When The King Finds The Queen (Special Part : LuHan Side)

0066KIg7jw1f3gz5apz8dj31kw11x44y

Title : When The King Finds The Queen

Author : Fera Annita

Cast(s) : Lu Han

Support Cast(s) : Find by Yourself

Genre(s) : Romance, School-Life, Fluff, Alternate Universe (AU)

Rated : Teens

Length : 1/1

DISCLAIMER : FANFICTION AND STORYLINE IS MINE. CAST(S) IS BELONG TO GOD, THEIR PARENTS AND MANAGEMENT.

 

== WHEN THE KING FINDS THE QUEEN =

 

“Xiao Lu, kalau sudah besar kau mau menjadi apa?”

Aku tersenyum kecil jika mengingatnya. Bukan, aku bukan menertawakan diriku di masa kecil yang terlihat polos ataupun pertanyaan itu melainkan seseorang yang bertanya kepadaku saat itu. Saat itu umurku sepuluh tahun dan aku mempunyai teman yang merupakan tetangga sebelah rumahku. Aku lupa dengan namanya, apakah namanya Sohyun? Atau mungkin Suhyun? Atau mungkin juga Siyeon? Entahlah, aku sama sekali lupa. Yang aku ingat adalah ia memiliki pipi yang tembam seperti kue bakpau yang biasa di Nenek untukku.

Sayangnya beberapa bulan kemudian aku harus kembali ke China mengikuti orang tuaku karena pekerjaan, yang mengharuskan aku meninggalkan anak itu. Seorang anak perempuan dengan pipi yang tembam dan selalu membawa boneka kodok berwarna hijau. Ia selalu marah saat aku menyebut boneka itu kodok hijau. Dan ia adalah cinta pertamaku.

Konyol? Memang, mana mungkin di umurku yang baru sepuluh tahun aku mengenal cinta. Tapi percayalah, tak ada yang mustahil.  Jika memang ia bukan cinta pertamaku mana mungkin aku masih tetap mengingatnya selama delapan tahun terakhir seraya berusaha membayangkan bagaimana dirinya saat dewasa. Umurnya hanya berjarak satu tahun lebih muda dari aku jadi kurasa mungkin ia berumur tujuh belas tahun saat ini dan ia berada di kelas sebelas. Aku juga membayangkan bagaimana wajahnya ketika dewasa, ia akan tetap cantik jika wajahnya tak berubah banyak namun aku juga mengantisipasi jika ia berubah menjadi buruk rupa. Membayangkan itu membuatku bergidik.

“Xiao Lu, mau sampai kapan kau berada di Kamar? Cepatlah berangkat sekolah!” suara Ibuku memanggil dari lantai bawah. Aku melihat jam dinding yang terpasang di dinding kamarku, astaga melamun tentang teman masa kecilku membuatku akan terlambat berangkat sekolah jika tak buru-buru.

“Aku berangkat, Ibu.” Ucapku seraya berlari menuju Garasi rumah dan memutar kunci starter mobilku. Segera aku berangkat dengan kecepatan tinggi menuju sekolah, tapi tunggu sebentar, baru saja lima menit aku berangkat aku sudah terjebak di kemacetan. Oh astaga, bisakah sekali saja kota Seoul bebas dari macet? Aku terus menggerutu.

Ah ya, aku lupa mengatakan jika aku kembali ke Seoul dua tahun yang lalu dan sekarang aku berada di kelas dua belas Hyundai High School. Untung saja aku masih dapat berbahasa Korea sehingga tak sulit bagiku untuk beradaptasi dan tentunya banyak gadis yang berteriak kepadaku saat aku berlatih sepak bola. Hahaha.

Hey, aku bukan membanggakan diriku sendiri yang memiliki wajah tampan ini, hanya saja mereka yang mengejarku sehingga ku rasa tak buruk jika aku sedikit bermain dengan mereka. Berkencan dengan mereka lalu membuang mereka begitu saja. Jangan salah paham, mereka hanya ingin berkencan denganku saja kan? Dan aku mengabulkannya. Itu saja.

Hal itu tentu membuatku mendapatkan julukan ‘Pangeran iblis berwajah malaikat’ karena aku membuat mereka melambung tinggi seperti di Surga namun kemudian aku melemparkan mereka jatuh ke Neraka. Dan hatiku tetap ada seorang gadis yang memenuhiku, cinta pertamaku. Anak itu, aku berharap akan bertemu dengannya  lagi suatu hari nanti.

== WHEN THE KING FINDS THE QUEEN ==

 

Jika kalian bertanya bagaimana hariku di Sekolah maka kenyataannya adalah sangat membosankan. Pelajaran yang membuat tenagamu tersita cukup melelahkan ditambah persiapan untuk masuk ke Universitas.

“Oppa,” seorang gadis memanggilku, membuatku dengan sedikit enggan untuk menoleh kepadanya. Aku mengenalnya, ia Krystal. Pernah berkencan denganku sekali namun ia cukup menyebalkan sekeras apapun aku berusaha menghindarinya ia selalu berusaha untuk mendapat perhatianku. Menyusahkan. “Apa kau punya waktu hari ini? Aku ingin bersama denganmu hari ini.”

Aku memutar kedua bola mataku malas. Bersama denganku? Cukup denganmu Krystal, aku tersiksa dan sangat menyesal dulu pernah berkencan denganku. Anggap saja penyesalan seumur hidup. Dan satu hal yang harus ku ingat, kau berkata seperti itu kepada siapa pun yang berkencan denganmu. Perlu ku sebutkan siapa saja? Kris, Kyuhyun, Seokjin, Jungkook dan sederet nama lain yang membuatku muak.

Aku menyunggingkan ‘killer smile’ milikku. Tidak, senyuman ini tak akan membunuh orang namun cukup untuk membuat para gadis berteriak histeris melihatnya. “Ah benarkah seperti itu?” tanyaku. Jangan salah paham, itu hanya berbasa-basi. Tak ada maksud tertentu seperti apa yang Krystal pikirkan saat ini.

“Aku kesepian hari ini.” Ucapnya dengan nada manja. Hanya dengan mendengarnya saja membuatku mual. Lantas apa peduliku jika kau kesepian? Aku menggerutu dalam hatiku.

“Sayangnya maaf hari ini aku tak bisa menemanimu, aku sibuk. Lebih baik kau cari siapa saja yang mau menemanimu. Maaf.” Ucapku pelan seraya mendorong kursiku dan berjalan pergi meninggalkan kelas, meninggalkan gadis menyebalkan itu yang masih terpaku di tempatnya tak bisa berkata apa-apa.

Aku lantas memasukkan kedua tanganku ke dalam saku celanaku seraya berjalan menyusuri lorong sekolah. Bisakah Krystal tak menggangguku untuk sehari saja? Di antara para gadis yang pernah berkencan denganku hanya dia saja yang keras kepala masih mengejarku berharap aku memiliki perasaan kepadanya.

Baru saja kakiku hendak melangkah menuju atap, aku berpapasan dengan dua orang gadis yang cukup terkejut melihatku namun mereka segera berjalan cepat menuju arah yang berlawanan. Aku menoleh ke belakangku. Sepertinya mereka adalah kelas sebelas jika aku tak salah menduganya. Salah satu di antara gadis itu yang memiliki rambut panjang bergelombang dan cukup tinggi dibandingkan temannya mengingatkanku kepada anak itu. Cinta pertamaku.

Aku lantas menatap kembali ke depan dan beranjak menuju atap sekolah. Mengingat teman kecilku membuatku sedikit berpikir, apakah anak itu masih mengingatku?

== WHEN THE KING FINDS THE QUEEN ==

 

“Luhan, bisa kemari sebentar?” ucap Ibu memanggilku, membuat dahiku berkerut. Ada apa sampai Ibu memanggilku?

Aku lalu meninggalkan kegiatan belajarku dan turun ke lantai bawah di mana Ayah dan Ibu sudah menungguku di Ruang Keluarga. Cukup membingungkan karena jika Ayah dan Ibu duduk berdampingan seperti ini sudah membuatku tahu jika ada sesuatu yang penting yang akan di bicarakan.

“Duduklah, Nak..” ucap Ayahku mempersilakan aku untuk duduk dengan segudang pertanyaan di otakku.

“Apa yang ingin Ayah dan Ibu bicarakan?” tanyaku bingung, di raut wajah Ayahku maupun Ibuku tidak terlihat raut wajah muram layaknya awan mendung mengartikan jika bukan hal buruk yang akan di bicarakan oleh mereka. Membuatku cukup menarik nafas lega.

“Apa kau masih ingat saat sebelum kembali ke China kita bertetangga dengan keluarga Ahn?” tanya Ayahku membuka pembicaraan, membuatku semakin tak mengerti dengan apa yang akan kedua orang tuaku bicarakan.

Tentu saja aku mengenal keluarga Ahn. Satu-satunya keluarga yang menyambut kami dengan hangat karena Ahn Samchon adalah orang yang membantu kami untuk berkenalan dengan tetangga di sekitar.

Aku menganggukkan kepalaku. “Tentu saja Ayah, tapi apa hubungan keluarga Ahn dengan apa yang ingin Ayah bicarakan?” tanyaku tak mengerti.

Beliau lantas tersenyum kepadaku. “Kalau begitu, kau tentu masih ingat dengan Seohyun bukan?”

“Seohyun?” gumamku mengerutkan dahi. Seingatku aku tak memiliki kenalan yang bernama Seohyun.

“Putri keluarga Ahn, dia kini berumur tujuh belas tahun dan sekarang kelas sebelas di Sekolah yang sama denganmu.” Ucap Ibuku membuatku sedikit tersedak.

Apa? Putri keluarga Ahn? Jika iya, tentu saja aku ingat. Anak perempuan yang selalu bermain bersamaku. Anak yang berjarak satu tahun lebih muda dari ku dan selalu membawa boneka kodok berwarna hijau. Dan gadis kecil bermarga Ahn yang merupakan cinta pertamaku.

Jadi dia bernama Seohyun?

Jadi kami berada di Sekolah yang sama?

Jadi dia adalah Hoobae-ku saat ini?

Bagaimana rupanya sekarang? Apakah ia lebih cantik atau justru menjadi buruk rupa?

Ayah lalu menyodorkan sebuah foto kepadaku. Aku lantas menerimanya dan apa yang terpotret dalam foto itu membuatku terbelalak. Bagaimana tidak? Gadis kecil yang kini tumbuh dewasa dan cantik adalah salah satu Hoobae yang tadi siang berpapasan denganku. Astaga, itukah ia? Ahn Seohyun yang dulu merupakan anak kecil yang selalu membawa boneka kodok hijau?

“Maaf Ayah dan Ibu merahasiakan semua ini,” ucap Ayahku setelah beberapa saat terdiam. “Sebenarnya kami dan orang tua Seohyun sudah sepakat untuk menjodohkan kalian berdua sejak kalian kecil. Umurmu saat ini delapan belas tahun, jadi kurasa sudah saatnya kau mengetahui hal ini.” Ucap beliau.

Tak tahukah Ayah, aku sungguh berterima kasih karena kau sudah menjodohkanku dengan Seohyun. Berkat Ayah, aku bisa bertemu lagi dengan Seohyun.

== WHEN THE KING FINDS THE QUEEN ==

 

Aku akhirnya menyetujui untuk mengikuti permintaan Ayah untuk tinggal di Apartemen. Jika orang tua Seohyun menyetujui tawaran ini, maka aku akan tinggal bersama dengan Seohyun dalam satu Apartemen. Membayangkan hal itu saja sudah membuatku bahagia.

Barang-barangku sudah aku pindahkan ke Apartemen dan aku sudah selesai menyusunnya. Aku lalu melemparkan tubuhku ke Sofa, cukup empuk yang ku rasakan begitu permukaan Sofa yang empuk menyentuh tubuhku. Aku lalu menatap langit langit ruangan, sejenak aku membayangkan bagaimana kehadiran Seohyun di sini untuk setiap hari dan setiap waktu. Tertawa bersama, berbagi cerita dan mungkin aku akan cemburu kala ia menceritakan teman-temannya.

Sebuah pesan singkat tiba di ponselku ketika aku hendak memejamkan mataku untuk sejenak. Aku lalu meraih ponsel yang berada di meja akas dan menyentuh layar touchscreen. Sebuah pesan dari Ibuku.

From : Ibu

Subject : Selamat!

Wed, April 27 2016. 18.34

 

Xiao Lu, selamat besok kau bisa tinggal bersama dengan Seohyun. Ibu sudah membicarakan hal ini dengan orang tua Seohyun dan mereka menyetujui jika kalian tinggal bersama. Sekali lagi selamat!

 

P.S – Ibu hebat bukan dalam berusaha untuk membuat kedua orang tua Seohyun setuju? ^^)v rahasiakan ini dari Ayahmu, ini rahasia kita berdua.

Aku hanya tersenyum kecil kala membaca pesan dari Ibuku. Memang benar jika Ayah mengizinkan aku untuk tinggal bersama dengan Seohyun, namun tak boleh memaksa jika mereka memang menolak hal itu. Rupanya Ibuku bertindak lebih dulu agar mereka setuju, sepertinya Ibuku memang sangat berharap jika Seohyun yang akan menjadi menantunya kelas. Karena jika tidak, tidak mungkin Ibuku bertindak seperti itu.

Satu hal yang tak boleh aku katakan kepada gadis itu kala aku akan datang ke rumahnya besok pagi. Aku tak boleh mengatakan jika aku adalah Xiao Lu, teman masa kecilnya. Aku hanya takut ia tak akan mengenaliku atau mungkin ia sudah melupakanku. Lebih baik jika ia hanya mengenalku sebagai Luhan. Bukan Xiao Lu.

Aku mengepalkan kedua tanganku. “Aku akan menepati janji kita dahulu, Seohyun.” gumamku pelan.

THE END

Advertisements

3 thoughts on “When The King Finds The Queen (Special Part : LuHan Side)

  1. Wwaaahh jdi biang kerok penyebab mreka tnggal brsma, ibunya luhan toh 😂😂
    Chap ini cuma flashback tpi bikin greget ama klakuannya luhan,,
    Lnjut ^^

  2. Yyahh. .. Kok the end ,greget bget bcanya ,,pnasaran gmna mrka tinggal brsama,onni lanjut dong please….
    Daebak

Silahkan berkomentar~ ^^ #AceBabySeoHanjjang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s