When The King Meets The Queen

picsart_04-28-08.58.24.png

Title : When The King Meets The Queen

Author : Fera Annita

Cast(s) : Lu Han, Seo Joo-Hyun

Support Cast(s) : Find by Yourself

Genre(s) : Romance, School-Life, Alternate Universe (AU)

Rated : Teens

Length : 2/3

Poster Art : xiaoluseobaby.tumblr.com

Disclaimer : Fanfiction and storyline is mine. Cast(s) is belong to God, their parents and management.

== WHEN THE KING MEETS THE QUEEN ==

“Hey, kau sudah mendengar jika Lu Han dan Seohyun bertunangan?”

“Astaga, benarkah Lu Han dan Seohyun bertunangan? Aku benar-benar tak bisa membayangkan bagaimana kehidupan Seohyun setelah ini.”

“Sungguh malang nasib Seohyun. Aku tak sanggup membayangkannya.”

Sedari pagi topik itu menjadi headline hangat di Seoul High School. Lu Han, sang pangeran iblis berwajah malaikat dikabarkan bertunangan dengan Seohyun yang berada satu tingkat di bawah gadis itu. Ini adalah sesuatu yang tak bisa di percaya, terlebih Lu Han maupun Seohyun tak pernah mengobrol ataupun bertatap wajah secara langsung.

Seohyun, gadis yang kini menjadi bahan pembicaraan hanya menghela nafasnya pelan. Ia lalu menempelkan kepalanya di atas meja sebagai ekspresi perasaan yang di rasakannya. “Ya! Seohyun-ah, kenapa kau bisa bertunangan dengan pangeran iblis berwajah malaikat itu?” tanya teman sebangku Seohyun bernama Hayoung.

“Aku tak mau membahasnya, Hayoung-ah,” Seohyun bergumam frustrasi. “Yang jelas umurku akan berkurang banyak karenanya.”

Sementara itu, di kelas 12-1 tampak Lu Han tengah di kelilingi oleh teman-temannya.

“Apa?” Lu Han mengerutkan dahinya. “Kalau kau bertanya tentang gosip itu, itu memang kenyataan.” Ucapnya singkat.

“Haissh.. Lu Han, tapi kenapa dari sekian banyak gadis yang di sekolah ini harus dia yang bertunangan denganmu? Kau tahu bukan jika aku mengincarnya sudah lama.” Gerutu Seungri kesal.

“Lalu apa masalahku kepadamu?” sahut Lu Han datar.

“Ya! Haissh kau itu sangat menjengkelkan. Aku bertanya kenapa kau harus bertunangan dengannya.” Balas Seungri.

“Tidak ada alasan yang harus di jelaskan.”

“Ya!” Seungri menghela nafasnya kesal. “Yoona-ya, aku benar-benar tak habis pikir dengan saudara kembarmu ini kenapa terkadang sangat menjengkelkan.”

“Jangan bertanya kepadaku, terkadang ia juga sangat menjengkelkan kepadaku.” Sahut Yoona mengangkat bahunya.

“Oh astaga, bagus kalian berdua memang terbukti saudara kembar. Kalian sama-sama menjengkelkan.” Ucap Seungri mengibaskan tangannya ke udara seolah kesabarannya seakan sudah habis.

Lu Han memilih tak mendengar ocehan Seungri yang terus menggerutu karena berita pertunangannya dengan Seohyun. Ia lebih memilih menatap ke arah luar jendela dan tersenyum tipis melihat Seohyun berada di antara siswa lain yang sedang mengikuti pelajaran olahraga.

== WHEN THE KING MEETS THE QUEEN ==

“Kau tahu,” Chorong menyedot minumannya menggunakan sedotan saat jam makan siang. “Rasanya mengerikan sekali kau bertunangan dengan Luhan Sunbae. Kau tahu bukan pria itu sangat menjengkelkan terlebih mengingat rekornya menaklukkan banyak gadis di sekolah ini?”

Tentu saja, topik tersebut akan menjadi bahan pembicaraan yang hangat saat jam makan siang. Lihat saja, baik Hayoung, Chorong ataupun Bomi tetap membicarakan hal itu.

“Kurasa dia bertaruh dengan teman-temannya. Oh hati-hatilah Seohyun, aku takut jika ia akan berbuat sesuatu yang buruk kepadamu.” Sahut Bomi seraya bergidik memeluk dirinya sendiri berpura-pura seolah ia ketakutan.

“Sesuatu yang buruk, apa maksudmu?” tepat di samping kiri Seohyun terdengar suara pria yang tiba-tiba saja terdengar membuat Bomi, Chorong dan Hayoung terkejut refleks sedikit berteriak. “Ya! Kalian bertiga sangat berisik sekali sampai teriakan kalian membuat telingaku berdengung.” Ucapnya mengusap telinganya beberapa kali.

“S-Sunbae, maafkan kami.” Ucap Bomi, Chorong dan Hayoung bersamaan seraya berdiri dan sedikit membungkukkan badannya.

“Ck,” Luhan sedikit berdecak mendengar permintaan maaf dari teman-teman Seohyun. Ekor matanya lalu sedikit melirik Seohyun yang masih duduk di kursinya dan memejamkan matanya seolah sudah pasrah dengan apapun yang terjadi. “Kau harus sedikit menjaga jarak hubungan pertemananmu dengan mereka, aku tak mau kau terpengaruh dan menjadi seperti mereka yang membicarakan orang lain dari belakang.” Ucap Luhan menepuk kepala Seohyun lembut dan beranjak pergi meninggalkan mereka berempat.

“Astaga, Seohyun,” Seohyun menatap Hayoung yang sama sekali tak percaya dengan apa yang di lihatnya baru saja. “Sejak kapan kau bisa menjinakkan pangeran iblis berwajah malaikat itu?” ucapnya menggelengkan kepalanya beberapa kali.

== WHEN THE KING MEETS THE QUEEN ==

“Eomma, kenapa barang-barangku tidak ada di Kamar?” Seohyun mengadukan masalahnya yang kamarnya kosong melompong saat gadis itu pulang sekolah dan melihat kamarnya.

“Aigo,” Eomma Seohyun menggumam seraya mengaduk masakannya yang tengah di buat untuk makan malam nanti. “Memangnya Luhan tidak membicarakannya? Astaga, ia pasti sibuk ujian masuk Universitas sehingga tidak sempat membicarakannya kepadamu.”

“Eomma, memangnya ada apa? Dan mengapa berhubungan dengan Luhan?” tanya Seohyun semakin tak mengerti dengan apa yang di maksudkan oleh Ibunya. Hanya satu hal yang dapat ia tangkap dari pembicaraan Ibunya, saat beliau mengucapkan nama Luhan itu mengartikan jika ada sesuatu yang buruk baginya yang akan terjadi.

“Jadi, Eomma, Appa dan kedua orang tua Luhan sudah sepakat jika kau dan Luhan akan tinggal bersama di Apartemen sejak hari ini. Luhan juga sudah menyetujuinya, jadi Eomma kirim saja barang-barangmu ke Apartemen Luhan.” Ucap Ibu Seohyun senang. “Jadi, mulai hari ini pulanglah ke apartemen Luhan, kau bisa mengunjungi Eomma dan Appa sekali dalam sebulan.”

Oh astaga, entah apa yang merasuki kedua orang tua Seohyun hari ini. Semuanya terjadi begitu cepat dan mendadak, hari ini ia di beri tahu jika ia sudah bertunangan dengan Luhan dan sekarang ia harus tinggal bersama dengan pria itu. Apakah hari ini adalah hanya sebuah April Mop semata? Ataupun, apakah hanya ini mimpi?

Jika ini memang kenyataan, maka selamat datang di mimpi burukmu Seohyun…

== WHEN THE KING MEETS THE QUEEN ==

“Ke mana saja kau hari ini? Kau pulang terlambat.” Ucap Luhan menyambut Seohyun di Ruang Tamu begitu Seohyun tiba di Apartemen Luhan. Cukup buruk sebenarnya, apalagi Eomma-nya terus menyuruhnya untuk pulang ke Apartemen pria itu di bandingkan kembali ke rumahnya.

“Kau harus belajar menjadi istri yang baik bagi Luhan kelak, Seohyun. Ini kesempatan yang baik untuk kau belajar mengurus suami..” begitulah yang di katakan oleh beliau saat Seohyun merengek ingin pulang saja di rumah yang telah ia tinggali sejak kecil.

“Maaf..” ucap Seohyun pelan sembari melepas sepatunya dan menaruhnya di rak.

“Cukup beruntung Apartemen ini memiliki dua kamar,” ucap Luhan dengan mata yang tak beranjak menatap layar televisi saat Seohyun berjalan masuk ke Ruang Tamu. “Kau bisa tidur terpisah denganku, kamarmu berada di pojok dekat dengan Dapur. Semua sudah di bereskan tinggal kau pakai saja.”

“Terima kasih, Sunbae.” Ucapnya singkat namun respons berikutnya yang dapat di lihat adalah Luhan mendecakkan lidahnya seorang kurang puas dengan ucapan Seohyun.

“Jangan memanggilku Sunbae saat berada di luar sekolah, aku tak menyukai orang memanggilku Sunbae saat di luar lingkungan sekolah. Kau bisa memanggil namaku saja atau apapun itu karena aku berjarak satu tahun lebih tua darimu.” Ucap Luhan datar.

“Baiklah, ehm… L-Luhan Oppa..” dengan sedikit wajah yang memerah karena malu Seohyun mengatakan hal itu, gadis itu lalu berlari kecil menuju kamarnya tak mengindahkan Luhan yang masih duduk terdiam di Sofa.

Sebenarnya, Luhan tersenyum kecil saat Seohyun dengan canggung memanggil namanya dengan embel-embel Oppa. Suara Seohyun terdengar cukup lucu di indra pendengarannya. Rupanya keputusan yang ia ambil menyetujui untuk Seohyun tinggal bersamanya memang tak salah, terlebih mereka hanya tinggal berdua.

“Huah.. Eomma jahat malah menyuruhku tinggal bersama dengannya..” Seohyun menghempaskan dirinya sendiri di atas kasur miliknya. “Bahkan aku hanya mengenalnya dari nama dan apa yang di ceritakan Bomi dan Chorong semata. Huaaahhh, eotteoke?” gumamnya seraya memeluk boneka keroro yang dapat ia raih tidak jauh dari jangkauannya.

“Hm.. Tunggu,” Seohyun memposisikan dirinya menjadi duduk dan memperhatikan boneka yang ada di pelukannya. “Seingatku, aku tak punya boneka keroro yang ini. Ini boneka edisi khusus yang sangat aku inginkan namun Eomma dan Appa melarangku untuk membelinya.” Gumam Seohyun pelan.

“Kenapa Luhan Sunbae tahu jika aku menyukai Keroro?” gumam Seohyun. Sejenak kemudian gadis itu segera menggelengkan kepalanya beberapa kali. “Tidak, tidak mungkin Luhan Sunbae mengetahuinya. Pasti Eomma dan Appa memberi tahu ia jika aku menyukai keroro.”

Sekali lagi Seohyun menatap boneka yang ada di pelukannya. “Tapi kenapa aku merasa senang jika ia memberikan boneka ini karena ia tahu aku menginginkannya?”

== WHEN THE KING MEETS THE QUEEN ==

Hari-hari yang di lalui Seohyun sepertinya tidak lepas dari efek berita yang di timbulkan oleh Luhan, lihat saja hari ini ia di cegat oleh beberapa gadis kelas dua belas saat ia hendak mengembalikan buku ke Perpustakaan.

“Annyeong Sunbae..” Seohyun menyapa dengan sopan gerombolan gadis berjumlah tiga orang itu. Jangan salah paham, itu hanyalah bagian dari formalitas semata.

Seorang gadis hanya mendelik saat Seohyun menyapa mereka dengan sopan. “Jangan bertingkah manis di hadapan kami, gadis murahan.” Ucapnya seraya mendorong Seohyun hingga terdorong mundur beberapa langkah. “Aku tahu kau menggoda Luhan Oppa dan menyebarkan gosip seperti itu agar orang lain melihatmu.”

“Aku tak mengerti dengan apa yang di maksudkan oleh Sunbae.”ucap Seohyun menanggapi ucapan gadis di hadapannya. Gadis itu sedikit melirik nametag yang tersemat di dadanya, membaca huruf hangul yang tertera. ‘Jadi namanya Krystal? Luhan Sunbae, bisakah kau berhenti membuatku berada dalam banyak masalah?’ Seohyun bergumam di batinnya.

“Kau itu bodoh atau memang pura-pura tidak tahu?” ucap seorang gadis lain bernama Suzy berbicara. “Sejak muncul kabar jika kau bertunangan dengan Luhan Oppa, ia bahkan tak mau lagi berkencan atau bersenang-senang dengan kami semua. Kau adalah sumber masalahnya.”

“Tapi hal itu bukan berarti aku di sangkut pautkan karena ia tak mau berkencan dengan Sunbae?” ucap Seohyun pelan.

“Ck, dasar kucing jalang berwajah polos,” seorang gadis bernama Seulgi mendecakkan lidahnya kesal. “Aku tahu apa yang kau lakukan, menjebaknya untuk tidur bersama dan mengancam akan menyebarkan foto kalian jika ia tak mau menurut denganmu. Aku tahu semua itu.” Ucapnya seraya melipat kedua tangannya di depan dada.

Menjebak Luhan? Astaga, apa yang sebenarnya gadis di hadapan Seohyun saat ini pikirkan? Apakah ia banyak menonton drama murahan sehingga otaknya mengalami korsleting? Atau hal lainnya? Bisa-bisanya ia mengatakan hal itu, yang bahkan tak pernah sedikit pun terlintas di pikiran Seohyun sekali pun mereka berdua tinggal bersama.

Seohyun lantas mengerutkan dahinya. “Untuk apa aku melakukannya, Sunbae? Bahkan aku tak berharap terkenal sedikit pun atau mendapat popularitas karena berita itu.” Ucapnya.

“Ya! Kau itu sama sekali tak memiliki sopan santun di hadapan seniormu.” Ucap Krystal kesal dengan sikap tenang Seohyun. “Apa kau merasa hebat karena kau dekat dengan Luhan Oppa, eoh?”

Seohyun menggelengkan kepalanya. “Untuk apa aku merasa bangga?” sahutnya.

“Anak ini..” Krystal berdesis kesal dengan respon Seohyun. Tangan kanannya terangkat dan di ayunkan hendak menampar gadis di hadapannya dengan cukup keras.

Seohyun memejamkan matanya, bersiap menerima apa yang di lakukan Krystal olehnya. Namun beberapa saat ia tidak merasakan apa-apa, membuat matanya sedikit terbuka untuk melihat apa yang terjadi.

Luhan, pria itu berdiri di hadapan Seohyun dengan tangan kanannya yang memegang tangan Krystal seolah menahan tangan gadis itu agar tidak menyentuh permukaan pipinya. “Jangan pernah menyentuh Seohyun sedikit pun atau kau akan berhadapan langsung denganku.” Ucapnya dingin menghempaskan tangan Krystal cukup keras.

“Oppa, kenapa kau marah kepadaku? Seharusnya aku yang marah kepadamu karena dia kau tak pernah mau di ajak berkencan atau bersenang-senang lagi.” Ucap Krystal merajuk berpura-pura kesal dengan sikap Luhan. Sesuatu yang tak pernah gagal di lakukannya untuk membuat para pria bertekuk lutut di hadapannya.

“Krystal, ku sarankan berhenti bersikap manis di hadapanku mulai saat ini,” ucap Luhan tak menghiraukan tingkah Krystal yang terlihat manis. “Aku muak melihatmu seperti itu di hadapan semua pria, dan jangan pernah memanggil Seohyun dengan sebutan jalang. Ia sama sekali tak pantas di sebut seperti itu, lebih baik kau memanggil dirimu sendiri dengan sebutan itu. Itu jauh lebih pantas untukmu.” Ucapnya memegang pundak Seohyun dan membawanya pergi.

“Kenapa kau menolongku?” tanya Seohyun kepada Luhan saat mereka sudah beberapa meter menjauhi tempat itu. “Bukankah akan jauh lebih baik jika kita berpura-pura tak mengenal dan berita itu akan reda dengan sendirinya.”

“Kenapa?” Luhan mengerutkan dahinya. “Aku tak punya alasan untuk tak menolongmu lagi pula aku tak mau kau terluka atau apapun itu karenaku.” Ucapnya.

“Kalau begitu, kenapa kau berhenti bermain atau berkencan dengan mereka?”

“Aku bosan dengan mereka,” Luhan menghela nafasnya pelan. “Lagi pula aku sama sekali tak keberatan menghapus semua kebiasaan burukku karena kehadiranmu di sampingku.” Ucapnya menoleh kepada Seohyun dan menatap langsung kedua mata gadis itu.

“Eh?” Seohyun sama sekali tak mengerti dengan ucapan Luhan.

“Sudahlah, aku kembali ke Kelas. Jangan lupa pulang sekolah tunggu di depan pintu kelasku, kita pulang bersama.” Ucap Luhan menepuk kepala Seohyun pelan sebelum pria itu beranjak pergi meninggalkan Seohyun yang masih mematung di tempatnya berpijak.

‘Tuhan, apa maksudnya Luhan Sunbae mengatakan hal itu?’ berbagai pertanyaan menggantung di atas kepala Seohyun. ‘Dan ada apa denganku? Kenapa aku merasa bahagia dengan ucapannya?’

== WHEN THE KING MEETS THE QUEEN ==

Hari beranjak menuju malam, namun bagi Seohyun ini adalah Neraka baginya. Apartemen Luhan sedang dalam kondisi listrik mati dan di luar hujan turun cukup deras di sertai angin dan petir. Sejujurnya, ia sama sekali tak mempermasalahkan hujan atau listrik mati namun yang ia permasalahkan adalah petir. Ya, Seohyun memiliki ketakutan kepada petir.

“Kyaaaaaaaaaa…” Seohyun kembali berteriak seraya menutup telinganya saat terdengar suara petir menyambar. Ia lalu mengangkat selimut yang menutupi kepalanya berharap hujan cepat reda sehingga ia bisa tidur dengan tenang malam ini.

“Seohyun..” terdengar suara pintu terbuka namun Seohyun enggan untuk menyibakkan selimutnya melihat siapa yang membuka pintu kamarnya. Orang tersebut menghela nafasnya pelan, seolah ia sudah memperkirakan kondisi Seohyun yang seperti ini.

“Seohyun..” orang tersebut memanggil Seohyun dengan lembut, gadis itu mengenali suara itu. Itu adalah suara Luhan, yang memanggilnya dan mengusap kepalanya dengan lembut. Tangan pria itu lalu menarik selimut yang menutupi wajah Seohyun, menampakkan wajah Seohyun yang terlihat kacau dengan air mata yang membasahi pelupuk matanya.

“A-aku..” ucapan Seohyun tertahan kala Luhan menempelkan jari telunjuknya di depan bibir Seohyun, membuat gadis itu terdiam seolah mengerti dengan maksud Luhan.

“Kau tak perlu berbicara apapun,” sahut Luhan singkat. “Aku di sini untuk menemanimu, jangan takut.” Ucapnya mengusap rambut panjang milik Seohyun.

Nyaman, itulah yang di rasakan oleh Seohyun kala Luhan mendekapnya untuk menenangkan dirinya. Seolah dada bidang milik pria itu memang untuknya, satu-satunya tidak ada yang lain. Tapi benarkah? Apakah yang berada dalam hati Seohyun saat ini adalah benar? Bagaimana jika kenyataannya dada yang disandarnya saat ini pernah dibuat bersandar oleh gadis lain? Hati Seohyun bergemuruh jika mengingatnya.

Ia sama sekali tak ingat berapa lama ia bersandar, yang ia ingat adalah rasa nyaman yang ia rasakan membuatnya terbuai ingin memejamkan mata sejenak, bukan tidur. Hanya untuk memejamkan mata saja.

“Seohyun..” panggil Luhan seraya mengusap kepala Seohyun, pria itu mengerutkan dahinya tak mendapatkan jawaban dari gadis itu setelah beberapa saat. “Seohyun..” pria itu sekali lagi memanggil Seohyun.

Pria itu lalu menundukkan kepalanya melihat Seohyun, Luhan hanya tersenyum gemas saat melihat Seohyun memejamkan matanya tertidur. Hanya suara deru nafas yang dapat membuktikan jika gadis itu tertidur dalam dekapannya.

“Kau itu,” ucapnya menghela nafasnya pelan seraya memindahkan kepala Seohyun perlahan tak ingin membuat gadis itu terbangun kepada bantal yang empuk. Setidaknya bantal tak akan membuat leher Seohyun pegal nantinya saat ia membuka matanya di pagi hari. Luhan juga tak lupa menarik selimut hingga sebatas dada gadis itu dan duduk di tepi ranjang.

“Seohyun, senang bisa bertemu denganmu sekali lagi,” ucap Luhan mengusap pipi Seohyun, membuat gadis itu sedikit terusik di tidurnya namun berikutnya ia hanya mengubah posisi tidurnya. “Aku ingin menepati janji kita dulu, Seo..”

== WHEN THE KING MEETS THE QUEEN ==

“Maaf sudah membuatmu menungguku semalaman.” Ucap Seohyun membungkuk meminta maaf saat jam makan siang gadis itu segera menuju lingkungan kelas dua belas, di mana tepat waktu sekali Luhan baru saja keluar dari kelasnya ketika Seohyun tiba.

“Aku tak mempermasalahkannya, kau tak perlu meminta maaf kepadaku.” Ucap Luhan singkat seraya mengibaskan tangannya beberapa kali. “Kau kembali ke kelasmu, kau harus makan siang.”

“Sekali lagi aku minta maaf,” ucap Seohyun pelan. Ia lalu menyodorkan sebuah bungkusan yang dibawanya kepada Luhan. “Ini, sebagai permintaan maafku aku membuatkanmu bekal. Permisi Sunbae.” Ucapnya pelan seraya membalikkan badannya hendak beranjak dari tempat itu.

“Tunggu,” ucap Luhan menahan tangan Seohyun agar gadis itu tidak pergi. “Kita makan ini bersama-sama.”

“Eh? Tapi.. Tapi..”

“Tidak ada penolakan yang aku dengar darimu Seohyun.” sahut Luhan tegas membuat Seohyun mengangguk pasrah tak bisa berkata apapun.

Tak tahukah Seohyun, jika sebenarnya pria di hadapannya hampir saja ingin tersenyum lebar melihat tingkah Seohyun yang sangat lucu dalam pandangannya?

== WHEN THE KING MEETS THE QUEEN ==

“Huft..” Seohyun menghela nafasnya pelan saat ia membersihkan kamarnya di hari Minggu pagi yang cerah. Lagipula sebagian barang-barangnya memang masih berada di kardus, hanya yang penting saja yang di keluarkan dari kardus.

“Aku bingung, sebenarnya apa yang Eomma pikirkan sampai mengirim semua barang-barangku kemari seolah aku di buang olehnya? Memangnya aku akan tinggal selamanya di sini?” gumam Seohyun seraya menata ulang buku-buku yang tertumpuk acak.

“Nah selesai,” gumam Seohyun senang saat melihat barang-barang yang tertata di kamarnya sudah terlihat rapi. “Sekarang apa yang harus aku lakukan?” gumamnya pelan.

Luhan tak berada di apartemen dari pagi. Seohyun sama sekali tak tahu pria itu pergi ke mana karena Luhan pergi saat Seohyun tertidur. Ia hanya meninggalkan sebuah catatan jika ia akan kembali saat makan siang.

“Ah benar juga,” gumam Seohyun tiba-tiba saja memikirkan sesuatu. “Kenapa aku tak membersihkan kamar Luhan Sunbae juga? Ia pasti akan senang jika aku membersihkannya, lagi pula anggap saja ucapan terima kasih karena sudah banyak menolongku.” Gumamnya meraih alat kebersihan dan beranjak menuju kamar Luhan yang tepat berhadapan langsung dengan kamarnya.

“Ah, beruntung sekali pintunya tidak terkunci.” Gumamnya mendorong pintu kamar Luhan dan masuk ke dalamnya.

Kamar yang di tempati Luhan cukup luas seperti kamarnya, walaupun terlihat jauh lebih luas kamar pria itu dibandingkan kamar yang di tempati olehnya. Dan satu hal yang dapat menggambarkan kamar Luhan saat Seohyun pertama kali memasukinya, ruangan yang di dominasi oleh warna putih itu terlihat sangat rapi, sangat berbeda dengan kamar laki-laki pada umumnya.

“Kurasa ia tak perlu bantuanku dalam mengurus kamarnya,” gumam Seohyun menghela nafasnya kecewa. Baru saja ia hendak keluar dari kamar pria itu, matanya menangkap sesuatu yang menarik dalam pengelihatannya. “Apa ini?” gumam Seohyun meraihnya dan melihatnya dengan seksama.

“Sejak kapan Luhan Sunbae memiliki fotoku ketika kecil?” gumam Seohyun bingung melihat potret dirinya ketika kecil. Ia lalu mengembalikan foto tersebut kepada tempatnya sampai kedua matanya kembali menemukan sesuatu yang membuatnya tidak percaya.

“Ini,” gumam Seohyun ketika meraih pigura foto di mana sepasang anak kecil tengah tertawa bersama dengan ceria di potret itu. “Kenapa ia juga punya foto aku bersama dengan Xiao Lu?” gumamnya.

Ia ingat, saat dirinya berumur tujuh tahun dahulu ia memiliki seorang teman yang berasal dari China yang tinggal di samping rumahnya. Ia tak tahu nama sebenarnya, ia hanya memanggilnya dengan sebutan Xiao Lu karena kedua orang tuanya memanggil anak itu dengan sebutan itu. Sayangnya, ketika Xiao Lu berumur sepuluh tahun, kedua orang tuanya harus kembali ke China sehingga tak ada pilihan lain bagi Xiao Lu untuk mengikuti kedua orang tuanya.

“Apa yang kau lakukan di kamarku, Seohyun?” suara itu mengintrupsi Seohyun, membuat gadis itu menoleh. Terlihat Luhan berada di ambang pintu menatapnya meminta penjelasan.

Pria itu melirik figur foto yang di pegang oleh Seohyun. “Jadi kau sudah melihatnya?” gumam Luhan menghela nafasnya pelan.

“Ja-Jadi Sunbae adalah Xiao Lu?” tanya Seohyun tak percaya dengan apa yang baru saja di ketahuinya.

“Kenapa?” Luhan tersenyum miris. “Kau ingin bertanya kepadaku kenapa aku merahasiakannya kepadamu?”

“A-aku..” Seohyun kehilangan kata-kata untuk berbicara. Ia sama sekali apakah ia harus senang karena teman kecilnya berada di hadapannya saat ini ataukah harus tidak mempercayai apa yang baru saja di ketahuinya.

“Sudahlah, Seohyun, aku tahu kau akan mengetahuinya cepat atau lambat,” ucap Luhan kembali menghela nafasnya pelan. “Kau boleh membatalkan pertunangan kita jika kau mau, Seohyun. Aku akan mengurus semuanya, termasuk kepindahanmu kembali ke rumahmu.”

“Kau boleh keluar dari kamarku sekarang.” Ucap Luhan pelan.

TO BE CONTINUE…

Advertisements

3 thoughts on “When The King Meets The Queen

  1. Yaa,, luhan kok keknya putus asa gitu, kan seohyun udh tau klo dia xiao lu..
    Lnjutkn, penasaran nih

Silahkan berkomentar~ ^^ #AceBabySeoHanjjang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s