When The King Meets The Queen (Epilogue)

Title : When The picsart_04-28-08.58.24.pngKing Meets The Queen

Author : Fera Annita

Cast(s) : Seo Joo-Hyun, Lu Han

Support Cast(s) : Find by Yourself

Genre(s) : Romance, Fluff, School-Life, Alternate Universe (AU)

Rated : Teens+

Length : 3/3

Poster Art : xiaoluseobaby.tumblr.com

DISCLAIMER : FANFICTION AND STORYLINE IS COPYRIGHT BY ME, CAST(S) IS BELONG TO GOD, THEIR PARENTS AND MANAGEMENT.

 

== WHEN THE KING MEETS THE KING ==

Sudah beberapa hari ini Luhan dan Seohyun sama sekali tak saling bicara ataupun hanya sekedar bertatap muka, atau mungkin lebih tepatnya mereka saling menghindar satu sama lain. Sejak hari itu, di mana Seohyun akhirnya mengetahui jika Luhan adalah teman masa kecilnya, Xiao Lu. Inikah yang di sebut namanya takdir?

Seohyun menghela nafasnya pelan seraya menatap keluar jendela kelasnya, tampak Luhan bersama teman-teman sekelasnya sedang bermain sepak bola. Pria itu memang memiliki bakat alami dalam olahraga sepak bola dan basket, sayangnya ia lebih memilih sepak bola sebagai favoritnya. Mungkin jika Luhan memilih basket ia akan masuk ke deretan pria tampan di klub basket sekolah, seperti Kris Sunbae atau Chanyeol teman sekelasnya.

Melihat Luhan dari kejauhan seperti ini saja sudah membuat sesuatu yang menganjal di hatinya seakan terangkat, melepaskan semua beban yang ada dalam batinnya. Seohyun seakan tak mengerti dengan dirinya sendiri setelah hampir dua Minggu ia bersama dengan Luhan, pria itu seakan menjadi racun baginya. Sebuah racun yang cukup berbahaya, karena pria itu mampu membuatnya berpikir tak waras.

“Ehem,” seorang Guru berdeham ketika memasuki kelas. Membuat suasana kelas yang awalnya berisik menjadi sunyi. “Hari ini kalian kedatangan teman baru, ia akan menjadi teman sekelas kalian sampai musim semi tahun depan.” Seorang gadis berambut panjang lantas memasuki kelas dengan langkah yang cukup anggun, wajahnya yang cantik tentu saja mendapat tatapan yang berbinar dari murid laki-laki. Bertambah lagi satu gadis cantik di kelas mereka, itulah yang di pikirkan sebagian besar oleh mereka.

Sang Guru lalu memberi isyarat kepada gadis itu untuk memperkenalkan dirinya. “Perkenalkan, namaku Irene Bae. Aku berasal dari Tokyo. Mohon bantuannya.” Ucap gadis itu seraya membungkukkan badannya.

“Nah baiklah, kita akan segera memulai pelajaran. Irene, kau bisa sementara duduk di sebelah Seohyun.” ucap Guru itu lalu menunjuk kursi yang di samping Seohyun, dan memang kebetulan kursi itu kosong karena hari ini Ahreum teman sebangku Seohyun tak bisa masuk Sekolah karena flu berat.

Irene lalu menganggukkan kepalanya dan berjalan menuju kursi di samping Seohyun. “Boleh aku duduk di sini?” tanya Irene seraya tersenyum kepada Seohyun. Gadis itu yang sedang menatap luar jendela sedikit tersentak, ia lalu menolehkan kepalanya dan membalas senyuman Irene.

“Tentu saja.” Ucapnya. ’Astaga, apa yang kau pikirkan Seohyun? Fokus Seohyun, bukan melamun dan menatap Luhan Sunbae seperti ini.’ Seohyun bergumam dalam batinnya meruntuki dirinya sendiri.

“Terima kasih.” Sahut Irene menarik kursi dan duduk di samping Seohyun. “Namaku Irene, Irene Bae. Siapa namamu?” tanya Irene memperkenalkan dirinya.

“Namaku Seohyun, Ahn Seohyun. Senang bisa berkenalan.” Ucap Seohyun kembali tersenyum.

“Ku lihat kau sedang melamun,” ucap Irene seraya memperhatikan keluar jendela. “Bukankah itu Luhan Oppa?” gumam Irene.

“Eh?” Seohyun mengerutkan dahinya.

Irene segera mengibaskan tangannya. “Tidak, bukan apa-apa. Sudah, lupakan saja ucapanku barusan.” Ucapnya seraya tertawa canggung.

Seohyun mungkin tak mengerti dengan apa yang di maksudkan oleh Irene, tapi jelas-jelas gadis itu menyebutkan nama Luhan dan dengan embel-embel panggilan ‘Oppa’. Jadi, siapa sebenarnya Irene? Kenapa dia bisa mengenal Luhan?

Mungkinkah Irene adalah salah satu gadis yang pernah berkencan dengan Luhan?

Pertanyaan tersebut langsung terlintas di pikiran Seohyun, mengingat Luhan adalah salah satu cassanova di sekolahnya. Berkencan dengan banyak gadis bukanlah hal yang sulit bagi pria itu. Bukan tak mungkin Luhan dan Irene adalah kenalan lama, atau mungkin partner yang sudah lama tak bertemu.

Hanya dengan memikirkan hal itu saja sudah membuat hati Seohyun seperti di sayat oleh belasan silet. Sakit sekali rasanya. Seharusnya ia tak merasakan hal ini, tapi mengapa ia merasakannya terlebih saat pikiran Luhan bersama dengan gadis lain di luar sana terlintas di pikirannya?

== When The King Meets The Queen ==

 

Jam makan siang akhirnya tiba, banyak para murid bersorak senang karena untuk sejenak mereka dapat melepaskan penat mereka dari belajar dan buku-buku tebal yang membuat otak mereka akan meledak jika tidak di lanjutkan.

“Apa kau mau makan siang bersama?” tawar Seohyun kepada Irene seraya membereskan buku-buku miliknya. Masalah hubungan gadis itu dengan Luhan mungkin akan ia tanyakan nanti, tidak sekarang sekalipun gadis itu penasaran dengan hubungan mereka berdua.

Irene lalu berpikir sejenak. Gadis itu lalu menggelengkan kepalanya. “Tidak, kurasa aku tak bisa makan siang bersama denganmu hari ini. Aku akan makan siang dengan seseorang, ia berjanji akan menemaniku berkeliling sekolah.”

“Astaga,” Chorong yang sedari tadi ikut mendengar percakapan Seohyun dengan Irene karena menunggu Seohyun membereskan buku-bukunya akhirnya bersuara. “Seseorang? Apakah ia adalah laki-laki?” tanya Chorong dengan mata yang berbinar.

“N-ne, dia laki-laki. Dia murid di sekolah ini juga, hanya saja satu tingkat di atas kita.” Ucap Irene tergugup menjawab pertanyaan Chorong.

“Kelas dua belas? Astaga, aku sama sekali tak menyangka Irene. Apakah ia adalah kekasihmu? Jika ya, kau berhutang harus mengenalkannya kepada aku dan Seohyun.” sahut Chorong jahil menggoda Irene, membuat kedua pipi Irene seketika memerah.

“T-tidak, ia sama sekali bukan kekasihku.” Ucap Irene seraya mengibaskan tangannya beberapa kali. Tentu saja hal itu membuat Chorong tertawa puas, melihat reaksi Irene yang tergugup seperti itu. “Sudahlah, sampai nanti.” Ucapnya lalu berjalan pergi keluar dari kelas.

“Astaga padahal aku hanya bercanda menggodanya, tapi reaksinya seperti itu. Kurasa memang benar jika anak itu memiliki kekasih, murid kelas dua belas di sekolah ini. Aku jadi penasaran siapa yang di maksud oleh Irene.” Gumam Chorong ketika ia bersama dengan Seohyun menyusuri lorong sekolah, hendak berjalan menuju Kantin untuk mengisi perut mereka. Saat mereka hendak mencapai Kantin, tiba-tiba saja Chorong menarik tangan Seohyun hingga membuat gadis itu sedikit terdorong karena sahabatnya.

“Apa yang kau lakukan, Chorong?” tanya Seohyun hendak protes namun Chorong segera menaruh jari telunjuknya di depan bibir membuat isyarat agar tidak berisik.

“Lihat itu,” ucap Chorong menunjuk suatu arah, membuat Seohyun lalu menolehkan kepalanya melihat apa yang di tunjuk oleh Chorong. “Irene dan Luhan Sunbae berjalan berdua.”

Hari ini cerah, tidak mungkin ada petir di siang seperti ini. Tapi bagi Seohyun ini sama saja petir. Apa yang di pikirkan olehnya menjadi kenyataan, terlebih melihat Irene terlihat akrab dengan Luhan bercanda bersama bahkan sesekali Luhan tertawa ketika Irene mengatakan sesuatu. Tawa yang tak pernah di lihat oleh Seohyun sebelumnya, tak pernah sekalipun di perlihatkan oleh Luhan. Sudah jelas hal itu mengartikan jika Luhan dan Irene memiliki hubungan spesial, jauh berbeda dengan hubungan Luhan dengan dirinya.

“Apa kau baik-baik saja, Seohyun? Apa kau sakit?” tanya Chorong mendadak khawatir dengan Seohyun yang tiba-tiba saja pucat.

Seohyun segera menggelengkan kepalanya beberapa kali. “Tidak apa-apa Chorongie, aku… Aku baik-baik saja.” Ucapnya tersenyum lemah.

== When The King Meets The Queen ==

 

“Kau kenapa? Tiba-tiba saja meminta izin pulang saat aku datang ke kelasmu temanmu bilang kau pulang lebih dulu sebelum jam sekolah usai.” Tanya Luhan ketika tiba di Apartemennya dan menemukan Seohyun sedang membuat susu di Dapur.

“Tidak apa-apa, aku hanya merasa tidak enak badan saja.” Jawab Seohyun singkat mengaduk susu di gelasnya agar bercampur.

“Apa kau sakit? Apa kau mau ku panggilkan Dokter?” tanya Luhan berjalan menghampiri Seohyun dan menempelkan punggung tangannya di dahi Seohyun memeriksa suhu tubuh gadis itu.

Sakit? Mungkin hatinya yang terasa sakit, mengingat siang tadi saja saat Luhan dan Irene mengobrol akrab berdua saja sudah membuatnya merasa lemas. Karena itu akhirnya ia memutuskan untuk pulang lebih dulu dengan alasan tak enak badan, untung saja Guru yang piket pada hari ini mengizinkannya untuk pulang.

“Tidak usah, aku sudah minum obat.” Jawab Seohyun menjauhkan tangan Luhan darinya, namun tangan Luhan yang lain mencengkram pergelangan tangan gadis itu membuat kedua mata Seohyun terangkat bertatapan langsung dengan sepasang iris mata milik Luhan.

“Kau bohong, Seohyun. Kau tak bisa berbohong di hadapanku.” Ucap Luhan datar.

“Aku tak berbohong, itu adalah kenyataan. Sudahlah, aku harus belajar.” Ucap Seohyun hendak meraih susu yang telah di buatnya namun Luhan tiba-tiba saja menarik tubuh Seohyun dan menghadapkannya dengan pria itu.

Semua itu terjadi dengan begitu cepat tanpa Seohyun sendiri menyadarinya. Yang dapat di ingat olehnya saat Luhan tiba-tiba saja mencium bibirnya lembut. Tak dapat di pungkiri sekalipun Seohyun membantahnya melalui ucapan, ia tak bisa mendorong pria itu untuk menjauh darinya atau apapun itu.

“Jangan pernah meragukan perasaanku kepadamu, Seohyun. Aku sungguh-sungguh dalam hal yang menyangkut dirimu.” Ucap Luhan melepaskan ciumannya dan mengusap kepala Seohyun sebelum pria itu berjalan pergi meninggalkan Dapur menuju Kamarnya.

Bagaimana dengan Seohyun? Gadis itu bahkan masih terpaku di tempatnya, kakinya sedikit gemetar menahan tubuhnya sendiri. Tangannya lalu menyentuh bibirnya sendiri, masih terasa saat bibir mereka bersentuhan. Ia sama sekali tak mengerti dengan dirinya sendiri.

Apa ia memang sudah jatuh cinta dengan Luhan?

== WHEN THE KING MEETS THE QUEEN ==

 

“Seohyun!” suara Bass khas yang berat memanggil Seohyun, membuat gadis itu menoleh untuk melihat siapa yang memanggilnya ketika ia hendak mengembalikan buku ke Perpustakaan.

“Eoh? Chanyeol?” gumam Seohyun memanggil nama teman sekelasnya. Park Chanyeol, teman sekelasnya sekaligus anggota klub basket. Pria itu lalu menyelipkan tangannya di kantong celananya dan berjalan menghampiri Seohyun. “Ada apa?” tanya Seohyun mengerutkan dahinya.

“Ah, aku hanya ingin bertanya apa kau punya waktu sore ini.” Jawab Chanyeol menggaruk kepalanya sembari tertawa canggung.

“Memangnya untuk apa kau bertanya tentang hal itu?” tanya Seohyun semakin tak mengerti alasan mengapa Chanyeol menanyakannya.

“Aku punya dua tiket menonton bioskop untuk sore nanti tapi aku tak tahu harus mengajak siapa jadi aku ingin mengajakmu, apakah kau punya waktu sore ini?” tanya Chanyeol.

“Aku..”

“Dia tak punya waktu untuk sore ini jadi maaf Chanyeol, kau harus mencari orang lain yang mau menemanimu.” Seohyun terlonjak saat orang lain memotong perkataannya belum sempat ia menyelesaikannya, tampak Luhan berada di sampingnya menatap Chanyeol dengan tatapan tajam.

“Ah, benarkah begitu Sunbae? Kalau begitu aku minta maaf Seohyun, karena sudah menganggu waktumu sejenak.” Ucap Chanyeol terburu-buru pergi meninggalkan Luhan dan Seohyun. Mungkin yang ada dalam pikiran Chanyeol saat ini adalah satu, pergi sejauh mungkin atau bahaya akan mengintainya.

Luhan lalu menarik tangan Seohyun pergi menjauhi keramaian lorong sekolah di mana para murid tengah menatap mereka. Seohyun pasrah, setelah ini pasti akan bertambah lagi berita tentang dirinya di bicarakan di sekolah ini.

“Lepaskan,” ucap Seohyun seraya menghempaskan lengannya hingga tangan Luhan melepaskan genggamannya di pergelangan tangan gadis itu. “Kenapa kau melakukan itu?”

“Justru seharusnya aku yang bertanya soal itu, Seohyun, kenapa kau tidak bisa menjaga jarakmu dengan Chanyeol? Kau tahu, dia mengincarmu untuk menjadi kekasihnya.” Sahut Luhan menatap Seohyun.

“Lalu kenapa kau mencampuri urusanku, Sunbae? Kau tak berhak mencampuri urusanku.”

“Aku melakukan itu karena aku mencintaimu, Seohyun. Aku mencintaimu.”

“Bohong,” Seohyun bergumam lirih. “Kau bilang jika kau mencintaiku, tapi kau bisa berkata yang sama kepada gadis lain termasuk kepada Irene.”

“Ck,” Luhan berdecak mendengar ucapan Seohyun. “Kau bisa saja meragukan ucapanku, kau bisa saja menganggapku berengsek karena sebelumnya aku bermain-main dengan gadis lain tapi yang aku cintai cuma satu yaitu kau, Seohyun. Hanya kau.”

“Aku tak mau dengar–“

Belum sempat Seohyun menyelesaikan ucapannya, Luhan sudah lebih dulu sedikit mendorong Seohyun ke tembok dan membungkam ucapan gadis  itu dengan menyatukan bibir mereka berdua. Tidak, kenyataannya Seohyun memang tak akan pernah bisa menolak ciuman dari Luhan. Hatinya memang sudah sepenuhnya untuk Luhan, seorang pria yang menjadi teman masa kecilnya.

“Dengarkan aku terlebih dulu, Seohyun,” ucap Luhan melepaskan ciumannya dan menatap wajah gadis itu. “Irene itu adalah sepupuku, jadi sudah jelas aku mencintainya karena ia seperti adikku. Kau tahu bukan, jika Yoona kembaranku sama sekali tidak akrab denganku?”

Astaga, benarkah seperti itu? Seohyun mendadak lemas, jadi itukah alasannya mengapa Luhan dan Irene terlihat begitu akrab? Ia benar-benar sudah salah menduga.

“Aku tak mau dengar lagi ucapanmu.” Ucap Seohyun mendorong Luhan agar menjauh darinya. Ia lalu berjalan pergi, namun baru saja beberapa langkah ia berjalan Luhan sudah lebih dulu menghadangnya.

“Jangan bilang kau cemburu aku dekat dengan Irene.” Ucap Luhan mengerutkan dahinya.

Ping pong! Tepat sasaran jika kenyataannya Seohyun memang cemburu dengan kedekatan Luhan dengan Irene.

“Mana mungkin.” Ucap Seohyun mengelak ucapan Luhan.

“Hah? Benarkah seperti itu?” gumam Luhan seraya melipat kedua tangannya di depan dada. “Kalau seperti itu lebih baik aku mencari gadis lain untuk menjadi kekasihku.”

“Andwae!” ucap Seohyun refleks. Sadar dengan apa yang baru saja di ucapkan, gadis itu segera menutup mulutnya dengan kedua tangannya.

“Kenapa?” Luhan tersenyum jahil melihat tingkah Seohyun. “Jika aku adalah Raja dan kau adalah Ratu, jadi tidak masalah bukan jika aku mencari selir. Aku juga tak keberatan jika kau menyetujuinya.”

“Terserahmu, aku tak perduli.” Gerutu Seohyun, baru saja ia berjalan melewati Luhan sebuah tangan mendekap tubuhnya dari belakang.

“Aku hanya bercanda, Seohyun. Yang aku inginkan hanya kau, tidak ada yang lain. Sekalipun selir itu jauh lebih cantik dari kau, aku tak akan pernah berpaling darimu.” Ucap Luhan mencium pipi Seohyun. “Aku mencintaimu, sangat mencintaimu.”

== WHEN THE KING MEETS THE QUEEN ==

 

Bagi Luhan, tak ada yang indah selain kehadiran Seohyun yang tengah tertidur di sampingnya. Kegiatan yang mereka lakukan semalam adalah salah satu hal yang terindah bagi Luhan, karena dengan hal itu ia mengukuhkan Seohyun sebagai miliknya seorang.

Pria itu tersenyum senang melihat Seohyun yang tertidur tenang di sampingnya, seperti malaikat yang turun dari Surga. Tangannya lalu terulur menyentuh pipi Seohyun, lembut dalam sentuhan tangan pria itu membuat Seohyun sedikit melakukan pergerakan kecil namun sama sekali tak mengganggu tidur gadis itu.

“Aku berjanji Seohyun, akan membahagiakanmu.” Gumam Luhan menarik selimut yang menutupi tubuh polos mereka berdua. Kedua matanya lalu terpejam bersiap menyusul Seohyun ke alam mimpi, mungkin senyuman yang menghiasi wajah pria itu tak akan hilang sampai pagi menjelang.

== WHEN THE KING MEETS THE QUEEN ==

 

Lima tahun kemudian..

 

“Ya! Ya! Haissh, Kyungri!” Luhan mendesah cukup kesal saat Putrinya, Kyungri yang baru berumur empat tahun mengacak-acak buku tebal kuliahnya, astaga ia sibuk mengerjakan tugas akhirnya sebagai mahasiswa yaitu skripsi dan anaknya mengacaukan semuanya.

“Appa, ayo pelgi ke Taman Belmain.” Ucap Kyungri dengan pelafalan yang masih belum sempurna mengajak Luhan untuk membawanya ke Taman Bermain.

“Nanti ya, Sayang. Appa masih sibuk, nanti kalau Appa sudah selesai Appa akan membawa Kyungri dan Kyungsoo ke Taman Bermain.” Ucap Luhan berusaha untuk tersenyum seraya mengacak rambut Putri kecilnya.

“Kyungli thaja, Kyungthoo Oppa tak uthah di ajak. Hanya Appa, Eomma dan Kyungli thaja.” Ucap Kyungri seraya mengembungkan pipinya, membuat Luhan tertawa melihat tingkah manis Kyungri.

“Memangnya kenapa Appa tidak boleh mengajak Kyungsoo Oppa, eoh?” tanya Luhan.

“Kyungthoo Oppa celewet. Kyungthoo Oppa thelalu melalang apa thaja, theperti takut jatuh, takut di gigit atau takut thakit. Pokoknya celewet.” Gerutu Kyungri, yang tentu saja membuat Luhan tersenyum gemas melihat gerutuan Kyungri.

Lima tahun menikah dengan Seohyun – yang sebenarnya adalah sebuah insiden karena orang tua Seohyun mengetahui yang sebenarnya, membuat kehidupannya jauh lebih berwarna. Di mulai ketika hari kelulusan Luhan di mana akhirnya ia memberi tahu semua orang jika ia telah menikah dengan Seohyun, lalu berikutnya ketika Seohyun di nyatakan hamil sehingga membuat mau tak mau harus menjalani Home schooling di rumah ketika kehamilannya mencapai enam bulan namun syukurlah teman-teman Seohyun terkadang datang ke Apartemen mereka ketika pulang sekolah untuk mengunjungi istrinya, dan kelahiran bayi kembar mereka Kyungsoo dan Kyungri menambah kebahagiaan mereka.

Ah, bicara soal Seohyun saat ini ia bekerja di Taman Kanak-Kanak sebagai seorang Guru. Tentu saja hal itu tak membuat perhatiannya kepada keluarga berkurang. Apalagi terkadang Seohyun membawa Kyungsoo dan Kyungri ikut serta ketika Luhan pergi ke Kampus. Luhan akan menjemput mereka ketika ia pulang dari Kampus-nya ketika sore.

Sedangkan Luhan, pria itu kini memasuki semester akhir perkuliahannya. Seperti saat ini, Kyungri mengganggunya ketika ia di sibukkan oleh tugas akhirnya. Sebenarnya ia ingin bekerja seperti Seohyun, namun istrinya melarang dengan tegas hal itu karena kelak nantinya Luhan harus menjadi kepala keluarga yang baik.

Mengenai Kyungsoo dan Kyungri, mereka berdua adalah kebanggaan bagi Luhan dan Seohyun. Kyungsoo sang kakak memiliki sikap yang sama persis dengan ibunya yang tenang, namun memiliki wajah yang mirip dengan Ayahnya yang berbeda adalah bibir dan mata yang menurun dari Ibunya. Sedangkan Kyungri sang Adik memiliki sikap yang sama persis dengan Ayahnya namun kecantikannya menurun dari Ibunya dan yang membedakan adalah sepasang mata yang mirip dengan Ayahnya.

“Kyungsoo tidak cerewet, kata Eomma Kyungsoo harus jadi Kakak yang baik jadi Kyungsoo harus mengingatkan Kyungri untuk berhati-hati.” Ucap Kyungsoo memasuki ruang keluarga berlari menuju Ayahnya.

“Tapi Kyungthoo Oppa celewet.” Ucap Kyungri seraya menjulurkan lidahnya mengejek kepada Kyungsoo.

“Aigo, siapa yang mengajarkanmu seperti itu Kyungri?” tanya Seohyun membawa nampan berisi camilan untuk anak-anaknya dan suaminya.

“Thehun Thamchon, Eomma.” Jawab Kyungri polos membuat Seohyun menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Kurasa harus membicarakan hal ini kepada Irene agar Sehun menjaga jaraknya dengan Kyungri, ia mulai terpengaruh dengan pengaruh yang tak baik.” Ucap Seohyun

“Yeah, kau benar,” ucap Luhan seraya mengusap kepala Kyungsoo. “Ah, aku baru menyadari jika Kyungsoo sudah bisa melafalkan kata dengan benar.”

Seohyun menganggukkan kepalanya. “Guru di Taman Kanak-Kanak yang mengajarkan Kyungsoo, namanya adalah Jessica. Kelihatannya ia cukup menyayangi Kyungsoo sehingga ketika aku sibuk ia selalu menjaga Kyungsoo dan Kyungri.”

“Tapi Kyungli tak thuka dengan nenek thihir itu.” Ucap Kyungri. Seohyun lalu mengangkat Kyungri dan menggendongnya.

“Kyungri tak boleh begitu. Jessica Ahjuma itu sangat baik sama seperti Kyungsoo Oppa, Kyungri ingin di anggap anak  baik bukan? Kalau begitu turuti ucapan Kyungsoo Oppa dan jangan jadi anak yang nakal, yaksok?” ucap Seohyun menunjukkan jari kelingkingnya.

“Yakthok, Eomma. Kyungli janji Kyungli tak akan nakal.” Ucap Kyungri menautkan jari kelingkingnya yang mungil dengan jari kelingking Ibunya.

Luhan tersenyum melihat kebersamaan Seohyun dengan Kyungri. Ia tak salah memilih seorang Ratu baginya, Seohyun adalah seseorang yang cocok dalam posisi itu tak perduli bagaimana orang lain mengatakan apapun yang buruk mengenai istrinya.

愛情從天上掉下來
Love has fallen from the sky

花朵從我心裏開出來
Flowers blossom from my heart

要遇上對手不簡單
It’s not easy to meet your match

當戀愛王見王 誰也不換
When both kings of love meet, neither will change

 

–  Show Luo ft. Rainie Yang – When The King Meets The Queen –

THE END

 

A/n : Annyeong ~~ Hai ^^ Lama tak jumpa kkk~ sebelumnya aku mau minta maaf dulu karena untuk sementara “Married With Twins” enggak aku lanjutan dahulu karena ada beberapa alasan disamping sekarang aku sibuk juga di bidang Dance Cover. Yups, I’m Back to Dance Cover. Random sih tapi sebagian besar ngecoverin Girls’ Generation dan aku sebagai Seohyun kkk~ udah cinta banget sama Eonni ini sepertinya sampai hampir pengen kayak Seohyun Eonni dan berikutnya…… sebenarnya FF ini judulnya adalah Beautiful Trap dan jalan ceritanya adalah Luhan ngancem Seohyun itu tapi akhirnya ga jadi dan jadilah When The King Meets The Queen. RCL juseyo~~~

Advertisements

Silahkan berkomentar~ ^^ #AceBabySeoHanjjang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s