbentuk hati tersebut. Jemarinya tergerak untuk segera merapat, ingin mengekang kelopak itu namun angin dengan cepat menerbangkan, membuat Luhan kehilangan.

Dia ingin memiliki kelopak itu, namun tak bisa. Sang kelopak tak ingin tinggal, dia beranjak. Dia pergi bersama angin…

Begitupun dengan gadis musim seminya. Chorong… Takkan bisa diraihnya. Namun meski begitu, selamanya…. Chorong bagai bunga sakura yang akan mekar. Semua akan terus hidup, termasuk dirinya, yang tidak memiliki cinta dari gadis musim seminya…

“Hei,kkotminam! Ayo fotokan aku”

“Ck, bawel”

Luhan meraih kameranya, bersiap membidik Seohyun dan… Jepret. Beberapa kali Luhan mengabadikan ekspresi gadis Seo itu. Barulah pada foto terakhir, Luhan menyadari sesuatu.

Sesuatu yang diucapkan gadis itu… sesuatu yang dia tahu membuatnya tersenyum.

Sa-Rang-Hae!

=OWARI=

Fanfiction abal yang mungkin sangat sangat nista. Terinspirasi saat memikirkan nasib proposal yang tak kunjung selesai karena mood penulis yang turun… Astaga~~

Aku masih pemula dan butuh belajar sehingganya kritik, saran dan bentuk koreksi lainnya dengan senang hati kunanti dari kalian ^^

Aku tidak pandai berkata-kata… Jadi kuharap kalian menyukai FF abal ini ^^

Advertisements

13 thoughts on “[Drabble] (not) my spring

  1. bagus tp pas awal nya aku rada bingung,alur nya yg bikin rada bingung di part chorong si pembaca gak bisa menggambarkan beberapa kejadian itu menurut aku next and fighting okey

Silahkan berkomentar~ ^^ #AceBabySeoHanjjang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s