BAD BOY [Chap. 3]

Judul : Bad Boy [chap. 3]
Author : Eka Oktavia (Kim Tae Rin)
Main cast : Seohyun ‘SNSD’ & Luhan ‘EXO’
Other cast : find it by yourself
Genre : Romance, AU, school life
Lenght : chapter
Author’s note : Semoga chapter ini ceritanya lebih bagus dari chapter yang sebelumnya. Maaf kalo ceritanya GaJe. Maaf juga kalo BANYAK TYPO. Tapi tetep, jangan lupa baca, like, dan comment FF ini ^^ Jujur aja deh, di FF aku yang sebelumnya tuh comment-nya dikit. Jadinya, kalo mau ngelanjutin/bikin FF tuh jadi gak semangat. Soalnya aku gak tau apa pendapat kalian. Apakah FFku itu bagus, setengah-setengah atau gak bagus sama sekali. Palingan yanga ngasih comment cuma 10-15 orang. Padahal aku pengen tuh yang ngasih comment sampe 20. Buat Ffku yang ini moga-moga yang comment & like bisa lebih banyak dari sebelumnya. Happy reading~ ^^

DON’T FORGET for RCL
AND
DON’T BE PLAGIAT
Continue reading

BAD BOY [Chap. 1]

Judul : Bad Boy [chap. 1]
Author : Eka Oktavia (Kim Tae Rin)
Main cast : Seohyun ‘SNSD’ & Luhan ‘EXO’
Other cast : find it by yourself
Genre : Romance, AU, school life
Lenght : chapter
Author’s note : FF baru!!!!!! Semoga FF ini bisa membuat kalian jatuh cinta *ceileehh* #abaikan Maaf kalo ceritanya GaJe. Maaf juga kalo BANYAK TYPO. Tapi tetep, jangan lupa baca, like, dan comment FF ini ^^ Jujur aja deh, di FF aku yang sebelumnya tuh comment-nya dikit. Jadinya, kalo mau ngelanjutin/bikin FF tuh jadi gak semangat. Soalnya aku gak tau apa pendapat kalian. Apakah FFku itu bagus, setengah-setengah atau gak bagus sama sekali. Palingan yanga ngasih comment cuma 10-15 orang. Padahal aku pengen tuh yang ngasih comment sampe 20. Buat Ffku yang ini moga-moga yang comment & like bisa lebih banyak dari sebelumnya. Happy reading~ ^^

DON’T FORGET for RCL
AND
DON’T BE PLAGIAT

Continue reading

Never Love You, In the Begin Story

Cast: Luhan, YoonA (SNSD)
Genre: Romance
PG:-14

Happy Reading ^^

….

“Tidak! Sampai kiamat pun aku tidak mau melakukannya.”
Ia menggebrak meja kafe. Menatapku tajam. Tak peduli dengan adanya penghuni lain di kafe ini.
“Ide macam apa itu? Kalau itu hanya untuk meningkatkan popularitasmu, aku tidak sudi!” lanjutnya.
“Oh, jadi kau takut popularitasmu kalah dariku?” Aku mencoba menahan kegugupanku dengan sedikit bercanda dengannya.
Dia terkekeh. “Sempat-sempatnya kau berbicara seperti itu.”
“Han-ah, kumohon hanya tiga bulan, setelah itu kau boleh mengatakan kepada wartawan bahwa kau mencampakkanku atau apalah.” Aku menggenggam tangannya.
“Hei, dengar baik-baik, kita baru saling kenal. Dan sekarang, kau memintaku untuk jadi pacarmu? Kau pikir aku manusia apa, hah?”
“Ini, tuntutan agensi, Luhan! Kalau disuruh memilih pun sebenarnya aku tidak mau melakukan hal bodoh ini!” Seruku kesal, entah apa yang ada di pikiranku hingga membentak namja yang tidak tahu apa-apa tentang masalahku dan agensi.
“Apa kata penggemarku nanti, aku tidak ingin mengecewakan mereka,” ucapnya lebih lembut. “Kau juga seorang penyanyi yang bahkan lebih dulu muncul daripada aku, secara teknis aku hoobae-mu.”
Aku meremas dress selututku. Aku kesal, teramat kesal. Tuntutan macam apa ini? Agensi seenaknya menjadikanku boneka untuk popularitas! Bukan popularitas yang kudapatkan, tapi malah semakin banyak orang yang membenciku.
“Tidak masalah, Han-ah. Kumohon sekali ini saja kau mau membantuku.”
Luhan menghela nafas, mengusap wajah gusarnya.
“Baiklah, hanya tiga bulan.”
Dia berlalu meninggalkanku. Tidak terbersitpun rasa puas di wajahnya.
“Gomawo …Han-ah,” ucapku.
___

Tepat pukul sepuluh malam. Berita ‘pacaran’ itu muncul di beberapa website Korea. Menghapus seluruh berita omong kosong sebelumnya seperti
‘Yoona SNSD selingkuhan David Beckham?’
‘Victoria Beckham menghujat Yoona habis-habisan!’
Hei, sekalipun aku tidak pernah bertemu dengan pemain sepak bola itu. Mendengar namanya saja baru ketika berita itu muncul.
Semua ini berawal dari name instagramku yang awalnya I’m YoonA menjadi Beckham’s Girlfriend. Padahal yang dimaksud adalah anjing peliharaan Siwon Oppa, karena aku kalah taruhan bermain dengan anggota Super Junior beberapa waktu yang lalu.
Tiba-tiba pintu kamarku ada yang mengetuk dengan tidak sabaran.
“Ya! Im Yoona! Cepat buka pintunya!”
Aku segera membuka pintu kamarku dan melihat ketujuh eonni-ku memandangku dengan tatapan buas.
“Mwoya?” tanyaku.
“Apa maksud berita ini?” Choi Sooyoung melempar tabletnya ke tanganku. Aish, bodoh sekali! Aku lupa mempersiapkan jawaban untuk eonni-eonni yang buas ini!
“Eh? Ya, memang begitu. Ma ..maaf tidak memberi tahu kalian sebelumnya.”
Kim Taeyeon merangsek maju. Melipat kedua tangannya di depan dada.
“Mi ..mian, Eonni.” Aku menggaruk kepala gusar. Apalagi orang ini, betapa buasnya ingin tahu masalah orang lain.
“Kau mengawali kita semua, ingat! Jaga perasaan Luhan, dia terlalu imut untuk kau campakkan. Arasseo?” bisik Kim Taeyeon.
Aku tersenyum. “Ne, algeussemnida, Eonni.”
___

Blitz dari puluhan kamera di depanku membuatku terus menunduk. Aku duduk di antara manajer dan CEO agensiku.
“Jika wartawan bertanya padamu kau hanya perlu tersenyum. Semua serahkan padaku,” ucap manajer di sela-sela press conference.
Aku mengangguk.
“Semua berita itu benar adanya. Kini mereka sedang dalam tahap saling mengenal satu sama lain,” ujar CEO agensi kami, Lee Soo-man.
Hari ini Luhan tidak bisa hadir karena jadwalnya yang akhir-akhir ini sangat padat.
CEO bersiap mengakhiri acara ini, aku mengikutinya dari belakang.
“Apakah Yoona-ssi menyukainya?” Tanya salah satu wartawan yang membuatku seketika menoleh.
“Ne?” Tiba-tiba aku teringat pesan manajer. Aku hanya tersenyum lalu meninggalkan acara itu.
Menyukainya? Akan kupikirkan.
___

“Mian, Han-ah.” Aku menatap wajah frustasi Luhan. Lalu menggenggam tangannya.
“Sampai kapan kita terus berada di sini?” Dia membuka kaca jendela mobil. Melihat outdoor parking area yang terletak di salah satu stasiun televisi.
“Setidaknya sampai aku melihat ada kamera yang mengambil foto kita.”
Luhan baru saja selesai melaksanakan comeback stage lagu baru boy groupnya. Aku segera menjemput begitu diberi tahu oleh manajer.
“Lalu aku harus beradegan seperti apa?”
Aku menghela nafas, konsentrasi Im Yoona.
“Lakukan seperti engkau hendak menciumku.”
“Baiklah, mari mainkan drama ini dengan baik.”
Dia mendekatkan wajahnya ke wajahku. Aku bersandar di kursi pengemudi sambil memejamkan mata. Kumohon, siapa pun yang membawa kamera cepat ambil foto kami!
“Apa aku perlu menciummu?” bisik Luhan.
“Itu tidak ..”
Dia mencium pipiku pelan. Aku menghela nafas, setidaknya tidak seperti yang kubayangkan.
“Jangan membayangkan hal yang aneh-aneh, Yoona-ya.”
Aku tersenyum. “Thanks!”
Sejauh ini sepertinya aku sudah mendengar suara jepretan kamera. Aku memutuskan untuk kembali ke gedung agensi.
“Kita ke Hongdae dulu,” ujar Luhan
“Eh, ada apa?”
“Ada orang yang harus kudatangi.”
“Siapa?” tanyaku masih penasaran.
“Teman perempuan,”
Deg, seketika aku merasa ada yang aneh.
“Oh, ya. Baiklah.”
Setelah sampai di apartemen yang ia sebutkan. Ia turun memakai jaket hitam dan topinya.
“Kalau kau ikut, lebih baik kau menyamar.”
“Mm, tentu saja.” Aku memakai coat hitam dan kaca mata hitam lalu turun dari mobil. Berjalan menjaga jarak dari Luhan. Kami naik lift bebarengan lalu berhenti di depan salah satu apartemen di lantai lima.
“Ini apartemen kedua Jieun, anggap saja dia hanya sebagai temanku.”
Ia mengetik beberapa angka sandi, lalu pintu itu terbuka.
“Kau tunggu di sini saja.”
Aku menunggunya di depan apartemen Lee Jieun. Dari luar aku mendengar sepertinya mereka sangat akrab.
‘Anggap saja dia hanya sebagai temanku’
Ada rasa aneh ketika ia mengucapkan kata-kata itu. Sepertinya itu sinyal, aku yakin mereka menjalin hubungan lebih dari kata ‘teman’.
“Meskipun itu sakit, aku mempercayaimu, Oppa,” ucap gadis itu.
Kata-kataku itu menohok hatiku. Aku telah melukai seorang gadis yang tidak salah apa-apa. Tapi bukan karena itu, rasa aneh itu muncul lagi.
___

Aku sudah menebak kalau berita itu akan muncul. Dasar netizen! Cepat sekali updatenya.
‘Yoona & Luhan dating!’ Seperti itulah kira-kira headnews di setiap website.
Sudah dua bulan drama ini berjalan. Kurasa Luhan sudah bisa memahami situasiku, selain untuk menghalau berita-berita konyol itu juga untuk menghindari para sasaeng yang mencoba men-couple kanku dengan banyak artis.
Choi Sooyoung tiba-tiba datang dan tidur di sebelahku.
“Sedang apa kau?” tanya Choi Sooyoung menatap smartphoneku.
“Tidak ada apa-apa!”
Choi Sooyoung menatapku.
“Im Yoona, sahabatku. Jawab dengan jujur. Kau benar-benar menyukai Luhan?”
Aku terkejut mendengar pertanyaan Choi Sooyoung.
“Dia, kan pacarku! Ten ..tu saja aku menyukainya.”
Choi Sooyoung menyipitkan matanya. Aku lupa salah satu kelebihan bocah ini. Dia sangat peka.
“Jawab dengan jujur, Shikshin! Atau aku tidak mau mentraktirmu bulgogi minggu depan!”
“Iya, iya baiklah Choi Sooyoung, jangan mengancam tentang makanan, ya.”
Choi Sooyoung tersenyum penuh kemenangan.
“Terus bagaimana?”
Aku berpikir sejenak. Beritahu tidak, ya?
“Sooyoung-ssi, dia adalah namjachinguku. Jelas aku menyukainya. Sama seperti kau menyukai Justin Timberlake-mu, arraseo?”
Choi Sooyoung terdiam. “Mm, baiklah masuk akal juga.”
Aku tersenyum, senjata utama untuk menaklukan Choi Sooyoung adalah makanan dan Justin Timberlake.
___

“Banyak orang yang masih tidak percaya kalau kalian pacaran!” sentak manajer memberikan beberapa lembar foto kami yang sempat tertangkap kamera.
“Lalu aku harus bagaimana lagi?” tanyaku.
“Adegan kalian masih kaku, terkesan disengaja. Mau tidak mau kalian harus menampakkan diri malam ini, kencan terang-terangan!”
Aku terkejut. Kali ini aku beranggapan kalau manajemen sangat keterlaluan. Aku tidak ingin menyakiti mereka lagi.
“Tidak, aku tidak bisa melakukan itu. Tak ada gunanya, toh popularitasku sudah merosot, aku tidak ingin makin banyak orang yang membenciku, Sajangnim!”
Aku melempar semua foto itu ke tempat sampah. Tak ada gunanya semua drama picik ini!
“Yoona-ssi! Kalau kau tidak mau, kau keluar dari grup ancamannya!”
Aku menoleh. Ancaman brengsek lagi! Apa tidak ada cara lain selain ancaman. Aku tidak bisa mengelak, mau tidak mau aku harus melakukan hal itu.
Dengan susah payah aku mengangguk. “Algeussemnida, Sajangnim.”
Aku menunduk hormat lalu berjalan keluar. Seluruh tubuhku terasa kaku. Hanya mataku yang terus berkedip menahan air mata.
Aku menutup pintu ruangan itu, sebentar lagi ada latihan koreografi. Aku tidak ingin menambah masalah hanya karena terlambat.
“Aku ada di sini.”
Aku mendongak, mendapati Luhan yang berjalan menghampiriku.
“Aku ada di sini.”
Tiba-tiba dia menarik tubuhku ke dalam pelukannya. Seketika aku menangis.
“Mian, Han-ah, jeongmal mianhae.”
Ia mengangguk, mengusap puncak kepalaku.
“Jika itu perlu, aku mau melakukannya.”
Aku menggeleng. “Tidak, Han-ah. Bagaimana dengan Jieun?”
“Dia sudah mengerti situasinya.”

___

Kami turun dari mobil milik Luhan lalu berjalan beriringan menuju kafe milik Kim Jongwoon. Baru saja kami keluar, sudah banyak yang mengerubungi kami. Siapa lagi kalau bukan wartawan yang berebut meminta pernyataan kami.
“Bagaimana kondisi hubungan kalian?”
Luhan menjawab sambil tersenyum. “Sejauh ini baik-baik saja.”
“Ada kabar bahwa kalian akan putus apa itu benar?”
Luhan menggenggam tanganku erat.
“Tidak, lihat, kami baik-baik saja.”
“Apakah hari ini kalian sedang kencan?”
Luhan lagi-lagi tersenyum. “Kalian sudah tahu jawabannya.”
Ia segera menggandengku masuk ke kafe itu. Semua pertanyaan bodoh itu sudah kami jawab sesuai dengan prediksi.
“Gomawo, Han-ah.”
Luhan tersenyum. Kurasa ada raut ketulusan di sana.
“Untuk teman perempuanku.”
Aku mendongak menatap wajahnya. “Eh, maksudmu?”
Dia memencet hidungku gemas. “Untuk yeojachingu-ku yang sangat merepotkan.”
“La ..lalu Jieun?” tanyaku kalang kabut.
“Dia mengerti.”
“Maksudmu?”
Luhan menatapku lekat. “Dia sudah memutuskan hubungan bahkan sejak berita itu belum tersiar. Karena sepertinya aku ditakdirkan untuk menjaga Im Yoona yang bodoh ini. Mulai sekarang aku akan mencoba menjadi Luhan yang baik untukmu.”
“Han-ah, kau tidak berbohong?”
Raut wajah Luhan berubah. “Ya, aku berbohong tadi.”
Aku mencubit lengannya. “Jangan bercanda!”
“Ani, ani! Sungguh, Yoona-ya.”
Wartawan yang masih menunggu kami di belakang tertawa melihat adegan tadi. Aku hanya meringis lalu segera menggeret Luhan masuk.
“Kau sungguh-sungguh?” tanyaku.
“Sejauh ini begitu.”
Aku tersenyum lalu merangkulnya.
___

Hari ini tepat tiga bulan drama itu berjalan. Semua masalah selesai, sekarang hanya tinggal menunggu waktu hubungan kami berakhir. Dan rasa aneh itu terus muncul seperti waktu yang terus berlari. Entah kenapa aku tidak ingin semua berakhir.
Sudah banyak yang kami lalui bersama. Bahkan bibirnya yang menyentuh pipiku pelan masih terasa. Entah kenapa aku tidak ingin melepaskan semua ini.
“Aku ingin tahu kenapa kau memilihku menjadi pacar gadunganmu dulu,” tanya Luhan ketika kami dalam perjalanan pulang menuju dorm SNSD.
“Kau, kan bisa memilih Siwon hyung atau Donghae hyung yang lebih dulu dekat denganmu.”
Aku mengangkat bahu. “Entahlah, kurasa aku sudah jatuh cinta padamu. Jadi aku memilihmu.”
Luhan terkekeh. “Hah, tidak percaya.”
“Apa kau benar-benar akan mengakhiri hubungan kita lusa?” tanyaku.
“Tidak.”
“Kenapa?”
“Karena lusa aku ada konser di Thailand. Aku akan menundanya.”
“Kapan?”
Ia mengangkat bahu. “Entahlah, sampai kau membunuhku mungkin.”
“Ya! Apa maksudmu?” Aku mencubit pipinya.
“Aaau! Sakit. Entahlah, Yoona-ya. Mungkin sampai ada orang mau membunuhku dan memisahkan kita.”
Aku mencubit pipinya gemas. “Basi!”
Aku mengalihkan pandangan ke jendela mobil. Menatap bayangan Luhan yang tersenyum.
Tiba-tiba dia menggenggam tanganku.
“Sungguh, dan aku tidak mau hal itu terjadi.”

Annyeong :), aku author baru di sini. makasih min udah masukin aku di blog ini, aku udah boleh post ff kan?
mohon bantuannya, maaf masih baru dan ff nya masih absurd dan acak acakan
*bow

[Sequel] MY ENEMY, MY FIANCE : AFTER MARRIED

Title : My Enemy, My Fiance : After Married
Author : Eka Oktavia (Kim Tae Rin)
Main Cast :
– Seohyun ‘SNSD’
– Luhan ‘EXO’
Other Cast : find it by yourself
Genre : Romance
Pairing : SeoHan
Lenght : OneShoot
Author’s note : Ini sequel FF ‘My Enemy, My Fiance’! Ada yang request sequel-nya, terus aku pikir-pikir dan akhirnya bikin sequel-nya. Tadinya sih mau bikin ntar aja, gak dalam waktu dekat. Tapi ternyata semangat buat ngetik sequel-nya udah ada. Ya udah deh aku bikin sekarang. MAAF YA KALO CERITANYA GAJE + BANYAK TYPO. Happy reading readers~ Love you, muaacchh
Continue reading

SPECIAL GIFT (SURPRISE)

Title : Special Gift (Surprise)
Author : Eka Oktavia (Kim Tae Rin)
Main Cast :
– Seohyun ‘SNSD’
– Luhan ‘EXO’
Other Cast : find it by yourself
Genre : Romance
Pairing : SeoHan
Lenght : OneShoot
Author’s note : Cerita ini tiba-tiba muncul waktu hari Natal kemarin. Yah, aku buat aja deh ceritanya. MAAF KALO BANYAK TYPO + GAJE. Happy reading deh. JANGAN LUPA RCL!!! GOMAWO~

DON’T FORGET for RCL
AND
DON’T BE PLAGIAT
Continue reading